<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632</id><updated>2011-10-27T00:22:29.821-07:00</updated><title type='text'>ISLAM ITU INDAH</title><subtitle type='html'>H. Mochtar Husein: 
Menggurat Sejarah dengan Dakwah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>108</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-3044446426281311833</id><published>2007-11-16T17:19:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T21:01:55.102-08:00</updated><title type='text'>Wanita Pemimpin Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Akhir-akhir ini marak kembali pendapat dan fatwa yang kontradiktif tentang kepemimpinan wanita khususnya untuk menjadi Presiden. Penyelesaiannya tidak rumit jika kita menggali sumber hukum pertama yakni Alquran. Apalagi jika menyelami makna hakikatnya dengan menggunakan metode Tafsir Maudhu’I. Karena menyelesaikan perselisihan hanya satu metodenya yaitu kembali ke Alquran, kemudian Hadis dan terakhir barulah pendapat ulama, kalau keduanya belum jelas (Lihat QS. ) dan (Hadis Mu’az bin Jabal), ketika Nabi memerintahkan berangkat ke Yaman menjadi Hakim. Tapi kalau sesuatu itu tendensinya strategi politik untuk menghambat saingan yang wanita, maka pasti yang berlaku bukan lagi mencari mana yang lebih tepat pemahannya sesuai Alquran. Hal ini memang dilemmatis karena sejak dahulu, Imam Mazhab seperti Imam Hanafie sudah berbeda pendapatnya dengan Imam Syafei. Yang satu menyatakan hukumnya Mubah (Dibolehkan) dan yang kedua menyatakan hukumnya Haram ( Dilarang ).Karena Ormas NU bermazhab salah satu dari 4 Mazhab, maka tentu wajar jika ada yang menilainya haram, tapi ada pula yang menilainya mubah (Dibolehkan).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kerendahan hati, penulis mencoba membahasnya berdasarkan metode Tafsir Mudhu’I (Tematik), tanpa berkiblat pada mazhab atau tendensi politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yang menjadi dasar pembahasan ialah Alquran Surah Al-Nisa’ 34 : “AL RIJALU QAWWAMUNA ‘ALA AL-NISA’ BIMA FADHDHALALLAHU BA’DHAHUM ‘ALA BA’DHIN …( Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)…( Lihat Tafsir Depag halaman 123 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat dan terjemahan seperti itu, maka sebagian ulama menganggap haram hukumnya jika dibalik, yakni perempuan memimpin laki-laki. Lalu dibantu sebuah Hadis yang menyatakan celakalah raja itu (salah seorang kerajaan Romawi ) yang mengangkat anaknya yang perempuan menjadi penggantinya. Kemudian lebih diperkuat lagi karena tidak ada seorangpun Nabi yang berjenis wanita. Demikian Khulafa al-Rasyidin semuanya laki-laki. Bahkan dalam Ilmu Fikih tidak sah salat jamaah imamnya seorang wanita dan makmumnya adalah laki-laki.Itulah antara lain alasan yang mengharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembahasan Tafsir:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kelemahan terjemahan Tafsir diatas , karena “ Al-Rijalu qawwamuna ” ditafsirkan dengan “ Pemimpin” . Padahal di ayat lain “ Qawwamuna ” tidak berarti pemimpin. Seperti pada Surah Al-Nisa 123 “ Ya ayyuhalladzina amanu kunu qawwamina bi al qisthi syuhada-a lillah…(Wahai orang-orang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar jadi penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah …). ( Depag 144 ). Demikian pada Surah al-Maidah 8 “ Ya ayyuhalladzina amanu kunu qawwamina bi al qisthi syuhada-a lillah…(Wahai orang-orang yang beriman , hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil…)( Depag 159 ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbandingan kedua ayat lain tersebut maka pengertiannya menjadi mutasyabihat (ragu-ragu). Pengertian ragu-ragu tidak lagi menjadi Qath’I (Pasti).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun pengertian yang sebenarnya “ Qawwamuna atau Qawwamina” yang berakar dari kata “ Qawama ” adalah mengawasi terus menerus dan mempertanggung jawabkan. Sama dengan makna “Aqim al- shalat” (Didirikan salat) yang juga berasal dari kata Qawama, yaitu laksana induk ayam yang setiap hari mengawasi dan mempertanggung jawabkan anaknya. Dalam hubungannya dengan salat dimaksudkan yaitu tanggung jawab yang dilaksanakan dengan cara rutin, khusyu’ dan bertanggung jawab) ( Diuraikan panjang lebar dalam Tafsir Al-Qurtubi ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang paling tepat makna “Qawwamuna” pada surah Al-Nisa 34 diatas adalah Penanggung jawab. (Bukan pemimpin). Ahli Tafsir Prof.Quraish Shihab sendiri, sudah pernah mengatakan, masih ada beberapa penafsiran Tafsir Departemen Agama yang perlu disempurnakan.terjemahannya. Menurut penulis mungkin termasuk ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makna Pemimpin dalam Alquran&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Dalam Bahasa Arab termasuk yang digunakan Alquran pemimpin itu disebut Imam (selalu di depan) atau Khalifah (Dibelakang maju ke depan menjadi pengganti). Ditambah lagi bahwa konteks ayat Surah Al-Nisa’ 34 diatas, asbab nuzulnya, mengenai keluarga didalam rumah tangga bahwa yang bertanggung jawab dan mencari rezeki adalah suami (laki-laki). Jadi ulama yang menganggap haram terutama terpaku pada hadis Nabi yang mencela seorang Raja Rumawi yang mengangkat anak wanitanya menjadi penggantinya. Padahal hadis tersebut gga memimpin juga masih diperselihkan syarahannya. Apakah hadis itu bersifat lokal situasi Arab raja non muslim yang mengangkat anak wanitanya pengganti dirinya atau universal berlaku sampai sekarang. Karena dalam Hadis ada kalanya hadis itu konteksnya lokal dan tidak selalu universal. Disinilah perbedaannya dengan Alquran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang memperkuat pendapat sebagian ulama yang mengharamkan wanita memimpin negara, disamping mengakui penafsiran tanggung jawab itu sama dengan pemimpin dalam rumah tangga, karena negara adalah rumah tangga besar, juga diperkuat argumentasi lanjutan ayat yang menyatakan “ Faddhalallahu ba’dhahum’ ala ba’dhin (Tuhan telah memberikan kelebihan (laki-laki) terhadap sebagiannya (wanita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kitab-kitab Tafsir :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(1) Tafsir Al-Baidhawi : Kelebihan kaum laki-laki dari kaum wanita karena “ Kamal al ‘aqli (akalnya lebih sempurna), Husn al tadbir (Kemampuan mengatur dan mengendalikan sesuatu gejolak ), Mazid al quwwah fi al a’mal wa al t ha’ah ( Lebih kuat mengerjakan pekerjaan dan ketaatan). Sebab itu kenabian dan kepemimpinan umat khusus dipilih dari kalangan kaum laki-laki-laki saja ( Khashshun bi al-nubuwwah wa al-imamah). (Lihat Juz I : 213)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Tafsir Aysar Tafasir : Tuhan memberikan kemampuan laki-laki untuk memimpin karena diberi akal yang sempurna, mampu melaksanakan kelengkapan agama seperti berkhutbah, memimpin Jumat dan Jihad dengan postur tubuh yang meyakinkan bertarung pisik. ( Juz I :472 ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Tafsir Majma’ Al-Bayan : Kelebihan yang diberikan Allah kepada kaum laki-laki ialah penambahan ilmu dan pikiran rational yang lebih baik serta mampu mempertahankan pendirian ( Juz IV :43).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(4) Tafsir Al-Mizan : Yang dimaksud Qawwamuna ialah mampu mengendalikan dan mempertanggung jawabkan amanah terutama diberikan kepada kaum laki-laki sesuai ayat diatas, dengan bertambahnya kekuatan pisik dan kemampuan akal serta mampu menghadapi kesulitan dahsyat. Sedang kaum wanita memang diciptakan dengan bentuk badan yang halus, cantik dan perasa, sehingga tidak semua pekerjaan dapat dilakukannya dengan maksimal ( Juz IV :351 ). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari keempat uraian Tafsir tersebut, kita terpaksa harus akui seorang laki-laki, akan lebih mampu bertanggung jawab jika memimpin wilayah atau pertempuran jika dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemimpin yang diinginkan Alquran&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Sebenarnya pemimpin yang disebut Alquran berarti Imam ( Didepan sebagai teladan ) dan Khalifah ( Dibelakang maju ke depan sebagai pengganti). Jadi sama sekali bukan “ Qawwamuna “ seperti Surah Al-Nisa 34 diatas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Didalam Alquran hanya ada 7 ayat mengenai Imam. Salah satu diantaranya “INNI JA’ILUKA LINNASI IMAMAN “ (Aku angkat engkau (Ibrahim) menjadi pemimpin bagi manusia ) (QS.Al-Baqarah 124). Ibrahim memohon, juga keturunanku. Tapi Tuhan menjawab “LA YANALU AHDIZZHALIMIN “(Janjiku ini tidak kutujukan kepada orang yang suka berbuat zalim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya istilah Khalifah yang juga berarti pemimpin menurut Alquran, diantaranya : “Wahai Dawud, Kami (Tuhan) telah menjadikan kamu khalifah di muka bumi, maka berilah keputusan suatu perkara dengan benar dan janganlah mengikuti hawa nafsu. (QS. 38 :25).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun tugas utama seorang pemimpin yang memimpin wilayah, Alquran secara umum menyatakan “ Orang-orang yang Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi ini, niscaya mereka mendirikan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari perbuatan munkar…)QS.22:41).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat tersebut, maka seorang pemimpin wilayah, minimal mampu melakukan salat lima waktu yang rutin sebagai hubungan dengan Allah, mampu mengeluarkan sebagian hartanya berupsa zakat, sadakah dan infak, sebagai gambaran keharmonisan hubungan dengan manusia dan mampu mengendalikan perintah kepada yang makruf untuk kesejahteraan negara serta mampu menegakkan yang benar dengan menghukum kaum pembuat munkar (maksiat) termasuk koruptor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Artinya seorang pemimpin wilayah diberi kedudukan oleh Allah untuk mengelola wilayah, menyeimbangkan kehidupan yang harmonis, memelihara harta, agama, akal dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya berdasarkan pembahasan metode Maudhu’I, maka makna ayat tersebut diatas tidak menghalangi seorang perempuan tampil menjadi Presiden, apalagi jika dipilih mayoritas masyarakat, asal orangnya jujur, taat agama, mengutamakan kepentingan rakyat kecil serta siap menghukum ahli-ahli maksiat tanpa pilih bulu. Artinya, dari ayat yang dibahas, tidak ditemukan adanya larangan pemimpin wanita. (hukumnya mubah) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi menurut hemat penulis, berdasarkan kelebihan yang diberikan Tuhan kepada kaum laki-laki, bagaimanapun hebatnya seorang wanita, maka kaum laki-laki masih lebih afdhal dipilih. Hal ini tidak terpengaruh tendensi politik dan istilah the will to power. (Wallahu a’lam Bi al-shawab). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-3044446426281311833?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/3044446426281311833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=3044446426281311833' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/3044446426281311833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/3044446426281311833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/wanita-pemimpin-dalam-islam.html' title='Wanita Pemimpin Dalam Islam'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-8985019065500915348</id><published>2007-11-16T17:17:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:14:39.273-08:00</updated><title type='text'>Meniru Kesabaran Rasul-Rasul</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seorang yang tinggal di gubuk yang kecil dengan makan seadanya, mengharapkan uluran tangan tetangganya, tanpa usaha yang keras untuk mencari kerja menghidupi anak isterinya, apakah itu yang namanya sabar dalam menerima takdir ? Jawabnya, bukan !&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang disebut menurut Kamus Besar, ada dua. Pertama, tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, dan tidak lekas patah hati). Kedua, tenang dan tidak tergesa-gesa, tidak terburu nafsu : segala usahanya dijalankan dengan tenang, berpikir dengan baik dalam menghadapi sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Gazali, yang disebut sabar ialah tahan menderita gangguan dan tahan menderita dari ketidak senangan.Atau kokohnya dorongan agama dalam menghadapi dorongan hawa nafsu dan sabar menahan syahwat perut dan faraj dimana hal ini disebut iffah (Etika Islam:O2:1O).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Artinya, sabar itu ialah tenang menghadapi takdir, tapi selalu berikhtiar dan berusaha bagaimana memperkecil musibah yang menimpa dirinya, dan tidak pernah berputus asa dalam mencari solusi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai agama yang membawa ketenangan penganutnya yang mukmin yang takwa akan selalu dikaruniai hidayah makhrajan (solusi), dalam menyelesaikan kemelut hidup karena telah diabadikan Alquran dengan istilah “Inna ma’al yusri yusran “ (Sesungguhnya yang sulit itu selalu berbarengan yang gampang) dan hal ini telah banyak diperaktekkan rasul-rasul. Bagaimana bentuk kesabaran yang dipraktekkan rasul-rasul ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alquran telah mengabadikan beberapa ayat, seperti&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(1) Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul yang telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, mereka merasa seolah-olah tidak tinggal di dunia, melainkan sesaat pada siang hari. Inilah suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik (QS.46:35).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Ya’kub berkata :” Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan buruk itu, maka kesabaran yang baik, itulah kesabaranku.Dan Allah saja yang di mohon pertolonganNya, terhadap apa yang kamu ceriterakan”. (QS.12:18).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Katakanlah hai hamba-hambaKu yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS.39:1O).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga ayat diatas menurut sebagian mufassir, bahwa rasul-rasul yang dianjurkan di tiru kesabarannya pertama, Nabi Nuh betapa teguhnya dalam berdakwah selama sembilan ratus tahun, hanya terhitung jari yang mengikuti ajaran tauhid yang dibawanya, bahkan isteri dan anak kandungnya sendiri termasuk penantangnya. Kedua Nabi Ibrahim dengan kesabarannya, mencari Tuhan untuk menegakkan tauhid yang pada mulanya yang dianggap Tuhan adalah bintang, kemudian bulan dan matahari, tetapi setelah melihat semuanya terbenam, barulah sadar dan berkeyakinan mengakui, bahwa Tuhan yang sebenarnya, adalah Tuhan Pencipta bintang, bulan dan matahari yang tidak pernah terbenam. Disaping itu Ibrahim juga bekerja keras mengahadapi orangtuanya yang tidak bertauhid serta bersedia dibakar sebagai resiko dalam berdakwah.Ketiga, Nabi Musa dengan kegigihannya dalam menyebarkan tauhid terutama menghadapi Fir’aun yang memproklamirkan dirinya sebagai Tuhan.Keempat Nabi Isa yang lahir tanpa ayah, dengan keteguhan hati dalam kesabaran menghadapi keluarganya yang menuduh penzina serta menghadapi sebagian kaumnya yang menganggapnya anak Tuhan. Dan yang kelima, adalah Nabi Muhammad SAW dalam ketabahannya menghadapi Kuffar Quraisy selama 13 tahun di Mekah dan menghadapi berbagai kabilah dan agama 1O tahun di Medinah, dengan menempuh segala penderitaan berupa tekanan ekonomi dan pisik bersama pengikutnya. Namun semua bentuk ketahanan dalam kesabaran, natijanya Beliau sempat melihat kekuasaan Islam berjaya di seluruh jazirah Arab sesbelum wafatnya.Demikian rasul yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menurut Alquran :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dari rekaman kesabaran yang ada dalam Alquran, niscaya dapat dibagi beberapa poin :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Sabar melaksanakan kewajiban kepada Allah misalnya dalam beribadah,mengekang hawa nafsu dan meninggalkan maksiat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Sabar dalam membela agama, tanah air dan dalam mencari rezeki serta menggiatkan produksi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Sabar dalam menghadapi rintangan dan omongan yang menyakitkan dalam berdakwah kepada jalan yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(4) Sabar dalam menerima takdir dengan hati yang tunduk kepadanya, misalnya hilangnya harta benda dan kekasih&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya kesabaran yang dikehendaki Alquran, seperti yang dilakukan rasul-rasul diatas, yakni rela mengarungi lautan dengan taupan halibumbu, rela dibuang ke dalam api yang bergejolak, bahkan rela menerima cobaan apapun bentuknya, dalam menyebarkan agama Allah di muka bumi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya kesabaran itu dipelihara, maka Rasul pernah bersabda “Al-Shabru nisful iman” (Sabar itu adala separuh iman)(HR.Muslim). Artinya orang yang banyak bersabar, sisa menambah sedikit amal lkebaikan lain, maka ia telah dapat disebut seorang mukmin yang kebaikannya lebih banyak. Alhamdulillah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud “Jadikanlah kesabaran dan salat sebagai penolong”. (QS.2:153), artinya jika anda ditimpa musibah, maka berlarilah kepada yang disebut sabar sebagai penolong, karena sebaliknya akan memperoleh pahala yang banyak di dunia dan akhirat. Demikian kepada yang disebut salat dengan jalan bertambah zikir, khusyu’ dan tilawah yang otomatis menawarkan ketenangan batin dalam salat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, hendaknya kesabaran itu menjadi pakaian kita sehari-hari, terutama ketika menghadapi cobaan, sebab rasul-rasul kekasih Allah yang banyak keistimewaan, cobaanpun beruntung dialaminya, tetapi selalu berusaha dan berikhtiar untuk menyelesaikannya.Ketika kita berdakwah dan dirasakan hasilnya kurang kita ingat kesabaran Nabi Nuh yang sembilan ratus tahun lebih.Ketika ditimpa suatu penyakit, kita ingat kesabaran Nabi Syu’aib yang hampir sepuluh tahun sakit kulit dan telah ditinggalkan keluarganya.Ketika kita mempertahankan kebenaran dan selalu terganggu, kita ingat Nabi Muhammad SAW yang terganggu selama 23 tahun, tapi akhirnya berhasil dimana seperempat penduduk dunia, kini memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-8985019065500915348?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/8985019065500915348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=8985019065500915348' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8985019065500915348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8985019065500915348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/meniru-kesabaran-rasul-rasul.html' title='Meniru Kesabaran Rasul-Rasul'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-1724554673417382599</id><published>2007-11-16T17:14:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:15:38.125-08:00</updated><title type='text'>Ulama Yang Pewaris Nabi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sejak munculnya kekuasaan Islam, maka umat Islam pernah mencapai kemakmuran. Kekuasaan Islam itu dipimpin ulama yang penuh kejujuran, keberanian dan keikhlasan, dalam menegakkan syari’at Islam. Pada waktu itu, ulama muncul laksana bintang cemerlang di malam hari. Menerangi jalan manusia, baik terhadap umara maupun awam. Para ulama mampu berdiri pada garis terdepan, dalam menegakkan keadilan, mempertegas garis demarkasi antara yang hak dan yang batil, sekalipun di depan penguasa yang zalim. (Al-Badri, 1408 H: h.9).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam perkembangan selanjutnya, sikap ulama bervariasi. Ada ulama yang berani menasehati atau menentang umara zalim, sekalipun akibatnya terpaksa dijebloskan ke dalam tahanan, ada pula yang mentolerir kemaksiatan yang dilakukan umara, bahkan ada pula yang acuh tak acuh dan lalai melakukan tugasnya, sebagai pewaris nabi-nabi, dalam menegakkan amar makruf dan nahi mungkar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari latar belakang variasi ulama tersebut, timbul permasalahan, ada berapa kategori ulama ?. Dan kualifikasi manakah yang dapat disebut pewaris nabi ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kategori Ulama&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebelum membahas kategori ulama menurut Alquran, lebih dahulu dikemukakan hadis Rasul yang sangat populer, yaitu: “Sesungguhnya ulama itu mewarisi nabi-nabi” (HR.Ibn Majah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun hadis tersebut, belum disepakati kesahihannya oleh ulama hadis (Fat-h Al-Bariy I:160), namun karena Alquran menyebut adanya kewarisan, maka tanpa mengurangi, perlu dikemukakan ayatnya sebagai berikut: ”Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang “zhalim” (menganiaya) dirinya sendiri, dan diantara mereka ada yang “muqtashid” (pertengahan) dan diantara mereka ada (pula) yang “sabiq” (terdahulu) dalam berbuat kebaikan, dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah kurnia yang besar”. (QS.35:32).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kategori Ulama Zalim:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kategori ulama yang pertama, Zhalim berarti lawan dari cahaya. Atau dalam arti yang bervariasi: aniaya, dosa, tidak adil dan kejahatan. Atau ta’riefnya, menempatkan sesuatu kepada yang bukan tempatnya (Al-Maqayis: 64, Al-Mufradat: 641 dan Lisan al’Arab: 266).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud Zhalim li nafsih (QS.35:32), menurut mufasir Al-Thabathaba’I, bahwa yang menganiaya diri sendiri adalah muslim, ahli Alquran (ulama) yang masih melakukan suatu kejahatan. (Al-Mizan, 17:46). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kategori Ulama Muqtashid:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menurut Ibn Katsir: Yaitu golongan yang telah melaksanakan wajib dan meninggalkan larangan, tapi masih melakukan makruh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua kategori ulama diatas yakni zhalim dan muqtashid, karena dirinya sendiri masih bermasalah, maka jelas tidak dapat diharapkan menyelesaikan masalah yang dialami masyarakatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kategori Ulama Sabiq:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kategori ulama yang ketiga adalah “Sabiq bi al-Khayrat” (berpacu dalam berbuat kebaikan) dengan izin Allah. (QS.35:32).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun makna Sabiq bi al-Khayrat (berpacu dalam berbuat kebaikan), seperti pembahasan utama sub judul ini, dapat dilihat beberapa pendapat mufasir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Ibn Katsir: Sabiq bi al-Khayrat, yaitu orang-orang yang telah mengerjakan yang wajib dan sunat, meninggalkan yang haram dan makruh, bahkan meninggalkan sebagian yang mubah. Mereka inilah yang akan masuk ke surga tanpa hisab. (Juz III:554).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Al-Thabrasi: Sabiq bi al-Khayrat, yaitu orang-orang yang batinnya lebih baik dari lahirnya, sekalipun lahirnya sudah baik. Kategori inilah yang tertinggi derajatnya di sisi Allah. (Majma’ Al-Bayan 7:07).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Sayid Quthb: Golongan mukmin ada tiga. Pertama, golongan yang lebih banyak kejahatannya daripada kebaikannya. Kedua, golongan yang seimbang kejahatannya dan kebaikannya. Dan yang ketiga, golongan yang lebih banyak kebaikannya daripada kejahatannya. (Fi Zhilal Al-Qur’an 6:132).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(4) Al-Thabathaba’I: Sabiq bi al-Khayrat adalah golongan yang lebih baik dari dari golongan zalim dan mustashid. Golongan ini mempunyai derajat lebih dekat kepada Allah dengan istilah “Ulaika al-Muqarrabun”. (Al-Mizan 17:46).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penafsiran mufasirin diatas, maka yang disebut “Sabiq bi Khayrat”, adalah golongan ulama yang ketiga, yang kebaikannya amat banyak, dan hampir-hampir tidak pernah lagi berbuat pelanggaran sekecil apapun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kategori ulama yang berkualifikasi jenis ketiga inilah yang dibutuhkan masyarakat masa kini dan akan datang, serta golongan ulama inilah pula yang lebih patut disebut “Warastat al-Anbiya’” (Pewaris nabi-nabi). Golongan ulama ini senantiasa menjalankan tugasnya dengan baik: menyampaikan tablig yang sejuk, menjelaskan agama dengan transparan, mencarikan solusi terhadap problem masyarakat (problem solver), menjadi teladan dalam pengamalan dan giat menjalankan amar -makruf dan nahi mungkar, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dari tiga kategori ulama, maka hanya kualifikasi ketiga inilah yang senantiasa mencontoh akhlak Rasul: Sangat pemalu, tawadhu’ dan mencintai orang miskin yang dapat diaebut Pewaris Nabi. Dan dalam melaksanakan tugas utamanya, amar makruf dan nahi mungkar, senantiasa bekerjasama dengan umara, sehingga ketegangan dapat dieliminir, laksana menarik selembar rambut dari tepung, rambutnya keluar dan tepungnya tidak beserakan.&lt;br /&gt;Semoga pesantren mampu mencetak ulama tipe ini. Amin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-1724554673417382599?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/1724554673417382599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=1724554673417382599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1724554673417382599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1724554673417382599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/ulama-yang-pewaris-nabi.html' title='Ulama Yang Pewaris Nabi'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-5949540236707304661</id><published>2007-11-16T17:12:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:16:33.501-08:00</updated><title type='text'>Tilawah dan Pengamalan Alquran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seleksi Tilawah Al-Qur’an (STQ) di Bengkulu pertengan Juli yang baru lalu, telah menghasilkan Qari dan Qari’ah terbaik tingkat nasional. Namun kontingen Sulawesi Selatan hanya puas, berada pada sepuluh besar. Padahal segi historis MTQ di Indonesia dirintis di Mattoangin Makassar 1968. Artinya, minimal masih berada di peringkat Tiga besar. Ya, syukurlah !. Dibanding dengan kontingen lain, ada yang belum memperoleh satu kejuaraan apapun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena penulis ikut memantau beberapa hari, masih dirasakan ada kekurangan. Pengunjung setiap malam sangat kurang, kecuali pembukaan dan penutupan.Artinya gairah masyarakat sudah berkurang. Demikian sistem penilaian dari tahun ke tahun, masih cara convensional. Tidak terlihat ada kejutan yang dapat di sumbangkan hasilnya. Kecuali hanya Qari’dan Qari’ahnya digunakan untuk melantungkan suaranya pada Hari Peringatan Islam, semisal pembukaan dan penutupan acara peringatan Maulid atau Mi’raj Nabi Muhammad SAW.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita berpikir pembaharuan bagaimana mengubah agar bukan hanya Tilawahnya saja yang diutamakan, tapi yang sangat urgen mengamalkan isinya. Bahkan itu yang lebih penting dari lagunya saja. Sebab itu perlu adanya keseimbangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahasnya, ada baiknya kita ketahui sekelumit apa itu Bengkulu ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propinsi Bengkulu termasuk bagian dari pulau Sumatera. Luasnya 19.789 Km2. Memiliki relief permukaan tanah yang bergelombang dengan dataran pantai dan daerah berbukit-bukit. Iklimnya, suhu minimal 19, OC dan suhu maksimal 31, 1C. Jumlah penduduk (2OOO) 2.37O.OOO jiwa dengan 4 Kabupaten : Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Rejang Lebon dan Kotamadya Bengkulu. Pendidikan yang ada memiliki SD 1426, SMP 2O2, SMU 78, SMK 36 dan 9 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Jumlah murid dari SD sampai SMU 3OO ribu jiwa lebih. Khusus mahasiswa 28 ribu lebih. Mempunyai 7 buah RS, 112 puskesmas dengan tenaga Dokter 134 orang, termasuk 27 Dokter Ahli. Memiliki 8O obyek wisata dengan 96 akomodasi dan tempat tidur sebanyak 2.998 buah. Mempunyai transportasi darat, laut dan udara yang bandaranya bernama Fatmawaty, sebagai pengabadian tempat kelahiran ibu Fatmawaty Bung Karno. Mempunyai rumah kediaman Bung Karno yang indah dan terpelihara, ketika diasingkan di Bengkulu. Kini dijadikan obyek wisata. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bengkulu memiliki industri besar dan sedang. Seperti makanan, minuman, tembakau, karet, hasil hutan, logam besi bajak. Luas pertanian sawah dan ladang, 1O7 Ha lebih, perkebunan coklat, karet, kelapa sawit, kelapa, kopi robusta, lada dan jambu mete, dsb. Namun yang sangat menonjol bagi pengunjung, seperti obyek wisata didaerah lain adalah oleh-oleh yang harganya terjangkau untuk dibawa pulang, yaitu dodol durian dan batek khas bersulam. Gardu-gardu pedagang berjejer disepanjang jalan menuju Bandara. Menurut penulis sebenarnya oleh-oleh dodol durian seperti itu, persis yang disebut dampok durian yang banyak dikenal di Mamuju dan Luwu. Keistimewaan mereka, karena mampu mengolah sedemikian rupa sehingga menyerupai dodol garut yang dapat dipasarkan ke manca negara. Kalau kita di Sulawesi Selatan mau berusaha dan mengawetkan makanan khas daerah, banyak yang dapat menjadi komoditi khas yang untuk konsumsi manca negara, seperti di Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembinaan moral:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Diantara sekian manfaat STQ atau MTQ termasuk salah satu bagian pembinaan moral generasi muda yang kini telah rusak parah. Dengan aktif mempelajari tajwid, lagu, makna dan mengamalkan isinya, pasti dapat memperkecil pengaruh negatif lagu-lagu Barat dan Timur yang kini mengarah kepada pembelajaran meningkatkan gerakan yang bernuangsa rangsangan kepornoan yang berjalan dengan sangat sistimatis melalui layar televisi, CD dan panggung-panggung terbuka, dengan bebas dalam masyarakat religius.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disamping berfungsi pembinaan moral, juga sangat dibutuhkan memadukan keseimbangan antara kata, lagu, makna dan praktek pengamalan isinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dapat dilihat salah satu ayat pembinaan dan pengamalan “ Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu dan beretakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.Hai orang-orang beriman, janganlah salah satu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi yang diolak-olok itu lebih baik dari yang mengolok-olok…dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelaran yang buruk. Seburuk-buruk panggilan, adalah panggilan buruk, sesudah beriman, barangsiapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang yang zalim (QS.49:11).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut diperkuat oleh Hadis “ Janganlah kamu saling mengdengki, saling menyom bongkan diri dan saling membenci… jadilah hamba Allah yang bersaudara (HR.Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melihat makna ayat diatas, dapat dipahami bahwa pertama, Alquran menyatakan seorang muslim itu bersaudara. Kedua, karena bersaudara, harus langsung didamaikan jika terjadi perselisihan. Ketiga, jika seseorang tidak mengamalkan perdamaian dan perbaikan moral, belumlah dapat disebut bertakwa, sedang hanya orang bertakwalah yang akan memperoleh rahmat. Bahkan lanjutan ayat tersebut lebih tegas adanya larangan mengolok-olok sesama manusia, karena boleh jadi yang diolok-olok itu, lebih baik dan terhormat disisi Allah. Kemudian ditutup ayat, bagi mereka yang tidak sadar dan tobat dari perbuatan jelek, itulah orang yang aniaya. Sehingga dari ayat itu dipahami bahwa membaca Alquran itu hendaknya langsung pengamalan spontan, dan dicap zalim bagi mereka yang tidak langsung merespon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keseimbangan Alquran :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Tafsir Al-Amanah, Rasyad Khalifah menyatakan, bahwa Alquran mempunyai keseimbangan antara bilangan kata dan antonimnya, misalnya al-hayat (hidup) seimbang dengan al-maut (mati), masing-masing berjumlah 145 kali. Al- Kufr (Kekafiran) seimbang dengan al-iman (Kepercayaan) yaitu 17 kali. Al-salam dan al-thayibat (kedamaian dan kebajikan) masing-masing 6O kali, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Alquran menganut redaksi yang seimbang dan ketepatan makna, tapi selalu menonjolkan perbedaan keistimewaan antara yang takwa dan kufur. Dapat kita lihat misalnya “Wa siqa al-ladzina kafaru ila jahannama zumara, hatta idza ja uha futihat abwabuha…(Dan diantarlah orang-orang kafir ke neraka jahannam berbondong-bondong, hingga ketika mereka sampai ke sana, dibuka pintunya dan berkatalah penjaganya kepada mereka, “ bukankah telah datang kepadamu rasul-rasul dari jenis kamu sendiri” ?.(QS.39:71). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dibandingkan dengan orang takwa “ Wa siqa al-ladzina al-taqaw rabbahum ila al-jannati zumara, hatta idza ja uha wa futihat abwabuha…(Dan diantarlah orang-orang bertakwa kepada Tuhan mereka ke surga, hingga ketika mereka sampai ke sana dibuka pintunya dan berkatalah penjaganya, “salam sejahtera untuk kamu semua, berbahagialah dan masuklah ke surga kekal abadi (QS. 39:73).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membandingkan kedua kalimat dengan redaksi yang hampir sama, hanya istilah kafir ditukar dengan takwa dan neraka ditukar dengan surga, terasa sekali yang mendalami Bahasa Arab, karena adanya tambahan satu huruf “wa” (Wafutihat) ketika dekat pintu surga. Menurut beberapa mufasir, itu dimaksudkan bahwa huruf “wa” itu memberi makna istimewa bahwa adanya penyambutan hangat dan meriah bagi yang masuk ke surga lantaran takwanya. Ini menandakan, bagaimanapun keseimbangan redaksi Alquran itu sama, namun masih ada penghormatan khusus, terhadap mereka yang mampu mengamalkan Alquran dalam kegiatannya sehari-hari.Sehingga doa yang dianjurkan jika selesai khatam Alquran “Allahumma zayyin akhaqana bi al-Qur’an “ (Ya Allah hiasilah prilaku kami dengan prilaku yang tertera dalam Alquran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya berdasarkan pengamatan penulis bahwa hampir seluruh kegiatan STQ atau MTQ masih cara-cara konvensional sepanjang tahun. Menurut hemat penulis, sebaiknya diadakan pembaruan misalnya menggabung antara STQ dan MTQ untuk menghemat biaya. Dilaksanakan dua tahun tingkat Propinsi dan empat tahun tingkat Nasional. Sedang daerah yang siap menerima penyelenggaraan MTQ diamanatkan agar mereka sanggup membuat desa percontohan pengamalan Alquran, sehingga ada berbedaan dengan yang belum melaksanakan. Insya Allah jika cara ini dicoba akan dapat mempercepat pembinaan moral generasi muda yang rusak, sekalipun baru satu desa atau kelurahan tiap kota. Itulah keseimbangan tilawah dan pengamalan perlu dipertimbangkan Departemen Agama, demi pemibnaan moral generasi yang sudah parah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-5949540236707304661?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/5949540236707304661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=5949540236707304661' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/5949540236707304661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/5949540236707304661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/tilawah-dan-pengamalan-alquran.html' title='Tilawah dan Pengamalan Alquran'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-6034521136195151130</id><published>2007-11-16T17:04:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:17:31.161-08:00</updated><title type='text'>Sabar, Shubah dan Ikhlas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;DALAM mengarungi bahtera kehidupan dunia, laksana lautan yang luas, terkadang terasa dihempaskan ombak dan gelombang dahsyat, terkadang pula seperti tiupan angin buritan yang mangasyikkan. Namun, yang terbanyak karena namanya laut, adalah berombak. Kecil dan besar, tetapi didalamnya ada mutiata dan kekayaan. Yang tidak bergelombang hanyalah danau, tapi didalamnya biasa ada buaya. Artinya, selama namanya berlayar, riak dan gelombang harus dihadapi. Demikianlah hidup. Sebab itu perlu banyak bersabar. Celakanya, ada saja orang bilang, terlalu sabar, cepat masuk kubur. Itu tidak benar.!. Bertentangan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menurut Imam Al-Gazali, sabar itu artinya bersemayamnya dalam dirti pembangkit ketaatan, sebagai ganti pembangkit hawanafsu. Ibadah fardhu dan sunnat tidak mungkin dapat dijalankan dan maksiat tidak mungkin dapat dihentikan, tanpa adanya kesabaran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran menyatakan: “ Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin yang memberi petunjuk, dengan perintah Kami, tatkala mereka itu bersabar (QS. Al-Sajadah 24) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di ayat lain, “Sesungguhnya hanya orang bersabarlah, dicukupkan pahalanya tanpa batas ”.(QS. Al- Zumar 1O). Lebih tegas lagi : “ Dan gembirakanlah orang-orang yang mampu bersabar. ( QS.2: 155 ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tafsir Zubratafsir, karena dunia ini bukan akhir dari segalanya, maka keselamatan dan kesuksesan lain, akan diperoleh dengan baik berupa ampunan, pujian, dan rahmat; dari satu rahmat, ke rahmat yang lain, di dunia dan di akhirat nanti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam kesabaran dalam Al-Qur’an:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1) Sabar dalam pembelaan negara : “ Hai orang-orang mukmin, bersabarlah kamu dan kuatkan kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”. (QS.3 : 2OO).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2) Sabar dalam perbedaan keyakinan: “Jika golongan dari kamu beriman dan golongan lain ingkar, maka bersabarlah hingga Allah menetapkan hukumnya diantara kita. QS.7:87).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3) Sabar memelihara persatuan dan kesatuan: “Taatlah kepada Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantah, menyebabkan gentar kekuataamu, dan bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama-sama orang yang sabar”. (QS.8 : 46).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2) Sabar menjalankan salat: “Perintahkanlah keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu mengerjakannya”. ( QS. 2O:132). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3) Sabar mernghadapi musibah: “Sungguh Kami akan uji kamu dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Maka berikanlah kabar gembira, yang mampu bersabar “.(QS.2 :155).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4) Sabar dalam nahi mungkar: “Bersabaarlah yang akan menimpamu”(QS.Lukman).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Tafsir, penggalan ayat ini adalah salah satu pesan Lukmanul Hakim kepada puteranya, bahwa dalam mencegah kemungkaran (berdakwah), ada resikonya. Misalnya, jika kita mengajak seseorang kepada yang makruf, misalnya mengajak ke mesjid salat jamaah, jika yang diajak tidak mau, tidak akan marah, paling-paling menolak halus, dan berkata, “duluanlah, nanti saya menyusul ” ( hakikatnya tidak bersedia). Tapi jika seseorang dihalangi yang sementara berbuat mungkar, misalnya menghentikan sedang asyik minum khamar atau menjudi, biasanya marah dan kalau perlu mempertaruhkan jiwanya. Sebab itu wasiat khusus Lukman, dengan kalimat, “bersabarlah atas resiko yang akan menimpamu”. Jadi, jika kita sedang berlayar, bersiap menghadapi sesuatu yang akan menimpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Shuhbah:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Shuhbah (bukan syubhat), artinya pergaulan. Lengkapnya : Memiliki pengaruh pergaulan yang signifikan dalam membentuk kepribadian, akhlak dan tingkahlaku manusia.(21)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pentingnya pergaulan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1) Seseorang akan mengambil sikap-sikap sahabatnya melalui bidang spiritual, yang membuatnya mengikuti tingkahlaku sahabatnya. Jika bergaul dengan orang saleh, pasti ada pengaruhnya sedikit. Jadi, untuk menjaga moral, sebaiknya kita selektif memilih sahabat. Yang bisa menasehati kekeliruan kita, itulah sahabat sejati. Sahabat yang suka memuji-muji, itulah yang paling berbahaya. Kerusakan anak kita di rumah, terutama pergaulan dengan sahabatnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ketika Nabi Musa berhadapan Fir’an, Tuhan memesan pesan, ucapkan “ Qaulan Kariman”( sampaikan tuturkata yang mulia .) Menurut akhlak Islam, sahabat yang baik ialah yang berani menegur kesalahan kita, dan bukan hanya sahabat yang suka memuji atau membiarkan kita tertsesat. Yang benar kita katakan itu benar, yang salah, juga demikian. Bukan sahahabat yang diam, atau suka memuji-muji. Kalau sudah diberi tahu, lalu menolak, kita sabar, karena hakikat kebenaran itu adalah hidayah dari Allah.Selalu nerasa diri hebat,ujub dan istimewa orang yang dinasehati, padahal semuanya itu bisikan dan permainan setan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Didalam Al-Qur’an dinyatakan “ Katakanlah, inginkah kamu, kuberi tahu orang yang merugi amalnya?. Yaitu orang-orang yang menyangka dirinya, berbuat sebaik-baiknya ”( QS. Al-Kahfi 1O3). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul “Seorang mukmin adalah cermin mukmin yang lain” (HR. Bukhari ).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedang mukmin yang sempurna, hanyalah Rasul, “ Sesungguhnya telah ada pada diri Rasul, suriteladan yang baik bagi diri kalian”. (QS.Al-Ahzab 21). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3)janganlah kamu mengikuti orang-orang yang hatinya telah Kami lalaikan, dari mengingat Kami, serta mengikuti hawanafsunya, melewati batas.(QS.Al-Kahfi 28).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4) Dan ikutilah jalan yang kembali kepadaKu (QS.Lukman 15).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5) Dan (ingatlah), saat orang zalim menggigit kedua tangannya,seraya berkata : alangkah baiknya, kalau dulu tidak menjadikan orang-orang yang memnyesatkan, fulan (teman akrabku). Sesungguhnya dia terlah menyesatkanku ketika al-zikir(agama) itu datang kepadaku(QS. Al-Furqan 29).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6) Teman-teman akrab pada saat itu, sebagian menjadi musuh dengan yang lain,kecuali orang-orang yanmg bertakwa (QS. Al-Zukhruf 67).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;7) Allah mengissakan ucapan Musa, ketika bertemu dengan Khidir AS, setelah dia memiliki niat yang tulus, menanggung beban yang berat, menempuh perjalanan panjang. “Bolehkah aku mengikuti, supaya mengajarkan ilmu yang benar, diantara ilmu-ilmu yang diajarkan kepadamu ? (QS. Al-Kahfi 26)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari beberapa ayat mengenai pentingnya sahabat dalam pergaulan, ternyata ada yang dapat mempengaruhi dengan baik dan ada pula justru merusak; bahkan tidak berhasil mengejar ilmunya, karena tidak disiplin, seperti antarta Khidir dan Musa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satu hadis dari sekian banyak, seseorang itu tergantung pada agama sahabatnya, maka hendaklah kalian memperhatikan siapa yang dijadikan sahabat (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).(28).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ayat dan hadis diatas, mendesak kepada kita, memilah sahabat yang baik dan benar serta mempunyai pendirian istiqamah. Diantara kesuksesan Rasul, karena hampir semua sahabatnya, mendekati dengan akhlak yang dipraktikan Rasul : Tidak gila harta, jabatan dan kehormatan, serta hidup sederhana dengan mengutamakan keikhlasan dalam berdakwah, serta penyebaran Islam ke luar jazirah Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam surah Al-Bayyinah ditemukan sebuah ayat yang merupakan kunci asasi diterimanya segala amal muslim, selama hidup di dunia. Ayat itu artinya, “ Dan tiadalah mereka diperintahkan, kecuali menyembah Allah dengan tulus ikhlas ( QS.98: 5).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini berarti, bahwa baik amal fardhu atau sunnat, barulah mendapat penilaian amal manakala dilakukan dengan baik dan benar, serta jauh dari syirik (mempersekutukan Allah), termasduk karena riya, ujub dan sum’ah.’. Dan itu juga menjadi syarat utama jika seseorang mendambakan bertemu Allah di akhirat nanti, dimana bagi kaum sufi menyebutnya Hakikah, Ma’rifah dan Musyahadah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan keikhlasan bahwa seorang muslim akan beramal sesuai jalan Hanif dan mengakui dirinya, dan bukanlah orang yang mensyarikatkan Tuhan (Musyrikin).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tafsir Al-Misbah, Hanifan berarti yang lurus dan benar. Kata ini mulanya digunakan untuk menggambarkan telapak kaki dan kemiringannya,. kepada telapak kaki pasangannya, menjadikan manusia dapat berjalan lurus, menunjukan ajaran Ibrahim adalah agama yang mengarahkan harus seimbang antara kebutuhan rohani dan jasmani. Juga menunjukan suatu ajaran Hanif yang lemah lembut, dan bukan atas dasar taklid. Dengan demikian Tuhan yang aku hadapkan wajahku ini adalah Tuhan yang Wajib wujud, Pencipta dan Maha Kuasa telah memberi petunjuk kepadaku, di masa kini dan akan dating, dalam kondisi dan keadaan apapun. Tidak mengharap sedikitpun sembahan-sembahan yang mempersekutukan Tuhan, yang tidak kuasa memberi manfaat atau mudarat, kecuali jika Tuhanku menghendaki dan membimbingku. Aku mengembalikan hal ini kepada Tuhanku, yang mengetahui dan meliputi segala sesuatu. Masa kini, dan akan dating&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah menguraikan Tasawuf sunni yang cocok pembinaan akhlak dan tidak bertentangan Al-Qur’an, selama 4 kali Jumat, misalnya Maqam : Taubat, Zuhud, Khauf, Mahabbah, Syukur, Takwa dan Ikhlas, dan masih banyak lagi, kiranya inilah salah salah satu metode alternative, yang dapat memperbaiki penyimpangan prilaku muslim yang keliru, di daerah ini, disamping metode lain. Mudah-mudahan tulisan ini, ada manfaatnya dan diridhai Allah. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-6034521136195151130?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/6034521136195151130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=6034521136195151130' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/6034521136195151130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/6034521136195151130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/sabar-shubah-dan-ikhlas.html' title='Sabar, Shubah dan Ikhlas'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-4086982057078443514</id><published>2007-11-16T16:46:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:18:39.560-08:00</updated><title type='text'>Khauf, Cinta dan Pengharapan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PEMBINAAN masyarakat, dapat difokuskan dengan 3 hal diatas.(Khauf, Hubb dan Raja’) Ketiganya relevan maqam dalam tasawuf dan sejalan ajaran dasar Al-Qur’an. Boleh dikembangkan. Boleh ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat. Yang muda apalai yang tua, laki-laki dan perempuan, kaya dan miskin, pejabat dan rakyat biasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khauf:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Khauf atau takut, menurut Al-Gazali adalah rasa sakit dalam hati, karena khawatir terjadinya sesuatu dalam diri yang tidakl disenangi di masa yang akan datang.Khauf yang terendah derajatnya ialah menjauhkan diri dari yang haram. Sikap ini disebut Wara’.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sikap kedua, menjauhi segala yang memungkinkan yaitu jangan sampai terjebak dalam perbuatan haram atau syubhat ( belum jelas haram halalnya ).Sikap ini disebut takwa. Khauf juga bisa mendorong manusia, meninggalkan sesuatu yang Mubah, seperti seseorang tidak terlalu memburu dunia, karena tahu disuatu waktu akan ditinggalkan. Sikap ini disebut Sidq atau Siddiq ( yang benar imannya).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Derajat Khauf: adalah cambuk Allah yang membimbing hambaNya untuk secara tekun dan rutin mencari ilmu dan mengamalkan ilmunya dalam mencapai derajat dekat pada Allah. Selanjutnya Khauf ada 3 tingkatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tingkatan qashir ( pendek ). Yaitu seperti kelembutan perasaan yang dimiliki perempuan. Biasa dirasakan ketika mendengar pembacaan Al-Qur’an, lalu menangis, sesudah selesai dibaca, tangisnya juga selesai. Ini adalah khauf aliran pendek. Demikian juga jika seseorang mendengar berita dahsyat. Dan kebanyakan manusia biasa,tingkatannya arus pendek, biar bukan perempuan, ikut menangis. Kecuali orang arif dan ulama, tidah mudah menangis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2) Tingkatan mufrith (berlebih-lebihan).Khauf ini sangat kuat dan biasanya orang yang putus asa, jadi sakit dan hilang kendala hatinya. Bahkan dapat membawa kematian. Khauf seperti ini sangat jelek, membuat orang tidak mampu beramal, padahal amal adalah buah dari Khauf&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3) Tingkatan mu’tadil (Sedang).Khauf tingkatan ini sangatlah terpuji, berbeda dua yang lalu. Khauf qashir, terlalu lemah dan khauf mufrith, terlalu berlebihan. Sebaiknya khauf inilah yang dilatih dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat dan hadis yang menekankan keutamaan khauf dan mendorong untuk memiliki.Diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti kamu, dengan kawan-kawannya (musyrik), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar mukmin. (QS. 3: 175).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Bagi orang yang takut saat menghadap Tuhannya, ada dua surga. (QS.55:46).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga, Demi kemuliaanku dan keragu-raguanku, Aku tidak akan mengumpulkan dalam diri hambaKu, dua rasa takut dan dua rasa aman. Jika hambaKu merasa aman dariKu di dunia, Aku akan membuatnya takut di akhirat. Dan jika ia takut kepadaKu di dunia, maka Aku akan memberinya rasa aman diakhirat. (HR.Al-Baihaqi).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketiga dalil naqli diatas, maka sebaiknya kita selalu berusaha supaya takut di dunia melanggar perintahNya, agar aman di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cinta:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam bahasa Arab, cinta disebut Hubb (Mahabbah). Cinta adalah salah satu pilar Cinta adalah sumber dan ruh. Cinta juga sumber kecemerrlangan dalam Islam. Cinta antara sesama manusia yang berbeda kelamin luar biasa daya tariknya. Tidak melihat status,umur, kaya dan miskinnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kaum sufi mendifinisikan cinta adalah kecenderungan hati kepada Allah, kepada sesuatu dan mengharap ridhanya. Sehingga tanpa merasa dibebani, dengan menaati segala yang diperintahkan, menjauhi segala yang dilarang, dan rela menerima apa yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam Al-Qur’anm banyak ayat betapa pentingnya cinta:&lt;br /&gt;1) Ketakanlah, Taatla pada Allah dan Rasulnya. Dan jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang Kafir (QS. 3 : 32).&lt;br /&gt;2) Adapun orang-orang beriman, sangat cinta kepada Allah.(QS. 2:165).&lt;br /&gt;3) Ya Allah, jadikanlah cintaku kepadaMu, lebih besar dari pada cintaku pada diriku, keluargaku dan air dingin.(HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penyebab kecintaan manusia ada 3 :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama, mencintai dirinya sendiri dan hidup abadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, ihsan (berbuat baik) karena manusia sebagai hamba mencintai orang yang berbuat baik padanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga, mencintai Dzat Allah, dituntut untuk tidak mencintai yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ciri-ciri cinta kepada Allah ada 7:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1) Senang bertemu kekasih dengan cara saling membuka rahasia,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2) Melakukan segala yang disenangi kekasih,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3) Senantiasa berzikir kepadanya, baik dengan lisan atau hati,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4) Merasa tenang tatkala bermunajat,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5) Tidak merasa gundah, jika kehilangan selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6) Merasa nikmat saat menjalankan perintah Allah,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7) Menyayangi semua hamba Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika ciri-ciri tersebut diamalkan, seorang mampu melaksanakannya dengan sadar tanpa pengaruh materi dan status, maka itulah yang namanya telah bercinta dengan Allah sebagai cinta yang hakiki. Sangat bermanfaat untuk kebaikan di dunia dan akhirat.Jadi mencintai seseorang, hakikatnya mencintai Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harapan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Bahasa Arab disebut raja’.Berarti keterikatan hati dengan sesuatu yang dicintai dan akan didapatkanm di hari esok.Menurut Al-Tusi,terbagi 3 :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1) Mengharapkan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2) Mengharapkan keluasa kasih saying Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3) Mengharapkan pahala Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat dan hadis mengenai raja’.Diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Hai hamba-hambaku yang melampaui batas, terhadap diri mereka, janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah (Al-Zumar 53).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Siapa yang mengharapkan berjumpa Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah mempersekutukan Allah seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya (QS. Al-Kahfi 11O).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Janganlah salah seorang diantara kalian mati, melainkan dalam bersangka baik pada Tuhannya (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Qusyairi membedakan antara raja’ dan tamanni.Tamanni menyebabkan seorang malas, dan tidak mau berusaha dengan sungguh-sungguh, sedang raja’ menyebabkan seseorang bertambah rajin sebab telah dibayangkan adanya pengharapan. Raja’ sifat terpuji dan Tamanni sifat tercela.Pengaruh yang ditimbulkan raja’ tambah terdorong memperbanyak amal saleh, karena akan merasa nikmat dalam berdialog dengan Allah yang telah memberikan pengharapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muham,mad SAW disuatu waktu bengkah kakinya lantaran terlalu lama berdiri salat malam, Aisyah bangun dan bertanya : “ya Rasul, mengapa serius begitu, ‘kan Rasul sudah dijamin ampunan ?.”. “Justru itulah”, kata Rasul “ apakah kamu tidak senang kalau dikatakan, termasuk hamba yang bersyukur ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, setelah menjelaskan maqam tasawuf beberapa jumat, maka dengan ini disimpulkan: Tasawuf ada dua. Pertama, Tasawuf filsafat, seperti maqam: Hulul, Ittihad dan Wahdatul Wujud. Menurut Imam Al-Gazali, ketiga maqam tersebut wajib ditinggalkan, karena merusak akidah Islam, serta bertentangan Al-Qur’an. Kedua, Tasawuf akhlak (Sunni), seperti : Taubat, Zuhud, Khauf dan Mahabbah, boleh dilanjutkan dalam pembinaan akhlak, serta sejalan isi Al-Qur’an.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Metode pembinaan Tasawuf akhlak, boleh digunakan, memperbaiki moral bangsa. Boleh dicoba, mudah-mudahan Allah memberi hidayah. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-4086982057078443514?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/4086982057078443514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=4086982057078443514' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/4086982057078443514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/4086982057078443514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/khauf-cinta-dan-pengharapan.html' title='Khauf, Cinta dan Pengharapan'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-7616685447774530233</id><published>2007-11-16T16:37:00.002-08:00</published><updated>2007-12-23T20:19:43.262-08:00</updated><title type='text'>Zuhud, Syukur dan Tawakkal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;MAQAM (Stasiun) Taubat sudah dikemukakan Jumat lalu. Maka pembinaan Akhlak yang lain dalam tasawuf bernama Zuhd (Zuhud), artinya membelakangi dunia. Pengertian tersebut tidak arif, karena kita masih hidup di dunia. Yang benar, karena tujuan mencari kesucian, ialah tidak gila dunia, tapi juga tidak membencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini dihadapi apa adanya.. Harus berjuang menghadapinya,tapi bukan menjadi tujuan primer. Peranannya tidak lebih sebagai sasaran antara untuk mencapai kebahagiaan akhirat.Bukan seperti yang disebut orang ( Hadis dha’if) Ta’isyu abada (Akan hidup selama-lamanya). Karena falsafah dha’if yang dianut, banyak orang Terjatuh kehancurkan dan hidup korup, dengan mengejar harta 7 turunan, dan menghidupkan kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad I dan II H, Tasawuf belum dikenal. Tapi sudah ada bibit-bibit praktek sebagian sahabat dan melahirkan profil maqam Zuhud (Zahid) dari Hasan Basri, namun . tidak persis zuhudnya. yang dikenal sufi (tarekat) sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Zuhud Hasan Basri dan sahabat waktu itu bentuknya amaliah, (praktek kongkret) dengan fase tasawuf yang lain, yaitu tidak menganut salah satu teori atau kaedah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(2) Ciri utamanya hanya meladeni kaum yang saleh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(3) Dasar dan sumber asasinya adalah Al-Quran, Sunnah dan Sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(4) Pada fase ini Zuhud belum terpengaruh dari luar Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada paruh III H, sufi yang mulanya praktek perseorangan, berubah dan meng organisasikan diri dalam kelompok, dengan nama tarekat ( jalan )..Setiap tarekat, mempunyai Mursyid ( Pembimbing ) dan semua muurid, wajib tunduk kepadanya. Akibatnya, melahirkan fanatisme buta yang negative, karena tidak mau lagi mendengar dakwah Syekh lain, yang kapasitas keilmuannya lebih tinggi, dibandingkan Mursyidnya.Zuhud mereka membenci dunia, akhirnya jatuh miskin dan membawa kemunduran dan kemalasan, karena hanya tinggal bertasbih di dalam mesjid. Cara ritual yang semacam ini, sangat dibenci oleh Umar, sehingga pernah terjadi, Umar mengusir mereka yang hanya tinggal bertasbih dalam Mesjid dan tidak pergi mencari rezeki, untuk isteri dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara zuhud seperti ini bertentangan Al-Quran yang berbunyi “ FANTASYIRU FIL ARDHI ” ( Kalau selesai salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi mencari kurnia Allah ( QS. Al-Jum’ah 1O ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Juga bertentangan ayat lain “ Dan carilah yang diberikan Allah kepadamu, kampung akhirat dan janganlah kamu lupakan nasibmu di dunia dan berbuat baiklah kepada Allah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu (Q.S. Al- Qasas 77)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini diperkuat oleh hadis yang berbunyi (artinya) : Bukanlah orang yang terbaik diantara kalian, jika meninggalkan dunianya, untuk urusan akhiratnya. Tapi yang terbaik, diantara kalian, ialah orang yang mengambil dunia dan akhiratnya, secara bersama-sama.(HR.Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasul mendengar ada seorang sahabat yang puasa terus dan tidak mau berbuka sampai malam, Rasul berkata “ Siapakah yang memerintahkan untuk menyiksa diri, ? !. (Beliau mengulang 3 kali). (HR.Ahmad).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang mendorong adanya Zuhud menurut Al-Quran, “ Dan tiadalah kehidupan dunia ini, melainkan sendagurau dan main-main. Dan sesungguhnya, akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.(QS. Al- Ankabut 64).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diperkuat ayat lain :”Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak, dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kenikmatan hidup di dunia, (tapi) disisi Allah adalah tempat yang terbaik (surga) (QS. Ali Imran 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tafsir Nur Al-Qur’an :Kecintaan kepada perempuan yang berketurunan dengan anak yang pintar sebagai kewajaran bagi manusia. Karena wanita adalah daya tariknya sangat tinggi. Terkadang dari hal yang wajar, tapi akibat bisikan setan dan orang-orang disekitar kita, gampang mendatangkan bencana. Sebab itu perempuan harus dijaga, diawasi dan dipelihara dengan arif. Terlalu ketat patah, terlalu longgar, menghanyutkan. Itu sebab, waktu Rasul hendak wafat “ yang diwasiatkan umatnya “ Jagalah kaum wanita dan jagalah salat 5 waktu, kalau wanita tidak dijaga, hancur Negara dan kalau salat tidak dijaga hancurlah agama. Di lain hadisnya “ Aku rindu dunia ialah kaum wanita, wangi-wangian an ketenangan mataku, dalam melakukan salat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, makna nikmat yang bagaimanapun di dunia, jauh masih lebih unggul bersama Allah di akhirat, sebagai tempat tinggal yang lebih baik dan abadi. Sebab itu dunia bukan hidup yang sebenarnya. (hal 117)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alhasil dari kedua ayat dan hadis, tidak ada satupun yang memerintahkan, membenci dunia. Hanya memperingati, bahwa kehidupan dunia ini adalah ilusi dan fatamorgana dan tidak mungkin hidup puas, karena nanti diakhiratlah hidup yang sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, zuhud menurut Al- Qur’an, boleh kaya dan memiliki semua kecenderungan, sesuai ayat diatas, asal memperolehnya dengan wajar ( halal ) dan selalu mengeluarkan sebagiannya untuk zakat infak dan sadakah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syukur:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Syukur artinya berterima kasih,dan menempatkan segala pemberian Allah kepada yang diridhaiNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat betapa perlunya bersyukur sesudah hidup zuhud&lt;br /&gt;“ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu, dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.(QS. 16 : 78).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Tafsir, kesyukuran pertama bagi manusia, karena diberi hidup dunia yang dilengkapi saranan pendengaran, penglihatan dan hati yang menyebabkan dapat beriman, berilmu, bekerja dan berusaha, selanjutkan hidup dunia dibawah asuhan dan buaian orangtuanya yang mendidik bertahun-tahun sampai menjadi dewasa. Yaitu karena memberi fasilitas berupa kekayaan dunia. Agar kekayaan berlanjut diakhirat yang lebih baik, maka diharuskan selalu bersyukur kepadaNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penyiksaan dan penderitaan yang dialami manusia, baik didunia atau diakhirat kelak, akibat ulah manusia sendiri, jika tidak pandai bersyukur dan memanfaatkan kekayaan alam yang disediakan lebih dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zubrat Tafsir, ayat diatas menjelaskan agar kita syukuri denmgan kelahiran melalui perantaraan ibu. Disamping itu, hendaknya selalu menyadari, bagaimana keadaan diri sewaktu masih kecil, pada mulanya tidak mengetahui sesuatu, kemudian dilengkapi sarana yang dapat merekam ilmu dan teknologi, sehingga berprestasi. Artinya, agar semua pemberian itu dihargai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu pemberian amanah seperti itu disyukuri dengan jalan mengamalkannya pemberian kepada yang diridhaiNya, dan bukan sebaliknya. Sesuai syariat, sebagai petunjuk, karena orang yang tidak bersyukur, menyebabkan datangnya penderitaan, (siksaan) dengan tiba-tiba dan berkepanjangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan Al-Qur’an “ Tuhan tidak akan menyiksa kamu, selama kamu tetap dalam iman dan selalu dalam syukur.Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahi (QS. 4: 147). Ulama Tafsir menjelaskan, tidak mungkin Tuhan memberikan siksaan dan penderitaan (musibah) kepada hambaNya selama hamba itu memegang teguh iman dan selalu mensyukuri pemberianNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dikiaskan, penderitaan yang dialami di tanah air sekarang, secara berentetan seperti kata orang, kayaknya sudah seperti arisan, adalah termasuk ulah manusia sendiri yang menyia-nyiakan pemberian, yang tidak menyalurkan kepada yang diridhaiNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tawakal :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Zunnun Al-Misri menyebutkan yang disebut tawakal, “ Melepaskan diri dari bantuan dan meninggalkan sebab-sebab”.( 264).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al- Qur’an, disebutkan berapa ayat :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1) Dan hanya Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang mukmin ( QS. Al-Maidah 23)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2) Dan hanya kepada Allah saja, orang-orang bertawakal itu, berserah diri. ( QS. 14:12)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3) Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah mencukupkan keperluannya (QS.Al-Thalaq 3)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tawakal menurut sufi ada 3 derajat:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pertama, yaitu keyakinan seseorang akan tanggung jawab dan pemeliharaan Allah, sama keyakina tangan kanannya (orang kepercayaannya) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, derajat lebih tinggi dari yang pertama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, yang tertinggi, yaitu memposisikan diri dihadapan Allah, ibarat mayit dengan posisi yang memandikannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tawakal pertama masih melakukan usaha. Kedua, hanya berdoa. Ketiga, tidak lagi berusaha dan berdoa (meminta).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tawakal yang benar, sesuai Al-Qur’an, ialah tawakal yang tetap ada usaha, meminta (doa) dan beramal (bekerja). Disebut Al-Qur’an Fantasyiru ( jika selesai salat, bertebaranlah kamu dimuka bumi (QS.Al-Jum’ah 1O).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tawakal inilah yang boleh dikembangkan dalam pembinaan masyarakat, artinya ditutup pintu baru bertawakal. Akhirnya, dari uraian singkat diatas, maka pembinaan masyarakat melalui tasawuf, boleh dilakukan. Misalnya tiap hari bertobat, tiap memperoleh nikmat, disyukuri sekalipun sedikit, mengutamakan kezuhudan tapi tidak membenci dunia, dan tawakal (menyerahkan diri kepada Allah) setelah usaha, ikhtiar dan berdoa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-7616685447774530233?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/7616685447774530233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=7616685447774530233' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/7616685447774530233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/7616685447774530233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/zuhud-syukur-dan-tawakkal.html' title='Zuhud, Syukur dan Tawakkal'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-8905374540171854230</id><published>2007-11-16T16:33:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:21:25.949-08:00</updated><title type='text'>Konsep Pendidikan dalam AlQuran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seekor hewan yang baru melahirkan anak, anaknya langsung dapat berdiri, berjalan dan mengikuti ibunya pergi mencari makan. Dan hanya beberapa hari kemudian, anaknya telah dilatih berlompat, berlari dan mencari makan sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan seorang manusia yang baru melahirkan. Bagi manusia lama sekali anaknya dididik, barulah dapat duduk, berdiri dan berjalan. Apalagi berlari dan dapat makan sendiri. Bertahun-tahun lamanya digendong, diayun, diberi makan, disekolahkan, barulah dapat makan dan memakai bajunya sendiri. Diperlukan waktu memasuki sekolah taman kanak-kanak 2 tahun, SD 6 tahun, Sekolah lanjutan 6 tahun, dan Perguruan Tinggi 5 tahun ( S1 ), barulah dapat mencari makan sendiri. Itupun jika keterampilan yang dimiliki dibutuhkan pasar. Kalau tidak, maka harus ditambah lagi sekitar 7 tahun ( S2 dan S3 barula banyak peluang ). Artinya seekor hewan hanya memerlukan waktu tiga hari atau satu minggu, sudah dapat mencari makan sendiri. Dibandingkan seorang manusia diperlukan waktu sekitar 2O - 25 lamanya, barulah dapat dibutuhkan pasar untuk hidup sendiri. Betapa bedanya waktu yang harus dihabiskan mendidik keterampilan kepada manusia dibandingkan hewan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu pendidikan ( Tarniyah) sangatlah sulit. Mahal, lama dan tekun. Pantaslah jika Nabi Muhammad SAW mencanangkan pendidikan itu sejak “ Min al- mahdi ila al- Lahdi “ ( Dari ayunan sampai ke liang lihad ) (HR.Muslim) yang oleh pendidikan Barat dijiplak dengan istilah “ Long life education”. (Pendidikan seumur hidup).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana konsepsi Pendidikan (Tarbiyah) menurut Al-Qur’an?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Didalam Al-Qur’an (Alquran) tidak didapati sebuah ayatpun yang secara ekspelisit menyebut Tarbiyah. Tapi jika digali akar katanya yang tersusun dari huruf “ RA ” dan “ BA” (Rabbi), banyak sekali dapat ditemui.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tarbiyah yang asalnya Rabbi ada 945 ayat. Terkadang dengan istilah Rabbi, Rabbika, Rabbukum, Rabbukuma, Rabbana, Rabbihi, dan Rabbihim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Faris, makna Rabbi yang akarnya huruf Ra dan Ba ialah “ Ishlah al-Syaii wa al-Qiyamu ‘alaihi “ ( Memperbaiki sesuatu dan berusaha dengan sungguh-sungguh, atasnya, seperti memelihara dan mendidik seorang anak sampai dikawinkan) (h.398).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang Mufasir berpendapat, jika Rabbi diidentikan sifat Tuhan ( Pendidik dan Pemelihara ) maka artinya lebih luas yakni Mengasuh, Mendidik, Memelihara, Memberi pengertian, Memberi kelebihan, Meninggikan derajat dan Mengembangkan kemampuan. Didalam Alquran ayat yang pertama turun adalah ayat pendidikan yaitu IQRA’( perintah membaca dan mengamati). Demikian Surah yang pertama turun juga adalah surah mengenai Pendidikan yaitu Al-Fatihaha.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Surah Al-‘Alaq :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ayat pertama turun adalah pada surah Al -‘Alaq, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.&lt;br /&gt;(2) Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.&lt;br /&gt;(3) Bacalah dan Tuhanmu yang Paling Pemurah.&lt;br /&gt;(4) Yang mengajari manusia dengan perantaraan qalam.&lt;br /&gt;(5) Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.&lt;br /&gt;(6) Ketahuilah sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas.&lt;br /&gt;(7) Melihat dirinya serba cukup.&lt;br /&gt;(8) Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembalimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mufasir kata “Rabbika” dalam ayat tersebut, berasal dari akar kata Tarbiyah yang berarti pendidikan, pengemnbangan, peningkatan dan kelebihan. Dalam Ilmu Tauhid, Tuhan mempunyai banyak sifat dan dibagi menjadi dua kategori. Pertama, sifat-sifat yang berkaitan dengan zatnya. Kedua, sifat-sifat yang berkaitan dengan perbuatannya. Kata “Allah “ menghimpun semua sifat-sifatnya, sedang kata” Rabbi ” hanya menghimpun sifat-sifat yang berkaitan perbuatannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Naisaburi, perintah Iqra’ dalam surah Al-‘alaq berulang sebanyak 3 kali :&lt;br /&gt;(1) Peritah pertama untuk pribadi Nabi dan perintah kedua untuk umatnya.&lt;br /&gt;(2) Yang pertama membaca dalam salat, yang kedua membaca diluar salat.&lt;br /&gt;(3) Perintah pertama belajar untuk diri, dan perintah kedua mengajarkan kepada orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun membaca dalam ayat diatas, bukan hanya membaca Alquran, tapi termasuk membaca fenomena yang terjadi di alam ini. Dan hakikatnya orang yang berbuat jahat pasti terbalas demikian yang berbuat baik juga pasti terbalas, sekalipun balasan itu bukan persis dari diri orang yang pernah kita tolong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mufasir Sayyid Quthub berpendapat, ayat kedelapan tersebut dimaksudkan, bahwa setelah melakukan pendidikan, baik terhadap diri sendiri, keluarga dan orang lain, akhirnya akan kembali ke hadirat Allah mempertanggung jawabkan semua urusan, segala niat dan gerak langkah yang telah dilakukan di dunia. Perbuatan salah atau saleh, taat atau durhaka, yang telah dilakukan secara transparan, pasti akan terbalas tanpa ada kezaliman didalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan pertama yang hendaknya diberikan kepada anak adalah mengajarkan baca tulis Alquran, sebab itulah yang terafdal “ Kahyrukum man ta’allam al-Qur’an wa ‘allamahu” (Yang terbaik diantara kamu ialah mempelajari Alquran dan mengajarkannya) (HR.Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita sambut dengan gembira program pemerintah yang telah mewajibkan pelajaran Alquran ini kepada murid-murid dan siswa-siswa yang beragama Islam sebelum sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi.Kita doakan semoga sukses.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Surah Al-Fatiha :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Surah yang lengkap satu surah turun adalah Al-Fatiha, yaitu:&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (1)&lt;br /&gt;Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (2)&lt;br /&gt;Yang menguasai hari pembalasan (3)&lt;br /&gt;Hanya Engkaulah yang kami sembah dan Engkaulah kami memohon pertolongan (4)&lt;br /&gt;Tunjukilah kami jalan yang lurus (5)&lt;br /&gt;Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat; bukan jalannya mereka yang Engkau murkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang tersesat (6 dan 7).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau dihitung Bismillah termasuk Fatiha ayat pertama, maka ayat ke 6 dan 7 menjadi satu ayat.Jadi jumlah ayatnya tetap 7.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syekh Muhammad Abduh (1849-19O5) memahami surah Al-Fatiha adalah wahyu pertama yang diterima oleh Nabi. Artinya lebih dahulu dari ayat Iqra’ dengan alasan, berdasarkan logika bahwa penetapan hukum kandungan Alquran, dimulai secara global barulah menyusul perincian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pokok ajaran dalam Al-Fatiha (1). Tauhid (Akidah) (2) .Janji dan ancaman (3). Ibadah. (4) Jalan kebahagiaan dunia akhirat. (5).Pemberitaan kisah umat terdahulu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Artinya penafsiran mujaddid tersebut menyatakan bahwa pendidikan utama dan tugas muslimada 3. Pertama, mengajarkan tauhid. Kedua, berdakwah (Tabsyir dan Tanzir). Ketiga, beribadah dengan sungguh-sungguh. Akhirnya barulah seseorang dapat memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Surah Luqman:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam surah ini diuraikan bentuk pendidikan yang diwasiatkan Lukman al-Hakim dalam mendidik anaknya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Janganlah kamu mensyarikatkan Allah.&lt;br /&gt;(2) Bersyukurlah kepada Allah dan kepada kedua orangtuamu.&lt;br /&gt;(3) Dirikanlah salat sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;(4) Perintahkanlah manusia berbuat makruf dan cegahlah mereka berbuat munkar&lt;br /&gt;(5) Sabarlah menerima musibah sebagai resiko nahi munkar&lt;br /&gt;(6) Janganlah bersombong dalam ucapan dan berjalan.&lt;br /&gt;(7) Ingatlah perbuatan sekecil apapun pasti terbalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 3 surah tersebut ditemukan konsepsi utama pendidikan Alquran, baik pada Al-Fatiha, Al-‘alaq dan Luqman. Dasar-dasar pendidikan Alquran sedikitnya mengandung 5 Prinsip. Pertama Akidah. Kedua, Syari’ah (Ibadah-Muamalah). Ketiga, Akhlak. Keempat, Amar makruf Nahi munkar. Kelima, Latihan keterampilan dan meninggalkan kecurangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Konsepsi Tarbiyah Islam tersebut penjabarannya ditemukan dalam Sunnah Rasul dan sahabat,diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(1). Azanlah kedua telinga anakmu ketika melahirkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(2) Ajarkanlah pertama membaca Alquran dan mengenal Allah (Makrifatullah).&lt;br /&gt;(3) Berilah nama yang baik, berilah makanan yang halal dan pisahlan tempat tidurnya.&lt;br /&gt;(4) Latilah salat sejak di usia 7 tahun dan dihukum di usia 1O tahun (Jika lalai)&lt;br /&gt;(5) Ajarlah keterampilan di kala remaja (Berenang, menunggang kuda, berpanah,dsb) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(5) Kawinkanlah setelah dengan wanita (berakhlak) setelah mempunyai keterampilan dan dewasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Gazali menambahkan kaifiat pendidikan agar selalu takut kerpada Tuhan dan menjauhi penyelewengan ( termasuk korupsi), sejak usia dini, dilatih setiap mau tidur dan bangun, dibiasakan menyebut 4O kali, saya dilihat Tuhan.Insya Allah pendidikan (Tarbiyah), sesuai Alquran berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dasar-dasar pendidikan (Tarbiyah) ialah mengajarkan Alquran, Akidah, Syari’ah dan Akhlak, kemudian dilengkapi keterampilan seperti menunggang kuda, berenang dsb. Lalu membiasakan menyebut nasehat-nasehat agama sebelum dan sesudah Ditambah membiasakan ucapan bernilai nasehat dan peringatan sebelum dan sesudah bangun tidur. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-8905374540171854230?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/8905374540171854230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=8905374540171854230' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8905374540171854230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8905374540171854230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/konsep-pendidikan-dalam-alquran.html' title='Konsep Pendidikan dalam AlQuran'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-1405226254543891145</id><published>2007-11-16T16:30:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:22:24.885-08:00</updated><title type='text'>Tanggung Jawab Seorang Muslim</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;TIDAK terasa, hari ini adalah hari terakhir tahun 2OO4. Setelah mencicil pergantian waktu. Dari detik ke menit, jam, siang, malam, minggu, bulan hingga ke tahun. Pergantian tahun Miladiah (Masehi) menggunakan perhitungan Syamsiyah (matahari). Diasosiasikan kelahian Isa, AS. Pergantian tahun Hijriah (Islam) menggunakan perhitungan Qamariyah (bulan). Diasosiasikan pindahnya Nabi Muhammad SAW ke Medinah. Masyarakat yang menyambut tahun Masehi, terkesan hura-hura dengan berbagai atraksi, pertunjukan, kembang api dan resepsi. Masyarakat yang menyambut tahun Hijriah lebih banyak bersifat Napak Tilas mencontoh kemenangan Rasul membangun, dari Mekah yang penuh kegelapan menuju Medinah yang bercahaya (Munawarah). Namun, keduanya terdapat ada persamaan harapan, agar tahun baru, lebih baik dari tahun yang ditinggalkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, minggu terakhir Desember yang baru, dikunci duka yang sangat dalam, dengan terjadinya bencana alam dengan musibah Tsunami yang meewaskan puluhan ribu jiwa, terutama di Aceh dan Sumatera utara.Kita semua terharu melihat gambar mayat di TV. Inna Lillah.Kita semua milik Allah, terserah yang Empunya. Namun, menurut cerita Alquran, jika musibah datang bersifat menyeluruh, lantaran “ Kanu la yatanahawna ‘an al-munkar “. (Mereka itu tidak mencegah kemungkaran yang merajalela).(QS. )&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengukur maju mundurnya suatu lembaga, maka yang bertanggung jawab adalah pimpinan atau ketua. Karena dialah pemegang kekuasaan, pengambil kebijakan dan penentu terakhir suatu masalah. Sangatlah mentertawakan, jika suatu kesalahan atau kegagalan suatu lembaga, jika anggotanya disalahkan dan disuruh bertanggung jawab, sementara pimpinan, mencari persembunyian, agar dapat lolos dari jeratan tanggung jawab. Padahal secara organisatoris, anggota hanya bertanggung jawab kepada pimpinan, sesuai bidangnya masing-masing. Sedang pimpinan tugasnya bertanggung jawab ke dalam dan keluar. Dalam hal ini kita salut kepada kemiliteran, karena komandanlah dengan jantan bertanggung jawab suatu kesalahan, sekalipun anak buahnya yang melakukan.Namun, jika bencana itu menyeluruh, maka yang bertanggung jawab adalah bersama-sama.Umara, ulama, pemuka masyarakat dan awam. Hendaknya lebih memperketat kemungkinan melebarnya kemunkaran dal;am masyarakat, lalu melakukan persiapan jauh hari sebelumnya. Karena ada 4 lasykar Tuhan yang tidak mampu dilawan oleh kepintaran apapapun. Api, air, angin dan longsor. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dalam Islam ?.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seorang muslim sebelum melakukan sesuatu, diwajibkan melakukan persiapan.Sebelum kawin ada persiapan.Sebelum haji ada manasik. Sebelum mati ada perbekalan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dapat diihat salah satu ayat Alquran “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. 59 :18). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebagian ulama, sekalipun ayat tersebut yang dimaksud adalah persiapan akhirat, namun tiada larangan untuk dijadikan persiapan pula, apa saja yang kita lakukan di dunia. Persiapan yang matang. Jika sesuatu telah diyakini persiapan yang telah dibuat, maka kita dianjurkan agar bertawakal kepada Allah. Dan jika hal itu mengalami kegagalan setelah berusaha dan berikhtiar, seorang muslim harus dengan jantan berani tampil sebagai penanggung jawab. Dan bukan mempersalahkan orang banyak &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam Alquran :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Alquran, ada tiga ayat yang secara eksplisit menggunakan kata RAHIN (tanggung jawab), namun dalam konotasi lain, lebih banyak, misalnya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Tiap-tiap manusia, terikat tanggung jawab apa yang dikerjakannya (QS.52:21)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Tiap-tiap manusia bertanggung jawab, apa yang telah dikerjakannya (QS.74:38)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Harus meninggalkan sesuatu yang dapat dipegang dan dipercayai untuk menunaikan dan mempertanggung jawabkan amanatnya (QS.2:283)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga ayat tersebut dapat dipahami, bahwa apa saja yang dibuat manusia harus tampil jadi penanggung jawab masing-masing, tugas yang telah dibebankan ke padanya, sesui apa yang pernah dikerjakan, kecil atau besar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menelusuri makna tanggung jawab, dengan menggunakan istilah lain “ Yus’alu “ ( Akan ditanyakan ) perlu dikemukakan salah satu ayat pada Surah Al-Takasur “ Kemudian pasti kamu akan ditanyai pada hari itu, tentang kenikmatan (Yang kamu banga-banggakan itu ). (QS. 1O2 : 8)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Tafsir, Yus’alu atau Latus ‘alunna pada ayat diatas, berarti meminta. Baik berupa materi atau informasi. Tapi yang dimaksud pada ayat ini adalah meminta pertanggung jawaban kepada yang ditanyai, menyangkut al-na’im (nikmat)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya nikmat berarti kelebihan. Yaitu kita tidak punya apa-apa, kemudian ada (wujud). Lama-lama meningkat menjadi memperoleh berbagai fasilitas yang diberikan Allah. Seperti udara, air, api, angin, rumah, perabot, kendaraan dan makanan, sampai kepada yang besar, seperti Alquran dan kehadiran Rasul yang menyebabkan kita menjadi muslim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim jika menyadari bahwa hakikatnya kenikmatan dunia yang telah diberikan Allah, tiada artinya jika dibandingkan dengan kenikmatan akhirat, maka tentu seluruh perhatiaannya akan diarahkan, bahwa kenikmatan dunia terutama harta benda, harus dikorbankan untuk kepentingan kenikmatan akhirat.Tapi sama sekali tidak berarti bahwa Islam melarang pemeluknya menjadi kaya, seperti yang dipahami sebagian orang, sehingga tidak bekerja keras untuk mengejar dunianya. Islam mengajarkan, jika selesai berzikir (salat), maka hendaklah bertebaran di muka bumi mencari karunia Allah.Dan setelah memperoleh, sebagian kecil dari padanya digunakan untuk menolong sesama manusia, terutama yang miskin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran digariskan, perlunya ada keseimbangan antara mencari kepentingan dunia dan akhirat, misalnya “ Tuntutlah melalui apa yang dianugerahkan Allah (kehidupan dunia) kepada kebahagiaan akhirat dan janganlah kamu lupakan bagiamu dari kehidupan (kenikmatan dunia). Berbuat baiklah, sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu (QS. 28 :77).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut ditujukan kepada mereka yang suka membanggakan harta dan anak sehingga melupakan kehidupan nikmat di akhirat, yang lebih besar dan abadi. Artinya, perjuangan Islam menghendaki keseimbangan, agar tidak terhina didunia dan tidk terhina akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Klasifikasi Hadis :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam hadis Rasul, tanggung jawab itu diarahkan kepada klasifikasi dan kualifikasi, bagi tiap orang, agar tidak terjadi benturan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya sabda Nabi “ Kullukum ra’in wakullukum mas’ulun ‘an ra’iyatih… “(Kamu semua adalah pengembala dan akan ditanyai tentang gembalaannya… ) (HR.Bukhari). Pada hadis itu selanjutnya dirinci, suami bertanggung jawab tentang biaya dan kerukunan penghuni rumah, isteri mempertanggung jawabkan terutama pemeliharaan dan pendidikan anak-anaknya, dan para pembantu rumah tangga mempertanggung jawabkan harta yang dibebankan majikannya.&lt;br /&gt;Adapun jenis-jenis tanggung jawab itu, oleh hadis dibagi dalam 4 bahagian, yaitu “ Tiada beranjak seseorang dari tempatnya bangkit di akhirat nanti, sebelum mempertanggung jawabkan 4 hal. Pertama, umurnya keseluruhan, ke mana dihabiskan. Kedua umur mudanya ke mana disumbangkan. Ketiga, ilmunya ke mana diberikan.Keempat, hartanya bagaimana cara memperoleh dan ke mana dibelanjakan.(HR.Abu Dawud).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadis tersebut, maka yang paling berat dipertanggung jawabkan adalah harta, karena pertanyaannya ada dua.. Diteliti lebih dahulu cara memperoleh, barulah ditanyakan ke mana dibelanjakan, sedang yang lain, hanya satu pertanyaan yaitu ke mana di manfaatkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya dalam ilmu Fikih yang diarahkan, surah yang afdal dibaca waktu salat Isya sebelum tidur adalah surah Al-Takasur, karena disitu diingatkan bagaimanapun banyaknya harta yang dikumpulkan, disuatu saat kalian akan singga di kubur.Dan yang utama memberatkan pertaggung jawabannya adalah harta, seperti Hadis diatas.(Al-Jazairi juz V :611)&lt;br /&gt;Sejalan dengan keempat macam pertanggung jawaban itu, maka Khalifah Umar pernah berkata “Hasibu anfusakum qabla an tuhasabu “ ( Buatlah perhitungan dalam dirimu, sebelum Tuhan memperhitungkan di hari akhirat ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Teologi Islam, di akhirat nanti, gaib yang harus dipercayai seorang muslim, termasuk didalamnya yang namanya “Hisab” (Hari perhitungan) dan “Mizan” (Timbangan). Semua amal manusia dihitung dan ditimbang, jika timbangan amal baiknya lebih berat, alhamdulillah ahli surga, jika yang berat adalah yang buruk, inna Lillah, terpaksa singgah di neraka dahulu. Inilah yang perlu diingat menyambut tahun baru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, berdasarkan uraian singkat diatas, secara umum seorang muslim harus mempertanggung jawabkan apa yang telah dikerjakan di dunia. Jika memperoleh musibah secara nasional, maka semua orang, berkewajiban memikul bersama Secara khusus, pemimpin bertanggung jawab kepada yang dipimpin, suami bertanggung jawab terutama biaya rumah tangga, isteri bertanggung jawab terutama pendidikan anak-anaknya, dan para pebantu rumah tangga terutama bertanggung jawab, atas keselamatan harta benda yang dibebankan majikan kepadanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedang tanggung jawab yang paling berat di akhirat, adalah mempertanggung jawabkan kadar iman yang dianut. Melalui umur, ilmu dan harta yang telah dikumpulkan. Apakah halal, atau haram ?. Jika tergolong kategori halal, apakah zakat, infaq dan sadaqahnya, berjalan sesuai keinginan Pemberi nikmat ?. Alhamdulillah. Selamat bertahun baru !. Semoga Allah tetap memberkati dan bersabar atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita. (Amin). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-1405226254543891145?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/1405226254543891145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=1405226254543891145' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1405226254543891145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1405226254543891145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/tanggung-jawab-seorang-muslim.html' title='Tanggung Jawab Seorang Muslim'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-3451328703361891321</id><published>2007-11-16T16:27:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:23:35.476-08:00</updated><title type='text'>Syafa'at Rasul</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketika seorang muslim sedang berziarah di makam Rasul SAW di Medinah, sewaktu menunaikan ibadah haji atau umrah, maka yang sangat didambakan ialah semoga memperoleh Syafa’at Rasul. Namun, sebagian masyarakat, masih meragukan, apakah memang ada yang disebut “syafa’at”, yakni dapat melakukan pembelaan terhadap nasib seseorang di akhirat seperti di dunia ?.Siapakah yang memenuhi syarat dapat dibela dan apakah hanya rasul SAW yang akan diberi izin untuk memberi syafa’at, sesuai Alquran ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Syafa’at (Syafa’ah) berasal dari struktur huruf “Syin, Fa dan’Ain” yang berarti genap. Artinya, selalu terdiri dari dua hal yaitu gabungan antara satu dengan sesamanya, misalnya ada yang menolong dan ada yang ditolong. Atau makna yang lebih tegas, yaitu perantaraan (pertolongan) untuk menyampaikan permohonan dan keringanan sesuatu kepada Allah (Mu’jam :384).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam Alquran:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Banyak ayat dalam Alquran yang menyebutkan adanya syafa’at, diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(l) Dan jagalah dirimu dari azab hari kiamat, yang pada hari itu seseorang tidak dapat membela orang lain walau sedikitpun, dan begitupula tidak diterima syafa’at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong (QS.2:48).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah, melainkan bagi orang yang telah diizinkanNya memperoleh syafa’at itu (QS.34:23)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Siapapun yang dapat memberi syafa’at disisi Allah, tanpa izinNya ?.(QS.2:225)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(4) Barangsiapa yang memberi syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bagian (pahala) daripadanya(QS.4:85)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(5) Dan hari ini tiada yang memberikan syafa’at melainkan orang yang diridhaiNya. (QS.2O:lO9)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(6) Dan mereka tiada memberi syafa’at, melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah (QS.2l:28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 6 ayat tersebut diketahui, bahwa ada yang disebut syafa’at, ada sebagian orang yang tidak berguna syafa’at baginya, ada pula yang memperoleh syafa’at, bahkan ada yang dapat memberi syafa’at. Adapun orang yang tidak berguna syafa’at baginya ialah orang kafir, dan yang memperoleh syafa’at hanyalah mereka yang diridhai serta memperoleh izin daripadaNya. Adapun orang-orang mukmin yang memperoleh izin, jika dihubungkan (munasabah) dengan ayat lain misalnya “ Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengizinkan orang yang dikehendaki dan diridhaiNya. (QS.53:26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendapat Mufasir:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menurut Tafsir Al-Maraghi, bahwa orang-orang yang diizinkan dan diridhai, hanyalah mereka yang beramal ikhlas, sama dalam perkataan dan perbuatan (Juz IX :35).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang akan memperoleh ridha Allah, ialah golongan mukmin yang berdosa selain dosa musyrik, sesuai Alquran “Sesungguhnya Allah tiada mengampuni dosa yang musyrik kepadaNya, dan mengampuni segala dosa selain itu, kepada yang dikehendaki” (QS.Al-Zumar 53). Namun, perlu diketahui jika melihat ayat lain, bahwa dosa apapun yang dilakukan manusia, dapat diampuni Allah, jika masih sempat bertobat nasuha sebelum meninggal (Lihat Al-Mizan XVII :295).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang-orang yang diberi izin memberikan syafa’at, dijelaskan oleh Rasul SAW : “Yang dapat memberi syafa’at di hari kiamat ada 3 golongan : Para nabi, para ulama dan syuhada “(HR.Ibnu Majah dari Usman).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Hadis Kutubussittah tersebut, maka yang menjadi masalah ialah apakah semua nabi dan ulama akan diberi izin memberi syafa’at ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya, kita lihat ayat lain dan hadis tentang kategori ulama ada tiga menurut Alquran :“Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orangorang yang Kami pilih dari hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang zalim kepada dirinya, dan diantara mereka ada yang muqtasid (pertengahan) dan diantara mereka adapula yang “Sabiq bi alkhayrat “ (terdahulu dalam segala kebaikan) dengan izin Allah (QS.32:35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mufasir Sayid Quthub, bahwa golongan zalim atau golongan pertama, yaitu orang-orang yang lebih banyak kejahatannya dari kebaikannya, muqtasid golongan kedua yaitu yang seimbang kebaikannya dengan kejahatannya, sedang sabiq golongan ketiga ialah yang lebih banyak kebaikannya dari kejahatannya (Fi zhilal Qur’an VI:l32).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedang menurut mufasir Ibnu Katsir, golongan Sabiq ialah golongan istimewa yaitu mengerjakan wajib dan sunnat dengan baik dan mampu meninggalkan segala yang haram dan makruh (Juz III:554). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda denga mufasir Al-Thabathabai yang menitik beratkan bahwa tiga golongan itu adalah ulama zalim dan muqtasid yaitu ulama yang masih sering berbuat dosa besar atau kecil, sedang ulama “Sabiq” (terdahulu) yaitu golongan ulama yang tidak lagi berbuat dosa, kecil apalagi yang besar, suka mengamalkan ilmunya dan suka mencarikan solusi terhadap problema yang dihadapi masyarakatnya, dan mereka itulah yang disebut ayat lain “Ulaika al-muqarrabun” (Dekat kepada Tuhan) yang akan masuk ke surga tanpa hisab ( Al-Mizan Juz XVII:46 ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga mufasir tersebut diketahui bahwa ulama yang istimewa, hanyalah golongan ketiga yang disebut Alquran “Sabiq bilkhairat”, yaitu golongan ulama yang kebaikannya banyak dan hampir tidak pernah melakukan pelanggaran, dibutuhkan umat masa kini dan akan datang serta patut disebut pewaris nabi-nabi, yang masuk kategori yang dapat memberi syafa’at, sesuai sabda Nabi :” Yang dapat memberi syafa’at di hari kiamat ialah para nabi, para ulama dan syuhada “ (HR.Ibnu Majah dari Usman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bentuk syafa’at:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Untuk meyakinkan adanya syafa’at Rasul, nabi bersabda “ Aku disuruh memilih antara dua alternatif yaitu umatku akan masuk ke surga separuh atau aku memberi syafa’at bagi mereka, niscaya yang kupilih ialah memberi syafa’at,. karena lebih umum, memadai dan menguntungkan “(HR.Ibmu Majah dari Abu Musa Al-Asy’ari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun bentuk syafa’at pertama yang akan dilakukan Rasul di akhirat nanti, ialah menyelesaikan problema masyarakat ketika dikumpulkan di mahsyar yaitu seluruh manusia yang pernah hidup dari awal sampai terakhir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nabi pernah bersabda “Ketika kerumunan manusia sedang menghadapi pengadilan di dalam keadaan panas dan gelisah, karena nasib belum menentu, maka di antara mereka berinisiatif dan mengusulkan mencari bapak manusia yaitu Adam dan memohon syafa’atnya, setelah bertemu, pimpinan rombongan berkata “ Hai Bapak kami, engkaulah manusia pertama yang pernah malaikat diperintahkan bersujud kepadamu, tolonglah dan sampaikan kepada Tuhan mengenai nasib kami”.Tapi, Adam menjawab:” maaf saya tidak dapat menolong kalian, sebab saya punya masalah, pernah memakan buah yang dilarang Allah, sekarang nafsi - nafsi, dan pergilah kepada yang lain. “ Kemudian rombongan mencari bapak manusia kedua, Nuh dan memohon kepadanya, sebagai nanusia yang digelari hamba yang bersyukur (Abdan syakura), Tolong sampaikan kepada Tuhan mengenai nasib kami yang belum menentu.Tapi Nuh pun tidak dapat menolong dengan alasan, punya masalah pernah berdoa menenggelamkan umat manusia di dunia, sekarang nafsi-nafsi dan pergilah kepada yang lain. Kemudian rombongan mencari Ibrahim dan memohon permintaan yang serupa “ hai Ibrahim engkau digelari khalil (Sahabat) Allah, mohonkanlah nasib kami kepada Allah,” tapi Ibrahim pun tidak dapat menolong dengan alasan saya punya masalah, pernah berdusta, sekarang nafsi - nafsi, dan pergilah kepada yang lain. Kemudian rombongan mencari Musa, dan memohon pertolongan seperti yang sudah dilakukan, lalu Musa menjawab saya pun punya masalah, pernah membunuh pengawal Fir’aun, sekarang nafsi-nafsi, dan pergilah kepada yang lain. Kemudian rombongan mencari Isa dan mengajukan permohonan, seperti yang dilakukan sebelumnya, tapi Isa pun tidak mampu menolong dengan alasan, saya punya masalah, kaum saya menuduh anak Allah, sekarang nafsi-nafsi, dan pergilah kepada yang lain. Akhirnya rombongan mencari Muhammad SAW, dan memohon pertolongan seperti yang telah dilakukan kepada nabi-nabi yang lain. Lalu Muhammad pergi bersujud di bawah ‘Arasy dan menghadap Allah sambil berkata, Ya Allah ummati, ummati (Tolonglah umatku ya Allah !). Kemudian Tuhan menjawab, angkatlah kepalamu, sebagian umatmu saya akan bebaskan dan tidak perlu dihisab dan sekarang suruhlah memasuki surga di pintu bagian kanan dan sebagian yang lain untuk diproses, di pintu yang luasnya sama antara Mekah dan Medinah.” (HR.Turmudzy dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Alquran dan Hadis sahih di atas, maka baik Nabi atau ulama, tidak seluruhnya dapat memberi syafa’ah, kecuali Nabi kita Muhammad SAW yang tidak punya masalah dengan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun bentuk-bentuk syafa’ah yang akan dihadapi umat Muhammad di akhirat, sangatlah bervariasi sesuai amal ibadah yang ikhlas yang pernah dilakukannya, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bentuk syafa’at di akhirat nanti ada 5 Pertama, mempercepat perhitungan amal ketika dihisab. Kedua, Adanya sebahagian yang akan masuk ke surga tanpa hisab. Ketiga,Membela umatnya yang sudah divonis neraka, jika dikehendaki Allah.Keempat, memohonkan keringanan siksaan yang sudah telanjur di neraka atau dikeluarkan sama sekali, karena pernah bersyahadat. Dan kelima, meningkatkan derajat orang yang sudah menghuni surga. (Sahih Muslim,Syarah Annawawi, Jilid II:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Membutuhkan syafa`at&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Adapun orang-orang yang ingin dan membutuhkan memperoleh syafa’at Rasul di akhirat nanti, hendaknya mulai dari sekarang berusaha mengikuti ajaran rasul, sunnah dan melakukan wiridnya dalam ibadah serta meniru akhlaknya yang terpuji, terutama kecintaannya kepada kaum fakir miskin, dimana tanah air kita makin membeludak jumlahnya penduduk yang merasakan nasib itu. Dan sebagai bukti kecintaan kepada Rasul SAW, ialah banyak membaca salawat kepadanya, sesuai firman Allah “Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bersalawat kepada nabi, maka hai orang-orang mukmin bersalawatlah kepadanya. ” (QS.33:56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, berdasarkan uraian Alquran dengan tafsirnya serta didukung hadis-hadis Kutubussittah, maka “syafa’at” memang ada, namun ada yang tidak berguna syafaat baginya, yaitu yang inkar dan ada juga yang berguna yaitu mukmin yang amalnya ikhlas, baik dalam perkataan dan perbuatan serta banyak mengikuti sunnah dan bersalawat kepada rasul SAW. Karena ulama adalah pewaris nabi-nabi, maka sebahagian dari mereka juga dapat memberi syafa’at setelah memperoleh izin dari Allah, yaitu ulama yang banyak melakukan perintah wajib dan sunnat serta tidak melakukan dosa sekecil apapun, yang oleh Alquran digelar “Sabiq bilkhayrat”(Selalu terdahulu dalam kebaikan). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga kita umat Rasul, terutama pembaca uraian ini, dapat memperoleh kontribusi syafa’at Rasul SAW di akhirat nanti Amin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-3451328703361891321?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/3451328703361891321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=3451328703361891321' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/3451328703361891321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/3451328703361891321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/syafaat-rasul.html' title='Syafa&apos;at Rasul'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-1837532069484211957</id><published>2007-11-16T16:24:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:24:47.326-08:00</updated><title type='text'>Memahami Nabi Muhammad</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah, kita telah berada pula di bulan Rabi’ul awal. Bulan Maulid Nabi yang diperingati umat Islam Indonesia setiap tahun. Mulai dari desa terpencil, sampai ke istana Negara. Memperingati Maulid, bukan perbuatan bid’ah. Apalagi jika disebut dhalalah. Nabi sendiri memperingatinya, dengan puasa setiap Senin.Dan umatnya dianjurkan juga berpuasa setiap Senin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di desa-desa, diperingati secara tradisional, yaitu berzikir dan membaca sejarah nabi (Barzanji). Di kota-kota, dengan cara modern. Pidato dan diskusi, tapi juga mengenai prilaku nabi. Keduanya sama, yaitu hubburrasul. Jika Barzanji itu diterjemahkan, itulah yang afdal, karena dapat dihayati maknanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi masalah sekarang, masih banyak orang muslim yang keliru memahami hakikat Nabi Muhammad. Mungkin karena cintanya kepada rasul berlebih-lebihan, atau karena tidak merasakan terkontaminasi filsafat Yunani yang diterima oleh sebagian filsuf Islam. Akibatnya, ada yang memahami bahwa Muhammad itu pancaran (faidh) atau emanasi dari Tuhan. Muncullah istilah “Insan al Kamil”. Padahal istilah itu, tidak ditemukan dalam Al-Quran dan Sunnah sahih. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memahami dengan benar, sesuai Al-Quran ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manusia biasa:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Meyakini “ Muhammad Rasulullah”, adalah syahadat kedua. Wajib diyakini seorang muslim, sesudah syahadat pertama Lailaha illa Allah. Tidak ada diantara kita, yang meragukan kerasulannya. Diabadikan Al-Quran dengan “ Nasyhadu innaka larasul Allah ( Kami mengakui bahwa engkau, benar-benar Rasul Allah (QS.63:1). Demikian keistimewaannya, tidak ada yang meragui sebagai “ Khatam wa asyraf al-anbiya’ wa al-mursalin”. ( Penutup dan termulia dari segala Nabi dan Rasul ). Namun, Al-Quran juga dengan tegas menyatakan “ Qul Innama ana basyarun mislukum” (Katakan, sesungguhnya saya ini adalah manusia biasa, seperti anda )(QS.18 :11O) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ahli Tafsir Ali Al-Shabuni, bahwa Muhammad sebagai manusia biasa.. berlaku juga sifat biasa pada dirinya. Hanya perbedaannya karena Allah memuliakan dengan wahyu bertugas, mengabarkan tentang keesaan Allah dan memkanjikan pahala besar bagi mereka yang beramal dengan ikhlas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ahli Tafsir Al-Jazairi menambahkan bahwa ayat tersebut, merupakan jawaban kepada kaum musyrikin yang memintanya memperlihatkan mu’jizat semacam yang diberikan kepada Musa dan Isa, lalu nabi mengakui bahwa ada yang tidak mampu dilakukan, karena diluar mu’jizat yang diberikan Allah. Misalnya, mengubah tongkat jadi ular atau dapat menghidupkan orang mati, sehingga nabi berkata “Ana basyarun mislukum”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mufasir Ibnu Abbas, sebenarnya “ Ana basyarun mislukum” yang dilontarkan Rasul itu, adalah pelajaran tawadu’ yang hendaknya dimiliki seseorang, bahwa jika ada keistimewaan, bukan segalanya. Maklum, tetap seperti hamba Allah yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih meyakini, ayat lain lebih tegas menyatakan “Wawajadaka dhallan fahada, wawajadaka ‘ailan fa aghna “ ( Bukankah Tuhan mendapatimu seorang yang bingun, lalu Dia (Tuhan) memberikan petunjuk ?.Dia mendapatimu seorang yang penuh kekurangan, lalu Dia memberikan kepadamu kecukupan ?” (QS.93 : 7-8) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, para ulama Tafsir mengakui pula, dibalik ayat yang menyatakan punya keterbatasan sebagai “ basyarun mislukum ” sambungan ayat itu menyatakan “Yuha ilayya annama ilahukum ilahun wahid… ( Diwahyukan kepadaku, bahwa sesungguhnya Tuhan itu adalah Tuhan Yang Esa…) (QS.Al-Kahfi (18) :11O).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manusia istimewa&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Apa artinya ?. Dalam satu ayat diatas, sesudah dinyatakan manusia biasa, kemudian dinyatakan ada keistimewaan ( keluar biasaannya ). Misalnya dari lebih seribu Nabi, yang dipilih menjadi rasul, hanya 25 orang. Dan dari 25 rasul, hanya nabi Muhammad SAW yang disebut “ Asyraful mursalin “( Rasul termulia). Dengan demikian betapa istimewanya nabi SAW. Laksana rembulan dikelilingi bintang. Keistimewaan itu terlihat juga, jika Tuhan memanggilnya dalam Al-Quran. Tuhan tidak menyebut namanya secara langsung, seperti “ Ya Muhammad ! ”. Tapi, Tuhan memanggilanya dengan sebutan mesra “Ya ayyuha al-nabiy - Ya ayuha al-rasul - Ya ayyuha al-muddatsir,” .( Wahai para nabi, Wahai para rasul -Wahai para yang berselimut). Menurut mufasir, semua panggilan dengan kata jamak, seperti itu, padahal ditujukan hanya satu orang yaitu Muhammad sendiri, itu adalah penghormatan yang tinggi. Sama juga dalam salam “ Assalamu Alaikum “ ( Mudah-mudahan kamu semua selamat dan sejahtera ), padahal pemberi salam itu hanya dia tujukan kepada satu orang saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penghormatan lain Tuhan kepada nabi Muhammad, , yaitu diperintahkan “ Innallaha wamalaikatahu, yushallun ‘ala al- nabiy, ya ayyuha ladzina amanu shallu ‘alayh… ( Tuhan dan malaikatnya bersalawat kepada nabi, maka hai orang-orang mukmin, bersalawatlah kepadanya. (QS.33:65). Dan masih banyak lagi penghormatan lain, seperti menjadi rahmat seluruh alam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tafsir Al-Qurthubi, yang dimaksud salawat dari Tuhan kepada nabi pada ayat diatas yaitu Tuhan selalu mencurahkan rahmat dan ridha kepadanya. Mengenai salawat malaikat berarti melaikat selalu mendoakan dan istigfarkan. Sedang salawat orang mukmin berarti selalu medoakan dan ta’zhimkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kita semua hendaknya sadar, bahwa bagaimanapun istimewanya nabi kita, tetap tidak boleh disamakan dengan Tuhan atau bahagian dari Tuhan. Seperti mempercayai bahwa emanasi dari Tuhan. Paham itu pernah dianut sebagian kecil filsuf Islam. Sebab itu, untuk memurnikan akidah, kita harus kembali kepada ayat diatas “Ana Basyarun mislukum” ( saya manusia biasa seperti anda ) dan pada surah Al-Ikhlas “ Walam yakun lahu kufwan ahad”( Dan tidak ada seorangpun yang setara atau mirip dengan Allah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun sifat-sifat Tuhan yang ada pada manusia misalnya rahman atau rahmat ( kasih sayang) perbandingannya 1OO berbandung 1. Artinya kasih sayang Tuhan dikurangi 1 = 99 . Jadi, yang satu itulah dibagi-bagikan kepada seluruh makhluk, sehingga seekor binatang tahu mengangkat kakinya, sehingga tidak sampai menginjak-injak anaknya yang baru dilahirkan sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Insan al-Kamil ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Falsafah “ Insan al-Kamil ” ( manusia sempurna ), dipahami sebagian sufi, bahwa kesempurnaan itu adalah copy Tuhan dalam diri Muhammad. Diorbitkan oleh sufi, Abd. Karim Al-Jili (w.1428 M) . (Astagfirullah). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. DR.M.Rasjidi (Dosen “Filsafat Islam”), waktu penulis masih kuliah di Purnasarjana IAIN Yogya (1978), menerangkan, bahwa “ Istilah Hakikatul Muhammadiyah atau Nur Muhammad atau Insan al-Kamil yang dianut sebagian Sufi, adalah hasil dari meresapnya faham Neo Platonisme, yang dianut oleh Al-Kindi dan Al-Farabi”. Teori “emanasi” itu berasal dari pandangan, bahwa semua yang ada ini, memancar dari zat Tuhan melalui akal-akal ke sepuluh. Akal menurut pemikiran, mempunyai 3 tingkatan: Al-hayulani (material), bi al-fi’il (actual) dan al-mustafad (adeptus), dan tingkatan terakhir inilah yang menerima pancaran (emanasi) dari Tuhan. ( Dapat dilihat juga pada:” Koreksi terhadap DR.Harun Nasution, 1977:128).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengenai makna “Ahsani taqwin “ dalam Al-Quran, itu berlaku untuk seluruh manusia yang diciptakan Tuhan. Diakui pakar Tafsir, Prof. DR. M.Quraish Shihab, bahwa makna “ Ahsani taqwin” dalam Al-Quran, berarti bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Ia mengutip pendapat mufasir Ragib Al-Asfahani, bahwa kata “taqwin” pada ayat tersebut, hanya mengisyaratkan bentuk pisik manusia lebih baik, dari binatang, serta mempunyai keistimewaan, karena dilengkapi akal. (Lihat : Tafsir Al-Quran,1997:741). Artinya, Insan al-Kamil, bukan istilah Al-Quran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya yang dijadikan alasan sebagian sufi adalah Hadis Jabir, yang bukan bersumber dari “Kutubussittah“ ( 6 kitab Hadis yang diakui ). Jabir berkata, “ Yang pertama diciptakan Tuhanmu adalah Nur nabimu ”, ternyata ahli Hadis sendiri, menilainya hadis Dha’if. Imam Syafei yang pernah membolehkan penggunaan Hadis dha’if, hanya menyangkut masalah ibadah ( Fadilah. Amal) .Tapi masalah Akidah dan Syari’ah, Imam Syafei sendiri tidak mau menggunakannya. Adapun Tasawuf yang dikembangkan Imam Besar Al-Ghazali, seluruhnya adalah Tasawwuf Sunni (Akhlak). Dan beliau dikenal menolak Tasawuf filsafat, seperti yang dianut Al-Kindi, dkk). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, memahami “Muhammad Rasulullah SAW ” dengan benar, sederhana saja.Tidak perlu berbisik-bisik dan mengeluarkan biaya. Cukup mentaati dan meniru akhlaknya, seperti tertulis dalam Al-Quran dengan “Uswah al-Hasanah” ( Teladan terbaik). Metodenya, “ Qul in kuntum tuhibbun Allah, Fattabi’uni, yuhbib kum Allah wa yaghfir lakum dzunubakum “ ( Kalau kamu betul-betul mencintai Allah, ikutilah saya, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu ) ( QS. 3:41 ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tafsir Al-Bayan, akhlak Nabi yang harus diikuti, terutama pada Sural Al-Mu’minun 1-1O. Diantaranya, selalu siap menunggu waktu salat, sangat khusyu’ dalam salat, menjauhi perkataan dan perbuatan sia-sia, suka bersedekah, memenuhi amanah dan menepati janji serta tidak suka berdusta.(Juz V :137).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, memahami nabi Muhammad dengan benar berdasarkan Al-Quran, ialah meyakini kerasulannya, mentaati perintahnya, meneladani akhlaknya, meyakini disamping manusia biasa, juga manusia istimewa dan rasul termulia, mempunyai misi utama pembawa rahmat bagi manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan serta mempunyai rahmat khusus kepada orang mukmin, dengan syafaatnya. Sebagian ulama berpendapat terutama yang suka memberi salawat dan mengikuti sunnahnya. .Semoga kita semua memperoleh kontribusi syafaatnya. Amin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-1837532069484211957?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/1837532069484211957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=1837532069484211957' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1837532069484211957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1837532069484211957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/memahami-nabi-muhammad.html' title='Memahami Nabi Muhammad'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-1725858333387065716</id><published>2007-11-16T16:22:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:26:19.193-08:00</updated><title type='text'>Dalam Setiap Kesulitan, Ada Kemudahan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Puasa Ramadhan telah berlangsung seminggu lamanya. Lapar dan dahaga, sudah beradaptasi. Tidak terasa lagi ada lapar- dahaga, seperti pada awal puasa. Dan tidak ada lagi ada orang yang merasa lupa, kalau ia sedang berpuasa, akhirnya ia makan atau minum Kalau masih ada yang merasa lupa bahwa kini sedang puasa Ramadhan, patut dicurigai kesahihan bicaranya. Demikian juga melaksanakan Tarawih, di malam hari juga telah dirasakan asyik. Dijalankan bersama keluarga, apalagi jika imam Tarawih adalah Qari’ yang tidak terlalu cepat membaca ayat. Lalu dilengkapi mubalig yang syahdu memberi solusi, yang pendeknya hanya sekitar sepuluh menit. Dan mengupas hanya satu ayat atau satu hadis sahih. Terasalah betapa nikmatnya beribadah malam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga orang yang bekerja di siang hari. Mulanya agak berat dan sulit. Tapi lama kelamaan, sudah dirasakan sangat mudah. Bahkan yang bekerja kantoran, justru lebih senang, jika pulang terlambat, karena langsung dapat berbuka. Berbeda sewaktu diluar puasa, selalu mau lari cepat meninggalkan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ramadhan istimewa:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Ramadhan kali ini khususnya bangsa Indonesia, mempunyai keistimewaan tersendiri. Kita telah mempunyai pemimpin negara yang baru dilantik. Akan mengadakan perubahan melebihi yang telah lalu. Insya Allah. Bapak kita “ SBY- Kalla”. Teringat “Sukarno – Hatta”. Tapi, kita harapkan, mudah-mudahan keduanya tetap utuh, sampai akhir jabatan. Sebelum keduanya terpilih, cukup banyak mengalami kesulitan, cobaan dan fitnah. Tidak difungsikan jabatannya. Di pecat partai yang dibinanya lebih lama, dari yang memecat. Difitnah koruptor dan keluarganya dituduh non muslimah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya, segala macam fitnah. Namun dijawab dengan senyum dan sabar. Dengan jawaban senyum dan sabar itu, justru membuat namanya bertambah populer dan dicintai rakyat. Akhirnya keduanya merebut kemenangan, lebih lebih banyak dari putaran pertama. 61 %.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslim yang sedang berpuasa, termasuk kedua Pimpinan Negara yang baru dilantik, pasti akan mengalami banyak kesulitan, selama masih melayari bahtera perjuangan hidup dunia. Apa sebab ?. Karena yang namanya laut tidak pernah berhentik bergelombang. Tapi Alquran menyatakan, tidak perlu khawatir menghadapi hidup, karena “ Fa inna ma’a al ‘usri yusra ; Inna ma’a al ‘usri yusra . ( Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu, ada kemudahan ; Dan sesungghnya sesudah kesulitan itu, ada kemudahan (QS. 94 : 4 dan 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berulang dua kali:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Apa makna ayat yang berulang itu ? Ayat tersebut sering ditanyakan, Mengapa surah 94 ayat 4 dan 5 diatas berulang dua kali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu, ada kemudahan “ ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Tafsir : Pertama, biasanya ayat yang turun ketika Rasul masih di Mekah, sering ada pengulangan kalimat. Tujuannya, untuk mengukuhkan jiwa Muhammad dalam menghadapi banyaknya tantangan. Dapat dilihat pengulangan kalimat itu misalnya pada surah Al-Qadr, Al-Takastur, Al-Kafirun dan Al-Nas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam tata-cara Bahasa Arab, kalimat yang menggunakan “ Alif dan Lam “ berbeda artinya dengan yang tidak menggunakan, “alif dan lam”. Dapat dilihat “ Al’Usri “ (Kesulitan) memakai pakai “Alif dan Lam”. Sedang “Yusra” (Kemudahan) tidak memakai “Alif dan Lam”. Artinya, “ Al-‘usri “ diucapkan dua kali, artinya sama persis kesusahannya.. Tapi “ Yusri “ yang diucapkan dua kali, mengandung arti, dua kemudahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penafsiran ayat tesebut, maka seorang muslim apalagi seorang Kepala Negara, tidak perlu putus asa menghadapi betapa banyaknya problem yang dihadapi dan segera diatasi dalam seratus hari. Misalnya penegakkan hukum, penyediaan lapangan kerja, penyediaan hadiah lebaran dan kesejahteraan. Satu dua contoh soal diantaranya yang diselesaikan seratus hari, rakyat yang memilihnya sudah gembira. Seperti Jaksa Agung dan Mahkamah Agung yang berani menghukum satu dua kelas kakap,sudah bagus. Hadiah lebaran dan Natal direalisasikan dengan merata dan adil, sudah bagus.Tenaga kerja yang di PHK sudah berkurang, sudah bagus.&lt;br /&gt;Artinya insya Allah tidak terlalu berat, karena ayat diatas menafsirkan satu kesulitan, dapat diatasi dua atau lebih kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dilarang berputus asa;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Diperkuat ayat Alquran lain dengan mengatakan “ Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali hanya orang-orang yang sesat..“ (QS. 15: 56).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lebih tegas lagi dalam ayat yang berhubungan dengan puasa dikatakan “Tuhan menghendaki bagimu kemudahan, dan tidak menghendaki kesulitan “ (QS.2 : 185)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan yang digambarkan bagi orang yang berpuasa, misalnya jika orang sakit atau sedang musafir, boleh ditunda puasanya pada bulan lain.Demikian wanita yang baru melahirkan atau orang yang sudah tua dan payah, tidak diwajibkan lagi berpuasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cukup menggantinya dengan membayar “ Fid-yah “ satu liter beras, untuk orang miskin setaip hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemudahan tersebut, yakinlah kita bahwa Tuhan selalu menghendaki sesuatu yang menggampangkan bagi manusia. Misalnya kesulitan ekonomi yang kita alami sebelum berpuasa, tetapi sesudah melaksanakan puasa ada-ada saja, rezki itu datang ketika hendak sahur atau berbuka. Apalagi kalau seorang muslim mau mendekati Mesjid yang menyediakan perbukaan.Dan rajin berdoa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penulis teringat pidato-pidato pemimpin- pemimpin bangsa dahulu, untuk membangun semangat bangsa yang baru merdeka dan hidup masih serba kekurangan dan kesulitan “ Fainna ma’a al-‘usri Yusra “, diterjemahkan bebas dengan arti “ Sesungguhnya setiap kemudahan itu, harus dibeli dengan kesulitan “, sekalipun ini melanggar terjemahan ilmiah, tapi yang penting agar kita menyadari, bahwa mesti bersusah- susah dahulu, barulah perubahan, kemenangan dan kemudahan tiba.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berdoa terus :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seorang muslim apalagi seorang pemimpin, bagaimanapun kepercayaan dan staf terdiri atas orang-orang profesional dan jujur, masih ada satu amalan yang harus dibiasakan lakukan secara rutin, yaitu berdoa terutama tengah malam..Berdoa dan berdoa. Apalagi menghadapi masalah berat. Kontak batin dengan niat yang baik, akan menghasilkan hasil yang baik pula.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi Musa diperintahkan menghadapi Fir’aun yang mendakwakan dirinya Tuhan dan penguasa tunggal, terhadap kaum Bani Israel, disamping meminta pembantu yang jujur yakni saudaranya sendiri, Harun, juga seaantiasa bermohon kepada Allah agar Tuhan menganugerahkan kelapangan dada terhadap dirinya, untuk mempermudah segala persoalan.&lt;br /&gt;“ Wahai Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku “ (QS. 2: 25-26).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Doa yang dibaca seorang muslim berulang-ulang, akhirnya Musa dan pemimpin lain urusannya dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Fir’aun.yang kejam bersedia mendengarkan uraian Musa, sekalipun menolak ajarannya. Dan Tukang-tukang sihir Fir’aun terkalahkan oleh mu’jizat tongkat yang berubah menjadi ular yang lebih besar, menelan semua ular-ular sihir Fir’aun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, berdasarkan uraian tersebut diatas, kita yakini selama manusia hidup, pasti menjumpai yang namanya kesulitan, apalagi seorang pemimpin. Dan kesulitan itu pasti selalu bersama ada kemudahan yang mengandung beberapa solusi. Jika sesorang menghendaki agar solusi lebih mantap dan menukik, seorang muslim hendaknya lebih mantap pula takwa dan hubungannya dengan Allah setiap memulai eksen.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selamat bekerja seratus hari pemimpin bangsa yang baru dan kabinetnya, semoga berkah Ramadhan, menjiwai keberkahan dalam kinerjanya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-1725858333387065716?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/1725858333387065716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=1725858333387065716' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1725858333387065716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1725858333387065716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/dalam-setiap-kesulitan-ada-kemudahan.html' title='Dalam Setiap Kesulitan, Ada Kemudahan'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-6296700386372101733</id><published>2007-11-16T16:19:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:27:42.671-08:00</updated><title type='text'>Syukur Membawa Ketentraman Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seorang teman kecewa, gelisah dan jengkel, karena tidak terpilih lagi menjadi caleg.Seolah-olah menjadi caleg itu segala-galanya.(Astagfirullah !).Nabi Muhammad mengajarkan Akidah 13 tahun di Mekah sedang Ibadah, Muamalah (Kesejahteraan) dan Akhlak hanya 1O tahun di Medinah. Artinya, kalau akidah seseorang selalu mantap yang lainnya misalnya gagal jabatan bukan problem. Karena telah menyadari bahwa rezeki (termasuk jabatan) adalah urusan Tuhan. Dan untuk mengingatnya selalu dianjurkan musalli setiap selesai salat Subuh- Magrib membaca wirid agar akidah tetap mantap, Tu’til mulka man tasya’ wa tanzi’ul mulka min man tasya’ wa tu’izzu man tasya’ wa tudzillu man tasya’u biyadik al khayr innaka ‘ala kulli syaiin qadir (Hanya Engkaulah yang mampu memberi kekuasaan (jabatan) kepada yang Engkau kehendaki, mencabut kembali kekuasaan kepada yang Engkau kehendaki, memberi kemuliaan kepada yang Engkau kehendaki, dan menurunkan derajat kemuliaan kepada yang Engkau kehendaki, dan hanya ditanganMulah segala kebaikan sesungguhnya segala kekuasaan berada di tanganMu).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wirid tersebut jika dibaca dan dihayati maknanya, maka seorang muslim tidak akan mungkin gelisah dan kecewa jika berhenti dari suatu jabatan atau tidak terpilih jadi caleg. Sekalipun telah menghabiskan biaya jutaan rupiah. Karena hal tersebut adalah hak pererogatif Tuhan. Rezeki (termasuk jabatan) dan ajal adalah ketentuan Tuhan. Manusia hanya berikhtiar.Tuhanlah yang menentukan segala-galanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan jika berhenti dari suatu jabatan dianggap suatu musibah, etika Islam dianjurkan agar mengucapkan Inna Lillah wainna ilaihi raji’un (Kita semua adalah kepunyaan Allah…),sekalipun bukan kematian. Kemudian sesudah Inna Lillah, kita lanjutkan menjadi Alhamdu Lillah, syukur karena nikmat yang lain masih ada uang pensiun, kendaraan dan rumah serta anak sudah sarjana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Agar akidah tetap mantap kita segarkan makna syukur menurut Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makna:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menurut Kamus Besar syukur berarti (1) Terima kasih kepada Allah (2) Menyatakan lega,senang dan sebagainya.Sedang asalnya yang dari Bahasa Arab oleh Ibnu Faris ada 4 (1) Pujian karena baikan diperoleh (2) Sesuatu yang penuh atau yang lebat seperti pohon yang subur (3) Sesuatu yang tumbuh di batang pohon (parasit) (4) Pernikahan, atau alat kelamin.&lt;br /&gt;Dari pengertian tersebut dipahami bahwa syukur itu gambaran adanya sesuatu kepuasan yang di peroleh atau bertambah sesuatu yang sedikit menjadi banyak.Misalnya waktu belum kawin masih sendirian, kemudian sesudah kawin menjadi dua, sesudah melahirkan bertambah anak dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Al-Asfahani bahwa makna syukur ialah menampakkan nikmat ke permukaan. Lawannya kafara (kufur) yang berarti menutup-nutupi. Ini sesuai ayat Alquran yang sudah populer “ Lain syakartum Laazidannakum…” (Jika kamu bersyukur (menampakkan nikmat misalnya bersedekah) niscaya akan Kutambah, dan bila kamu kufur (menyembunyikan nikmat dengan kikir) maka ingatlah sesungguhnya siksaanKu amatlah pedihnya (QS.127:4O).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut menunjukkan bahwa nikmat yang diberikan Tuhan, hendaklah ditampakkan kepada manusia berupa memberikan sebagiannya kepada yang miskin. Diwaktu longgar dan sempit .Manakala dilakukan, pasti bertambah karena otomatis telah berpindah pemanfaatannya kepada yang diridaiNya. Misalnya kepada bidang sosial yang lebih membutuhkan. Tapi kalau sebaliknya jika hanya ditutupi atau dimanfaatkan sendiri, maka Tuhan memperingati bahwa siksaan Tuhan sangatlah pedih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mensyukuri nikmat misalnya jabatan bagi pejabat, hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meringankan beban masyarakat khususnya kepada kebutuhan manusia yang lebih mendesak, yaitu mustad’afin. Dan jika jabatan itu berakhir karena memang ada batasnya, hendaklah kita ingat bahwa telah pernah memperoleh jabatan lain beberapa kali, sementara orang lain biar sekalipun tidak pernah merasakannya. Lagi pula jika mencintai jabatan karena ujung-ujungnya adalah fasilitas nikmat berupa rezeki bertambah, seorang muslim hendaknya menyadari bahwa rezeki masih terdapat di tempat lain, selama badan manusia berfungsi pernnafasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyebut nikmat:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam salah satu ayat kita dianjurkan selalu menyebut-nyebut nikmat yang diberikan Allah dan bukan hanya menceriterakan kegagalan. “ Adapun terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau menyebut-nyebutnya “ (QS.93:11)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut menghendaki agar manusia tidak bosan-bosan menceriterakan betapa banyaknya nikmat yang diberikan Tuhan. Alquran menyebutnya “Latuhsuha” (Kamu tidak mampu menghitung banyaknya). Ini dimaksudkan kalau yang lain dicabut masih ada yang lain.Seperti teman yang masih punya rumah, kendaraan roda empat dan anak sudah sarjana. Apalagi. ?. Ibadah ditambah. Sudah tua.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wajarlah jika Tuhan menyebut “ Waqalilun min ‘ibadiyassyukur “ (Sangat sedikit dari hambahku yang bersyukur). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi dalam menyebut-nyebut nikmat itu, bukan berarti kita harus ceriterakan semua nikmat sehingga terkesan riya dan sombong, seperti jika berbicara selalu berusaha agar pembicaraan itu diarahkan agar contoh-contoh yang dikemukakan selalu yang ada hubungannya pengalannya ke luar negeri, padahal ada pengalaman yang sama di dalam negeri. Hal itu ada bahayanya jika diitrupsi, tanya !.Bisa jadi kecewa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Agar kita tidak salah kaprah yang harus diceriterakan itu kita lihat pendapat ahli tafsir:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Al-Zamakhsyari, yang dimaksud ceriterakan nikmat yakni merasakan kepuasan, karena sebelumnya pernah terasa sempit, lalu longgar, kemudian kalau sempit lagi tapi tidak sesempit dahulul lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Al-Qurtubi, yang diceriterakan boleh nikmat yang bentuknya materi tapi bukan riya (membanggakan), dan boleh juga yang immaterial seperti pelaksanaan ibadah, seperti pernyataan Hasan bin Ali bin Abi Thalib, kebaikan apa saja yang kamu amalkan boleh ceriterakanlah kepada saudaramu yang engkau percayai. Misalnya alhamdulillah sudah lancar Tahajjud dan puasa Senin-Kamis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Jumhur mufasir, sebenarnya yang diperintahkan menceriterakan nikmat Tuhan dalam ayat diatas terutama nikmat agama Islam, hendaknya dakwah dikembangkan terus ke mana-mana. Menceriterakan hakikatnya Rahmat lil ‘alamin dan bukan datang untuk mempersulit orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang memperkuat argumentasi penafsiran syukur tertutama masalah agama, karena ada korelasi petunjuk Ilahi pada ayat-ayat terakhir menyatakan :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Nabi yang tadinya yatim kemudian dianugerahi pelindung, dituntut tidak berlaku sewenang-wenang kepada anak-anak yatim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Nabi yang tadinya bingung, kemana petunjuk yang benar, lalu ditegaskan agama itu sebagai petunjuk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Nabi yang mulanya tidak berkecukupan, kemudian berkecukupan lalu bersyukur dan tidak menghardik peminta-minta.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan keterangan petunjuk keagamaan yang secara lisan itu kita dapat yakini bahwa semuanya adalah dalam rangka menceriterakan terutama pengamalan agama sebagai anugerah nikmat yang paling besar. Artinya berceritera dalam rangka dakwah dianjurkan,seperti mengeluarkan zakat setahun sekali terang-terangan, tapi memberikan sadakah setiap hari (sewaktu-waktu) hendaknya disembunyikan untuk menghindari keriya’an.&lt;br /&gt;Akhirnya seorang muslim jika menganggap jabatan musibah lantaran ditinggalkan atau tidak terpilih lagi kaifiatnya mengucapkan Inna lillah, tetapi hendaknya diteruskan dengan ucapan syukur alhamdulillah karena masih ada nikmat lain serta berkurangnya lagi satu amanah dan tanggung jawab akhirat. Kalau teman yang gagal menjadi caleg, berakidah seperti itu maka syukur pasti memberikan ketenteraman batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-6296700386372101733?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/6296700386372101733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=6296700386372101733' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/6296700386372101733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/6296700386372101733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/syukur-membawa-ketentraman-hati.html' title='Syukur Membawa Ketentraman Hati'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-8755767705914511884</id><published>2007-11-16T16:17:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:28:46.845-08:00</updated><title type='text'>Renungan Idul FItri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bedug telah ditabuh. Tahmid, tahlil dan tasbih telah dikumandangkan. Idul Fitri telah berlalu. Tapi jalinan silaturahim masih berjalan dengan baik. Kartu lebaran memohon maaf masih berdatangan. Mensucikan diri dengan sesama manusia, setelah mensucikan diri dengan Al-Khalik, sebulan penuh dalam Ramadhan. Khususnya di mesjid pada jumat pertama sesudah lebaran, .khotbah dan pakaian jamaah masih baru. Bahkan masih terlihat juga situasi lebaran di kantor, di rumah, di bandara dan stasiun. Sekalipun sisa-sisa ketupat sudah tiada, tapi ditebus persediaan kue bercampur mentega masih ada di toples. Semua ini umat Islam melakukannya karena sadar bahwa mereka telah menemukan kembali fitrah kesuciannya yang pernah hilang, selama sebelas bulan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ribuan permohonan maaf telah diucapkan. Serangkaian ‘ritualitas’ yang dibangun dari seremoni Idul Fitri yang dirangkai dari bulan Ramadhan, kini masih dilanjutkan . dengan Halalbihalal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukupkah ini untuk membawa dan mengawal rasa-rasa fitrawiah dalam diri manusia pada kesadaran sebelas bulan ke depan ?. Tentu tidak ada jaminan. Tergantung permenungan atas segala ibadah yang telah dilakukan. Permenungan yang mengantar mendapatkan hakikat puasa. Dan bukan sekedar lapar dan dahaga. Permenungan yang membawa kefitrahan di awal Syawal dan bukan sekedar pameran busana baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permenungan yang mengantarkan untuk memahami dan memafkan orang lain. Dan bukan sekedar kiriman parsel, kartu lebaran atau jabat tangan, yang kadang dalam bentuk teramat artifisial. Merenung dianjuran pada setiap orang. Merenung adalah titik pembeda manusia dengan hewan yang hanya berdasar intuisi tanpa perenungan. Perenungan mengantar pada nilai kefitrahan manusia yaitu nilai sesungguhnya dari kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kemanusiaan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ada semacam titik singgung yang dimiliki Idul Fitri dan kemanusiaan. Idul fitri yang tidak sekedar pembersihan diri secara individual, tetapi juga diri manusia muslim secara kolektif. Dalam rangkaian Ramadhan, Idul Fitri dan Halalbihalal, nilai kemanusiaan-lah yang banyak berbicara. Karena segala tawarannya adalah pembangkitan kesadaran terdalam dari manusia yaitu nilai kemanusiaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan menawarkan puasa yang merupakan latihan pemahaman nilai kemanusiaan. Puasa memberikan gambaran bahwa kepemilikan kita adalah kepemilikan yang dibatasi dan bukan kepemilikan mutlak. Puasa merupakan pernyataan ‘pembatasan’ penggunaan terhadap kepemilikan sesuatu yang halal. Bukan karena kita memiliki harta dan kekuasaan maka kita dapat menggunakan semua hal tersebut secara kelewat batas. Karena dalam wacana Islam, harta hanya merupakan titipan dan bukan untuk diprivatisasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di bulan itu juga ada kaidah untuk mendoakan kebaikan bagi seluruh umat Islam. Ada doa yang disunnahkan oleh Rasulullah untuk selalu dibaca pada setiap shalat fardhu di bulan Ramadhan.“Ya Allah, bahagiakan para penghuni kubur. Ya Allah, lepaskan belenggu orang yang terbelenggu. Ya Allah, bahagiakan orang yang sedih, Ya Allah, bebaskan orang-orang yang tertawan, Ya Allah berikan jalan bagi orang-orang yang tersesat. Ya Allah, bangkitkan orang-orang yang tertindas. Ya Allah, kayakan orang-orang yang msikin. Ya Allah, kuatkan orang-orang yang lemah…”. Jika direnungi, ritual ini memberikan gambaran tentang pengakuan terhadap hak kemerdekaan setiap manusia, hak-hak hidup dan memperoleh kesejahteraan.&lt;br /&gt;Zakat yang erat kaitannya dengan bulan Ramadhan, juga menawarkan penghayatan tentang arti penting pembagian dari ‘nilai lebih’. Orang lain yang berlebihan wajib hukumnya untuk membaginya dengan mekanisme tertentu. Ada yang namanya zakat, sadaqah, khumus dan cara lainnya. Harapannya agar terjadi pemerataan, baik secara ekonomis, maupun kesempatan. Sebuah aplikasi praktis Konvensi internasional tentang hak ekonomi, sosial dan budaya. Padahal perintah puasa telah ada jauh sebelum konvenan tersebut ditandatangani. Bahkan Amerika yang megaku Kampiun HAM - pun belum meratifiksi konvensi ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Idul Fitri juga menawarkan ritulitas yang sarat dengan persamaan. Jika kita renungi, ternyata setiap orang mempunyai hak untuk bergembira dan bersuka cita dengan lebaran ini. Disunnahkan untuk berkumpul di tempat tertentu untuk menggemakan takbir, tahmid dan tahlil. Kalimat-kalimat yang melambangkan keinginan untuk membebaskan manusia dari segenap penuhanan dan dari semua perbudakan. Adanya keinginan agar manusia tidak mempertuhanklan selain Allah. Dan keinginan membebaskan umat manusia dari segala jenis perbudakan. Tidak seorang pun yang boleh menjadi Tuhan bagi orang lain. Pengabdian tertinggi dan tertulus, hanya pada-Nya. Ini adalah pernyataan tentang hak-hak yang mendasar bagi setiap manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seremoni Halalbihalal meskipun bukan merupakan merupakan ritual yang diperintahkan secara langsung, tetapi ia telah menjadi budaya simbolik untuk saling maaf-memaafkan. Simbolisme adalah pertanda bahwa syari’at juga tetap diperlukan, karena di dunia yang nir-syariat maka chaos adalah keniscayaan. Pernyataan ini adalah pertanda bagi diperlukannya yang namanya keseimbangan antara hak dan kewajiban. Bahwa kita punya banyak hak, tetapi diantara memiliki hak tersebut, juga ada rambu-rambu yang harus saling kita sepakati untuk tidak kita langgar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hakikat kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Idul Fitri dan rangkaiannya bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga pernyataan ideologis, jika kita mau merenungi. Tentu perenungan dengan segala kekuatan spiritual-emosional dan intelegensial. Dengan menggunakan kekuatan iman dan ilmu untuk praktek kehidupan sehari-hari. Bukankah Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu diantara kamu ? (QS.Mujadilah 11) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama-ulama kontemporer, jika seorang muslim telah memenuhi segala kewajibannya dengan disertai iman, maka pada puncaknya telah dapat mengklaim martabat yang lebih tinggi dari orang yang tidak memenuhi standar keagamaannya. Dalam artian kedekatan kepada Sang Pemilik Hak, akan membuat kita mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika esensi perenungan bahwa martabat manusia di sisi Tuhan adalah takwanya ( Atqakum ), maka hikmah di balik Ramadhan, Idul fitri dan Halalbihalal identik tujuan perenungan yang dalam, tentang hakekat kemanusiaan yaitu mencintai orang-orang ekonomi lemah membuat kita akan lebih menghargai apa yang dimaksud dengan hakikat kemanusiaan. Melampaui perjuangan HAM di Barat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan dari situlah perbedaan yang jelas antara Al-Khaliq dan makhluq, sehingga terciptalah keseimbangan yang harmonis antara hablum min Allah wa hablum min al-nas. Wallahu A’lam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-8755767705914511884?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/8755767705914511884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=8755767705914511884' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8755767705914511884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8755767705914511884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/renungan-idul-fitri.html' title='Renungan Idul FItri'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-5881009775718244355</id><published>2007-11-16T16:15:00.001-08:00</published><updated>2007-12-23T20:30:49.437-08:00</updated><title type='text'>Refleksi Kepemimpinan Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Refleksi yaitu gerakan, pantulan dan kemauan sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar kemauan atau kesadaran. Merefleksikan, artinya mencerminkan kata-kata seseorang, melalui isi hatinya. Misalnya seseorang yang menginjak bara api, dengan gerakan yang spontanitas, sangat cepat akan menarik kakinya dari bara api, agar tidak hangus, disertai ucapan atau teriakan.Yaitu jika kakinya masih normal dan tidak lumpuh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Refleksi Islam artinya, sekalipun misalnya kakinya sudah tidak normal, tetapi tetap berperanan selama di hati masih ada getaran iman, terutama dari seorang pemimpin sebagai jawaban, terhadap solusi permasalan yang dihadapi rakyat kecil, atau kalau akar akidah terancam. Semisal tindakan Rasul atau Khalifah atau Ulama Tabi’in dalam menghadapi problem yang dihadapi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika Nabi Muhammad SAW diancam oleh Da’tsur, dengan pedang terhunus yang hendak membunuhnya, Da’tsur berkata : “ Siapa yang menghalangi diri saya, kalau saya ayunkan pedang ini ke lehermu, Muhammad ? “ Nabi menjawab : “ Allahu Akbar !, ( hanya Allah Yang Maha Besar ). Dengan teriakan takbir Nabi, pedang terjatuh, lalu dengan refleksi yang lebih cepat, pedang berada di tangan Nabi. Kemudian balik bertanya, “ Siapa yang menghalangi saya, kalau saya ayunkan pedang ini ke lehermu Da’tsur ? “. Dengan mengangkat kedua tangannya sebagai isyarat memohon ampunan, Da’tsur berkata : “ Hanya Engkau sendiri ya Muhammad. Saya mohon ampunanmu, maafkanlah saya “. Permohonan maaf Da’tsur, diterima Nabi, yang menghasilkan refleksi baru, yaitu Da’tsur memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika Khalifah Umar mendatangi rakyatnya yang miskin di luar kota,. Ia tertegung melihat seorang perempuan tua menenangkan anaknya yang sedang menangis karena lapar di waktu malam di gubuknya, Sang Khalifah bertanya kepada ibu tua, “ Mengapa Ibu masak terlalu lama ?”. Dengan malu-malu tersipu, ibu tua menjawab, bahwa saya memasak batu yang tidak mungkin masak. Khalifah bertanya lagi, mengapa Ibu memasak batu ?. Ia menjawab, “ sekedar untuk menenangkan anak, karena jika ia kecapekan, akhirnya anak tertidur. “ Astagfirullah ! ”, kata Umar. Kemudian bertanya lagi , apakah Anda tidak pernah memeroleh jatah raskin selama ini ? “Tidak “ , jawab ibu tua yang selanjutnya berkata, penguasa sekarang, tidak pernah mau tahu penderitaan kami. “. Umar denga refleksi iman segera meninggalkan lokasi, lalu segera pergi ke gudang ( Baital mal ) dan mengambilkan sendiri satu karung raskin ( gandum ) dan memikulnya sendiri pada malan itu juga. Ketika penjaga gudang menawarkan, agar dialah yang akan memikul karung itu dipundaknya, Umar berkata : “ Apakah Anda dapat memikul dosa saya di akhirat nanti ?.”. Demikian refleksi Khalifah Umar ketika menjadi kepala negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Khalifah Umar bin Abdul Aziz ( cucu Khalifah Umar ) ketika berkeinginan melaksanakan haji, ia bertanya kepada pembantunya, Muzahim : “ Saya ingin pergi haji, apakah kamu mempunyai sesuatu ? “ Muzahim menjawab, : “ Hanya sisa sepuluh dinar “, “ Apa yang aku bisa perbuat dengan itu ?”, jawab Khalifah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Muzahim diam sejenak, setelah itu ia berekata : “ Wahai Amirul Mukminin, bersiaplah ! Baru saya ingat, ada uang Dinar sebanyak l7 ribu , sebagai harta peninggalan Bani Marwan, inilah yang bagus digunakan. Umar menjawab : “ Masukkanlah semua harta itu ke Baitul Mal. Sekiranya dinar itu berasal dari barang yang halal, maka kita mengambilnya sekedar keperluan kita, dan jika dinar itu berasal dari harta yang haram, maka cukuplah bagi kita apa yang menimpa kita, dan bukan menambah deretan haram “.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Umar melihat, bahwa Muzahim berat memasukkan uang itu ke Baitul Mal, karena ada kebutuhan yang mendesak, Umar menggertak : “ Celaka Engkau Muzahim, jangan merasa berat berbuat sesuatu untuk Allah, sesungguhnya aku memiliki jiwa yang takwa ingin mencapai surga yang dijanjikan orang bertakwa “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga refleksi iman pemimpin Islam, yaitu Nabi Muhammad sendiri dengan pintu maafnya, kepada yang mau membunuhnya, kemudian seorang sahabat ketika menjadi khalifah yang mencintai rakyat kecil, kemudian seorang tabi’in ( pengikut sahabat ) dari seorang khalifah Bani Umayah, yang tidak menggunakan kekayaan Negara untuk pribadinya sekalipun berhak, teringatlah kepada 3 anggota DPR asal Sulsel yang mengembalikan uang operasionalnya yang dirapel, karena tersentuh imannya dengan penderitaan rakyat yang diwakilinya. Sayang, tidak dikirim langsung ke daerah yang lebih membutuhkan dan bukan sekali ini saja, karena banyaknya penderitaan rakyat di daerah. Dan diharapkan menyusul anggota DPRD yang lain, baik di tingkat propinsi atau kabupaten yang sehari-hari melihat langsung penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat utama pemimpin yang diinginkan Al-Quran, disamping yang jujur, kuat dan sabar ( Qawiy-Amin ) seperti Nabi Nuh, Musa, dan Muhammad, yang ahli dan jujur ( Hafizh-Amin ) seperti Nabi Ibrahim dan Yusuf, khalifah Umar menam,bahkan hendaknya pemimpin siap jadi khadam ( Pelayan masyarakat ). Terkenal dalam sejarah, ketika selesai dibai’at ia meminta kepada pemuka masyarakat agar mencarikan tokoh pemimpin untuk membantunya sebagai wazir ( semacam menteri ). Ketika pemuka masyarakat membawa calon yang dijagokan, Umar bertanya kriteria apa kalian sehingga mencalonkan si A misalnya ?. Pemuka masyarakat menjawab, kriteria yang kami pilih, sesuai Al-Quran dan Hadis, yaitu jujur, adil, kuat pisik, takwa, berilmu, berani, sabar, sederhana dan siap menjadi pelayan ( khadam).Dan dibuktikan dalam priode khalifah Umar.Akibatnya, Umar menambah satu kriteria utama, yaitu apakah Anda pernah melihat selama ini ada refleksi dari dirinya, langsung menolong dan membantu orang – orang miskin ?. Kalau ada itulah terbaik, seperti yang Anda pernah saksikan sendiri ketika bertetangga atau ketika bepergian bersama dalam suatu perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kriteria tambahan yang dibutuhkan khalifah Umar yaitu pemimpin yang suka menolong orang-orang kecil, maka sangatlah sukar memeroleh pemimpin yang persis Al-Quran, Sunnah dan sahabat. Tapi ajaran Islam mengajarkan “ Mala yudraku kulluh la yutraku kulluh ” ( Asal tidak meninggalkan seluruh pensyaratan ), terpaksa itulah yang kita pilih, terutama yang jujur, adil dan cepat refleksi imannya menolong orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Salam sejahtera:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Refleksi Islam yang menganjurkan salam sejahtera setiap saat ( Assalamu Alaikum ) sama yang dicontohkan Isa, ketika bergembira atas kelahirannya. Nabi Isa AS dengan ucapan yang pernah juga diakui Islam, tidaklah merusak akidah, selama pengakuan muslim tetap sama pada jalur yang diabadikan Al-Quran, yaitu :”Salam sejahtera untukku, pada hari kelahiranku, wafatku dan kebangkitanku kelak “ (QS.Maryam 33). Namun perlu diingat, sebelum Nabi Isa mengucapkan salam sejahtera, diyakini, bahwa beliaui adalah Abdullah (hamba Allah) yang diperintahkan salat, zakat, berbakti kepada ibu, dan dilarang berbuat sombong (QS.19 :32).Inilah cara mengucapkan selamat atas hari kelahiran Isa, menurut Al-Quran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ajaran Islam sudah menggariskan hendaknya selalu mendoakan dan memberi salam. Nabi pernah ditanya, amal apakah terbaik ?.Dijawan, amal yang paling afdal ialah suka memberi makan orang, dan suka memberi salam, kepadas orang yang kamu kenal dan belum (HR.Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dari uraian singkat diatas dari sekian criteria yang diperlukan seorang pemimpin menurut Al-Quran, Hadis dan sahabat, maka yang paling dibutuhkan dalam memasuki pilkada di daerah, dipilih pemimpin yang bukan hanya jujur, kuat dan adil tapi dipilih terutama seseorang yang sering menyumbang orang miskin ( refleksi spontan ), baik sebelum dicalonkan atau sesdudahnya.Baik didepan camera atau tidak, karena Lillah. ( Wa Allahu a’lam ). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-5881009775718244355?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/5881009775718244355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=5881009775718244355' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/5881009775718244355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/5881009775718244355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/refleksi-kepemimpinan-islam.html' title='Refleksi Kepemimpinan Islam'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-6704124299791821418</id><published>2007-11-16T16:12:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:32:27.453-08:00</updated><title type='text'>Rahmatan Lil Alamin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sangat disayangkan masih ada lagi suara sebagian kecil masyarakat yang mempertanyakan sumber hukum mengapa kita memperingati Maulid Nabi. Alasannya bid’ah, pemborosan atau meniru adat agama lain, dsb. (Astagfirullah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Maulidur Rasul SAW bukan bid’ah, bukan pemborosan dan bukan meniru adat agama lain yang negatif. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang disebut Bid’ah ialah sesuatu yang tidak ada dasarnya dari Alquran dan Sunnah serta bertentangan kedua sumber tersebut. Ternyata ketika Rasul ditanya sahabatnya, mengapa Rasul selalu puasa hari Senin ?.Dijawab, karena saya lahir hari Senin, maka saya syukuri hari kelahiran saya dengan puasa (HR.Muslim). Berdasarkan hadis tersebut, maka Maulid itu mempunyai dasar yang kuat. Kalau Rasul memperingati sekali sepekan dengan puasa, dan kita memperingati sekali setahun dengan memberi makan sesama muslim, hal itu hukum dan tujuannya sama. Yaitu berbuat baik dan bersyukur serta tidak bertentangan Alquran. Yang berbeda hanyalah kaifiatnya. Sama saja kalau Rasul pergi haji dengan berkendaraan unta dan kita dari Indonesia dengan pesawat, hukum dan tujuannya sama, dan tidak boleh disebut naik haji dengan pesawat itu Bid’ah. Demikian meniru budaya orang lain yang tidak bertentangan Alquran, sah saja. Seperti makan roti setiap pagi untuk kesehatan seperti orang Eropa, boleh saja ditiru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi penulis sendiri setuju jika kita mencari metode yang lebih efesien dan bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memperingati Maulid Rasul di Indonesia bervariasi, ada yang menyambutnya dengan cara tradisional seperti pembacaan zikir dan Barzanji, ada pula dengan cara yang modern seperti ceramah. Dan ada juga yang menggabung dua-duanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terlepas adanya perbedaan bentuk, semuanya itu dilaksanakan, dalam rangka “hubburrasul” (mencintai Rasul), dan “rebuild” (pembinaan iman dan akhlak). Dalam rangkaian itulah, demi menyegarkan kembali maka bagaimana makna Muhammad rahmat semesta alam menurut Alquran ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam Alquran :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Alquran terdapat ll2 ayat tentang rahmat, misalnya “Imaman wa rahmah”, “mawaddah wa rahmah”, “syifa’un wa rahmah “ yang berarti kepemimpinan dan belas kasih, kasih sayang, penawar dan pembawa nikmat. Sedang kalimat yang menyebut “Rahmatan lil’alamin”, hanya ditemukan satu ayat, yakni “WAMA ARSALNAKA ILLA RAHMATAN LIL’ALAMIN “ (Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam) (QS. Al-anbiya’ :lO7).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membuka kitab-kitab tafsir, baik tafsir yang konvensional atau yang kontemporer, maka garis besar pengertian ayat tersebut, dapat dibagi tiga penafsiran: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(l) Yang memperoleh rahmat dari Nabi Muhammad SAW “ Lil mu’minina khasshah” ( hanyalah yang mukimin saja), karena merekalah yang meyakini adanya Allah SWT dan meyakini kerasulan Muhammad SAW, sehingga berbuat amal saleh dengan ikhlas yang diperintahkan rasul, maka wajarlah jika mereka akan memperoleh dua kebahagiaan, di dunia dan diakhirat kelak .( Tafsir Al-Qurthubi dan Aysar Tafasir 3 : 448). Mengapa penafsiran Al-Qurtubiy, kelihatan ekstrim ?. Tak lain karena tafsirnya ditulis ketika Islam dihancurkan di Cordova (Qurtubi-Spanyol) oleh orang-orang non muslim, jadi memang tafsir itu sesuai kondisi zamannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Yang memperoleh rahmat dari Nabi Muhammad SAW “ Lil-mu’minin wal-kafirin”, (orang mukmin dan orang kafir), yakni bagi kaum mukmin akan memperoleh dua kebahagiaan yakni dunia dan akhirat, sedang bagi kaum kafir hanyalah di dunia saja berupa siksaannya ditunda serta tidak akan memperoleh siksaan dunia yang sangat kejam seperti umat yang sebelumnya, misalnya lantaran kedurhakaannya kepada Tuhan, akhirnya mukanya disunglap menjadi monyet atau babi. Menurut mufasir mengapa kaum kafir tidak memperoleh kasih sayang di akhirat, karena menolak kerasulan dan dakwah Muhammad SAW serta akidahnya tentang Tuhan meleset, yaitu menganggap Tuhan bersyarikat. (Majma’ al-Bayan dan al-Mizan l4:333)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Yang memperoleh rahmat dari Nabi Muhammad, “Lil-‘aqili walighairil ‘aqil (Yang berakal dan yang tidak berakal), yakni termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan. Rahmat nabi kepada hewan sangat jelas yaitu melarang menunggangi hewan dengan lari setan, dilarang menyembelih hewan dengan pisau yang tumpul serta banyak hadis menceriterakan, kaum wanita akan memperoleh siksaan di akhirat, lantaran suka memenjarakan kucing dan tidak memberinya makan sampai mati (HR.Muslim). Demikian rahmat rasul terhadap tumbuh-tumbuhan dengan adanya larangan menebang pohon-pohonan tempat berlindung serta dianjurkannya untuk melestarikan lingkungan hidup.( Safwat Tafasir 2 :277 dan Ibnu Katsir 3 :2Ol).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan garis besar ketiga penafsiran tersebut, maka jelaslah bahwa rasul SAW adalah pembawa rahmat lil’alamin (semesta alam).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana pula dalam Sunnah rasul :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam sunnah rasul, baik dalam uraian atau praktek, ternyata banyak sekali mutiara kemilau yang dapat disimak, misalnya tentang sabdanya: “Kasihanilah orang yang ada dibumi, niscaya anda akan dikasihi yang ada di langit” (HR.Muslim). Kemudian kasih sayangnya dalam praktek, baik ketika masih berdomisili di Mekah atau Medinah, diantaranya: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;I&lt;strong&gt;. Terhadap Non Muslim :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(l) Ketika berdakwah di Mekah selama l3 tahun, tantangan yang datang kepadanya silih berganti : dicaci maki, diintimidasi, diblokade ekonomi, disiksa pisik dan mentalnya bersama pengikutnya, bahkan diancam dengan pembunuhan, akhirnya terpaksa hijrah ke Thaif, 7O Km dari kota Makkah. Namun, apa yang dialami di Thaif, lebih kejam dari yang dialami di Mekah. Ia diusir, dihina, dicap orang gila, bahkan dilempari batu oleh sekelompok remaja dan pemuda akhirnya “Khudimat biddima’i na’lah”(bercucuran darah sampat ke sepatunya). Saat itu Nabi tinggalkan Thaif bersama seorang pembantunya dalam keadaan merangkak dan mandi darah. Ketika tiba disuatu pohon tempat berlindung sambil mengeringkan keringat dan tetesan darah, lalu menadahkan tangannya ke atas dan berkata: “Ya Allah, ya Tuhanku, akan ke manalagi kubawa diriku ,apakah tetap menghadapi musuh atau akan kembali ke Mekah yang juga menghadapi musuh yang sedang menanti ?. Semuanya itu aku tidak hiraukan selama Engkau tiada benci padaku”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi kritis seperti itu tiba-tiba muncul seorang malaikat penjaga gunung menawarkan dirinya, siap membantu dengan cara akan memerintahkan kepada gunung yang dalam kekuasaannya untuk menghancurkan mereka. Tapi Rasul menolak, bahkan mendoakan “ Allahummahdi qawmi fainnahum laya’lamun” (Ya Allah ampunilah umatku, karena mereka berbuat seperti itu lantaran tidak tahu, bahwa kedatangan saya akan menguntungkan mereka sendiri, jika mentaati risalahku). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bandingkan dengan rasul lain, yang juga punya kasih sayang, misalnya Nabi Nuh, ternyata nabi itu masih mempunyai batas kesabaran, misalnya karena saking jengkelnya berdakwah ratusan tahun, yang hanya terbilang jari yang mengikutinya, bahkan anak dan isterinya ikut menantangnya, maka ia berdoa “Rabbi la tazar ‘alal ardhi minal kafirin dayyara” (Ya Allah janganlah Engkau sisakan seorangpun kafir di muka bumi ini ! ). Maka tenggelamlah orang-orang kafir pada zamannya, termasuk isteri dan anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Ketika berada di Medinah dan bertetangga dengan seorang Yahudi yang memusuhinya. Si Yahudi dengan rutin setiap hari mengganggu dan mengotori pintu rumahnya dengan kotoran manusia yang menjijikkan. Namun, suatu waktu si Yahudi alpa, lalu Nabi menyiarahinya, mungkin karena sakit. Ketika Nabi menyiarahinya, si Yahudi kaget dan bertanya kepada Nabi,”apa anda tahu jika saya yang mengotori pintumu setiap pagi ?’. “Ya”, jawab Nabi, kemudian balik bertanya, “ kenapa anda tidak marah ?”. Agama saya mengajarkan, “Wa ahsin ila man asaa ilaika” (Berbuat baiklah kamu kepada orang yang berbuat jahat kepadamu), kata Nabi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan Nabi yang sangat kasih dan bijak terhadap dirinya, menyebabkan si Yahudi terheran-heran, lalu dengan penuh kesadaran atas rahmat Nabi, akhirnya menyatakan diri masuk Islam dengan mengucapkan syahadat “ Asyhadu annaka rasulullah” (Aku bersaksi bahwas Engkau (Muhammad) betul-betul rasul Allah).Itulah kedua contoh rahmat Nabi terhadap non muslim dan masih banyak lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II.Bagaimana pula prilaku Nabi terhadap sesama muslim ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Terhadap sesama muslim kasih sayang itu berlipat ganda. Hal ini diabadikan Alquran : (artinya) : “ Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengannya, tegas terhadap kaum kafir (tapi) sangat kasih sayang terhadap sesamanya “(Asyiddau ‘alal kuffar ruhamau bainahum) (QS.Al-Fath 29).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut mufasir yang dimaksud “Asyiddau ‘alal kuffar “ yaitu terhadap orang kafir sangat tegas terutama masalah akidah dan ibadah, misalnya ketika kafir Quraisy menawarkan lebih baik saling toleransi berganti-ganti menyembah Tuhan Allah dan Tuhan Lata (Tuhan mereka), maka Tuhan sendiri yang mengajarkan kepada Nabi agar menjawab mereka dengan ayat : ”Lakum dinukum waliya din” (Pakailah agamamu dan saya pakai juga agamaku). Artinya masalah akidah dan ibadah, Islam tidak mengenal toleransi, tapi masalah muamalah dan pergaulan justru dianjurkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;.Adapun yang dimaksud “ruhamau bainahum” (Kasih sayang terhadap sesamanya) ialah jika bertemu sangatlah intim misalnya bersalaman, berjabatan tangan dan berangkulan serta selalu merasakan ”Kaljasadil Wahid” (seperti tubuh yang satu, jika salah satu anggota badan sakit, maka seluruh badan harus merasakan).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya makna Rahmat Lil’alamin, bahwa Rasul SAW bukan hanya pembawa rahmat bagi manusia muslim dan non muslim, tapi termasuk hewan,tumbuh-tumbuhan serta lingkungan alam. Tegas masalah akidah, toleransi masalah muamalah. Semoga umatnya meniru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-6704124299791821418?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/6704124299791821418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=6704124299791821418' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/6704124299791821418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/6704124299791821418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/rahmatan-lil-alamin.html' title='Rahmatan Lil Alamin'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-4817227757959149999</id><published>2007-11-16T16:10:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:33:43.169-08:00</updated><title type='text'>Puasa, Pengendalian Diri Terbaik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seorang sopir yang melarikan kendaraannya dengan kecepatan setan, berpeluang besar baginya terseret dalam tabrakan maut yang akan mencelakakan dirinya dan penumpangnya.Seseorang yang makannya tidak terkendali, berpeluang besar baginya memperoleh kegemukan badan yang tidak seimbang yang oleh ahli kesehatan dapat mempengaruhi gangguan jantung. Sementara jantung penyebab nomer satu kematian di Indonesia. Sebab itu pengendalian makan, minum dan nafsu seks yang berlebihan dikontrol kehadiran puasa Ramadhan sangat memberi manfaat dalam ajaran Islam. Betapa banyaknya kerusakan yang ditimbulkan manusia di muka bumi ini akibat tiadanya batas dan rem yang dapat digunakan manusia dalam memenuhi ketiga kebutuhan tersebut sekalipun agamanya telah menggariskan adanya larangan berlebih-lebihan.Akibatnya badan dunia mencap Indonesia rangking ke 6 terkorup dunia.(Astagfirullah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu salah satu hikmah kehadiran puasa Ramadhan untuk melatih pengedalian diri yang hanya satu bulan itu, tapi casnya diharapkan dapat memberi energi selama 11 bulan yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun fenomena yang terjadi disekeliling kita setiap tahun kita melakukan puasa tapi setiap tahun pula sebagian umat ini juga masih belum mampu dengan rapi menjadikan Ramadhan menjadi pengendali yang terbaik sesudah Ramadhan berlalu. Apa masalahnya, .Mungkin karena cara kita berpuasa belum persis yang diinginkan ajaran Alquran?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita jelaskan cara berpuasa yang benar menurut Alquran, niscaya perlu kita jelaskan kesukaan manusia yang disinggung Alquran :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dijadikan indah bagi pandangan manusia kecintaan kepada yang diingini :yaitu wanita-wanita,anak-anak,harta yang banyak dari emas, perak, kuda(kendaraan pilihan),binatang-binatang dan sawah ladang Itulah kesenangan hidup di dunia.tapi disisi Allah adalah tempat kembali baik(surga).(QS.3:14). Mendambakan tempat kembali yang baik, salah satunya ajaran takwa yang dijanjikan bagi yang berpuasa, sesuai Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran ayat yang menyebut puasa hanya dua istilah:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Kutiba ‘alaikum al-Shiyam…la ‘allakum tattaqun (Diwajibkan atasmu berpuasa… agar kamu dapat mengendalikan diri )(QS.2:183)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Inni nadzartu li al-Rahman Shawma falam ukallim al- yawm insiya (Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia siapapun pada hari ini (QS.19:26).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua ayat ini kita perlu bahas:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat pertama diatas oleh sebagian mufasir dikatakan, makna shiyam yaitu menahan diri agar menjauhi sementara yang selama ini mubah untuk ditangguhkan di malam hari. Artinya, bukan dilarang dalam 24 jam atau selama satu bulan, tetapi hanya disiang harinya saja . Tetapi dengan kemampuan mengendalikan diri itu dapat menghasilkan pengaruh positif yang berbias bahwa dengan merem yang halal saja sementara mampu, pasti akan lebih berpeluang dapat merem yang memang terang-terangan dilarang agama (haram) dan lahirlah yang namanya takwa itu sebagai tujuan dan sahnya shiyam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengenai ayat kedua diatas dengan istilah Shawm, asbab nuzulnya ketika Ibu Isa Maryam dituduh melacur karena melahirkan anak tanpa ayah, ia hanya menjawab aku puasa yakni tidak berbicara, tidak membalas caci maki, tidak berdusta dan tidak akan marah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan untuk membuktikan dirinya bukan pelacur karena melahirkan anak tanpa ayah, maka ia menunjuk anaknya yang sudah dilahirkan dengan isyarat, bicaralah dengan anak itu.Dan dengan kehendak Allah dan menakjubkan, tiba-tiba Isa yang masih bayi dapat berbicara dengan fasih:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diabadikan Alquran dalam kisah “ Isa berkata, aku ini adalah hamba Allah, Dia memberiku kitab (Injil).Dia menjadikan aku seorang nabi.Dia menjadikan aku berberkah dimana saja berada.Dia memerintahkan kepadaku melaksanakan salat dan menunaikan zakat, selama aku hidup, serta berbakti kepada ibuku Dan Dia tidak menjadikan aku bersombong (QS.Maryam 3O,31,32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan ayat tersebut, maka makna puasa dalam istilah Shawm bukan hanya berarti menahan makan, minum dan nafsu seks, tapi juga berarti diam, tidak membalas caci maki, tidak marah, tidak dusta, tidak sombong dan tidak benci kepada orang lain yang telah menyakiti dengan tuduhan pelacur. Artinya, puasa dengan istilah kedua ini, adalah puasa batin yang akan menghasilkan pahala yang banyak, karena bukan hanya mampu mengendalikan yang lahir,tapi yang batinpun juga dikendalikannya dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya ada hadis yang memperkuat pandangan ini menyatakan “Kam min shaimin laisa lahu min shiyamih illa al- ju’ wa al-‘atsy “(Banyak orang berpuasa tapi tiada yang diperolehnya kecuali hanya lapar dan dahaga).Artinya karena tidak memperoleh pahala dari puasanya, sebab ?. Karena puasanya hanyalah lahirnya yakni tidak makan dan minum, tetapi tetap suka marah, dusta, mencaci maki, sombong dan jengkel kepada orang lain sebagai penyakit batin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusaha selalu mengendalikan diri dapat menghasilkan karya dahsyat, seperti penelitian riwayat astronot yang mampu mendarat di bulan, konon waktu di usia kanak-kanak mereka telah mampu mengendalikan dirinya.Misalnya ketika guru membagikan gula-gula disyaratkan, mereka yang mampu sabar mengendalikan dirinya sampai 1O menit lagi, akan memperoleh distribusi dua kali.Ternyata yang mampu menahan emosinya untuk tidak makan segera dan menunggu 1O menit lagi, adalah mereka yang mampu menghasilkan karya dahsyat di masa dewasanya, termasuk kaum astronot yang diteliti indranya dimasa kanak-kanak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hadis diajarkan Nabi agar setiap hari seorang muslim hendaknya selalu bersedekah, salah seorang sahabat bertanya jika saya tidak mampu ya Rasul ?.Jawab Nabi, Tahanlah dirimu untuk tidak melakukan dosa,karena menahan itu adalah sadakah (HR.Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun puasa yang akan memperoleh pahala tinggi hanyalah puasa paralel lahir dan batin, seperti istilah Alquran dan yang didukung oleh hadis, “Segala amal anak cucu Adam berlipat ganda. Satu kebaikan pahalanya antara sepuluh sampai tujuh ratus, kata ‘Azza wa Jalla, kecuali puasa, sesungguhnya puasa untukKU dan Aku sendiri yang akan membalasnya “(HR.Muslim dari Abu Hurairah)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis itu dipahami, bahwa balasan puasa yang benar bukan hanya bernilai antara sepuluh sampai tujuh ratus, tapi lebih dari itu sesuai bobotnya dimana Tuhan sendiri yang lebih mengetahui hati manusia dan keikhlasannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua tingkah laku seorang muslim selalu berpatokan perlunya keseimbangan sehingga menjadi terapi kehidupan,misalnya perintah makan dan minum,hendaknya dikendalikan jangan berlebih-lebihan,perintah makan hendaknya disediakan untuk tempat air dan kelonggaran bernafas,dikendalikan jangan sampai terlalu kenyang, termasuk ketika berbuka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya puasa yang benar sebagai pengendalian diri terbaik ialah puasa yang sesuai dengan istilah “Shiyam” yakni mampu memelihara sahnya puasa menahan makan, minum dan nafsu seks dengan isteri di siang hari, tapi mampu pula memelihara pahala puasa dengan istilah Shawm yakni menahan marah, caci maki,dusta, jengkel, sombong serta banyak melakukan amaliah Ramadhan, terutama membantu sesama manusia yang masuk tategori fakir miskin yang jumlahnya kian bertambah, minimal yang ada disekitar tetangga kita. Semoga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-4817227757959149999?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/4817227757959149999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=4817227757959149999' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/4817227757959149999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/4817227757959149999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/puasa-pengendalian-diri-terbaik.html' title='Puasa, Pengendalian Diri Terbaik'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-5410035467386643789</id><published>2007-11-16T16:06:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:35:10.853-08:00</updated><title type='text'>Membangun Masyarakat 'Medinah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam bulan Rabiul Awal yang didalamnya diperingati Maulid Nabi Muhammad SAW banyak sekali yang kita telah dengar uraiannya dari Ulama dan Cendikiawan muslim. Di Mesjid, di sekolah di kantor, di kampung-kampung sampai ke istana di Jakarta. Semuanya disiarkan melalui media cetak dan elektronik.Alhamdulillah tetap semarak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena kini kita sedang bersiap-siap memasuki pemilihan presiden secara sung dan Presiden yang akan terpilih harus memperjelas Program pembangunan yang hendak dicapai, mungkin ada baiknya jika ditampilkan secara singkat Program pembangunan masyarakat yang pernah dilakukan Nabi selama berada di Medinah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut DR.Khalid Ibrahim Jindan, dalam teori maupun praktek, Nabi mempunyai suatu posisi yang unik, disamping sebagai pemimpin dan sumber undang-undang Ketuhanan, segaligus juga sebagai pemimpin pemerintahan Islam yang pertama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kerangka kerja Konstutusional pemerintahan itu terungkap dalam sebuah dokumen terkenal “Piagam Medinah”. Dalam dokumen tersebut terdapat langkah pertama terwujudnya pemerintahan umat. Menurut konstutusi Piagam Medinah, orang-orang Islam dan semua warga negara yang tinggal di Medinah, tergabung dalam suatu komunity masyarakat (Pasal 1) yang secara fisik dan politis berbeda dengan kelompok-kelompok lain (Pasal 39).Tiada pengertian lain siapa yang harus memegang tampuk pimpinan dalam konfederasi itu.Tapi pada pasal 23,36 dan 42 menyebut secara tegas bahwa Allah dan Nabi Muhammad sebagai hakim terakhir serta sumber segala kekuasaan dan kekuatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejak hijrah ke Medinah 622 M sampai wafatnya 6 Juni 632 M. Nabi berperan sebagai pemimpin yang tidak dapat diganti bagi negara Islam yang baru. Sebagai Nabi menyampaikan prinsip-prinsip agama, memimpin salat dan berkhutbah. Sebagai negarawan, mengutus duta ke luar negeri, membentuk angkatan perang dan mengatur kesejahteraan masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mantan Syekh Al-Azhar Prof .Ahmad Syalabi berpendapat, bahwa dasar-dasar pembangunan masyarakat Medinah bervisi pada “ Rahmat li al’alamin “ (Pemberi kasih sayang semesta alam). Implementasinya dibagi ke dalam 4 prinsip. Dari dasar inilah terciptanya masyarakat yang adil, makmur, sejahtera dan diridhain Allah (Istilah Alquran : Baldatun Thayibah Warabbun ghafur).&lt;br /&gt;Pertama : Mendirian Mesjid. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Alquran “ Lamasjidun ussisa ‘alattaqwa” (Sesungguhnya mesjid dibangun berdasarkan taqwa) maka fokus utama seluruh perjuangan Islam dipusatkan di Mesjid. Mesjid pusat ibadah, Putusan pengadilan, Pusat perdamaian dan Jihad, Pusat pendidikan dan Dakwah. Bahkan di Mesjid juga pusat pengobatan dan pendistribusian zakat dan sadaqah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah pranata sosial berkembang barulah dikeluarkan satu persatu. Apa sebab ?Karena dalam mesjid tidak dikenal pangkat dan jabatan, kecuali Imam di depan dan makmum dibelakang. Semua orang tunduk atas komando satu imam dengan kalimat Allahu Akbar. Setiap hari anggota masyarakat Islam bertemu minimal Subuh dan Magrib dan membicarakan masalah sosial yang diderita masyarakat. Secara psikologis melalui salat berjamaah terbina hubungan intim antara pemimpin dan yang dipimpin.Antara orang kaya dan miskin. Semua orang taat kepada pemimpin yang jujur dan adil. Ketaatan kepada pemimpin agama itulah mendorong ketaatan kepada pemimpin dunia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap selesai salat berjamaah Magrib, bukan membaca wirid yang diutamakan, tapi menanyakan problem sosial secara langsung dan mencarikan solusi. Misalnya ditanyakan Siapa diantara jamaah yang tidak memperoleh sesuap nasi dalam sehari penuh dari pagi sampai Magrib. Dan diselesaikan sebelum pulang melalui jamaah yang memperoleh makanan lebih dari satu keluarga. Inilah namanya masyarakat sosialis yang sebenarnya dan bukan hanya dalam ucapan dan janji kampanye. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau pemimpin mulai dari tingkat Lurah sampai Presiden meniru cara seperti ini, maka teriakan orang kelaparan tidak akan terdengar suaranya yang besar didalam masyarakat, seperti kita di Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mempersaudarakan sesama muslim. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Alquran “Inama al mu’minuna Ikhwah” (Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara), maka program kedua membangunan masyarakat Madani, ialah mempersaudarakan seluruh kaum muslimin yang ada di Medinah. Terutama antara Muhajirin (Pengunsi dari Mekah) dan Anshar (Penduduk asli Medinah yang muslim).Digambarkan oleh hadis ” Kaljasadil Wahid ”(Seperti tubuh yang satu, kalau anggpota tubuh sakit, seluruh badan merasakan). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Artinya persaudaraan yang dibina di mesjid dalam jamaah setiap hari diperkuat dengan ikhwah kaum muslimin penduduk Medinah yang tidak sempat selalu hadir di Mesjid. Begitu mesranya hubungan ikhwah, sebagian kaum hartawan Ansar, bersedia memberikan tempat tinggalnya kepada kaum Muhajirin bahkan ada yang bersedia memberikan modal untuk berusaha. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam ikhwah itu terutama perdagangan sangat lancar dan pasar semarak karena bertemu suku-suku yang berbakat membarter dan berdagang keluar daerah. Karena ekonomi berjalan tanpa kezaliman, maka makmurlah masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin yang cenederung masih malas bekerja, dipaksakan bukan memberikan sadakah secara konsumtif setiap saat, tapi yang diberikan adalah pruduktif semacam kapak atau kailnya, untuk bergerak dan mencari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sistim pemberian sadakah dengan modal pruduktif ini diteruskan hingga Khalifah Al-Rasyidin, sehingga dalam Abqariah Umar dinyatakan, beberapa kali mengusir orang yang hanya tinggal di mesjid membaca doa dengan teriakan “ Langit tidak pernah menghujankan emas”. Akibatnya masyarakat terpaksa rajin dan otomatis perekonomian lancar &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, membuat perjanjian dengan Non muslim. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah ummat Islam bersatu dengan bibit berjamaah di Mesjid, simpan pinjam yang tidak zalim berdasarkan ikhwah berjalan lancar di pasar, maka masih ada satu bahaya yang dapat mengancam keamanan dan pembangunan jika tidak ditangani serius yaitu yang minoritas non muslim. Maka berdasarkan Alquran “Ta’alau ila kalimatin sawa’ “(Marilah kita bersama membina kebersamaan), dibuatlah perjanjian dengan masyarakat yang non muslim seperti kaum Yahudi dan Nasrani. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka perjanjian perdamaian itu antara lain : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Tiap penganut agama dinyatakan damai dan bebas menjalankan keyakinan agamanya tanpa ada gangguan (2) Bahwa jika kota Medinah diserang pihak luar, maka seluruh warga Medinah bersama-sama menghadapi dan mengusirnya (3) Jika perjanjian damai ini dilanggar, maka yang melanggar, harus dihukum sesuai yang diajarkan wahyu dan Nabi Muhammad SAW. Disamping itu disepakati Muhammad sebagai ketua konfederasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikianlah antara lain perjanjian damai. Namun, belum berjalan beberapa tahun, kaum Yahudilah yang pertama mengkhianati perjanjian dengan cara mengundang musuh dari luar, lalu bergabung bersama-sama menghancurkan umat Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena muslimin sudah kuat dan bersatu, maka dengan mudah musuh dapat diusir keluar, termasuk mengusir seluruh kaum Yahudi yang mengkhianat, bahkan ada yang terpaksa dihukum mati, sesuai kesalahannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, memimpin masyarakat dengan keteladanan yang baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah duri dalam negeri berhasil dihalau bersama golongan pengkhianat, maka Nabi mulai menjalankan pemerintahan dengan leluasa dan damai dengan modal keteladanan yang baik, seperti yang disebut Alquran “Uswatun Hasanah” (Contoh yang sangat baik).Menghukum dengan adil dan bijaksana, membagi sesuatu dengan jujur dan adil, membuat transaksi yang jauh dari kezaliman, menghormati orang tua, menyayangi anak-anak, mengangkat derajat wanita, mencintai orang miskin, hidup sederhana dan menjauhi kemewahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Program utama pembentukan masyarakat Madani yang berfokus kepada power dan esensi inilah akhirnya Islam menyebar ke seluruh jazirah Arab dan akhirnya ke seluruh penjuru dunia yang dilanjutkan oleh Khalifah dan sahabatnya, yang akhirnya kita di Indonesia ikut menganutnya dengan jalan damai melalui budaya dan seni.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendapat orang luar:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Penulis-penulis Barat seperti Michael H. Hart mengakui jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar seratus tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain.Tapi saya berpegang kepada keyakinan saya dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa, baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari keluarga sederhana menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunisa, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penulis Barat yang lain seperti L.Carl Brown juga mengakui, hanya satu intinya yang menyebabkan Nabi Muhammad sukses karena mengutamakan yang sering disinggung Alquran bahwa inti perjuangan Islam adalah sebagai “ Sebuah komunitas umat jalan tengah “ (Ummatan Wasathan). Artinya pandangan ideologi dan politik yang selalu mengambil jalan tengah, itulah yang banyak menguntungkan dan membahagiakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hikmah Maulid yang kita teladani tahun ini ialah meniru program pembangunan masyarakat Madani yang pernah dibina Rasul SAW di Medinah yakni bervisi Rahmatan lil’alamin, dengan mengutamakan 4 program pokok yakni Pembinaan Mesjid, mempersaudarakan sesama muslim, membuat perjanjian damai antar umat beragama, dan keteladanan memimpin negara dengan adil, jujur, tegas dan bijaksana serta berpribadi hidup sederhana, maka terciptalah masyarakat sejahtera dan damai diridhai Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-5410035467386643789?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/5410035467386643789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=5410035467386643789' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/5410035467386643789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/5410035467386643789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/membangun-masyarakat-medinah.html' title='Membangun Masyarakat &apos;Medinah'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-388047377296319268</id><published>2007-11-16T16:03:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:38:22.865-08:00</updated><title type='text'>Meraih Khusnuh Khatimah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KALAU ada Husnul Khatimah ( Pernghabisan umur yang baik ) maka sebaliknya ada juga disebut SUUL KHATIMAH ( Penghabisan umur yang jelek ).( Na’udzu Billah !). Kalau perjalanan hidup dalam Islam diumpamakan lari maraton, maka seorang yang berlari sekalipun perrnah jatuh, asal bangkit kembali dan berusaha sampai di finish dengan selamat, tidak lagi membuat kesalahan (dosa), hal itu tidak termasuk Suul Khatimah, karena berakhir dengan tidak berbuat dosa. Itulah yang didambakan seorang muslim.Artinya mulanya muslim bersyahadat, kemudian berbuat baik, tapi sering berbuat dosa (jatuh) tapi kemudian bangkit kembali (taubat) dan tidak lagi jatuh (berbuat dosa) sampai di finish, itu sudah tidak termasuk Suul Khatimah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Doktor Abdullah Al-Mutlaq, dalam bukunya Husnul Khatimah Wasailiha antara lain, hal-hal yang menyebabkan Suul Katimah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama : Menunda taubat.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Taubat kepada Allah dari segala dosa. merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap saat oleh seorang muslim yang mukallaf. Sesuai firman Allah WATUBU ILALLAHI JAMI’AN…( Dan bertaubatlah kalian kepada Allah, agar kalian mendapat keuntungan (QS.Al-Nur 31). Diperjelas oleh Rasulullah SAW yang bertaubat seratus kali setiap hari dengan sabdanya “ Hai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepadaNya, dalam sehari, seratus kali ” (HR.Muslim dari Al-Muzani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua sumber tersebut, dipahami, alangkah baiknya kalau seorang muslim membiasakan bertaubat 1OO kali setiap hari. Misalnya “Astagfirullah waatubu ilaihi “. Tetapi istigfar itu harus direalisasikan dengan taubat (meninggalkan dosa ) yang menjadi kegemarannya. Menurut ulama Tafsir, termasuk kesuksesan Iblis menggoda manusia, karena berhasil mempengaruhi sebagian hamba Allah dengan menunda taubatnya. Dengan bisikian seperti “ Anda masih muda, buat apa cepat-cepat bertaubat. Nanti tua baru anda bertaubat nasuha. Kalau terlalu cepat, baru berbuat dosa lagi, akhirnya anda akan jatuh ke neraka juga. Jadi sekali ditunda saja. Puaskanlah dahulu jiwa mudamu, umur muda hanya datang satu kali dalam hidup ”. Demikian bisikan Iblis yang manjur diterima sebagian orang, akhirnya menunda taubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunda taubat itu adalah kegagalan pertama seorang muslim. Karena kehidupan dunia ini laksana penumpang Bus. Singgah dari satu terminal. Kalau tiba-tiba sopir Bus mengumumkan berangkat sekarang sebelum siap, akhirnya tidak sampai ke tempat tujuan, karena ditinggalkan oleh kendaraannya. Setiap orang telah ditentukan kendaraannya dan tidak ada pergantian kendaraan atau perpanjangan umur, jika jadwal telah tiba. Inilah jeleknya seseorang yang menunda taubat. Setiap hari kita saksikan bukan hanya yang tua saja yang lebih dahulu meninggalkan terminal. Tapi bervariasi. Tua muda. Sakit-sakitan atau masih sehat buga. .Jika giliran sudah tiba harus segera tinggalkan terminal.Sesuai nomor dan tanggal karcis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menunda taubat itu adalah penyebab datangnya Suul Khatimah. Sebab itu harus kita hindari. Bahkan sebagian ulama berpendapat, segera bertaubat sebelum sampai 6 jam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang mukmin yang sejati itu selalu siap dengan bekalan dan persiapan, sebelum Bus berangkat meninggalkan terminal. Dan dari situlah hikmahnya mengapa kita dianjurkan menghadiri kematian (takziyah), berziarah ke kubur (bukan menjelang hari raya saja) serta merasakan sesuatu, jika melihat iklan belasungkawa di media, supaya selalu teringat, disuatu waktu pasti akan mengalami juga pemberangkatan di terminal, karena telah dijemput Sopir Bus yang namanya Sakratul maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua: Panjang angan - angan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Salah satu keberhasilan iblis dalam bujukannya, agar manusia merencanakan sebanyak mungkin angan-angan yang mau dicapai. Segala daya dan dana dikerahkan mencapai angan-angan setinggi langit, sehingga tidak sempat lagi mengingat walau sedikit, bahwa maut itu tiba-tiba segera menjemputnya. Kalau hal yang positif misalnya bernilai persiapan akhirat, justru sangat dianjurkan. Kalau bukan, yakni semata-mata untuk kesenangan sesaat dunia, maka kerugian pasti balasannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya Rasulullah SAW memperingatkan “ dua sifat yang paling aku takutkan atas kalian : memperturutkan hawa nafsu dan terlalui panjang angan-angan. .Memperturutkan hawa nafsu akan menghalangi mengikuti kebenaran. Sedang panjang angan-angan, menjadikan seseorang akan cinta (gila) pada dunia ” .(HR.Abu Dawud ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lebih dipertegas “ Jadilah di dunia ini seperti orang asing, atau penyeberang jalan, Ibnu Umar selalu berpesan : Kalau kamu berada di waktu sore, jangan menunggu sampai pagi, dan kalau berada diwaktu pagi jangan menunggu sore. Dan gunakan waktu sehatmu, sebelum menghadapi waktu sakitmu, dan masa hidupmu sebelum menghadapi kematianmu “.(HR.Bukhari dari Abdullah bin Umar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Hadis, peringatan hadis yang berbunyi seperti diatas, mengingatkan manusia, agar menjauhi angan-angan yang terlalu panjang, karena hakikat kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu (mataul ghurur). Itu sebabnya seorang muslim dianjurkan sering berziarah ke kubur, menghadiri takziyah, memandikan dan menyembayangi mayat, menjenguki orang sakit, serta menziarahi orang-orang saleh, tak lain hikmahnya agar seorang muslim, mengingat kematian dan tidak terlalu panjang angan-angan dunianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, yang mendorong memanjangkan angan-angan seseorang, karena persepsi yang salah, ingin membahagiakan kelurganya 7 turunan.Dibuatnya rumah mewah lengkap perabot. Disediakan kendaraaan dan rumah untuk tiap-tiap anaknya. Disekolahkan hingga ke jenjang tertinggi. Disediakan empang dan kebun untuk rekreasi tiap minggu, dan seribu satu macam. Padahal tugas orangtua menurut Islam, hanya empat Pertasma, Memberi nama yang baik (Islami). Kedua, Memberi makan yang halal. Ketiga, Mendidiknya salat dan keterampilan. Keempat, Mengawinkan dengan perempuan berakhlak, sesudah dewasa. Dengan dasar apa orangtua harus menyediakan tiap anaknya rumah mewah dan peninggalan harta yang banyak ?.&lt;br /&gt;Yang dikhawatirkan kaum Hukama terdahulu kepada aqnaknya, Apa yang kamu sembah, kalau saya sudah mati ? Bukan apa yang kamu makan, kalau saya sudah mati ?. Urusan makan sesudah ditinggalkan, bukan urusan orangtua, tapi Itu urusan Tuihan. Sebelum lahir sudah ditentukan rezeki. Urusan kita hanya mengjarkan keterampilan waktu hidup, sehingga mampu mencari sendiri sesuai kemampuan akal dan dayanya. Orangtua tidak ditanya, berapa harta yang kamu tinggalkan untuk anakmu ?. Justru hartalah menjadi biang keladi adanya bunuh membunuh antara bersaudara, sesudah orangtua meninggal. Filsafat harta, makin banyak, makin terasa kehausan. Sama jika minum air laut, makin banyak minum, makin terasa haus. Sebab itu peranan harta itu ialah untuk melengkapi kewajiban kita dalam rukun Islam, dan untuk digunakan membantu sebagian masyarakat miskin dan parasarana agama. Artinya, semata untuk persiapan akhirat. Bukan ditinggalkan untuk anak-cucu 7 turunan, agar mereka bahagia kehidupan dunianya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebab kalau kehidupan dunianya diurus juga, dari situlah timbulnya angan-angan tinggi. Padahal Al-Quran menyebutkan WAMAL HAYAT AL- DUN -YA ILLA LA’IBUN…( Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau belaka, dan sesungguhnya kampong akhirat itu lebih baik bagi orang bertakwa (QS. 6:32).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;ILLA MATAUL GHURUR (…Tiadalah kehidupan dunia, ini melainkan kehidupan yang menipu) (QS.2: 185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, yang menjadi penghalang datangnya Husnul Khatimah ialah menghindari dua hal yang berpotensi membawa ke Suul Khatimah, yaitu suka menunda Taubat dan Angan-angan dunia terlalu tinggi. Sebaiknya, kita meniru Rasul SAW bertaubat sebanyak 1OO kali setiap hari. dan meninggalkan angan-angan dunia terlalu tinggi. Semua harta yang kita miliki, disamping dimanfaatkan sendiri dan keluarga, didalamnya ada hak orang miskin dan sarana keagamaan.&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari Suul Khatimah. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-388047377296319268?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/388047377296319268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=388047377296319268' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/388047377296319268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/388047377296319268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/meraih-khusnuh-khatimah.html' title='Meraih Khusnuh Khatimah'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-8396640174302498501</id><published>2007-11-16T16:00:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:39:23.785-08:00</updated><title type='text'>Politik yang Qur'ani</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah anggota Legislatif Sulsel yang baru, telah dilantik kemarin.Sekalipun yang disebut baru itu lebih separuh diantaranya yang lama. Bagi yang baru dilantik, sewajarnya menyadari bahwa hasil pemilu tahun 2OO4, baik Legislatif atau Presiden sudah betul-betul langsung pilihan rakyat. Hampir tidak ada lagi peranan ketua Partai dan Ormas, khususnya pemilihan Presiden putaran kedua. Kenyataan, rakyar telah berdaulat betul. Partai besar tumbang, sekalipun berkoalisi sesama yang besar dan didukung kekuasaan, tokoh masyarakat dan pendanaan yang berlimpah. Artinya, pejabat baru harus ekstra hati-hati dan lebih mendekati politik yang sesuai Alquran.Sedang yang telah berhenti, hendaknya bersyukur, karena berkurang lagi satu amanah yang harus dipertanggung jawabkan di hari kiamat. Teringat Khalifah Umar biun Abdil Aziz ketika selesai dilantik, bukan mengucapkan “Alhamdulillah” karena memperoleh kjabatan, tapi yang diucapkan “Inna Lillah” dan menangis, jangan sampai tidak mampu mempertanggung jawabkan amanah. Bagi seorang muslim, kenyataan bangsa ini yang mulai berdaulat, hendaknya disadari, bukti kebenaran Alquran yang menyatakan “ Kam min fiatin qalilatin ghalabat fiatan katsiratan biidznillah “ ( Ada kalanya kelompok yang kecil, mengalahkan kelompok yang besar dengan izin Allah) (QS. ). Asbab nuzul ayat, menggambarkan suatu peristiwa pertempuran yang tidak seimbang, antara kaum muslimin yang jumlahnya sangat kecil, dengan mengalahkan kaum musyrikin yang ribuan banyaknya, dengan persenjataan yang kuat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena pelantikan DPRD yang baru kemarin, ada yang bertitel Kiyai dan Professor yang dulu dikenal vokal, serta kenyataan masyarakat yang semakin pintar dan kritis, mungkin tidak jelek jika kita segarkan, bentuk politik yang sesuai Alquran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makna:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam kamus lama, makna politik berkonotasi jelek, jahat dan kotor. Sehingga sebagian masyarakat sampai sekarang, masih ada yang tetap menilai demikian. Apalagi jika seorang Ulama,Kiyai dan Professor berpolitik. Seolah kejahatannya itu, berganda. Tapi, alhamdulillah dengan terbitnya Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru, tidak lagi ada ditemukan konotasi jahat itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Politik mempunyai 3 arti. Pertama, Ilmu pengetahuan tentang ketatanegaraan atau kenegaraan. Kedua, Segala urusan dan tindakan ( kebijakan, siasat, dsb ) mengenai pemerintahan. Ketiga, Kebijakan dan cara bertindak dalam menghadapi suatu masalah. Politikus ialah orang yang ahli kenegaraan atau orang yang berkecimpung di bidang politik ( halaman 694).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan makna dalam Kamus baru, tidak terlihat ada satu katapun yang berkonotasi yang menyebut jahat, pendusta, berjanji palsu dan suka menghancurkan. Kemungkinan konotasi jahat itu menjadi persepsi sebagian masyarakat, jika orang yang berpolitik itu meniru sistem Machiavelis, yaitu menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Kalau sistem itu digunakan, maka dengan tegas bertentangan Alquran. Seperti tindakan Presiden Amerika, Bush terhadap Irak yang menuduh menyimpan senjata pemusnah massal; yang sampai sekarang sekalipun Saddam Hussein sudah tertangkap, namun belum ditemukan ada bukti. Hasilnya, hancurlah negeri muslim yang pernah berjaya ratusan tahun, bersama hancurnya rakyat muslim tidak berdosa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau pengertian Kamus Besar yang kita percayai, maka Alquran banyak menyuguhkan praktek politik yang dianut oleh para Rasul, terutama dalam menghadapi kezaliman raja-raja di masa lampau. Atau ketika mereka menjalankan tugas sebagai Imam atau Khalifah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al-Siyasah :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Bahasa Arab, politik diartikan dengan istilah al-Siyasah, yaitu salah satu makna dalam Kamus Bahasa Indonesia diatas, dengan kata “ siasat “. Siasat atau strategi dan sistem Rasul memimpin, dipraktekkan dalam sejarah Dakwah dan penyiaran Islam, seperti perjanjian Hudaibiyah dan Piagam Medinah, menarik bagi politikus untuk dianalisis, sebagai suatu model. Demikian dalam sejarah Khulafa’ al-Rasyidin, terutama khalifah Abu Bakr al-Siddik RA dan Umar bin Khattab,RA.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu politik banyak defenisi yang dapat dikemukakan, namun karena ruangan terbatas, maka hanya 3 diantaranya yang sempat dikemukakan : (1) The study of the formation, forms and processes of the states and governaments, ‘maksudnya ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari asal mula, bentuk-bentuk, proses negara-negara dan pemerintahan-pemerintahan (Wilbur White) (2) Ilmu politik adalah ilmu tentang negara dan pemerintahan (Gilchrist).(3) Ilmu politik menyelidiki negara dalam keadaan bergerak (Adolf Grabowsky).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga definisi tersebut, tergambar dari asal kata “polis” yang berarti “Negara Kota”. Dengan demikian, politik itu berarti hubungan khusus antara manusia yang hidup bersama yang menimbulkan aturan, kewenangan dan akhirnya kekuasaan. Tetapi, politik bisa juga dikatakan sebagai kebijaksanaan, kekuatan, kekuasaan pemerintahan, konflik dan berbagai pembagian kata-kata yang serumpun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dasar-dasar politik dalam Alquran dapat dilihat misalnya : Tuhan adalah Penguasa tertinggi, Maha Raja, Maha Suci, Maha Pemberi Sejahtera, Maha Memelihara, Maha Pemberi Aman, dan Maha Memiliki segala keagungan (QS.59:23). Disamping itu Tuhan Pencipta langit, bumi, manusia dan alam semesta. (QS.25:54) Bahkan, Tuhan sumber segala kebenaran (QS.3:6O). Artinya, Tuhan adalah Penguasa Tunggal, tapi memberikan tugas kepada manusia sebagai “Khalifah fi al-Ardh” dan pemakmur “ Wa asta’marakum fiha “.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Esensi utama politik yang sesuai Alquran, mempunyai fungsi :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Menyadari kedudukan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di muka bumi dan Dia meninggikan sebagian dari kamu atas sebagian (yang lain) untuk menguji kamu (QS.al-An’am 165).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Menjadi Imam yang adil, jujur dan ihsan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan. (QS.Al-Nahl 9O)&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila menetapkan hukum diantara manusia, hendaklah menetapkan dengan adil (QS.Al-Nisa 58).Sekalipun merugikan pribadi pemimpin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Menjadi penegak musyawarah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan bermusyawarah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.(QS.Ali Imran 159). Musyawarah ala Qurani bukan 5O + 1 %, tapi keputusan diambil ialah pendapat yang paling dekat kepada Alquran, sekalipun kurang 5O %. Namun, diberi peringatan Rasul, janganlah kamu suka membuat keputusan, hanya dengan satu pendapat (Ruhul Ma’ani, 25:24).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat :Menanamkan persamaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal mengenal,seungguhnya yang termulia diantara kamu disisi Allah ialah yang paling takwa diantara kamu.(QS.al-Hujurat 13).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Menegakkan kebebasan beragama:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam) ; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah (QS.al-Baqarah 256).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan jika Tuhan menghendaki, tentulah akan beriman semua orang yang ada di muka bumi ini seluruhnya (QS.Yunus 99).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keenam : Mendidik, taati pemimpin dan melaksanakan nahi munkar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang beriman, taatilah Allah, taatilah RasulNya dan pemimpin diantara kalian (QS.al-Nisa 59).Tapi selama pemimpin itu tidak menyuruh berbuat munkar, karena Nabi memerintahkan ubahlah kemunkaran dengan tanganmu, atau lidahmu atau jika terpaksa dengan hatimu, sekalipun masuk kategori iman yang lemah (HR.Bukhari). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, bentuk-bentuk politik yang sesuai Alquran ialah menyadari kekuasaan utama adalah Tuhan, menyadari kedudukan manusia (SDM), berwatak jujur, adil, suka membangun (menyumbang), mengutamakan rmusyawarah, menanamkan persamaan, memberi kebebasan beragama, mentaati pemimpin yang taat kepada Allah, memberantas kemungkaran (termasuk korupsi) dan memberi contoh dengan hidup sederhana. Dasar-dasar itu dipraktekkan Rasul SAW di Medinah, dilanjutkan praktek Khulafaurrasyidin dan sebagian kecil kerajaan Islam. Bukan meniru bentuk politik Machiavelis yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Sedang tujuan utama politik Alquran ialah menyebarkan dakwah dan rahmatan lil’alamin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-8396640174302498501?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/8396640174302498501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=8396640174302498501' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8396640174302498501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8396640174302498501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/politik-yang-qurani.html' title='Politik yang Qur&apos;ani'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-8821620018729877728</id><published>2007-11-16T15:56:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:41:10.249-08:00</updated><title type='text'>Ulama: Masa Lalu, Kini dan Akan Datang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;I&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Nabi Muhammad SAW wafat pada tahun 632 M, seluruh jazirah Arab telah tunduk dibawah kekuasaan Islam. Ekspansi Islam pertama dimulai pada zaman Khalifah Abu Bakr al-Shiddiq, kemudian dilanjutkan oleh sahabat, tabiin dan tabii al-tabiin. Pada saat itulah bermunculan ulama bagaikan bintang cemerlang dimalam kelam, menerangi dan memberi petunjuk kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode pertama, seorang umara sekaligus berfungsi sebagai seorang ulama. Namun setelah dikenal system dinasti, pemisahan mulai terjadi. Maka kategori ulama pun mulai bervariasi. Ada yang berani menentang umara yang zalim sekalipun resikonya adalah maut, ada yang mentolerir kebatilan, dan ada juga yang acuh tak acuh, tidak menjalankan fungsinya sebagai warastat al-anbiya’ (al-Badri : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keahlian ulama pada mulanya berfokus pada esensi Islam, yaitu Alquran. Maka yang cepat timbul adalah ilmu qiraah, sejarah dan tafsir Alquran. Kemudian setelah menemukan banyaknya ayat yang menganjurkan untuk menetili tentang manusia dan alam sekitarnya, lahirlah ilmu filsafat Islam yang sebagiannya dipengaruhi filsafat Yunani. Tidak lama kemudian, lahirlah berbagai disiplin ilmu (Jurji : 439).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode klasik, pembidangan ilmu (ulama) terbagi atas dua kelompok besar, yaitu ulama agama misalnya Tafsir, Hadis dan Kalam, serta ulama non agama misalnya filsafat, kedokteran dan matematika. Sementara pada periode modern (1800 – sekarang) pembidangan tersebut hampir sama pada zaman klasik. Pada abad ke-21 ini khususnya di era reformasi, sebagian masyarakat masih memahami dua pemisahan, yaitu ilmu agama dan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makalah ini akan dibahas, apa yang disebut ulama, kategori dan perannya pada masa lalu, kini dan akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Ulama” adalah jamak dari kata ‘alim’ yang struktur huruf-hurufnya berakar dari ‘ain-lam-mim’ yang bermakna : sesuatu yang mengandung kejelasan, seperti bendera, gunung dan alamat (al-Maqayis, 689). Kata alim (ilmu) dari berbagai bentuknya terulang sebanyak 854 kali dalam Alquran. Khusus kata alim, semua menunjuk Allah yang mengetahui (terbanyak), namun terkadang juga menunjuk kepada manusia yang mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ‘ulama’ dalam Alquran terulang hanya dua kali. Pertama, dalam konteks ajakan Alquran untuk memperhatikan beragamnya buah-buahan, hewan dan manusia, kemudian diakhiri dengan kata ulama, sebagai berikut (artinya) : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan demikian pula diantara manusia, binatang-binatang melata dan ternak, ada yang bermacam-macam warnanya (dan) jenisnya. Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS. Fathir (35) : 27 – 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut menunjukkan bahwa yang disebut ulama adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang ayat-ayat Allah yang bersifat Kawniyah (fenomena alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam konteks pembicaraan Alquran yang kebenarang kandungannya telah diketahui (diakui) oleh ulama Bani Israil, yaitu (artinya) : Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengathuinya ? (QS. Al-Syu’ara’ (26) : 197).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua ayat tersebut (QS.35 : 28 dan QS.26 : 197) tentang ulama, dapat dipahami bahwa ulama itu adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan yang jelas tentang ayat-ayat Allah, baik yang bersifat Kawniyah (fenomena alam) dan atau Quraniyah : seperti seorang dokter, insinyur, sarjana agam, kiyai (gurutta’) dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi karena semua perkataan tentang ilmu dalam Alquran selalu dikaitkan dengan sikap istislam (tunduk) dan khasy-yah (takut) kepada Allah, maka seorang ulama harus memiliki kedua syarat tersebut. Dari sinilah garis pemisah antara seorang ulamadan seorang sarjana atau cendikiawan yang tidak istislam dan khasy-yah. Bahkan menurut M. Quraish Syihab, pada dasarnya semua ilmu selama membawa manfaat, mengantar kepada khasy-yah dan terbuka untuk kepentingan semua manusia, adalah termasuk ilmu Islam (membumikan Alquran : 282).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai istilah lain yang juga searti dengan ulama dalam Alquran, antara lain : ulul albab, ahl al-Dzikr, ahl al-Fiqh (fuqaha) dan ahl al-Hikmat (Hukama’). Hukama’ adalah bobot ulama yang tertinggi nilainya dan Fuqaha’ adalah istilah ulama yang paling dikenal di Indonesia, sebagai masyarakat yang fiqh minded.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjelaskan kategori ulama, lebih dulu perlu disinggung tentang istilah ulama sebagai pewaris nabi-nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dikatakan antara lain : Inna al-‘ulama’ Warastat al-anbiya (Sesungguhnya ulama itu mewaris Nabi-nabi). Hadis tersebut manurut sebagian pakar hadis masih dipermasalahkan kesahihannya (fat-h al-Bariy, I : 160).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengurangi, namun dapat dijadikan alas an yang kuat bahwa hadis diatas, ada relevansinya dengan Alquran tentang pewarisan kategori ulama (artinya) : Kemudian Kami wariskan al-Kitab itu kepada yang Kami pilih dari hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri; ada yang pertengahan, dan ada (pula) diantara mereka yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian, adalah kurnia yang amat besar (QS. Fathir (35) : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fahmi Abd al-Wahhab, dengan pewarisan ilmu kepada para ulama, dimaksudkan bahwa Allah telah memilih hamba-hamba-Nya sebagai manusia pilihan yang mempunyai kelebihan, seperti Nabi dengan umatnya (warastat al-‘ulama’ : 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya perlu dibahas secara singkat ketiga kategori tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Zalim li nafsih :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Thabathaba’I, zalim li nafsih ialah muslim ahli Quran (ulama) yang masih sering melakukan kejahatan (al-Mizan XVII : 46), baik terhadap dirinya atau kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah zalim li nafsih, relevan dengan istilah yang pernah dilontarkan al-Ghazali (w. 1111) yaitu ‘ulama ‘al-Su’ (ulama jahat). Ia membagi kepada dua bagian : ulama akhirat dan ulama dunia. Ulama akhirat ialah yang ber-khasy-yah dan zuhud, sedang ulama dunia didalamnya terdapat ulama al-Su’, yaitu (1) Ilmuanya dijadikan mata pencaharian dengan menjual ayat-ayat Allah, (2) suka mengunjungi pihak penguasa (Ihya’ I : 61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Ghazali berpendapat seperti itu dengan alasan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Dan ingatlah ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu) : Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan jangan kamu menyembunyikannya. Kemudian mereka melemparkan janji itu kebelakang punggung mereka, dan mereka menukarnya dengan harga sedikit. Amatlah buruknya dengan tukaran mereka …. (QS. 3 : 187).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Hadis riwayat Ibnu majah : Seburuk-buruk ulama ialah yang suka mendatangi umara (penguasa) dan sebaik-baik umara ialah yang bersedia mengunjungi ulama (R. Ibnu majah dari Abi Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita cermati kedua lasan tersebut, terdapat beberapa kelemahan, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : QS. 3 : 187 menurut Mufassir al-Imadi, dimaksudkan khusus ulama Yahudi dan Nasrani yang sengaja menyembunyikan ilmunya dan menukarnya dengan harga dunia, seperti menyembunyikan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang sebenarnya, yang tertera dalam kitab mereka (Abi al-Suud I : 617)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Alquran tidak melarang menentukan upah dalam suatu transaksi, baik untuk urusan dunia atau dien. Dapat dilihat misalnya : Berkata (Syu’aib) : Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dari salah seorang dari kedua anakku, atas dasar bahwa kamu bekerja delapan tahun ….(QS. 28 : 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian menerima imbalan dalam urusan dunia dan Dien, apalagi sekedar ongkos transportasi dalam memberikan pelajaran, tidaklah termasuk menjual ayat-ayat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Hadis Ibnu Majah yang digunakan di atas, oleh para pakar hadis dinilai sebagai hadis dha’if (Sunan Ibnu majah I : 96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : membandingkan hadis Muslim yang dinilai oleh pakar hadis sebagai hadis Shahih, seorang ulama diwajibkan menyampaikan dakwah (nasehat) kepada seluruh kelompok masyarakat tanpa kecuali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi pernah bersabda : Agama itu adalah nasehat, kami bertanya kepada siapa ? Rasul menjawab, Kepada Allah, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, kepada pemimpin-pemimpin kaum muslimin dan orang-orang banyak (R. Muslim dari Tamim al-Dariy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan tersebut dipahami bahwa menjdatangi pihak penguasa (pejabat) dalam rangka dakwah, amar makruf nahi munkar demi kemaslahatan umat, tidak pantas dimasukkan sebagai kategori ulama al-Su’. Imam besar Hujjatul Islam, al Ghazali terlalu sinis terhadap ulama, karena pada zamannya banyak ulama yang digarap penguasa dengan iming-iming harta dan beliau sendiri hidup sebagai sufi yang zuhd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jika seorang ulama mendatangi umara atau hartawan dalam rangka melegitimasi kebatilan yang tujuannya untuk menjilat, atau meminta-minta untuk kepentingan pribadi, maka jelaslah termasuk didalamnya ulama zhalim (ulama’ al-Su’). Demikian pula ulama yang masih sering melakukan dosa, sekalipun masyarakat memberinya gelar kiyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Muqtashid&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Muqtashdi berasal dari struktur huruf-huruf ‘ Qaf-Shad-dal’ yang mempunyai makna (a) mendatangi sesuatu (b) Menghancurkan (c) Menghemat (sederhana) (maqayis : 891). Menurut al-Ashfahami, Muqtashid itu ada dua bagian (a) yang terpuji, yaitu pemurah misalnya dalammkonteks kikir dan boros (b) gelaran yang berimbang dalam konteks adil dan zalim atau antara jauh dan dekat (al-Mufradat : 404).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebagian mufassir, ‘Waminhum muqtashid’ (QS. 35: 32) yaitu yang sudah melaksanakan yang wajib, meninggalkan yang haram, tapi masih melakukan sebagian yang makruh dan meninggalkan sebagian sunnat (Ibn Katsir III : 554).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan al-Thabrasi dan al-Thabathaba’I yang menafsirkan bahwa ‘Waminhum muqtashid’ yaitu golongan ulama yang ketaatannya berada pada tingkatan sedang (sederhana), tidak termasuk kategori zhalim (aniaya) tetapi juga tidak termasuk dalam golongan yang sabiq bi al-khayrat (berpavu dalam kebaikan). (M. al-bayan V : 408 dan al-Mizan XVII : 46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari makna dan penafsiran tersebut dipahami bahwa ulama muqtashid adalah golongan ulama yang sedang (sederhana), amalnya kurang, ilmunya kurang dikembangkan dalam masyarakat dan tidak melakukan mar makruf dan nahi munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik golongan ulama tipe pertama (zalim) maupun yang kedua (muqtashid), keduanya kurang dibutuhkan dalam perkembangan dunia modern yang multi dimensional baik di era reformasi ini, maupun dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Sabiq bi al-Khayrat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kategori ulama ketiga adalah sabiq bi al-khayrat (berpacu dalam kebaikan) (QS. 35 : 32). Menurut sebagian mufassir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ibnu Katsir : Yang dimaksud dengan Sabiq bi al-Khayrat ialah golongan mukmin yang mengerjakan yang wajib dan sunnat, meninggalkan yang haram dan makruh serta meninggalkan sebagian yang mubah. Golongan inilah yang akan masuk ke surga tanpa hisab. (Ibn Katsir III : 554).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Al-Thabrasi : Golongan sabil bi al-Khayrat ialah golongan yang batinnya lebih baik dari lahirnya, padahal lahirnya sendiri sudah sangat baik (Al-Bayan VII : 408).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Al-Thabathaba’I : Golongan ini adalah golongan ulama yang lebih baik dari zalim yang muqtashid, yang dalam Alquran disebut ‘Ulaika al-Muqarrabun’ (Mereka itulah yang lebih dekat kepada Allah) (al-Mizan XVII : 46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa penafsiran tersebut, maka golongan Sabiq bi al-Khayrat adalah golongan ulama yang kebaikannya banyak, jarang sekali melakukan pelanggaran, berani menegakkan yang hak dan berusaha mengembangkan ilmunya dengan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori ulama tipe inilah yang lebih patut disebut ‘warastat al-anbiya’, perlu dititu dan sangat dibutuhkan dalam era reformasi ini, untuk mencapai izzul Islam, mengitari dunia dengan satelit-satelit medan magnit Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IV&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Peran ulama dalam Alquran sangat banyak, terutama bila disebut sebagai warastat al-anbiya’, sekalipun pewarisan itu bukan kenabiannya. Dapat dilihat misalnya dalam menyampaikan pesan-pesan agama (tabligh) (QS. 5 : 67), tib-yan (menjelaskan ajaran Islam dengan transparan) (QS. 16 : 44), Tahkim (Memutuskan perkara berdasarkan Alquran) (QS. 2 : 213), Uswah al-Hasanah (Keteladanan dalam pengamalan) (QS. 33 : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun peran utama dan sekaligus harus dipertanggungjawabkan adalah ‘al amr bi al-ma’ruf wa al-nahy ‘an al-munkar’ (amar makruf nahi munkar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan dalam Alquran (artinya) : Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, dan merekalah orang-orang yang beruntung (QS. Ali Imran (3) : 104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut dipahami bahwa al-khayr (agama) hendaknya dilakukan dengan seruan (ajakan), al-makruf dilakukan dengan perintah, al-munkar juga dengan penrintah meninggalkan (mencegah), karena al-Khayr adalah nilai-nilai agama yang mungkin masih baru dan memerlukan latihan, sedang makruf dan munkar adalah nilai yang sudah ada dalam masyarakat, tapi tidak bertentangan nilai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara mar makruf dan nahi munkar hendaknya dilakukan dengan seimbang. Kalau seorang ulama memiliki skala prioritas, maka nahi munkar didahulukan, karena lebih besar bahaya (siksaannya) jika ditinggalkan. Menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak zalim (QS. 8 : 25), seperti krisis yang dirasakan bangsa Indonesia sekarang, karena 32 tahun lamanya hampir-hampir tidak terdengar adanya nahi munkar yang didengungkan kaum ulama, cendikiawan, dan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mufassir al-Shabuni berpendapat tentang QS. 8 : 25, orang zalim akan binasa dengan kezalimannya, orang saleh yang tidak zalim, akan binasa karena tidak mencegah orang-orang yang berbuar kemungkaran (Shafwat I : 500). Didalam sebuah hadis Nabi (artinya) : “ … Sesungguhnya seseorang yang melihat kemungkaran lalu tidak berusaha mencegahnya, maka Allah aakn mempercepat siksaan secara umum atau doanya tidak akan dikabulkan “ (R. Turmudzi dan Hudzaifah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat dan hadis tersebut dapat dipahami bahwa, nahi munkar hendaknya didahulukan. Disamping karena peranannya menghidupkan ruh Islam, juga merupakan tameng agar siksaan Tuhan tidak berlaku umum dan doa tidak tertolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan besar yang perlu kita akui semua adalah selama lebih dari 50 tahun merdeka, 20 tahun didendangkan orde lama, kemudian 30 tahun lebih dalam cengkeraman orde baru yang keduanya bernuansa kediktatoran, dan baru beberapa bulan hidup dalam era reformasi. Ini berarti bahwa kita baru saja belajar merasakan sinarnya fajar shadiq, sesudah setengah abad lamanya dalam fajar kazib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran ulama dalam era reformasi, hendaknya lebih terarah, ,menukik, terprogram dan mampu menyinarkan fajar shadiq, bukan hanya jangka waktu setengah abad mendatang, tetapi lebih dari itu bahkan seribu tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu amar makruf dan nahi munkar dari seorang ulama, cendikiawan senior (dosen) dan cendikiawan muda (mahasiswa) hendaknya berkesinambungan dan mampu meningkatkan tatanan kehidupan masyarakat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh anggota keluarga dalam masyarakat, dapat melakukan tugas dengan baik, berkualitas iman, ilmu dan amaliahnya, serta menjauhkan mereka dari KKN;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh anggota keluarga, dapat mencukupi kebutuhan materialnya yang diperoleh dengan jalan halal dan tidak terlalu memberatkan jasmani dan rohani;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampu membina etos kerja, ukhuwah dan kerukunan antar umat beragama dan intern umat Islam dari berbagai organisasi dan partai yang bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutamakan kepentingan umat, utamanya kaum dhuafa’ walmasakin daripada kepentingan pribadi atau golongan, nepotisme dan koncoisme yang telah kita rasakan akibatnya (QS. 59 : 9 dan QS. 21 : 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;V&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Simpulan yang dapat ditarik dalam makalah ini antara lain : Ulama menurut Alquran ialah sekelompok orang-orang yang mempunyai pengetahuan, baik bidang Quraniyah dan atau bidang Kawniyah (fenomena alam) yang senantiasa tunduk dan khasy-yah kepada Allah. Ulama terdiri atas tiga kategori : ada yang zalim (ulamaussu’), ada yang muqtashid (sederhana), dan ada yang sabiq bi al-Khayrat (berpacu dalam kebaikan). Yang ketiga (terakhir) adalah type ulama masa lalu yang didambakan pada masa kini (era reformasi) dan akan datang, yaitu yang ilmunya lebih komprehensif dan mengutamakan persatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran seorang ulama (bidang Quraniyah atau Kawniyah) di era reformasi, lebih proaktif dalam amar makruf nahi munkar, lebih berani mengemukakan yang haq, sekalipun di depan penguasa yang zalim, istiqamah, hidup sederhana, mampu menjadi panutan, serta mampu mencarikan solusi terhadap problem masyarakat sekelilingnya, seperti mempersatukan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nashrun minallah wa fat-hun qarib.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-8821620018729877728?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/8821620018729877728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=8821620018729877728' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8821620018729877728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8821620018729877728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/ulama-masa-lalu-kini-dan-akan-datang.html' title='Ulama: Masa Lalu, Kini dan Akan Datang'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-8525527056441064765</id><published>2007-11-16T15:51:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:42:11.137-08:00</updated><title type='text'>Menertibkan Gelar Akademik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak laporan dari daerah, bahwa di daerahnya marak pemberian gelar akademik yang dilakukan oleh perguruan tinggi swasta yang tidak populer. Bahkan perdagangan gelar kesarjanaan. Lucunya, ada yang resmi kerjasama pemerintah daerah. Dengan mudah dapat menyandang gelar kesarjanaan, dalam waktu yang relatif singkat, asal mampu membayar jutaan rupiah. Dibuatkan skripsi dan thesis, daftar hadir, jawaban soal ujian, lalu bermain sinetron membohongi rakyat. Akibatnya kini didaerahnya tela banyak pegawai pemda yang bertitel Sarjana, Master dan Doktor (HC), sekalipun tidak relevan dengan tugasnya. Kalau setingkat S1 dan S2 boleh bermain sinetron dalam negeri. Tapi kalau tingkat tertinggi Doktor ( Honoris Causa ) harus di luar negeri, seperti di Singapura, namun biayanya lebih mahal. Yang lucu pejabat yang sudah membeli gelar itu, masih dibuatkan pidato oleh ajudannya yang tidak bertitel.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena sasaran utamanya pejabat yang berduit, maka banyak pejabat yang sudah memakainya tanpa malu-malu. Ditulis dalam undangan perkawinan anaknya dan dalam memimpin partai. Mulanya masih ditulis Dr (HC).Lama - lama, hilang HC-nya, karena keasyikan. Merasakan persis Doktor betulan yang berkaliber nasional atau internasional.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah fakta dan bukan fitnah. Rupanya budaya siri’yang dipertahankan orang Sulsel sudah hilang, demikian antara lain bunyi laporan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan itu maka pada hari Kamis yang baru lalu, Komisi E DPRD Sulsel mengundang dengar pendapat pimpinan Perguruan Tinggi Negeri : Unhas, UNM, IAIN, Kopertis IX dan Kopertais VIII yang mengkordinir Perguruan Tinggi Swasta. Bagaimana penerimaan mahasiswa baru, biaya pendidikan, dana yang diperoleh dari pemerintah, akreditasi perguruan tinggi swasta, terutama yang suka memberi gelar Master dan beroperasi di wilayah Sulawesi Selatan. Dengar pendapat itu berlangsung selama kurang lebih 3 jam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, menurut pimpinan ketiga perguruan tinggi negeri itu, juga dipusingkan dengan praktek jual beli gelar akademik, maraknya pemberian gelar master dengan mudah, serta semakin kurangnya alokasi dana dari pusat, sehingga umumnya memohon bantuan agar pemda mengalokasikan melalui perubahan APBD Sulsel.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penulis hanya akan membahasnya bagaimana pemakaian gelar itu, menurut etika Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelumnya, perlu dikemukakan pendapat kedua pakar dari perguruan tinggi bergensi di Jawa Barat, tentang gelar akademik. Pertama, menurut Prof. Wimpie Pangkahila dari IPB, di negara liberal seperti Amerika Serikat, jual beli gelar-gelar itu biasa biasa saja. Masyarakat sudah tahu mana universitas yang unggul dan mana yang klandestin. Tidak ubahnya seperti menjajakan potret Presiden. Apa nilainya ? Bagi orang yang sudah tahu triknya, hanya bisa tersenyum. Kedua, menurut Dr. Djalaluddin Rahmat dari Unpad, kalau dahulu feodalisme itu berdasarkan keturunan, maka sekarang feodalisme itu berdasarkan gelar Universitas, semisal Drs, Master, Doktor dan Prof. Orang sekarang mengukur jumlah gelar yang bertengger pada namanya. Bukan berapa karya ilmiah dan buku yang ditulisnya. Inilah yang disebut feodalisme gaya baru sebagai penyakit masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam Alquran:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Alquran banyak ayat ditemukan, tentang pemberian penghormatan dan derajat yang diberikan Tuhan, terhadap orang yang berilmu betulan. Diantaranya “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantaramu, dan beberapa derajat lebih tinggi orang yang berilmu pengetahuan “ (QS. Al-Mujadilah 11). Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya hanyalah ulama (Orang berilmu) (QS. Fathir 28).Tidaklah sama orang yang berilmu pengetahuan dengan orang yang tidak berpengetahun (QS.Al-Zumar :9 ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ketiga ayat tersebut, maka jelaslah bahwa Tuhan sendiri mengakui ketinggian derajat orang berilmu pengetahun, dibanding yang lain sekalipun sama-sama beriman tapi tidak berpengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena hikmah dan ilmu yang telah diberikan kepada rasul-rasul, maka beberapa rasul mempunyai gelaran sesuai penugasan dan pendekatannya dengan Tuhan, misalnya Nabi Ibrahim gelarannya “ Khalil Allah “ ( Sahabat Tuhan ), Nabi Musa “Kalam Allah” (Teman dialog Tuhan ), Nabi Isa digelar “Ruh Allah” ( Nyawa Tuhan ) dan Nabi Muhammad bergelar “ Habib Allah “ ( Kekasih Allah ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gelaran lain terutama kepada Nabi Muhammad SAW masih banyak, seperti gelaran Muhammad Madinat al’ilm ( Kotanya ilmu ), Akhirul Anbiyai wa al-mursalin ( Penutup segala Nabi dan rasul), Asyraful mursalin ( Rasul termulia ) dsb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu tingginya penghormatan Tuhan kepada nabi Muhammad maka cara memanggilnya tidak pernah menyebutnya “ Ya Muhammad ” ( Hai Muhammad ). Tetapi nabi dipanggilnya dengan gelaran yang sangat etis, misalnya “ Ya ayyuha al-Nabiyyu “ (Wahai segala Nabi-nabi ) ( jamak ). Padahal mestinya Ya Nabi ( mufrad ), karena Nabi cuma seorang. Maknanya, semua panggilan dalam bentuk jamak padahal orangnya cuma seorang, menurut rahasia Bahasa Arab adalah penghormatan yang tinggi. Seperti juga jika kita berjumpa yang diucapkan “Assalamu Alaikum” ( Semoga kamu sekalian senantiasa dalam keselamatan dan kesejahteraan ), sementara yang dijumpai cuma seorang. Demikian juga jika Tuhan memanggil Nabi yang sedang berselimut, disebutnya “Ya ayyuha al Muddasstir (Wahai segala yang sedang berselimut ), dsb. Pokoknya , berpuluh-puluh ayat pemberian gelaran Tuhan terutama kepada Nabi Muhammad, tapi Nabi tidak pernah memakainya, dalam berkirim surat seperti Min Muhammad Asyraf al-mursalin (Dari Muhammad, rasul termulia), tapi cukup Min Muhammad Rasulullah dalam misi dakwah, atau langsung Min Muhammad bin Abdullah (Dari Muhammad anak Abdullah) dalam perdamaian. Artinya dalam etika Islam sekalipun gelaran benaran sudah disandang, sebaiknya tidak terlalu sering ditonjolkan. Kecuali orang lain yang menulisnya, karena ciri khas orang berilmu adalah semakin tawadhu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam Sunnah:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam sunnah (kebiasaan) Rasul, beliau sangat senang memanggil orang atau benda yang disukainya dengan gelaran yang pantastik, seperti jika memanggil isterinya dengan kalimat “ Ya Humaira” ( Wahai perempuan cantik lagi kemerah-merahan atau perempuan cantik lagi kuning- langsat ). Demikian benda-benda yang dipakainya seperti perisainya dengan gelaran “Zdat al-Fudhul” ( Zat yang sangat mulia), pedangnya dengan “Zulfiqar” ( si bermata dua ), pelananya dengan “Al-Daj” dan tikarnya dengan “ Al-Kuz,” dsb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari contoh - contoh gelaran Alquran dan Sunnah tersebut, dipahami bahwa memberikan gelar dan pemakaian gelar itu dalam etika Islam adalah Mubah (Dibolehkan), sepanjang bukan dengan niat riya’ ( pamer ). Sama dengan kebiasaan di Sulsel, jika orangnya hebat digelari “ Daeng Patompo” atau yang putih dengan gelaran “ Daeng Kebo”, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu akan lebih wajar lagi jika gelar itu dari Perguruan Tinggi, setelah selesai studi S1, S2 dan S3 semisal Drs, Master dan Doktor. Apalagi dengan upacara wisuda. Dan bukan semacam sinetron. Demikian juga gelaran tanpa wisuda pemberian masyarakat karena keturunan seperti Andi, KaraEng, Raden. Atau gelaran budaya keagamaan seperti Kiyai, Haji, Gurutta dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harus jujur :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sekalipun pemakaian itu dibolehkan, namun ada hal-hal yang kurang etis jika dipakainya terus menerus, sehingga terkesan pamer. Misalnya, jika menulis di media massa, sebaiknya memperlihatkan sifat tawadhu’. Menurut hukama, semakin tinggi ilmu seseorang, semakin terlihat pula tawadhu’nya. Ketika Imam Syafei hijrah ke Mesir, memperoleh pertanyaan dari jamaah dalam suatu majelis sebanyak 10 buah, tapi yang dijawabnya hanya tiga soal, lalu berjanji insya Allah dilain waktu sisanya akan dijawab jika masih mampu. Padahal kesepuluh soal itu dapat dijawabnya dengan gampang, hanya karena tawadhu’ dan etika ilmu, maka ia belum mau menjawab semua. Lagi pula beliau belum berapa lama berada di Mesir, khawatir terkesan riya’.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian jika berkirim surat kepada orangtua, lebih etis jika nama asli saja yang ditulis. Dan jika ada pembaca yang terlanjur memperoleh gelar karbitan, misalnya Doktor (HC), sebaiknya ditulis terus menerus HC-nya, untuk memperlihatkan kejujuran. Atau lebih afdal tidak digunakan, khawatir menjadi ejekan teman, apalagi jika pidatonya masih dibuatkan yang tidak bertitel.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah seorang PR I Universitas Negeri dalam dengar pendapat baru-baru ini bahwa Menteri Pendidikan Nasional sudah pernah menghimbau agar pejabat negara yang memperoleh gelaran Dr (HC), lebih afdal jika tidak dipakainya, khawatir kelupaan menulis HC-nya, lalu menjadi ejekan. Namun sangat disayangkan, diantara Capres yang menawarkan dirinya dipilih 5 Juli 2004, masih ada yang memakainya tanpa menulis HC lagi. Menurut hemat penulis capres seperti itu telah mengzalimi dirinya, yang oleh Alquran melarang memilih pemimpin yang tidak jujur. (QS.Al-Baqarah 124).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian termasuk tidak etis, jika gelar yang diperoleh semuanya dipasang. Misalnya jika gelarnya ada enam, 3 titel sebelum nama dan 3 lagi sesudah namanya, sehingga lebih panjang titel dari namanya, misalnya Prof. Dr.Ir. Daeng Patompo, MA, SH, S.Ag. Menurut hemat penulis, sebaiknya yang dipasang hanya satu saja, atau paling banyak dua yang tertinggi, misalnya Prof. Patompo atau Prof. Dr. Patompo. Apa sebab ?. Karena gelar itu adalah penghormatan dan perhiasan semacam cincin emas. Kalau semua jari-jari dipasangi cincin, (maaf) terkesan seperti orang yang memiliki gangguan ingatan. Tapi, kalau hanya satu saja pada jari manis, wah luar biasa indahnya terutama bagi penggemar batu-batuan dan keharmonisan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, berdasarkan kenyataan munculnya sistem feodalisme baru dengan banyaknya penyimpangan pemakaian gelar-gelar akademik, atau munculnya penyakit masyarakat yang hanya menghargai kulit dan bukan isi, maka sangat diperlukan pihak pemerintah kiranya menertibkan dan memberikan sanksi kepada yang melanggar undang-undang pendidikan, yang juga tidak sesuai etika dan muru’ah Islam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-8525527056441064765?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/8525527056441064765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=8525527056441064765' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8525527056441064765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8525527056441064765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/menertibkan-gelar-akademik.html' title='Menertibkan Gelar Akademik'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-8045690977838578802</id><published>2007-11-16T15:47:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:43:15.572-08:00</updated><title type='text'>Catatan dari Terusan Suez (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tanggal 5 Januari 2OO4, setelah meninjau kultur agung Al-Ahram (Pyramida) penulis dan rombongan menuju ke Propinsi Terusan Suez (Suez Canal), 13O Km dari kota Kairo.Kunjungan rombongan ke lokasi ini hanyalah semacam rekreasi, setelah melaksanakan acara inti debgan dialog KBRI,Mufti Mesir dan Syaikh Al-Azhar. Namun bagi penulis kunjungan ini lebih sepesipik, karena merupakan nostalgia 35 tahun yang lalu, ketika pernah menjalankan tugas jurnalis bersama Hasan Ahmad, Wartawan Antara Jakarta dan Ahmad Dahlan, Wartawan Bintang Indonesia,Medan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kunjungan baru-baru ini sangatlah jauh berbeda. Kalau ditahun 69 yang lalu adalah mempertaruhkan nyawa di usia muda yang masih prima, dan berani menyeberangi terusan Suez dalam keadaan perang berkecamuk di pos terdepan perbatasan dengan Israel, maka yang baru-baru ini hanyalah kunjungan santai dalam keadaan damai dan tidak sampai ke perbatasan, kecuali hanya di pinggir canal yang masih jauh dari perbatasan yang berhadapan dengan Israel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Apa itu Suez ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Suez bukan Swiss di Eropa. Menurut Gubernur Suez Mahmoud Hafied (69) Dulu tanah ini bersambung. Nanti setelah digali barulah menjadi canal. Lebarnya hanya 2 mil, dan panjangnya 1OO mil.Diantarai lautan merah yang telah digali dan diseberang terusan inilah berbatasan dengan Israel. Canal ini baru dibuka lebih 1OO tahun silam, tepatnya 17 Nopember 1869 oleh iringan-iringan kapal Perancis L. Aigle. Waktu itu di tumpangi permaisuri Napoleon III, Eugenie bersama penciptanya Ferdinal de Lesseps. Canal ini memperpendek perjalanan sepanjang 6OOO mil jalan laut Tanjung Pengharapan. Menurut sejarah, canal ini pernah dicoba digali dizaman Fir’aun Seri I, 138O SM.Demikian Ramzez I dan Neho, tapi gagal karena menelan korban terlalu banyak, sekitar 12O ribu jiwa. Nantilah berhasil penggalian di zaman Ismail Pasha, sekalipun tiap bulannya mempersiapkan 25 ribu tenaga buruh, karena ada yang tidak kuat, sakit dan mati. Kemudian Canal ini ditutup kembali setelah terjadi perang. Pemberian nama Propinsi Ismailia adalah mengabadikan nama Ismail Pasha yang berjasa.Kerugian Mesir menutup canal ini selama perang adalah 12O juta Pound Sterling, setiap bulan, tapi ditebus kerajaan Saudi dan Kuwait. Alhamdulillah sejak dimasa damai hingga kini telah terbuka kembali. Mudah-mudahan tidak ada lagi perang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;35 Tahun silam:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika penulis masih usia muda dan pisik aktif menjadi wartawan/ Pengurus PWI, pernah sempat memperoleh kesempatan memenuhi undangan pemerintah Mesir (waktu itu bernama RPA), bersama wartawan Antara Hasan Ahmad dari Jakarta, dan Wartawan Bintang Indonesia Ahmad Dahlan dari Medan. Kami bertiga tanpa ragu-ragu berhasil meliput insiden yang terjadi hampir setiap hari, antara Israel dan negara Arab termasuk Mesir, di perbatasan Terusan Suez. Memang dalam undangan pemerintah Mesir, tujuannya, untuk melihat dari dekat agar bangsa Indonesia sebagai ikhwah fil Islam, ikut merasakan bagaimana penderitaan Arab menghadapi Israel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika bertemu dengan Gubernur Suez dibawah tanah, setelah kami tanyakan, ia menjawab insiden seperti ini, terjadi setiap saat, jika Israel merasa terganggu dari gerilyawan Fidaiiyin dan Al-Fatah di Palestina.Mereka membabi buta dengan muntahan meriam dan mortir di setiap saat dan sasaran pertama kamilah diperbatasan. Dari penduduk Suez yang waktu itu hanya 26O ribu jiwa, sisa sekitar 1O ribu yang masih berani tinggal, karena umumnya yang lain telah meninggalkan kotanya dan sebagian besar gedung dan rumah-rumah mereka berlobang akibat peluru atau hancur sama sekali, akibat mortir dan bom.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi kunjungan penulis Januari ini betul-betul nostalgia di masa muda. Tidak lagi ada perang dan insiden, karena sudah terjadi perdamain, dimana Mesirlah negara Arab yang pertama berdamai dengan gangguan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Monumen Oktober :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Di lokasi sebelah Timur Terusan Suez, terdapat monumen yang dibuat dengan megah. Kalau selama bertahun-tahun sebelum berdamai, Israel dengan congkaknya tidak pernah terkalahkan, karena selalu ada negara adidaya dibelakangnya, terutama Amerika. Maka tanpa di duga, pada tanggal 6 Oktober 1973, bertepatan Ramadhan, yakni 4 tahun sesudah penulis tinggalkan perbatasan, tiba-tiba terjadi suatu akumulasi keberanian patriotisme tentara Mesir yang luar biasa, dengan menyeberangi Terusan Suez, menembus dan menduduki benteng terkuat Israel Bar Lev. Itulah sebabnya pendirian monumen kemenangan dengan panorama indah yang terlukis dengan rapi dalam monumen. Didalam monumen itu terdapat pula sebuah plat nama-nama martir perang yang digunakan. Dari atas monumen dapat ditemukan adanya pemandangan menyaksikan kawasan Danau Timsah dan lambaian pohon-pohon kurma yang hijau daerah Propinsi Ismailia, yang berbatasan Propinsi Terusan Suez. Karena padang pasir Ismailia itu terjadi, karena memperoleh pengairan yang rapi dari sungai Nil. Dalam kawasan monumen, juga terdapat kafetaria dan ruang VIP bagi pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kawasan wisata ini dibangun dengan tujuan utama untuk menggabungkan antara tujuan rekreasi obyek wisata dan menghidupkan semangat patriotisme sejarah heroik bangsa Mesir untuk meyakinkan generasi muda, bahwa tidak semua yang dianggap lemah itu akan lemah terus, tapi disuatu waktu yang kecil dan lemah itu dapat terbalik menjadi tegak jika mendapat sinar jihad dari Islam, seperti dalam Perang Badar yang juga terjadi di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kini terusan Suez bukan lagi daerah pertempuran, tapi daerah wisata dan rekreasi, dan penduduknya bukan lagi hanya dua ratus ribu lebih, tapi mencapai 2 juta lebih dan dihiasi pemandangan alam dan café-café yang banyak diwaktu malam. Pengunjung yang berminat, dapat kesempatan mencapai lokasi ini setelah menggunakan kendaraan darat dari Kairo hanya 13O Km,kemudian dilanjutkan dengan menggunakan mobil pula lalu menyeberang dengan menggunakan Fery No.6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siaga terus :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sejak tahun 1973 Mesir dan Israel telah berdamai, maka kini Terusan Suez terbuka kembali dengan bebas dilayari kapal-kapal dari Eropa dan berbagai negara termasuk dapat digunakan mengangkut haji dengan kapal laut, mengakibatkan Mesir memperoleh PAD yang berlipat ganda, sangat jauh disaat perang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun demikian, sekalipun dalam keadaan damai dan aman, tentara-tentara Mesir bersiaga terus, dengan persepsi bukan Israel namanya, kalau tidak melanggar perjanjian, karena sejak dahulu di zaman Nabi Muhammad, nenek moyang merekalah yang selalu menggunting dalam lipatan sekalipun sudah ada perjanjian perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Angkatan bersenjata Mesir tetap siaga terus jangan sampai Israel memperlihatkan kecongkakannya, dengan membatalkan perjanjian sepihak seperti yang dilakukannya terhadap Palestina.Setiap warga negara Mesir, diwajibkan memasuki wajib militer, sehingga menjadi pensyaratan utama seseorang yang ingin bekerja, harus punya setifikat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernah mengkuti wajib militer barulah diterima menjadi pegawai. Kini pemerintah Mesir, memusatkan latihan militernya, baik yang kena wajib militer atau yang bukan, semuanya ditempatkan disepanjang jalan antara kota Kairo dan Terusan Suez, sehingga hampir tidak ada pemandangan lain, kecuali barak militer dan mobil militer yang berkeliaran.Tapi tetap aman, karena itu hanya kewaspadaan.Anda dan keluarga boleh menyaksikan sendiri. &lt;strong&gt;(Bersambung).&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-8045690977838578802?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/8045690977838578802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=8045690977838578802' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8045690977838578802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8045690977838578802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/catatan-dari-terusan-suez-1.html' title='Catatan dari Terusan Suez (1)'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-971163476249633683</id><published>2007-11-15T07:44:00.001-08:00</published><updated>2007-12-23T20:44:11.026-08:00</updated><title type='text'>Musykilat Dalam Islam (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Zaman Khulafa al- Rasyidin (2)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;SETELAH Rasul wafat, pemerintahan Islam di pegang oleh 4 Khalifah (Khulafa al-Rasyidin ).Abu Bakr Al-Shiddik (632- 634 M). Umar bin Khattab (634- 644 M). Usman bin Affan (644-656 M).Dan Ali bin Abi Talib (656-661 M). Keempat khalifah diganti sesudah wafat (terbunuh).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengangkatan Khulafa’ al-Rasyidin, umumnya melalui musyawarah dan bai’at, namun mempunyai variasi tiap khalifah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;(1) ABU BAKR Al-SHIDDIK&lt;/strong&gt; ( gelaran: membenarkan Rasul, terutama waktu Isra’ Mi’raj ). Dikenal saudagar besar yang dermawan. Pernah menyumbang seribu ekor unta, untuk jihad fi sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Waktu Rasul wafat, muncul beberapa pendapat, siapa yang wajar menggantikan. Orang Muhajirin mengusulkan kelompoknya dan orang Anshar juga demikian, dengan alasan masing-masing. Tapi, akhirnya disepakati dan disetujui dengan suara bulat (aklamasi) Abu Bakr yang paling tepat. Karena disamping sahabat kental Rasul, yang menemani di gua hira dan hijrah, juga sering ditunjuk Rasul, menggantikan jadi imam salat. Artinya, sedangkan masalah akhirat dipercaya, apalagi masalah dunia, yaitu pemimpin masyarakat. Pemuka masyarakat dan rakyat awam, langsung membai’at.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;(2). UMAR BIN KHATTAB.&lt;/strong&gt; Dipilih atas wasiat Abu Bakr, dengan alasan, menghindari terlalu banyak calon yang dapat menimbulkan pertentangan. Disamping itu Umar dikenal paling berani, adil, jujur dan cakap memimpin. Seluruh pemuka masyarakat dan rakyat awam, membai’at.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua orang khalifah tersebut, tidak menimbulkan musykilah (masalah) dalam pengangkatannya). Berbeda dengan USMAN dan ALI, keduanya terdapat musykilah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;(3) USMAN BIN AFFAN.&lt;/strong&gt; Ketika Umar terbunuh, sewaktu menjadi Imam salat Subuh, oleh seorang budak, atas perintah bekas raja Persia yang dendam, Umar masih sempat menunjuk 6 sahabat utama, sebagai formatur. Yaitu, Abdurrahman bin ‘Auf, Usman bin Affan, Ali bin Abi Talib, Talhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam,, dan Saad bin Abi Waqqas. Ketua Formatur Abdurrahman, setelah bersidang 3 hari, dan tidak menghasilkan keputusan, lalu mengundurkan diri sebagai calon. Kemudian, Usman menawarkan kesediaannya, dengan alasan yang tertua diantara mereka. Tapi Ali bin Abi Talib diam, khawatir tidak mampu mengendalikan keluarganya yang kaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketua formatur, Aburahman setelah berkonsultasi dengan rakyat banyak di desa-desa, dan pemuka masyarakat, umumnya mereka siap membai’at, karena Usman dikenal orang kaya dan dermawan, akhirnya, berlangsunglah bai’at, termasuk dari Ali sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun, Abdullah bin Saba seorang munafik ( pura-pura Islam yang keturunan Yahudi), melihat ada musykilah untuk mengacaukan keadaan. Didekati beberapa sahabat Ali dan menyatakan, dulu ada wasiat nabi, utamakan keturunanku. Mustinya dikembalikan jabatan khalifah itu kepada Ali, karena dialah yang lebih berhak. Akibatnya, terjadilah pemberontakan.&lt;br /&gt;Sekalipun Ali tidak ikut dalam pemberontakan, namun keadaan bertambah kacau, setelah pemberontak menemukan sepucuk surat ber stempel Khalifah, agar gubernur Mesir dan pengikutnya dibunuh. Kaum pemberontak berhasil memasuki rumah Khalifah, untuk klarsipikasi dan memperlihatkan surat itu serta meminta mempertanggung jawabkan. Tapi, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Khalifah Usman menyangkal, tidak pernah menyuruh sekretaris membuat surat seperti itu. Kemudian pemberontak meminta yang memegang stempel itu diserahkan kepada mereka, tapi khalifah menolak. Akhirnya, massa bertambah marah, dan membunuh Khalifah Usman. (656 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(4) ALI BIN ABI TALIB.&lt;/strong&gt; Setelah Usman terbunuh, otomatis Ali menjadi khalifah. Ali adalah sepupu Rasul dari Bani Hasyim. Seluruh peperangan besar (gazwah) diikutinya, bersama nabi. Sehingga nabi menganggapnya dia berperan, seperti antara Musa dan Harun, dalam perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengangkatan Ali lebih musykilah, karena hanya dibai’at masyarakat awam. Sebagian pemuka masyarakat, tidak menyetujui. Sekalipun mereka mengakui, bahwa Ali hebat, jujur, berani dan pandai memainkan pedang. Mengapa sebagian sahabat besar menentang ?. Karena mereka yang bukan dari Bani Hasyim khawatir, jangan sampai kekhalifahan nanti akan dimonopoli bani Hasyim. Misalnya Gubernur Damaskus, Muawiyah pengangkatan Usman dan gubernur Mesir, Amar bin Ash, Aisyah, Talhah dan Zubair dari Mekah. Bahkan, mereka minta, diselesaikan dahulu melalui pemgadilan, pembunuhan Usman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka terjadilah pertempuran dahsyat di Siffin yang menewaskan puluhan ribu, sesama muslimin dari kedua belah pihak.( 657 M ).Dan peristiwa inilah titik hitam pertama sejarah, dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah Muawiyah, dkk merasakan dirinya akan kalah, ia menawarkan arbitrase dengan Tahkim, yaitu mengangkat Al-Quran di atas tombak. Tahkim berlangsung dengan khianat pihak Muawiyah, akhirnya perseteruan berjalan kembali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagian pasukan Ali keluar dari kelompok ( Khawarij ). Di suatu waktu kaum Khawarij memutuskan pembunuhan serentak kepada 3 orang penyebab akar pertikaian, yaitu Khalifah Ali di Kufah, Gubernur Muawiyah di Damaskus dan juru rundingnya yang berkhianat, Amar bin Ash di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari 3 tokoh yang dijadwalkan harus di bunuh serentak, hanya Ali yang berhasil terbunuh ketika pergi salat Subuh. Muawiyah di Damaskus, hanya terluka, dan Amar bin Ash di Mesir, lolos karena sakit, dan tidak pergi salat di Mesjid ( SKI:61).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum Ali tebunuh, MUAWIYAH telah memaklumkan dirinya sebagai KHALIFAH di Yerussalem ( 66O M.) Tapi, sebagian Muarrikh (sejarawan) menganggap, ia lebih condong disebut “ kerajaan Islam ” ( Dinasti ), karena tidak lagi melalui pemilihan. Tapi, tangsung menunjuk anak cucunya turun temurun, yang berkuasa selama 1OO tahun lebih. Demikian juga sistim Dinasti Abbasiyah yang berkuasa, selama 125 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertentangan politik Muawiyah yang menentang Khalifah Ali, inilah asal muasalnya munculnya musykilah pemahaman ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ajaran dasar Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Al-Sunnah, lambat laun mempengaruhi lahirnya firqah akidah Islam : Khawarij, Syi’ah, Muji’ah dan Mu’tazilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesan Khalifah dan Dinasti :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu catatan yang perlu diketahui, bahwa baik pemerintahan bentuk Khalifah, maupun bentuk Dinasti, sekalipun diantara dinasti ada yang rapornya merah, namun ada khittah yang sama, yaitu semuanya bertujuan Dakwah (menyebarluaskan Islam) dan berpihak kepada rakyat miskin. Dan bukan memperkaya diri. Ini perlu dicontoh pemimpin Indonesia dan wakil rakyat. (DPR).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disamping itu hendaknya dipahami, dengan “Husnu Zhann” (positive thinking) bahwa diantara mereka, ada yang telah dijamin ahli surga oleh Nabi, seperti 1O nama yang selalu disebut dalam khutbah Jum’at (1) Abu Bakr (2) Umar (3) Usman (4)) Ali (5) Talhah bin Ubaidillah (6) Saad bin Abi Waqqas (7) Abdurrahman bin Auf (8) Abu Ubaidah (9)Amir Al-Jarrah (1O) Zubair bin Awwam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan persepsi yang suci untuk Dakwah dan Akhlak yang diakui dari Rasul dan sahabatnya, maka Islam diminati lebih banyak. Bahkan, tersebar ke seluruh penjuru dunia. Dan di zaman Dinasti itulah, Islam mendaki ke Eropah dan berjaya di Spanyol dan Perancis Selatan ( 732 – 1.492 M).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Artinya, hakekatnya, Islam adalah agama dakwah. Kalau Rasulullah pernah memerintahkan memerangi orang-orang yang bersekutu dengan Rumawi, di perbatasan Syria, karena dianggap membahayakan lajunya dakwah Islam. Mereka secara factual berusaha melenyapkan Islam, dengan cara membunuh sahabat-sahabat Nabi yang diutus. Jadi, peperangan terpaksa dilakukan dalam Islam, untuk melindungi jalannya dakwah dan mempertahankan diri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dinasti lain yang pernah muncul dalam kekuasaan Islam dan tetap dalam koridor dakwah yaitu Bani Fatimiyah, Ayubiyah dan Bani Saljuk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alhasil, seperti yang telah diuraikan terdahulu, bahwa firqah-firqah dalam Islam, mulanya lahir pada pertikaian politik di zaman Ali-Muawiyah, melahirkan beberapa teologi Islam, kemudian berkembang dan melahirkan pula “Tasyri’ Islam” dengan 4 Mazhab besar, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’ dan Hambali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Hanafi lahir di Kufah ( 7OOM-767 M).Imam Malik lahir di Medinah ( 795 M), Imam Syafi’ lahir di Gazza (676M) dan wafat di Mesir ( 82OM ).Imam Hambali lahir di Bagdad ( 78O - 855 M). Keempat Mazhab fikih itu sebenarnya hanya satu Mazhab karena tergabung dalam Ahlu Sunnah Waljamaah ( Sunni ). Artinya, di dunia Islam sekarang hanya dikenal dua sistim daulah : Islam Sunni dan Islam Syi’ah. Sunni itulah yang dianut mayoritas negeri-negeri Islam dan Syi’ah hanya dianut di Negara Islam Iran. Namun kita akui dalam negeri-negeri Islam Sunni seperti di Irak dan Pakistan, banyak didapati kelompok Syi’ah. Artinya, kini bukan waktunya lagi umat Islam membesar-besarkan firqah yang pernah ada. Baik politik, teologi dan fikih. Semua penganut firqah-firqah itu bersyahadat, salat, zakat, puasa dan haji. Bahkan, diantara mereka, banyak yang menambah ibadahnya dengan puasa Senin-Kamis, salat Tahajud dan mengimpakkan hartanya untuk pendirian mesjid, madrasah, rumah sakit serta membantu fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika di zaman Rasul, Khula al-Rasyidin dan Dinasti Amawiyah, kekuasaan Islam tetap satu. Maka sesudah Bani Umayah, Dunia Islam terpecah-pecah dalam tiga khilafah : Abasiyah, Amawiyah di Spanyol dan Fatimiyah. Sejak abad kesepuluh, muncul beberapa dinasti kecil yang tidak mengikuti khilafah. Dinasti kecil itu umumnya didirikan oleh non Arab, dan menambah krisis perpecahan. Sementara itu penyerbuan dari luar, yaitu perang Salib dari Barat dan serangan bangsa Mongol dari Timur, ikut memperburuk keadaan.( SKI: 228&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun, di Asia Tenggara, menurut Chou- Ku- Fei, pada 1178 M, sudah ada tempat orang-orang “Ta-Syih” ( Muslim Arab dan Persia ) di Fo-loan ( Sriwijaya ), dekat Tringganu dan Sumatera Selatan. Penulis - penulis Arab seperti Ya’ kubi ( 875-88O) dan Ibnu Faqih ( 9O2 ) telah melukiskan, betapa ramainya perdagangan waktu itu, antara Basrah dan Cina, melalui Samudera India. Bahkan, menurut catatan kuno wangsa Tang Cina, bahwa Kaisar Tiongkok, telah menerima utusan Islam pertama, Saad bin Abi Waqas ( Sahabat Rasul ) sejak tahun 31 H.( 651 M). Alhamdulillah, penulis telah menyaksikan catatan itu di dalam mesjid tertua, di Beijing Cina tahun 2OO3.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-971163476249633683?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/971163476249633683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=971163476249633683' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/971163476249633683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/971163476249633683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/musykilat-dalam-islam-2.html' title='Musykilat Dalam Islam (2)'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-387906661900828488</id><published>2007-11-15T07:02:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:45:02.490-08:00</updated><title type='text'>Musykilat Dalam Islam (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Zaman Rasul SAW (1) :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib, maulud (dilahirkan) tanggal 12 Rabi’ul Awal, tahun Gajah.(571M). Di Mekah. Ibunya bernama Aminah binti Wahab, sekuturunan ayahnya, Abdullah pada kakek ke empat. Dan seterusnya berasal dari moyangnya, Ismail bin Ibrahim AS. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesudah lahir ia dibawa neneknya, Abdul Mutthalib ( penguasa negeri waktu itu) ke Ka’bah untuk disucikan. Lalu diberi nama Muhammad, yang artinya orang terpuji.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika masih dikandung dalam perut ibunya, ayahnya Abdullah wafat. Dan ketika berusia 6 tahun ibunya wafat. Kemudian dipelihara neneknya Abdul Muttalib selama 2 tahun. Di usia 8 tahun, neneknya pun wafat. Artinya, sejak bayi sampai menjelang remaja, ia telah dirundung kesedihan “ maut ” yang menggerogoti keluarga terdekat di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka pemeliharaan pindah ke tangan pamannya Abu Talib. Di usia 12 tahun pamannya melatih mengenal perdagangan, yaitu diikutkan bersama kafilah membawa dagangan, ke negeri Syam ( Syria ) ( 583 M). Artinya, sejak di usia remaja mulai mengenal perdagangan dan liku-liku hidup, karena pamannya sendiri tergolong yang berpenghasilan menengah ke bawah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam usia 24 tahun, ia mengadakan perjalanan bisnis kedua kalinya ke Syria. Tapi kali ini membawa perdagangan, kepunyaan seorang janda kaya, Khadijah binti Khuwailid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perjalanan kedua ini lebih bermakna, karena ia bertemu seorang pendeta Nasrani bernama Nasthura (Nostoria), yang meyakini bahwa inilah orangnya yang disebut dalam kitab sucinya, akan menjadi rasul, setelah melihat ciri-cirinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika Khadijah, melihat sukses yang diperoleh dalam perdagangan, serta melihat tingkah laku, kejujuran dan tanggungjawabnya, ia menawarkan dirinya untuk dinikahi melalui pamannya Abu Talib. Ketika pinangan berlangsung, Khadijah sangat senang hati, menerima pinangan Abu Talib, dengan mahar 4 ekor unta muda, pemberian saudagar Khadijah dahulu, yaitu upah Muhammad ketika membawa perdagangan ke Syria.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Muhammad kawin dalam usia 25 tahun dan Khadijah dalam usia 4O tahun. Hasil perkawinan dengan Khadijah, dikurniai putera-puteri bernama Al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah,Ummu Kulsum dan Fatimah. Semua anaknya, wafat tanpa keturunan, kecuali Fatimah yang melahirkan Hasan dan Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjadi Rasul :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam usia 4O tahun, ia sering berkhalwat ke gua Hira, 3 mil sebelah utara kota Mekah untuk mencari ketenangan. Pada suatu malam, 13 tahun sebelum Hijrah ( Agustus 61O M ), ia kedatangan seorang yang belum pernah dikenalnya. Tamu itu berkata “ Gembiralah Muhammad, saya ini Jibril, dan Engkau adalah rasul umat ini ”. Lalu memeluk Muhammad dan berkata:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“IQRA ’ !, ( Bacalah Ya Muhammad ! ).&lt;br /&gt;Muhammad menjawab “ MA ANA BIQARI’ ” ( Saya tidak bisa membaca ).&lt;br /&gt;Setelah berulang selama tiga kali, pelukan Jibril bertambah erat&lt;br /&gt;“ Bacalah Ya Muhammad.&lt;br /&gt;Dengan nama Tuhanmu.&lt;br /&gt;Yang menciptakan.&lt;br /&gt;Mencipta manusia dari segumpal darah.&lt;br /&gt;Baca dan Tuhamu Yang Mahamulia.&lt;br /&gt;Yang mengajar manusia dengan kalam.&lt;br /&gt;Mengajar manusia, tentang apa yang tidak diketahuinya. ( QS.al ’Alaq ).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasanya, kalimat-kalimat tersebut, menghunjam ke dalam dadanya, berkesan dalam ingatannya, dan anehnya Muhammad yang tadinya ummy ( tidak bisa membaca ) , akhirnya dapat membaca ulang, apa yang telah didengarnya itu. ( SKI, 1982 : 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, turun lagi wahyu yang kedua :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ YA AYYUHA AL- MUDDATSIR…( Hai, orang yang berselimut). QUM FA ANDZIR ( Bangkit dan beri peringatan !)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan Tuhanmu agungkanlah !.&lt;br /&gt;Dan pakaianmu bersihkanlah !.&lt;br /&gt;Dan kejahatan tinggalkanlah !.&lt;br /&gt;Dan jangan kamu berangan-angan, untuk memperoleh hasil yang lebih banyak !.&lt;br /&gt;Dan untuk Tuhanmu, hendaklah engkau bersabar !.( QS.al-Muddatsir ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah 2 gelombang wahyu turun, dakwah mulai dijalankan. Dikalangan ke dalam keluarga terdekat, kemudian berkembang ke luar. Dan akhirnya, ke masyarakat umum. Dakwahnya berlangsung 13 tahun lamanya di Mekah. Tema dakwah hanya satu, terutama menanamkan akidah tauhid yang benar. Yaitu hanya menyembah satu Tuhan, yaitu Allah. Dan agar meninggalkan menyembah kepada berhala ( patung ).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dakwah yang dilakukan di Mekah selama 13 tahun, mendapat tantangan besar, berupa tekanan ekonomi, politik etis, siksaan pisik dan psikis, serta ancaman pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah priode Mekah dianggap gagal, karena tidak seimbang hasilnya dengan yang diharapkan, bahkan semakin hari semakin meningkat tekanan dan tantantangan, maka diperintahkan berhijrah ke Medinah ( 622 M). Namun, sebelumnya sudah ada yang hijrah kecil-kecilan ke Habsyah dan Thaif. Tapi karena di kedua tempat itu, juga dianggap gagal, dimana yang diperoleh, adalah pengusiran dan lemparan batu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menjelang hijrah ke Medinah, terjadi peristiwa menakjubkan yang namanya “ ISRA dan MI’RAJ”, sebagai Latihan kepemimpinan dan penerimaan perintah salat 5 waktu. ( 27 Rajab (621M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wafat di usia 63 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Di Medinah Rasul menjalankan fungsi utama, 4 dasar. Pertama, membangun mesjid. Kedua, mempersaudarakan sesama muslim. Ketiga, membuat perjanjian dengan yang non muslim. Keempat, menjadi contoh teladan dari seluruh lini kehidupan. Yaitu jujur, adil, bijaksana, hidup sederhana dan tawadhu’.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah berdiam di Medinah selama 1O tahun membangun masyarakat MADANI, akhirnya menerima wahyu terakhir, ketika melakukan haji wada’,yaitu “AL-YAWMA AKMALTU LAKUM DINAKUM ( Hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu, dan kucupkan nikmatKu bagimu dan Aku telah rela ISLAM- lah menjadi agama bagimu) (QS.al-Maidah 3 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama sesudah haji, Nabi Muhammad kembali ke hadirat Allah, pada tanggal 12 Rabi’ul Awal, Tahun 11 H. ( 8 Juni 632 M). Di kota Mdinah, setelah membina masyarakat selama 23 tahun ( 13 tahun di Mekah dan 1O tahun di Medinah ).Inna Lillahi wainna ilaihi raji’un.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan yang sukar dilupakan kawan dan lawan, ketika Nabi kembali ke Mekah bersama 1O.OOO kaum muslimin, yang ditunggu kaum musyrikin adalah balas dendam, tapi yang terjadi sebaliknya. Nabi bersama pengikutnya, memasuki kota Mekah ( Fat-hu Makkah ), dengan damai dan memaafkan semua yang pernah menyakiti. Akibatnya, berduyun-duyunlah orang Arab memasuki Islam. Tindakan Nabi dan kaum muslimin dengan maaf yang besar bagi seluruh lawan yang mustinya dihancurkan, menjadikan agama Islam bertambah harum, berkembang dan meluas.( Lihat QS.al-Nashr ).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kini, Islam telah dianut lebih dari seperempat penduduk dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Musykilah :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Musykil, artinya, problem. Musykilah ( jamak ) berarti ada beberapa masalah yang perlu diselesaikan. Di zaman Rasul, boleh dikata tidak ada musykil dari orang-orang muslim. Karena setiap problem, ditanyakan langsung kepada Rasul dan terjawab melalui wahyu. Satu-satunya musykilah timbul, bila masalah itu menyangkut pendapat pribadi nabi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Misalnya, ketika terjadi perjanjian Hudaibiyah dengan kaum musyrikin Mekah, hampir seluruh pemuka sahabat, menentang Nabi, karena merasa perjanjian perdamaian itu berat sebelah ( menguntungkan kaum musyrikin ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, dalam perjanjian perdamaian itu menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama, segala permusuhan, dihentikan selama 1O tahun.&lt;br /&gt;Kedua, orang Quraisy yang lari ke Medinah, harus dikembalikan.&lt;br /&gt;Ketiga, orang Medinah yang lari ke Mekah, tidak boleh dikembalikan lagi.&lt;br /&gt;Keempat, setiap kabilah yang bersekutu dengan Quraisy, tidak boleh dihalangi.&lt;br /&gt;Kelima, tahun berikutnya, baru kaum muslimin dibolehkan haji ke Mekah dan membawa pedang, hanya dalam sarungnya.&lt;br /&gt;Perjanjian seperti itu, sahabat Nabi termasuk Umar dan Abu Bakar, tidak mau menerima. Namun Rasul, tetap menandatangani perjanjian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti sesudah berlangsung beberapa tahun, barulah sahabat merasakan betapa hebatnya strategi Rasul. Dari segi dakwah, orang Medinah yang diutus ke Mekah, lebih dahulu dilatih jadi Da’i (ahli dakwah). Dan hasilnya, lumayan. Bahkan, perjanjian itu kaum muslimin bebas berdakwah ke mana-mana, termasuk surat menyurat dengan kerajaan non muslim, tanpa gangguan. Disamping itu eksistensi Islam telah diakui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian musykil yang lain, ketika terjadi perang Uhud, akibat musyawarah dari suara terbanyak, yaitu keluar menjumpai lawan, akhirnya pihak Islam kalah, karena banyak pasukan yang mengejar harta rampasan dan meninggalkan perintah Rasul. Namun, ketika terjadi perang Badar, pasukan Islam menang, sekalipun pasukan tidak seimbang, karena nabi tidak lagi mengutamakan pendapat orang banyak. Melainkan, mengutamakan suara Nabi sendiri yang lebih dekat kepada Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Artinya, musyawarah ala Islam itu, tidak harus selalu suara terbanyak. Disinilah perbedaan musyawarah ala Islam dengan demokrasi ala Barat. Dan demikian pula antara lain musykilah yang terjadi di zaman Nabi, menyangkut keduniaan. Tapi masalah agama, sepenuhnya adalah keputusan Rasul, karena suara wahyu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-387906661900828488?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/387906661900828488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=387906661900828488' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/387906661900828488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/387906661900828488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/musykilat-dalam-islam-1.html' title='Musykilat Dalam Islam (1)'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-4541049785242052036</id><published>2007-11-10T04:30:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:46:04.378-08:00</updated><title type='text'>Hukum Rajam yang Meragukan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari Senin yang akan datang ( 24/4), banding terakhir, hukum rajam yang akan dijalani Kartini, (TKW asal Indonesia) di Uni Emirat Arab ( UEA) yang dituduh berzina, dengan pria asal India, M.Sulaiman yang kini melarikan diri. Banding terakhir itu, adalah yang keempat kalinya, sejak vonis yang dijatuhkan pengadilan Syari’ah Islam di kota Pujairah, Pebruari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum rajam yang sering di gelar di sebagian negara Islam, seperti di Saudi dan UEA, sangat menakutkan negara-negara di Barat. Dan menganggap betapa kejamnya ajaran Islam, tentang hukum mati dalam bentuk rajam. Padahal ulama-ulama Islam sendiri, masih dianggap ada musykil, dengan ayat mutasyabihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami bagaimana hukum rajam yang sebenarnya, menurut Al-Quran, penulis dengan penuh kerendahan hati, mengemukakan musykilah yang terdapat didalam penafsiran ayatnya untuk menjernihkan ajaran Islam yang mengutamakan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Dr. Azyumardi, ( kini Rektor UIN Jakarta), Rajam hukum sampai mati ( stoning to death ) bagi pezina laki-laki dan perempuan yang sudah atau pernah menikah ( muhshan ) harus diakui merupakan hukum hudud, yang kontraversial, di kalangan ulama dan fuqaha. Terdapat perbedaan pendapat tentang hukum dasarnya ( dalil naql ), baik penetapan hukum rajam, maupun metode pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al- Quran, tidak ada sebuah ayatpun yang memerintahkan, harus di rajam orang yang telah berzina, jika telah pernah nikah. Yang ada, dalam Al-Quran, hanyalah perintah cambuk, seratus kali. Dapat dilihat pada ayat yang artinya : “ Perempuan yang berzina, dan laki-laki yang berzina, maka deralah keduanya, ( masing-masing ) seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka, disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang beriman “ (QS. Al-Nur ( 24 ) : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai ayat lain yang ditafsirkan sebagian Ulama yang menggiring kaum penzina di rajam, yaitu : “ Terhadap wanita yang mengerjakan perbuatan “ fahisyah ” (keji), hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu, yang menyaksikannya. Kemudian apabila empat saksi itu telah memberikan penyaksian, maka kurunglah ( wanita-wanita penzina itu ) dalam rumah sampai menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya “ ( QS.al-Nisa’ (4) :l5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua ayat tersebut diatas, ( S. Al-Nur 2 dan S. Al-Nisa l5 ), jelas sekali, tidak menggunakan kata rajam. Yang ada, hanya kata “dera seratus” dan mengurung di rumah sampai ajalnya datang, atau ada cara lain. Disamping itu, khusus surah Al-Nur l5 dengan kata “ fahisyah ” itu, ada dua tafsirnya. Pertama zina biasa, yang kedua, zina luar biasa, yaitu antara perempuan dengan perempuan ( homoseks ). Berarti, belum tentu zina biasa dan itupun hukumannya bukan rajam. Kemudian syarat yang lebih besar dalam persaksian, ada empat orang saksi mata melihat langsung secara transparan, ( maaf ), persis pedang dimasukkan ke dalam sarungnya. Apa mungkin hal ini terjadi bagi orang normal ?. Hampir mustahil. dapat disaksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hadis dha’if:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Yang digunakan oleh ulama yang cenderung ” menghukum rajam ” kaum penzina muhshsan ( yang sudah kawin), adalah hadis ahad ( dha’if ). Dari seorang perawi Ubadah bin Shamit saja. Katanya Nabi bersabda : “ Ambillah olehmu dariku, Allah telah membukakan jalan bagi mereka; lajang dengan lajang, dicambuk seratus kali, dan dibuang selama setahun, janda dengan duda, dicambuk seratus kali dan di rajam “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan hukum yang bersumber dari hukum pertama Al-Quran, dan sumber kedua Hadis, jelas ada perbedaannya. Al-Quran hanya menyebut dera (cambuk) seratus kali ( lajang atau janda ), sedang Hadis menambah “ dibuang satu tahun ” ( lajang ), dan di rajam” ( janda ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kedudukan hukum pertama dan kedua, selalu berbeda. Satu dari Allah dan yang satu dari Nabi. Karena Hadis tidak selalu penjelasan dari Al-Quran, dan juga tidak selalu berlaku universal, tapi terkadang hanya local saja. Maka kita harus hati-hati dan memahaminya juga lain. Apalagi kalau Hadisnya ahad ( dha’if ). Mengenai Hadis dha’ifpun, ulama Syafie memakainya, jika menyangkut ibadah atau fadhail amal ( pahala-pahala dalam amal ), supaya merangsang pengamalan. Tapi, jika menyangkut hukum, ulama Sunni termasuk Syafie, juga menolak menjadikan rujukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena adanya kemusykilah dalam hukum rajam tersebut, maka negeri-negeri Islam terjadi penetrapan hukum ini kontraversial. Negara-negara yang menulis dalam konstutusinya berlandaskan Al-Quran, seperti Saudi Arabiyah dan negara-negara Teluk, berusaha menerapkannya. Sebaliknya, negara-negara yang mengadopsi hukum pidana Barat seperti Mesir, Syria, Aljazair dan Maroko tidak memberlakukan hukum rajam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di Pakistan sendiri, pernah terjadi diskusi panjang, tentang hukum rajam dengan mengambil qiyas, di zaman nabi, lalu disepakati, bahwa sebenarnya hukuman rajam, tidak ada dalam Al-Quran. Karena itu hukum rajam yang dijalankan sebagian negeri Islam, merupakan hukuman tambahan berkenaan dengan hak Allah ( hudduullah yang diputuskan secara ta’zir, kebijakan hakim ). Karena kebijakan hakim yang sangat berperanan, maka dera seratus pun dianggap hukum maksimal, lalu memperlakukan yang minimal, yaitu hanya di dera 25 kali, seperti yang dipraktekkan di Sudan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pernah dipraktekkan Rasul sebelum turunnya Surah al-Nur, sehingga tidak ada ketentuan ini berlaku universal, dan masih harus dilaksanakan yaitu “ Seorang lelaki mendatangi Rasul lalu berkata, “ ya Rasul saya telah berzina “, tapi Rasul tidak menghiraukan dan memalingkan muka, sehingga lelaki itu mengulang sampai empat kali, dan pergi mencari 4 saksi, setelah menghadap Rasul, dengan saksi-saksinya, baru Rasul bertanya, “ apa kamu tidak gila ?’. Di jawab “ tidak “. Kemudian Rasul bertanya lagi, “ apa kamu sudah pernah nikah ?. “ Dijawab “ya”, Kalau begitu, bawalah orang ini dan rajamlah “ ( HR. Bukhari ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang hakim mengambil hukum qiyas dari hadis dhaif dari Ubadah diatas, atau menggunakan hadis yang sudah mansukh dengan turunnya Surah al-Nur dengan menambah kata “ rajam ” atau meyakini bahwa riwayat Bukhari bersifat universal dan bukan local, serta masih berlaku, mengapa Rasul ketika dilapori 4 kali baru mau menoleh menerima laporan ?. Hakikatnya, agar menghindarkan si pelapor, dari hukuman, karena dasar utama Islam adalah etika ( makarim al- akhlaq ). Tapi terlihat sipelaku sendiri terlalu bernafsu mau sekali dihukum, lalu dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hakim perlu mengetahui, bahwa Al-Quran tidak pernah menyebut istilah “rajam” secara akspelisit. Satu-satunya ayat yang ada adalah istilah “ fahisyah ” itupun mutasyabihat ( meragukan )..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut hemat penulis, dalil “merajam” penzina itu lemah sekali. Itulah sebabnya sehingga di Negara Islam Pakistan sudah menghentikan hukum rajam, setelah selesai diskusi panjang ulama, mengenai rajam, yang tidak ditemukan satu ayatpun dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, berdasarkan uraian singkat diatas, yakni alasan rajam, menggunakan ayat “fahisyah” ( mutasyabihat ) atau hadis dhaif atau hadis yang sudah mansukh dengan turunnya surah Al-Nur, maka kita doakan, semoga banding terakhir bagi TKW Kartini, dapat lolos dari hukum rajam maut yang musykil. Apalagi menurut pengakuannya dilakukan karena dipaksa, sekalipun berteriak keras, tidak ada seorangpun yang mendengarnya. Maka kebijakan ta’zir hakim, hendaknya berlaku lunak, terhadap seorang wanita yang terpaksa jadi pembantu. Dan yang lebih penting diketahui, hukum rajam itu sendiri tidak ditemukan secara ekspelisit dalam Al-Quran. ( Wa Allahu a’lam ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-4541049785242052036?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/4541049785242052036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=4541049785242052036' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/4541049785242052036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/4541049785242052036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/hukum-rajam-yang-meragukan.html' title='Hukum Rajam yang Meragukan'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-5504091964920053924</id><published>2007-11-10T04:28:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:47:02.528-08:00</updated><title type='text'>Muhammad Al Amin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari ini kita telah berada pada tanggal I3 Rabi’ul Awal l42I Hijriyah. Mulai kemarin, sampai bulan Rajab, umat Islam Indonesia memperingati Maulid rasul Muhammad SAW. Mulai dari istana, sampai ke pelosok di dipedesaan nun jauh terpencil di atas gunung dan lembahlembah dan ngarai, Kaifiatnya, ada yang tradisional dan moderen. Yang tradisional, disambutnya dengan telur berwarna warni, dan pembacaan Barzanji,atau Ratib atau Maudu Lompoa atau Sekaten. Sedang yang moderen disambutnya dengan pidatopidatoan, pertandingan kesenian dan olahraga. Pokoknya, dilaksanakan sesuai selera, tapi tujuannya sama, karena cinta kepada rasul dan ingin menteladinya. Artinya memperimgati Maulid agar revitalisasi ruh Islam yang mulai pudar, akibat pengaruh politik dan materialistis yang sedang merajai masyarakat Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang mungkin perlu di bahas, mengapa perlu bermaulid, mengapa kita harus teladani kehidupan Nabi ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut para pakar sejarah yang paling mutawatir, bahwa Maulid di sponsori oleh Sultan Salahuddin, ketika terjadi perang Salib yang berkepanjangan. Setelah Sultan melihat semangat keberanian menghadapi musuh kurang patriotik dan semangat jihad menurun drastis, maka sebelum berangkat kemedan perang, sejarah Nabi dibacakan yang diwaktu itu pula lahirnya syairsyair sejarah nabi yang paling puitis,yang dibukukan menjadi kitab al-Barzanji. Kalau Barzanji itu kita baca dan menghayati maknanya, apalagi selalu didahului dengan salawat, maka ia sangat luar biasa gunanya. Tapi kalau dibaca dengan niat azimat menolak bala, akidah bisa goyang. Sebab, La hawla wala quwwata illa billah. Jadi Maulid itu sebagai revitalisasi akhlak Islam yang harus dihidupkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim, mengaspa dituntut harus mencintai Nabi, tak lain Motivasinya, karena Beliaulah menyampaikan pesanpesan, hingga kita menjadi muslim, lagi pula, karena Beliau bagian dari syahadat. Seorang muslim belum diakui keislamannya sebelum menyatakan melalui bibirnya, pengakuan kerasulan Muhammad bersamaan pengakuan dan keyakinannya di dalam hatinya. Seorang muslim, tidak sah perkawinannya tanpa menyebutnya, seorang musalli, tidak diakui salatnya tanpa menyebutnya. Pokoknya, setiap menyebut Allah harus menyebut Muhammad. “ La azkuru illa zukkirtu ma’ahu “ (Aku tidak di sebut kecuali harus disebut bersamanya), menurut hadis qudsi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(Aku tidak di sebut, kecuali disebut bersamanya) (Hadis Qudsi).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orangorang Barat sendiri yang non muslim, dengan tegas mengakui kehebatan Muhammad, seperti Michael Hart, antara lain berkata : “ Ada dua alasan, mengapa urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam, ketimbang peranan Nabi Isa terhadap agama Nasrani. Biarpun nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran pokok moral da etika Kristen ( sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme, St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebar dari perjanjian lama ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam, tapi sekaligus juga terhadap pokokpokok etika dan moralnya. Tambahan pula pencatatan kitab suci Alquran, kumpulan wahyu diyakini berasal langsung dari Allah. Wahyu di salin dengan penuh kesungguhan, tidak tergoyahkan sampai Muhammad wafat. Sebaliknya, tak ada satu kumpulan yang terperinci dari ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. ( Lihat: Seratus Tokoh : 32).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan Hart tersebut, adalah pengakuan obyektif, dimana Allah telah menjamin keorisinilan Alquran, dengan firmaNya : “…. Wa innahu lahafizhun “ ( Sesungguhnya Kami akan memeliharanya terus ) . Itulah sebabnya semua huruf dan kalimat Alquran, tidak yang berbeda, misalnya Alquran yang ada di Jepang, Amerika dan Indonesia. Sekalipun diterjemahkan dalam berbagai bahasa, tapi huruf aslinya Arab, tetap harus di pasang. Begitu juga peran Nabi Muhammad dalam etika dan moral, persis isi Alquran itu sendiri, seperti yang dikatakan Aisyah (isteri Nabi) : “ Akhlaquhu Al-Qur’an “ ( Akhlak Muhammad itu persis Alquran ).(HR. Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengenai penulis Barat HAR. Gibb, ia lebih menitik beratkan kesuksesan Muhammad, dalam lintasan sejarah karena ajaran yang dibawakan tidak mengenal diskriminasi antara seorang budak dan raja antara seorang miskin dan kaya. Bahkan Muhammad lebih condong bersahabat orangorang miskin dari kaum elit dan bangsawan. Padahal perkembangan kekuasaan yang ada disekelilingnya waktu itu adalah sedang maraknya sistim perbudakan, feodalisme dan diskiriminasi yang tajam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Daya tarik ajaran Islam yang tidak dibuatbuat dicontohkan oleh rasul bersama sahabatnya menjadikan kaum musyrikin berduyungduyung masuk Islam dengan sukarela tanpa paksaan. Bahkan musuk bubuyutan Islam Abi Sufyan, yang pada Fat-hu Makkah, dianggap akan terjadi balas dendam terhadap musuhnya yang mengusirnya, justru sebaliknya, semua yang berlindung di rumah Abi Sufyan, di jamin keselamatan jiwanya oleh tentara muslim, atas perintah rasul.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;AL-AMIN :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Muhammad artinya orang yang terpuji, adalah nama pemberian kakeknya, sedang namanya yang lain yang disebut Alquran, adalah Ahmad yang juga orang paling terpuji. Artinya, dengan melihat nama maka tergambarlah keterpujian namanya sama dengan orangnya. Tidak seperti sebahagian masyarakat Indonesia yang juga namanya bagus, tapi penyandang nama, bertentangan dengan orangnya. Bahkan, sejak nabi memasuki usia remaja, orangorang Arab yang belum muslim pada zamannya, ramairamai telah menambah lagi satu gelaran ( nama ) terhadap diri Muhammad, yaitu “ Al-Amin “ (Orang yang paling dpercayai dan jujur). Menjadilah namanya di masyrakat, Muhammad al-Amin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Nabi yang lain ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Alquran terdapat beberapa rasul yang menyatakan dirinya “ Nasihun Amin (Pemberi nasehat yang dipercaya), seperti Nabi Nuh, Syuaib, Luth dan Salih, yang semuanya menyatakan kepada umatnya ketika berdakwah dan seolaholah tidak diyakininya. Bahkan Nabi Musa diabadikan Alquran, “ dengan kalimat “ Qawiyyul amin “ ( Kuat dan dipercaya ). Demikian Malaikat Jibril dengan istilah “ Ruhul amin “ (Ruh yang dipercaya) dan kota Makkah dengan istilah “ Baladil amin “ (Kota yang aman yang dipercaya).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat istilah yang dilontarkan Alquran, maka dalam Alquran terdapat penggunaan Al-amin yang bervariasi (l) Terkadang ditujukan kepada Nabinabi, (2) Terkadang Malaikat Jibril (3) Terkadang kota Makkah. Tapi semuanya ditujukan adanya kejujuran kepada yang menyandangnya, dan bagi kota Makkah digambarkan adanya keamanan dan ketenteraman batin bagi mereka yang telah memasukinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Khusus istilah Qawiyyul amin, yang ditujukan kepada pribadi Nabi Musa, adalah pensyaratan utama bagi mereka yang akan diangkat jadi pemimpin, mulai dari kepala desa sampai kepala negara. Artinya menurut Alquran, mutlak adanya dua pensyaratan utama bagi yang diangkat jadi pejabat, yaitu (l) Harus kuat pisiknya, seperti Nabi Musa, Nabi Muhammad, Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib. (2) Harus mempunyai kejujuran dan dipercayai dalam memelihara amanah. (3) Harus punya keahlian, tapi jujur seperti Nabi Yusuf, yang diabadikan Alquran “ Hafizhun ‘alim “ (Yang pintar memelihara amanah, dan jujur ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pelengkap syarat kenabian yang di syaratkan dalam ilmu Tauhid berdasarkan Alhadis, juga disebut “ Al-amanah “ yang juga berarti dipercayai. Sedang kata iman, yang berarti percaya dan aman dirinya tentang Allah dan masyarakat. Ini dapat diketahui bahwa orang yang beriman itu harus dapat dipercaya, aman jika kita simpan barang padanya, tidak mengkhianati kita apalagi menggunting dalam lipatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Latar belakangnya menurut Tarikh, ketika terjadi permasalahan yang besar dikalangan orangorang Arab, tentang yang paling berhak memasukkan hajar Aswad di Ka’bah yang jatuh dari tempatnya, lalu di putuskan, siapa yang pertama masuk di lokasi Ka’bah besok paginya itulah yang akan menjadi hakim diantara yang sedang berselisih. Tibatiba Muhammadlah yang pertama masuk dan dialah yang menjadi hakim diantara qabila Arab yang berselisih. Suatu kearifan yang di tempuh dan tidak ada yang merasa kalah diantara mereka, yaitu dengan menggelar serbannya diempat sudut, setiap qabila mengangkat hajar Aswad bersamaan, dan Muhammadlah yang memasukkan kembali hajar Aswad yang jatuh, akhirnya selesailah keputusan hakim yang paling adil. Dari situlah gelaran itu diperoleh secara adil, karena dilakukan secara gotongroyong bersamaan, tanpa ada yang merasa dirugikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam memperingati Maulid tahun ini niscaya, al-Amin ini saja yang kita tiru, kezaliman, perkosaan hak dan intimidasi yang dilakukan antara kaum elit politik dan pemimpin pemerintahan, jika kita praktekkan, insya Allah krisis diberbagai dimensi yang melanda bangsa, dapat diatasi dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dalam menyambut Maulid tahun 2OOO ini, yang kita harus lakukan untuk menyelamatkan bangsa yang korup, saling curiga, saling bermusuhan, bahkan saling berbunuhbunuhan, tak lain yang dapat kita lakukan, kecuali menteladani Nabi Muhammad, yang digelar kawan dan lawan seorang yang Al-Amin, khususnya kelompok pejabat, mulai dari Lurah sampai Presiden dan para elit politik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-5504091964920053924?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/5504091964920053924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=5504091964920053924' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/5504091964920053924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/5504091964920053924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/muhammad-al-amin.html' title='Muhammad Al Amin'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-1034621065809900018</id><published>2007-11-10T04:26:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:47:58.492-08:00</updated><title type='text'>Meyakini Kebenaran Agama Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada sesuatu yang sangat mengherankan dalam kehidupan kita akhir-akhir ini, misalnya seorang dokter yang melarang pasiennya merokok, tapi dokternya sendiri perokok kelas kakap.Artinya, dokter itu cuma berfatwa, tapi tidak yakin akan kebenaran ilmunya. Demikian adpertensi rokok yang di pasang dengan gambar yang besar hampir di setiap sudut kota, tapi dibawahnya tertulis “Rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin”.Artinya, rokok memperpendek umur dan sewaktu-waktu merenggut maut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang sangat mengherankan, ada dokter perokok .Apakah cuma main-main dengan ilmunya atau sekedar melaksanakan tugas ? Atau sudah melaksanakan dua tugas.Pertama, melarang sebagai tugas dokter. Kedua, membolehkan sebagai pribadi ? (Astagfirullah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau pemimpin bangsa atau daerah juga demikian, maka hancurlah negara dan bangsa ini.Melarang korupsi misalnya, sekedar tugas. Tapi menumpuk kekayaan dengan berani korupsi, untuk pribadi 7 turunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana keyakinan Agama ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ajaran dasar agama khususnya Islam tidak bolehkan demikian. Agama harus diyakini. Misalnya rukun Islam pertama yang namanya syahadat. Seorang muslim harus meyakini 3 hal. Pertama “Al-Talaffudzu bi allisan” (Diucapkan di lidah). Kedua, “Al-Tasdiqu bi alqalb” (Di benarkan di hati). Ketiga, “Wa al’amalu bi al-arkan (Direalisasikan dalam perbuatan).Seseorang yang tidak melakukan tiga serangkai yakni diucapkan,dibenarkan hati dan dibuktikan dengan perbuatan, berarti syahadatnya belum sah dan belum boleh diakui sebagai seorang muslim.&lt;br /&gt;Jika kita bandingkan dengan dokter perokok diatas, berarti sang dokter itu cuma mengucapkan di lidahnya, hatinya tidak percaya dan pengamalan lebih tidak diimplementasikan, karena ia ingkari ilmunya.&lt;br /&gt;Maaf, kalau agama anda misalnya : syahadat juga diperlakukan sama seperti itu, maka inilah yang disebut muslim, hanya kartu penduduk. Mudah-mudahan muslim seperti ini hatinya masih tetap percaya, tapi mungkin karena kemalasan, sehingga realisasi dalam perbuatan, belum sempat dijalankan penuh, misalnya dengan melakukan salat. Ya Allah ampunilah hambaMu yang hanya masih tergolong kategori ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memberantas penyakit dunia:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seorang ilmuwan Mesir Syekh Muhammad Gazali, berkata :“ Sebenarnya memberantas penyakit dunia yang kini mewabah seperti Aids sangat gampang, jika kita mau mencabut akar permasalahan, yaitu melarang pelacuran. Pendapat Syekh tersebut mirip yang dianjurkan ahli kesehatan jika ingin memberantas malaria, maka selokan harus bersih.Selanjutnya Syekh berkata, jika kita mau membandingkan kisah-kisah Alquran yang merekam pristiwa ribuan tahun yang silam tentang kejahatan dengan kejahatan masa kini, maka yang terjadi itu hampir tidak ada bedanya.Yang berbeda hanyalah media dan targetnya. Namun nalurinya masih tetap sama. Manusia dulu dan sekarang.Sebab itu kisah Alquran adalah pendidikan dan itibar, perlu dipelajari. Pengumbaran nafsu seks di Hollywood tidak berbeda dengan yang pernah terjadi puluhan abad silam tentang pelacuran. Kesewenang-wenangan penjajahan masa sekarang, tidak berbeda buruknya dengan yang tejadi di zaman Romawi dan Fir’aun. Hanya istilahnya yang diperhalus. Peradaban yang menaungi kita sekarang diakui sangat canggih, tapi kita tidak mungkiri pula bahwa peradaban Barat hanya mengabdi kepada bangsa-bangsa yang meluncur sendiri. Mengabdi kepada keserakahan, kesombongan dan kecongkakan yang mencelakakan bangsa dan agama lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memberantas penyakit dunia sekarang ini, tiada lain kecuali harus kembali kepada Allah dan ajaran dasar Islam. Bukan meniru keserakahan yang dibalas dengan keserakahan atau teror dibalas dengan teror.Misalnya, kalau di mesjid sandal kita diambil orang, kita tidak perlu menambah lagi deretan pengambil sandal.Dengan balasan mengambil sandal orang lain. Karena yang demikian, hanyalah memperpanjang deretan pencuri sandal. Lucunya, kita alami selama merdeka. Kalau dulunya yang koruptor dapat dihitung banyaknya dan kadarnya. Masya sekarang, jumlah koruptor hampir tidak terhitung banyaknya, karena merata diperaktekkan seluruh lapisan, dengan alasan diatas lebih banyak.(Astagfirullah !). Dan yang paling mengherankan justru caranya yang lebih canggih dan jumlahnya triliunan rupiah.Kemudian mereka tidak dihukum karena rupiahnya, masih dapat dikucurkan sebagian kepada yang menguasai hukum. Pantaslah jika organisasi dunia mencap Indonesia negara urutan ke enam terkorup dari seratus negara yang diteliti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara mengatasi :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebagai solusi agar kita tidak terlalu lama diurutan keenam ini, menurut penulis, maka hendaklah kita semua berusaha kembali ke ajaran dasar Islam yang diyakini kebenarannya. Kita bertekad, bukan meniru model dokter perokok diatas !.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alquran mengabadikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) “Maka bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui…Dia telah menganugerahkan binatang-binatang ternak, anak-anak, kebun dan mata air, sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab yang besar”(QS.26:131).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) “Sesungguhnya Allah tidak menjanjikan kemiskinan dan kesengsaraan bagi yang bertaubat, melaikan Dia berkata sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami (Allah) akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi” (QS.7: 96).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3)“Wala ta’kulu amwalakum bainakum bi al-bathil”(Dan janganlah kamu makan (gunakan) hartamu yang kamu peroleh dengan jalan batil)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga ayat tersebut dipahami, bahwa cukup banyak rezeki yang telah disediakan Allah kepada manusia, namun harta yang diperoleh dengan batil tidak boleh digunakan, karena dapat membahayakan jasmani, seperti peringatan iklan merokok diatas, sewaktu-waktu adanya serangan jantung, atau kanker, yang sukar diobati. Demikian untuk menghalau krisis kemiskinan yang semaking menghadang bangsa ini, maka tak ada jalan kecuali kembali memperkuat iman yang telah diyakini kebenarannya dan bukan model dokter yang hanya menganjurkan, tapi tidak diamalkan.&lt;br /&gt;Seorang muslim harus rajin ke Mesjid, Keristen harus rajin ke gereja dan agama yang lain, harus rajin pula ketempatnya salat, apapun namanya.Kita yakini agama kita bukan hanya di mulut, seperti dokter perokok diatas.Terhadapan kaum Budha yang merayakan Imlek, penulis ucapkan selamat, semoga nasib umat beragama lebih baik dari tahun lalu.(Amin ya Rabbal alamin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memilih yang jujur dan adil :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kalau praktek penguasa dunia yang kita lihat dalam berita yang mendemonstrasikan keserakahan dan kesombongan lalu taashub dengan memakmurkan sebangsanya saja sekalipun menghancurkan dan membinasakan orang lain, maka kenyataan kita di Indonesia berbeda.Kita dikenal termasuk 6 besar penduduk terbesar dunia, tapi kita dikenal juga termasuk peringkat 6 negara koruptor dunia.Dan yang lebih memalukan karena kita peringkat pertama muslimin se dunia yang mengajarkan kejujuran dan keadilan.Seorang pemimpin dalam Islam dari terkecil sampai tertinggi syarat pertamanya adalah “ al-amin”(jujur dan terpercaya).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin menggeser peringkat 6 dunia menjadi 6O dan kalau perlu diatasnya lagi, maka tak lain kita harus pilih pemimpin jujur dalam Pemilu yang sudah dekat, dari 24 partai yang telah disahkan KPU, betul-betul memilih calon pemimpinnya yang bukan Cuma bicara tapi prakteknya mempunyai sifat Amanah seperti Nabi Musa,Yusuf dan Muhammad SAW.Disamping itu disyaratkan pula mampu berbuat adil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu ketika Khalifah Umar melihat pertentangan politik berkepanjangan dengan saling menyerang dalam khutbah ia mengubah khutbah yang mulanya doa caci maki menjadi “Innallaha ya’muru bi al-adli wa al-ihsan, waitaidzi al qurba, wayanha ‘an al-fahsyai wa al munkar” (Allah memerintahkan kepadamu berbuat adil dan ihsan,memberikan bantuan kepada kerabat dan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pidato wajib Khatib diatas, dimulai oleh Khalifan Umar bin Abdul Aziz, sebagai pengganti khutbah yang selama puluhan tahun hanya menyerang kelompok politik dalam perang saudara pihak Muawiah dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib, sekalipun Umar Abdul Aziz sendiri adalah dari kuturunan Muawiyah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ali menjadi khalifah ketika berperkara dengan seorang Yahudi tentang pedang,Ali yang Khalifah terpaksa kalah dalam persidangan, karena tidak mampu mendatangkan saksi, dan menerima keputusan hakim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ajaran agama yang telah kita ucapkan melalui syahadat, hendaknya kita yakini kebenarannya dengan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan bukan meniru model dokter yang perokok yang tidak meyakini kebenaran ilmunya.Dan untuk mengakhiri krisis yang berkepanjangan tak lain kecuali kita harus kembali memperkuat keimanan dan ketakwaan. Sedang untuk menghilangkan tuduhan koruptor keenam dunia, kita harus pilih pemimpin yang jujur dan adil serta bersedia menerima keputusan hakim seperti Khalifah Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-1034621065809900018?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/1034621065809900018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=1034621065809900018' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1034621065809900018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1034621065809900018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/meyakini-kebenaran-agama-kita.html' title='Meyakini Kebenaran Agama Kita'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-7991763901623754833</id><published>2007-11-10T04:25:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:48:47.606-08:00</updated><title type='text'>Merindukan Media yang Akhlaki</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jika Anda menyaksikan pesan-pesan televisi akhir-akhir ini, maka anda pasti merasakan betapa jauhnya pesan-pesan moral yang ditampilkan. Adegan yang berbau porno, kekerasan dan mistik, itulah yang terbanyak menghiasi sepanjang malam. Sangat jauh berbeda sebelum reformasi. Kayaknya reformasi ini digunakan sebagai senjata ampuh untuk berbuat apa saja, asal memperoleh keuntungan materi. Betapa adegan yang titampilkan sangat jauh dari semangat awal dari pendirian sebuah media. Media yang seharusnya menjadi media yang mendidik dan memberdayakan masyarakat, tetapi telah berubah menjadi media yang banyak mempertontonkan hal-hal yang tidak etis. Seperti adegan kekerasan, pornografi, pornoaksi dan mistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada beberapa permasalahan utama yang mendera dunia pertelevisian di Indonesia belakangan ini. Bahkan bukan hanya yang ada di Indonesia, tetapi hampir di seluruh belahan dunia mengalami hal yang serupa. Yakni, pertama, inkonsistensi tujuan dan pelaksanaan dari cita-cita awal stasiun tersebut. Misalnya, stasiun televisi yang memproklamirkan sebagai stasiun televisi pendidikan ataupun keluarga, tetapi kemudian berbagai tayangannnya tidak menunjukkan keseimbangan tema acara. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Persoalan kedua yang juga diderita adalah mutu acara yang ditampilkan. Sangat banyak stasiun televisi yang menampilkan acara yang alih-alih untuk melakukan upaya perbaikan dan pendidikan, tetapi hanya menjadi acara pembodohan yang malah tidak mendidik sama sekali. Lihat misalnya, dengan beragamnya acara yang penuh dengan adegan kekerasan, pornografi ataupun pornoaksi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, stasiun televisi yang menjadi alat perpanjangan tangan kaum pemodal. Sehingga apa yang disampaikan, bukan lagi merupakan fakta sesungguhnya, tetapi sudah opini yang difaktakan. Ada frame yang dibangun terlebih dahulu, lalu dengan alat itulah ia menafsirkan fakta atau membidik fakta. Dalam ilmu komunikasi hal ini banyak disoroti dengan penggunaan analisa framming. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, patisipasinya dalam menyokong perubahan sosial yang menuju ke arah yang lebih baik. Televisi yang tergolong media massa menjadi salah satu pilar yang menyokong tegaknya negara demokrasi, sehingga seharusnya menampilkan realitas kebenaran dan bukan kebenaran yang dipilih-pilih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari keempat permasalahan besar tersebut, maka akan timbul sebuah pertanyaan, seharusnya, seperti apakah tayangan sebuah media televisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap fungsi sosialnya, ada beberapa hal yang harus menjadi tanyangan media, karena hal itu memang merupakan tugas utamanya. Pertama, pemberi informasi. Ajaran Agama Islam menghendaki agar informasi yang diberikan kepada seseorang, sifatnya jujur, jelas dan transparan. Istilah Nabi yang berasal dari salah satu kata “Nabaa” artinya berita penting yang benar. Jadi seorang wartawan, memberitakan berita yang benar, disebut nabi (tapi bukan berarti rasul).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab, berita itu disebut “Khabar” (berita biasa) dan “Nabaa” (berita penting). Berita penting hendaknya diteliti dengan seksama sebelum memberitakanya. Dapat dilihat salah satu ayat dalam Alquran, “Jika seorang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak mengakibatkan suatu musibah kepada suatu kelompok, tanpa mengtahui keadaan (sebenarnya), sehingga kamu menyesali perbuatan itu”. (QS. Al-Hujurat (49): 6).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut mufassir al-Maraghy, yang disebut orang fasik ialah “al-Khariju ‘an hudud Allah”, yang keluar dari hukum-hukum Allah, baik melalui mulutnya maupun perilakunya (al-Maraghy, 25 : 127). Dengan pemberitaan yang Islami, selalu dikaitkan dengan pembawa dan isi berita yang mengutamakan akhlak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, media harus berperan besar dalam pendidikan. Pendidikan tersebut dalam berbagai hal, termasuk olahraga maupun kesenian. Di dalam dunia Islam mendidik seseorang sangat urgen, bahkan ayat yang pertama turun adalah Iqra (S.al-Alaq) yang memerintahkan belajar, membaca baik yang tertulis, maupun kejadian sehari-hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Media harus juga memerankan hal ini. Secara fungsional, acara-acara yang ditampilkannya harus dapat mendidik masyarakat menjadi lebih baik. Sangat disayangkan, jika televisi hanya menampilkan acara-acara sinetron yang kelihatan sangat ‘mewah’ dan menjauhkan dari realitas bangsa Indonesia yang penuh keprihatinan. Belum lagi tayangan-tayangan horor yang sangat berlebihan. Bukannya menjelaskan tentang alam ghaib, tetapi malah kelihatan dengan sengaja menakut-nakuti pemirsa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Harus melakukan fungsi kontrol. Mengawasi, mengontrol, dan menegur, wajib dilakukan seseorang, sebagai penyalur pendapat hati nurani, sebab media massa termasuk kekuatan-kekuatan pendapat, selain DPR dan mahasisiwa. Kalau ketiga kekuatan ini lumpuh, maka penyelewengan - penyelewengan akan mudah terjadi. Kalau penyelewengan terjadi, maka rakyat akan menderita, dan penguasa tambah berani berbuat penyelewengan lebih marak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Media massa wajib melakukan kontrol, koreksi dan saran, terutama kepada penguasa, yang bertujuan untuk kepentingan sosialisasi. Kegunaanya, terlepas dari siapa pemegangnya, karena pihak penguasa dalam catatan historis, selalu cenderung zalim, nepotisme dan memandang rakyat adalah budaknya. Lord Acton menuliskan tesisnya bahwa, “Power tends to corrupt, absolute power tends to corrupt absolutely”. Tapi dalam melakukan fungsi kontrol, seharusnya ada etika dalam bersikap. Tidak secara tendensius dan tanpa bukti yang sah. Tetapi, dengan investigasi pemberitaan yang baik dan benar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sosial kontrol dan koreksi, istilah agamanya “amar ma’ruf nahi munkar” (memerintahkan yang baik dan melarang yang buruk). Kewajiban itu selain menjadi tugas seorang Mubalig (Ulama), juga menjadi tugas utama dari sebuah media massa. Bahaya yang ditimbulkan bila hal ini diabaikan, dapat mendatangkan bencana secara umum, atau doa sama sekali akan tertolak. Dinyatakan dalam sebuah hadist Nabi, “Sesungguhnya manusia jika melihat kemungkaran, lalu tidak berusaha menegurnya (menghentikannya), maka Allah akan mempercepat siksaaan secara umum, atau doanya tidak akan terkabul” ( R.Thirmudzi dari Abu Hudzaifah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa inti utama dari fungsi media massa yang selayaknya juga diperankan oleh media massa termasuk stasiun televisi. Bahwa televisi juga mempunyai fungsi hiburan, maka harus kita akui, tetapi jika seluruhnya adalah hiburan, maka akan diletakkan dimana, fungsi yang lain tersebut ?. Kalaupun ada fungsi lain tersebut, maka berapa persentasenya. Jangan-jangan mayoritas tayangannya, hanyalah hiburan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari pemikiran inilah, maka mungkin menjadi harapan besar bagi stasiun-stasiun televisi untuk berfikir ulang tentang format acaranya. Acara kuis yang menyediakan hadiah jutaan rupiah dalam satu hari mengapa tidak di set up menjadi upaya pengentasan kemiskinan? Mengapa terlalu banyak acara-acara gossip yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, tetapi terus-menerus diberitakan, dengan intensitas siaran yang tinggi ? Mengapa banyak tayangan dengan beradegan kekerasan pada jam menonton anak-anak? Mengapa jam-jam prime time, diisi oleh tayangan-tayangan hiburan dan bukan tayangan dakwah? Dan masih banyak pertanyaan lain yang lahir dari perenungan terhadap kualitas tayangan televisi di negara kita ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita semua terus berharap, akan munculnya stasiun televisi yang secara riutin menampilkan pesan-pesan moral dan terus melakukan fungsi-fungsi media massa seperti diatas. Mudah-mudahan harapan ini terbaca oleh TVRI yang sedang berulang tahun.&lt;br /&gt;Kita rindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-7991763901623754833?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/7991763901623754833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=7991763901623754833' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/7991763901623754833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/7991763901623754833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/merindukan-media-yang-akhlaki.html' title='Merindukan Media yang Akhlaki'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-1228710817680655221</id><published>2007-11-10T04:22:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:49:47.740-08:00</updated><title type='text'>Hijrah Untuk Keseimbangan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;HIJRAH telah popular bagi kita, adalah perpindahan Rasul dan muslimin dari Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan Islam. Atau hakikatnya meninggalkan “dar kufr ila dar amn” ( Dunia kekafiran (kegelapan) kepada keimanan (kecemerlangan).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita dambakan semua di negeri ini.supaya ada perubahan, karena fakta menunjukkan momentum hijrah inilah lahirnya daya dobrak tatanan social yang harmonis, pluralis dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian nama tahun Hijrah bagi Islam awalnya diputuskan Khalifah Umar,yang diilhami Al-Quran berdasarkan perhitungan Qamariah (bulan).Sebab bulan seperti yang kita ketahui memantulkan sinar matahari melalui permukaannya. Dari hilal (sabit) bertambah setiap hari menjadi sempurna (badar), kemudian kembali kecil dan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan evolusi kecil besarnya bulan, jika Anda renungkan, tergambar dalam benak, bahwa umur manusia juga demikian. Berevolusi, sempurna, menurun dan hilang. Sebab itu, wajar jika memburu kehidupan dunia, diimbangi dengan mempersiapkan kehidupan akhirat yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adil.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hikmah perhitungan bulan yang menjadi dasar keputusan Umar yang diilhami Al-Quran, supaya menjadi tanda bagi manusia dalam menentukan ibadah pada musim haji dan permulaan puasa Ramadan. Itulah sebabnya waktu Qamariah yang digunakan dan bukan Syamsiah (matahari).demi kepentingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang hidup di kutub utara atau selatan, sama-sama pernah merasakan puasa dengan alokasi waktu relative pendek dan panjang. Demikian musim haji, sama-sama merasakan adakalanya musim dingin dibawah Nol derajat dan musim panas diatas 4O derajat.Betapa indahnya keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan Al-Quran .” Dan Allah meninggikan langit dan Dia meletakkan timbangan”. (QS. Al-Rahman 7).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Tafsir, ayat diatas Allah menyandingkan kata langit dan timbangan untuk mengisyaratkan betapa luhur dan indahnya, jika sesuatu itu tidak berat sebelah. Artinya keadilan turun dari langit ke bumi atas perintahNya, harus diikuti.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Karena langit ditegakkan atas dasar timbangan, maka bermiliar benda-benda diangkasa, kecil dan besar berjalan dan berputar tidak pernah ada satupun diantaranya yang tabrakan, karena perinsif sesuai kadar yang ditetapkan. Jika Anda renungkan, kebanyakan tabrakan penghuni bumi, akibat tidak memenuhi jalur ketentuan. Alias suka melanggar dan mengambil hak orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, tujuan pemberitaan ayat diatas, salah satunya agar umat manusia yang melakukan aktivitas kehidupan dunianya, selalu memperhitungkan keseimbangan (adil terhadap dirinya dan orang lain). Misalnya seimbang antara pemasukkan dan pengeluaran dalam rumah tangga. Kalau tidak, musabab awal kekacauan, apalagi kalau tidak syukur nikmat, mengakibatkan berantakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebabnya itu agama menganjurkan perlunya menabung sebagian dan melihat ke bawah soal rezeki..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Timbangan Akhirat:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Banyak ayat yang melarang berbuat curang, diantaranya “Kecelakaan bagi orang-orang (yaitu) apabila menerima takaran atas orang lain, meminta dipenuhi, dan apabila menakar (menimbang) ia mengurangi”(QS.Al-Mutafifin 1-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan sebagian orang seperti itu disamping merugikan dirinya sendiri, juga merugikan orang lain. Akibatnya, di negeri kita sendiri di kawasan Asean paling lama didera krisis,berkepanjangan, kemungkinan besar ulah sebagian penduduknya paling lama juga melakukan kecurangan. Kata orang, rangking.(Nastagfirullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan Al-Quran, “ Timbangan pada hari ini ialah kebenaran (keadilan) .Barangsiapa yang berat timbangannya (kebaikannya) itulah orang-orang yang beruntung dan siapa yang ringan timbangannya itulah orang-orang merugi dirinya, disebabkan mengingkari ayat-ayat Kami “ (QS. Al-A’raf 8-9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Tafsir, timbangan itu kemungkinan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Keseluruhan kebaikan dibandingkan dengan keburukan..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Amal kebaikan ditimbang sesuai tolok ukur yang digunakan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Timbangan yang pasti, hanya Allah Yang Mengetahui, karena Dialah Yang Mengetahui kadar keikhlasan hambaNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengenai cara Tuhan menimbang amal, tidak perlu diketahui. Yang pasti, ada penimbangan amal (Al-Mizan) yang seadil-adilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkuat ayat lain “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang sedikitpun, dan walau hanya seberat biji moster, pasti Kami mendatangkannya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan (QS.Al-Anbiya 47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah ada amal yang tidak ditimbang ?.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Al-Quran menjawab: “Mereka itu orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka, dan mengingkari terhadap perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka. Kami tidak melakukan penimbangan (penilaian) amalan mereka pada hari kiamat” (QS.Al-Kahfi 1O5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ayat yang menyebut sekalipun seberat “ zarrah “kebaikan dan keburukan, pasti dilihatnya (Al-Zalzalah 7-8) ?.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ulama Tafsir menjelaskan bagi yang ingkar (Kapir) semua kebaikan yang dibuat diselesaikan di dunia saja, dengan pemberian berbagai fasilitas yang disenangi, tapi distop timbangannnya di akhirat,( sejalan ayat diatas ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syekh Muhammad Al-Gazali, kaum muslimin sangat terbelakang dalam berbagai sector kehidupan.Keterbelakangan ini menjadi penyebab bagi semua kekalahan. Baik dalam lingkungan regional maupun internasional. Supaya semua yang hilang itu dapai dikembalikan, maka kaum muslimin harus menjadi unggul dalam peradaban, kebudayaan, pendustrian dan pertanian. Itu adalah hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, hijrah ialah menghentikan semua bentuk kejahilan yang gelap gulita menuju kehidupan yang terang benderang, dan bukan hanya seperti sambutan masyarakat Medinah terhadap Rasul SAW, pada awal hijrah dengan Thala’al Badru ‘alaina (Telah bersinar bulan purnama raya dan wajiblah kita bersyukur atasnya.). Tapi dibuktikan membuat terobosan mencontoh .Rasul di Medinah dengan esensi programnya memhidupkan mesjid, mempersaudarakan sesama muslim dan membuat perjanjian damai dengan non muslim serta menjadi teladan dalam segala hal, terutama pemimpin yang sederhana, hakim yang adil dan mengutamakan kesejahtraan rakyat kecil; Hakikatnya menciptakan kehidupan keseimbangan dan kedamaian, laksana bintang-bintang di cakrawala. (Wa Allahu a’lam).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-1228710817680655221?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/1228710817680655221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=1228710817680655221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1228710817680655221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1228710817680655221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/hijrah-untuk-keseimbangan.html' title='Hijrah Untuk Keseimbangan'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-537611940592772299</id><published>2007-11-10T04:21:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:50:42.849-08:00</updated><title type='text'>Menyempurnakan Akhlak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Alhamdu lillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pelajaran Budi Pekerti (Akhlak) sudah dibuang di sekolah dasar, ketika pendidikan agama dibatasi hanya dua jam seminggu di sekolah, ketika tontonan di layar lebar tidak disensor sesuai kepribadian bangsa, ketika televisi ramai-ramai menyiarkan pornografi, sadisme, kemewahan dan kepalsuan melalui Iklan, ketika generasi sudah sukar mencari tokoh pemimpin yang dapat diteladani, baik tingkat lokal dan nasional, maka kerusakan moral dan akhlak generasi merajalela. Bertambah semarak dan subur ketika dimeriahkan kebudayaan Barat yang ditelan dengan lahap oleh generasi muda, tanpa filter agama. Pengaruh kebudayaan Barat lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Kini moral bangsa hancur lebur berantakan. Istilah lain, krisis multi dimensional berkepanjangan. Alhamdulillah, pemerintahan SBY-Kalla sadar, bahwa program utama itulah yang harus diperbaiki dulu, dengan pemburuan koruptor kelas kakap.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, sangat disayangkan baru-baru ini kaum elit yang panggilannya ter hormat yaitu DPR dan yang diharapkan memperbaiki yaitu Jaksa Agung, malah bertindak seperti orang bertengkar di pasar. Disaksikan jutaan pemirsa TV.(Astaghfirullah !). Tuduhan laksana “Ustadz di Kampung Maling ?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Efendi Gazali, sedikitnya ada tiga interpretasi terhadap peristiwa ini. Pertama, orang akan mengatakan, “ Enak saja anggota DPR menuduh orang lain Maling, memangnya mereka itu bersih ?.” Kedua, “ Mengapa Jaksa Agung, Abd.Rahman Saleh mati-matian membela korpsnya, apakah yakin kampungnya sekarang, betul-betul bersih ?” Ketiga, “ Orang akan mengatakan, keduanya keliru. Anggota DPR yang menggunakan kiasan itu terlampau kasar dan Jaksa Agung terlalu reaktif ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua Instutusi yang memperlihatkan kehebataannya itu, mungkin bukan pengaruh kurangnya Budi Pekerti di Sekolah Dasar, atau tontonan, tapi mungkin pengaruh jabatan keduanya, yang dianggap akan menjadi juru selamat di negeri ini. (Wallahu a’lam).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena keduanya muslim, Khatib anda, ingin menyegarkan kembali esensi ajaran Islam itu yaitu, sebagai tazdkirah, yaitu hanya ada tiga. Pertama, Akidah, yaitu keyakinan kepada Allah dan kepada yang gaib. Kedua, Syari’ah, dan hukum-hukum mengenai ibadah mahdhah. Keiga, Akhlak dan budi pekerti yang harus menjiwai seluruh kegiatan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Fitrah manusia itu esensinya suci. Bagaimanapun jahatnya, pasti ada bibit kebaikannya. Bibit itulah yang hendaknya dipupuk, dikembangkan dan di bina. Pembinaannya dalam Al- Qur’an disebut “Dakwah dan Tarbiyah”.. Metodenya dengan hikmah (bijaksana), ma’idzhah al-hasanah (nasehat yang sangat baik).dan mujadalah yang ahsan (diskusi yang lebih baik dan empati ). Istilah Hadisnya disebut “ Yassira (Menggampangkan) Basysyira (Menggembirakan) Tathawa’a ( Mempersatukan). Sedang tujuan utamanya s esuai misi kerasulan “ Rahmat lil ‘Alamin ( Memberi kasih sayang kepada semesta alam ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun misi utama Rasulullah menurut Hadis, “ Liutammima makarim al-akhlaq “ ( Menyemprnakan budi pekerti luhur yang sudah ada ). (HR.Ahmad). Artinya, bukan merombak keseluruhan yang sudah ada, tapi menyempurnakannya. Misalnya sifat gotong royong yang sudah ada dalam diri bangsa kita, disempurnakan dengan “ Bergotong royong, “ sesuai Al-Qur’an yaitu semua pekerjaan harus berdasarkan niat ikhlas. ( Tidak menunggu supaya dibalas atau menunggu ada ucapan terima kasih ( La nuridu minkum Jazaan wala syukura).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa sebab ?. Karena kapan kita menolong seseorang, lalu menunggu balasan, tapi ketika balasannya dirasakan tidak seimbang, akan berubah menjadi jengkel dan tidak ikhlas. Padahal, Al-Qur’an mengajarkan menolong itu hendaknya dengan takwa.(Wata’awanu ‘alal birri wattaqwa).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kehadiran Rasul, tugas utamanya ia lah menyempurnakan akhlak yang sudah ada. Akhlak yang sudah ada itu diberikan bobot dan dikembangkan, sehingga lebih bermakna. dan manusiawi. Dan bukan karena bertujuan popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bedanya dengan yang lain :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Di dalam Al-Qur’an dikatakan “ Wa innaka la’ala khuluqin ‘azhim “ ( Sesungguhnya Engkau (Muhammad) betul-betul berada di tingkat budi pekerti luhur yang besar) (QS.Al-Qalam: 4 ).&lt;br /&gt;Menurut ulama Tafsir, ayat tersebut didahului 6 huruf ta’kid (memperkuat) yaitu “ Wa- Inna- Ka- La- ‘Ala – Khuluq. Itu artinya, bahwa dalam Bahasa Arab sebenarnya sama saja artinya, jika kita katakan “ Akhlaquka ‘Azhim”. (Akhlakmu Muhammad Besar). Tapi Tuhan menggunakan 6 huruf ta’kid, maksudnya, bahwa akhlak Nabi Muhammad itu, berganda beberapa kali lipat besarnya dengan akhlak biasa. Misalnya rasa kasih sayang (rahmat) Nabi Nuh luar biasa sabarnya berdakwah ratusan tahun lamanya, namun hasilnya hanya 9 orang yang tertarik. Bahkan, anak isterinya termasuk mengingkarinya. Saking lamanya berdakwah dengan hasil yang tidak seimbang, akhirnya memohon kepada Tuhan agar umat yang dipimpinnya ditenggelamkan saja semuanya kecuali 9 orang (sebagian pendapat lebih sepuluh) pengikutnya yang selamat. Berarti ada batas kesabarannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kasih sayang nabi Muhammad, ketika disiksa kaumnya di Mekah lebih sepuluh tahun, berupa tekanan mental, tekanan pisik, bolokade ekonomi dan sosial, beliau terpaksa hijrah ke Thaif, 9O Km dari kota Mekah. Tapi apa yang terjadi ketika berdakwah di Thaif, ia memperoleh perlakuan yang lebih kejam. Diusir, dicaci maki dan dilempari batu, terutama pemuda remaja, sehingga badannya bercucuran darah dan meninggalkan Thaif bersama seorang pembantunya, dalam keadaan merangkak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika singgah dibawah sebuah pohon mengeringkan tetesan darah, ia didatangi Malaikat Jibril membawa berita, bahwa Tuhan memberi izin kepada Malaikat penjaga gunung untuk dapat beraksi menyapu bersih seluruh penduduk Thaif, jika Muhammad meminta.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa jawab Nabi Muhammad, ia hanya berdoa kepada Tuhan, “ Allahumma Fawwadtu amri ilaika (Ya Allah aku serahkan diriku kepadaMu). Kemana lagi aku harus pergi, apakah akan kembali ke negeri yang telah mengusirku, atau kembali lagi ke Mekah menjumpai penduduk yang telah memberi tekanan yang siap hari menerkamku lagi. “ Fala ubali” (Ya Allah hal itu semuanya aku tidak peduli). Biar seluruh manusia benci kepadaku, asal Engkau tidak benci kepadaku. Ya Allah ampunilah kaumku di Thaif, karena sesungguhnya mereka berbuat seperti itu karena tidak mengetahui bahwa saya datang untuk membawa kabar gembira yang akan membahagiakan mereka di dunia dan akhirat kelak”. (HR.Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membandingkan akhlak Nabi Nuh dengan akhlak Nabi Muhammad, terasalah bagi kita, bahwa kesabaran Nabi Nuh sekalipun masih termasuk tinggi, tapi masih ada batasnya. Berbeda dengan Nabi Muhammad SAW kesabarannya hingga diakhir hayatnya. Inilah budi pekerti luhur yang agung sebagai penyempurna akhlak yang sudah ada.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pantaslah jika Aisyah, isterinya mengakui, bahwa “ Akhlaquhu Al-Qur’an “ (Bahwa akhlak Nabi itu persis akhlak yang ada dalam Al-Quran) (QS.Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang Hukama pernah berkata” Budi luhur yang tersimpan dalam diri Rasul antara lain ilmu pengetahuan,sikap kesatria, ketekunan menyebarkan ka sih saying kepada seluruh alam, menjadikan orang berrduyung-duyung memasuki agama Islam.Dengan kasih sayang (rahmatnya) hajat manusia terpenuhi.Ketenangan, ketentraman dan saling pengertian menuju perdamaian. Kelurga kecil dan besar, merasakan terlindungi dan bebas mencapai cita-cita yang ingin diperjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Eropa mengenal Pencinta Binatang, Nabi Muhammad SAW telah meneriakkan “ Jika anda mengendarai binatang, berikanlah hak-haknya, danm janganlah menjadi seta-setan jalanan tyerhadapnya ”. Selanjutnya memperingatkan kepada kaum wanita, bahwa “ janganlah engkau suka mengurung kucing, dan tidak melepasnya untuk mencari makanan, sebab hal itu dapat membawamu ke neraka”.Bahkan ia menceriterakan seorang yang bergelimang dosa, diampuni dosanya, hanya lantaran memberi minum seekor anjing yang kehausan”, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan lawan dan agama lain banyak, misalnya, Muhammad sebagai “pahlawan” datangnya dari, Thomas Carlyle, “keberanian moral “ dari Marcus Dods, dan “pengaruh yang ditinggalkan” datangnya dari Michael H.Hart, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pantaslah jika Al-Quran mengabadikan” Ya ayyuha al-nas, Qad jaakum burhanun min rabbikum, waanzalna ilykum nuran mubina” (Wahai manusia, telah dating kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang) (QS.4:174).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut dipahami bahwa kehadiran Muhammad sebagai bukti kebeneran ajaran Islam yang dibawanya dan memberi cahaya yang terang benderang dari setiap kegelapan, yang dia kui kawean dan lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, berdasarkan uraian singkat diatas, maka akhlak mulia Islam itu telah diperlihatkan Rasul dengan baik, selama hidupnya di Mekah 13 tahun, dan di Medinah, selama 1O tahun. Yaitu misi utamanya, adalah peyempurna dan pelengkap moral yang sudah ada. .Diakui kawan dan lawan. Anda yang telah mengakui kerasulan Muhammad dalam syahadat, hendaknya berusaha mendekatinya, sesuai kemampuan. Metodenya jika anda berdiskusi, hendaknya dengan metode Al-Quran, “ Wajadilhum billati hiya ahsan “, yaitu “Qawlan Kariman” ( kata-kata yang lunak). Tidak melukai perasaan orang lain, serta saling empati. Semoga Allah mengubah nasib kita yang sudah lama berantakan moralnya, terutama kaum elitnya yang suka beraksi didepan umum.. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahu innahu huwassami’ul ‘alim..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-537611940592772299?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/537611940592772299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=537611940592772299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/537611940592772299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/537611940592772299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/menyempurnakan-akhlak.html' title='Menyempurnakan Akhlak'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-4487583490549208457</id><published>2007-11-10T04:19:00.001-08:00</published><updated>2007-12-23T20:51:57.292-08:00</updated><title type='text'>Menebarkan Perdamaian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebelum datangnya Islam, salam yang dianggap sebagian bangsa sebagai etika dalam pergaulan jika bertemu diwaktu pagi, yaitu Shabahul Khair ( Arab ) Good morning ( Barat ) Ohaya Kozaimas ( Jepang) dan Selamat pagi ( Indonesia ). Artinya yang didoakan hanya keselamatan diwaktu pagi. Jika tidak sempat bertemu diwaktu siang, maka doa untuk siang dengan sendirinya alpa. Demikian malam. Jadi, umur doa itu hanya sekitar lima jam. Bagaimana keistimewaan salam perdamaian ala Islam?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Islam datang pada abad ke 7 M yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, maka etika pergaulan adalah doa, untuk keselamatan orang lain, diganti menjadi “Assalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh” yang artinya Mudah-mudahan Allah memberikan keselamatan bagimu semua, serta memperoleh rahmat dan berkah dari Allah. Salam yang ditawarkan Islam itu, mempunyai keistimewaan dibandingkan sebelumnya, yaitu (l) Makna “Kum” dalam Alaikum, berarti jamak yang mencakup person, isteri, anak serta seluruh keluarga yang dalam tanggungannya. di rumah (2) Salam itu bukan hanya berlaku pagi, sore, atau waktu tertentu, tapi berlaku dalam 24 jam (3) Salam itu bukan cuma mendoakan keselamatan atau kesejahteraan atau kedamaian, tapi sekaligus mendoakan, agar semuanya tanpa klasifikasi, sekaligus memperoleh rahmat dan berkah dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu adalah kekeliruan besar yang sering dilakukan seorang, yang suka berpidato, sesudah mengucapkan “Assalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh”, lalu masih menambah lagi, kalimat selamat pagi, atau salam sejahtera untuk kita semua. Atau penghormatan khusus, kepada pejabat yang hadir, satu persatu. Jika nawaitunya mengucapkan salam yang panjang begitu, agar lebih lengkap, maka sangatlah mengherankan, apakah salam yang diabadikan Al-Quran masih dapat diungguli oleh salam produk manusia ?. Jawabannya, “ tidak mungkin !”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lahirnya salam:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Salam pertama, “Assalamu Alaika (mufrad) atau Alaikum (jamak), dimulai ketika Nabi Mi’raj ( sebelum hijrah ) dan bertemu Tuhan. Dengan tadharru’ Rasul bersujud memuji Tuhan, kemudian Tuhan memberi salam “ Assalamu Alaika Ayyuhannabiyyu Warahmatullah Wabarakatuh”. ( Keselamatan atasmu (Muhammad) disertai rahmat dan berkah Allah). Kemudian dijawab Nabi, Assalamu ‘alaina wa’ala ibad Allah al-shalihin. ( Mudah-mudahan keselamatan itu tertuju kepada kami semua, bersama seluruh hamba-hambaMu yang saleh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun salam dan kesejahteraan kepada Nabi-nabi yang lain, juga diabadikan Al-Quran, misalnya ketika Nabi Isa dilahirkan oleh ibunya Maryam, ia berkata “Wa assalamu ‘Alayya yauma wulidtu wa yauma amutu”( Salam sejahtera untukku, pada hari kelahiranku, wafatku dan pada hari kebangkitanku kelak ( QS.Maryam 33 ). Namun, perlu diingat bahwa sebelum mengucapkan salam, didahului pengakuannya, bahwa “Inni Abdullah” ( Bahwa saya adalah hamba Allah ).Diperintahkan mengerjakan salat, menunaikan zakat, berbakti kepada ibu, tidak bersifat congkak dan tidak pula celaka ( QS.Maryam 3O-32 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua keterangan tersebut, maka salam keselamatan dan kesejahteraan itu dimulai dan diajarkan oleh oleh Allah kepada kekasihNya, Muhammad SAW, kemudian Nabi Muhammad mendoakan, agar semua umatnya terutama yang saleh, juga memperoleh kesejahteraan, rahmat ( kasih sayang ) dan berkah dari Allah. Demikian Nabi-nabi yang lain, semuanya menawarkan, betapa pentingnya kasih sayang. Sebab itu advokasi para tertuduh terroris yang menggunakan istilah dan kalimat heroic agama, justru bertentangan keluruhan, yang menyengsarakan orang lain. Agama mendorong manusia untuk hidup baik dan mengasihi sesamanya.Politik agama berwajah kemanusiaan.Khusus Islam justru disebut “Rahmat kepada semesta alam”, yaitu kepada sesama manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam, dianjurkan penyebarluasan salam perdamaian dan kesejahteraan umat manusia, baik dalam keadaan salat, diluar salat, ketika berjumpa, memulai pidato, memasuki rumah dan tempat-tempat yang terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mendoakan kecelakaan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam kehidupan Rasul SAW bersama isterinya, tiba-tiba berjumpa dengan seorang Yahudi. Si Yahudi memberi salam dengan lafazh “ Assamu Alaika”.( tanpa huruf “la”) yang artinya “Semoga keelakaan menimpa dirimu”. Aisyah, isteri Rasul sangat marah dan membalas dengan kata-kata yang kurang baik. Tapi, Rasul menasehati Aisyah dengan kata, “ ya Aisyah, cukup Adinda balas dengan ucapan “Waalaika” ( Biarlah engkau lebih dahulu ditimpa ) ( HR.Bukhari ).Berarti doa mencelakakan cukup dikembalikan sama dan tidak perlu membalas yang lebih kejam. Prinsip Islam akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun metode salam dalam Islam ialah setiap salam yang ikhlas dari siapapun, jika nawaitunya untuk keselamatan, maka kita berkewajiban membalasnya dengan ikhlas dan lebih panjang. Misalnya Assalamu Alaikum dijawab Waalaikumussalam Warahmatullah. Esensi Islam, hendaknya selalu berusaha meniru nabinya sebagai Rahmatan kepada semesta alam. ( Memberi kasih sayang kepada manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan ). Hikmah pemberian sesuatu hendaknya dibalas dengan yang lebih banyak atau bernilai plus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat bertanya kepada Rasul “manakah diantara amal yang terbaik dan afdhal ? “.Rasul menjawab “ Memberi makan dan menyebarkan salam kepada orang yang kamu telah kenal dan belum. “ ( HR. Muslim ). Hadis inilah yang dipraktekkan Rasul bersama sahabatnya, dan hendaknya dilanjutkan umat muslimin dalam salat dan diluar salat setiap hari, sehingga Islam tetap diakiui sebagai agama perdamaian dan humaniora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian singkat diatas dipahami bahwa salam dalam Islam ( Assalamu Alaikum ), dimulai oleh Allah SWT, dilanjutkan oleh Rasul SAW, dan dilanjutkan kepada umatnya untuk menyebarluaskan, dimana saja berada, dalam kondisi dan situasi apapun, kepada sesama umat manusia. Sebaliknya, Islam tidak mungkin mengajarkan terror (membunuh, membom dan menyakiti orang tidak berdosa).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Islam terpaksa melawan, jika diusir dari kampung halamannya sendiri atau jika diperangi lebih dahulu. Maka terpaksa membalas, tapi tujuannya untuk mencapai kedamaian. Sesuai asal kata makna “Islam” disamping penyerahan, juga bermakna perdamaian dan keselamatan.(Wa Allahu a’lam). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-4487583490549208457?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/4487583490549208457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=4487583490549208457' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/4487583490549208457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/4487583490549208457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/menebarkan-perdamaian_10.html' title='Menebarkan Perdamaian'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-2609285615379147938</id><published>2007-11-10T04:19:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:52:49.990-08:00</updated><title type='text'>Menebarkan Perdamaian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebelum datangnya Islam, salam yang dianggap sebagian bangsa sebagai etika dalam pergaulan jika bertemu diwaktu pagi, yaitu Shabahul Khair ( Arab ) Good morning ( Barat ) Ohaya Kozaimas ( Jepang) dan Selamat pagi ( Indonesia ). Artinya yang didoakan hanya keselamatan diwaktu pagi. Jika tidak sempat bertemu diwaktu siang, maka doa untuk siang dengan sendirinya alpa. Demikian malam. Jadi, umur doa itu hanya sekitar lima jam. Bagaimana keistimewaan salam perdamaian ala Islam?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Islam datang pada abad ke 7 M yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, maka etika pergaulan adalah doa, untuk keselamatan orang lain, diganti menjadi “Assalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh” yang artinya Mudah-mudahan Allah memberikan keselamatan bagimu semua, serta memperoleh rahmat dan berkah dari Allah. Salam yang ditawarkan Islam itu, mempunyai keistimewaan dibandingkan sebelumnya, yaitu (l) Makna “Kum” dalam Alaikum, berarti jamak yang mencakup person, isteri, anak serta seluruh keluarga yang dalam tanggungannya. di rumah (2) Salam itu bukan hanya berlaku pagi, sore, atau waktu tertentu, tapi berlaku dalam 24 jam (3) Salam itu bukan cuma mendoakan keselamatan atau kesejahteraan atau kedamaian, tapi sekaligus mendoakan, agar semuanya tanpa klasifikasi, sekaligus memperoleh rahmat dan berkah dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu adalah kekeliruan besar yang sering dilakukan seorang, yang suka berpidato, sesudah mengucapkan “Assalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh”, lalu masih menambah lagi, kalimat selamat pagi, atau salam sejahtera untuk kita semua. Atau penghormatan khusus, kepada pejabat yang hadir, satu persatu. Jika nawaitunya mengucapkan salam yang panjang begitu, agar lebih lengkap, maka sangatlah mengherankan, apakah salam yang diabadikan Al-Quran masih dapat diungguli oleh salam produk manusia ?. Jawabannya, “ tidak mungkin !”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lahirnya salam:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Salam pertama, “Assalamu Alaika (mufrad) atau Alaikum (jamak), dimulai ketika Nabi Mi’raj ( sebelum hijrah ) dan bertemu Tuhan. Dengan tadharru’ Rasul bersujud memuji Tuhan, kemudian Tuhan memberi salam “ Assalamu Alaika Ayyuhannabiyyu Warahmatullah Wabarakatuh”. ( Keselamatan atasmu (Muhammad) disertai rahmat dan berkah Allah). Kemudian dijawab Nabi, Assalamu ‘alaina wa’ala ibad Allah al-shalihin. ( Mudah-mudahan keselamatan itu tertuju kepada kami semua, bersama seluruh hamba-hambaMu yang saleh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun salam dan kesejahteraan kepada Nabi-nabi yang lain, juga diabadikan Al-Quran, misalnya ketika Nabi Isa dilahirkan oleh ibunya Maryam, ia berkata “Wa assalamu ‘Alayya yauma wulidtu wa yauma amutu”( Salam sejahtera untukku, pada hari kelahiranku, wafatku dan pada hari kebangkitanku kelak ( QS.Maryam 33 ). Namun, perlu diingat bahwa sebelum mengucapkan salam, didahului pengakuannya, bahwa “Inni Abdullah” ( Bahwa saya adalah hamba Allah ).Diperintahkan mengerjakan salat, menunaikan zakat, berbakti kepada ibu, tidak bersifat congkak dan tidak pula celaka ( QS.Maryam 3O-32 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua keterangan tersebut, maka salam keselamatan dan kesejahteraan itu dimulai dan diajarkan oleh oleh Allah kepada kekasihNya, Muhammad SAW, kemudian Nabi Muhammad mendoakan, agar semua umatnya terutama yang saleh, juga memperoleh kesejahteraan, rahmat ( kasih sayang ) dan berkah dari Allah. Demikian Nabi-nabi yang lain, semuanya menawarkan, betapa pentingnya kasih sayang. Sebab itu advokasi para tertuduh terroris yang menggunakan istilah dan kalimat heroic agama, justru bertentangan keluruhan, yang menyengsarakan orang lain. Agama mendorong manusia untuk hidup baik dan mengasihi sesamanya.Politik agama berwajah kemanusiaan.Khusus Islam justru disebut “Rahmat kepada semesta alam”, yaitu kepada sesama manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam, dianjurkan penyebarluasan salam perdamaian dan kesejahteraan umat manusia, baik dalam keadaan salat, diluar salat, ketika berjumpa, memulai pidato, memasuki rumah dan tempat-tempat yang terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mendoakan kecelakaan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam kehidupan Rasul SAW bersama isterinya, tiba-tiba berjumpa dengan seorang Yahudi. Si Yahudi memberi salam dengan lafazh “ Assamu Alaika”.( tanpa huruf “la”) yang artinya “Semoga keelakaan menimpa dirimu”. Aisyah, isteri Rasul sangat marah dan membalas dengan kata-kata yang kurang baik. Tapi, Rasul menasehati Aisyah dengan kata, “ ya Aisyah, cukup Adinda balas dengan ucapan “Waalaika” ( Biarlah engkau lebih dahulu ditimpa ) ( HR.Bukhari ).Berarti doa mencelakakan cukup dikembalikan sama dan tidak perlu membalas yang lebih kejam. Prinsip Islam akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun metode salam dalam Islam ialah setiap salam yang ikhlas dari siapapun, jika nawaitunya untuk keselamatan, maka kita berkewajiban membalasnya dengan ikhlas dan lebih panjang. Misalnya Assalamu Alaikum dijawab Waalaikumussalam Warahmatullah. Esensi Islam, hendaknya selalu berusaha meniru nabinya sebagai Rahmatan kepada semesta alam. ( Memberi kasih sayang kepada manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan ). Hikmah pemberian sesuatu hendaknya dibalas dengan yang lebih banyak atau bernilai plus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat bertanya kepada Rasul “manakah diantara amal yang terbaik dan afdhal ? “.Rasul menjawab “ Memberi makan dan menyebarkan salam kepada orang yang kamu telah kenal dan belum. “ ( HR. Muslim ). Hadis inilah yang dipraktekkan Rasul bersama sahabatnya, dan hendaknya dilanjutkan umat muslimin dalam salat dan diluar salat setiap hari, sehingga Islam tetap diakiui sebagai agama perdamaian dan humaniora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian singkat diatas dipahami bahwa salam dalam Islam ( Assalamu Alaikum ), dimulai oleh Allah SWT, dilanjutkan oleh Rasul SAW, dan dilanjutkan kepada umatnya untuk menyebarluaskan, dimana saja berada, dalam kondisi dan situasi apapun, kepada sesama umat manusia. Sebaliknya, Islam tidak mungkin mengajarkan terror (membunuh, membom dan menyakiti orang tidak berdosa).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Islam terpaksa melawan, jika diusir dari kampung halamannya sendiri atau jika diperangi lebih dahulu. Maka terpaksa membalas, tapi tujuannya untuk mencapai kedamaian. Sesuai asal kata makna “Islam” disamping penyerahan, juga bermakna perdamaian dan keselamatan.(Wa Allahu a’lam). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-2609285615379147938?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/2609285615379147938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=2609285615379147938' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/2609285615379147938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/2609285615379147938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/menebarkan-perdamaian.html' title='Menebarkan Perdamaian'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-9187967726706571943</id><published>2007-11-10T04:16:00.000-08:00</published><updated>2007-11-10T04:18:58.510-08:00</updated><title type='text'>Hari Asyura, Kemenangan &amp; Kesedihan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;SABTU besok, insya Allah kita memasuki ‘Asyura ( Hari kesepuluh Muharram). Bulan Muharram itu bukanlah bulan sial. Hanya didalamnya pernah dilarang perang. Pernah ada  peristiwa  kemenangan kaum bertauhid. Tapi pernah juga ada peristiwa penderitaan didalamnya. Sama dengan bulan Tuhan yang lain. Peringatan ‘Asyura dalam dunia Islam,  terutama  disambut muslim yang bermazhab Syi’ah.  Peringatan khusus kaum Syi’ah itu mengenang peristiwa pembantaian Yazid bin Mu’awiyah terhadap Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW dalam suatu perang saudara,  yang tidak seimbang di Karbala Irak, abad ke 8 M. Kaum Sunni yang ada di Indonesia, juga banyak yang menyambutnya dengan puasa. Atau pembuatan bubur ‘Asyura,  yang dibagikan kepada orang-orang miskin, sebagai bagian  dari kecintaan kepada seorang ahli bait Rasul yang dibantai sangat menyedihkan.  Yaitu  badannya dipisah dengan kepalanya yang ditanam di kompleks  Jami’  Sayidina Husein Kairo,  persis berahadapan Universitas Al-Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keistimewaan Qamariah:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kalender Islam yang menggunakan perhitungan Qamariah  (Bulan) dibuat berdasarkan peredaran rembulan, mengandung hikmah yang dalam. Kesadaran manusia pertama berdasarkan siklus tiga puluhan hari dalam sebulan.Satu bulan berubah-ubah bentuk bulan. Dari bulan sabit (hilal) menjadi purnama (badar). Kalender rembulan adalah perhitunan waktu yang alami.Berdasarkan gejala alam di langit.Peredaran ini tidak cocok musim pertanian. Siklus tahunan lebih pendek dari perhitungan matahari (syamsiah) tahun Masehi.Akibatnya, peredaran musim kalender rembulan hanya berubah selama 3O tahun, sehingga tidak cocok pertanian. Menurut Al-Quran ditakdirkan untuk menentukan waktu puasa dan haji.Bukan untuk kegiatan duniawi, seperti pertanian (QS.2:169).Dengan penentuan berdasarkan waktu ibadah, maka disuatu waktu adakalanya kena musim panas dan dingin.Sehingga terlihat adil. Dapat dibayangkan jika puasa ditentukan selalu bulan Desember, maka orang muslim yang hidup di kutub utara, akan selalu puasa di musim dingin dan pendek, sementara  yang di selatan, akan puasa di musim panas dan panjang.Dengan sistem Qamariah, setiap orang dapat merasai puasa dan haji di musim dingin dan panas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengenai perang saudara yang ada di bulan Muharram, mulai terjadi ketika Khalifah Usman terbunuh dalam suatu pemberontakan, maka seluruh  masyarakat awam sepakat bahwa yang berhak  menggantinya adalah Ali bin Abi Thalib dengan alasan diantaranya, sepupu dan menantu Nabi,  muslim pertama dari kalangan remaja dan  pernah menggantikan Nabi tidur di tempatnya, ketika hijrah ke Medinah bersama Abu Bakar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebagian pemuka masyarakat tidak menyetujuinya, seperti Muawiyah Gubernur Damaskus, Aisyah isteri Rasul, Thalhah dan Zubair  di Mekah. Akibatnya, terjadilah perang saudara di hari ‘Ayura yang dimenangkan pihak Mu’awiyah, akibat politik kotor yang dilakukan pasukan Muawiyah yang hampir kalah,  lalu menawarkan arbitrase, dengan pengkhianatan. Dan berlangsung hingga anak cucu. Dan dari sinilah pula lahirnya aliran Teologi Jabariah yang selalu menempuh jalan kekerasan perjuangannya dan lahirnya alrqan Syi’ah yang selalu mmbela Ali dan keturunannya, dengan sangat fanatik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk memelihara persatuan umat,  di ruangan ini tidak akan  dibeberkan perbedaan, mungkin hal itu hanya cocok konsumsi perguruan tinggi yang mendalami bidang fgirqah ini.Yang lebih arif  bagi kita, jika meyakini,  selama seorang masih menghayati syahadat dengan benar, melakukan  salat, puasa, zakat  dan haji dengan baik dan ikhlas, dia itu adalah muslim dan saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dasar puasa:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Adapun dasar kita untuk melakukan puasa Muharram khususnya Asyura, dapat kita lihat diantaranya :   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1)  Al-Quran menyatakan “ Innallaha wamalaikatahu yushalluna ‘ala al-nabiy… “ (Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bersalawat kepada Nabi,wahai orang-orang mukmin bersalawatlah kepadanya)(QS     ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Selanjutnya Al-Quran menekankan “Innama yuridullah liyuzdhiba ‘ankum al-rijza ahl al-bait, wa liyuthahhirakum thathhira”(Sesungghunya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih- bersihnya (QS.Al-Ahzab 33)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Hadis Nabi menyatakan “ …Qala nisauhu ahlu baitihi, wa man hurrima al-shadaqah ba’dahu, qala waman hum ?.Qala,  hum alu Ali, alu Aqil wa alu Ja’far (Dikatakan isterinya adalah ahli bait dan semua yang haram menerima zakat. Siapakah mereka itu ?. Yaitu mereka dari keterunan Ali, Aqil,  Ja’far dan  Abbas “. (HR.Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(4) Selanjutnya Hadis  menyatakan  “ Peliharalah kehormatan Nabi Muhammad SAW yaitu dengan memuliakan ahli baitnya (keturunannya)(HR.Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari dua ayat dan hadis tersebut diatas kita dapat memahami, bahwa  menghormati Rasulullah dan keturunannya, sangatlah dianjurkan, sebab Tuhan sendiri bersalawat kepadaNya.  Salawat yang dilafazhkan orang mukmin, misalnya  “Allahumma salli ‘ala Muhammad,  wa ‘ala alih, washabih (Ya Allah selamatkanlah Muhammad bersama keluarganya dan sahabatnya).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kita dianjurkan mendoakan dan  ikut merasakan kesedihan yang diderita keluarganya,  mempunyai dasar seperti keterangan diatas, apakah anda bermazhab Sunni atau Syi’ah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam hadis lain lebih jelas dinyatakan adanya perintah berpuasa sunnat pada bulan Muharram:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Rasululah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan memuasakannya (HR.Bukhari Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi ditanya,  “ apakah ada manfaatnya puasa pada hari Asyura ?’Nabi menjawab “Yukaffir al-sanata al-madhiyah “ ( Dapat menebus dosa setahun yang telah lewat) (HR.Muslim dari Abu Qatadah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara rasional, sekalipun hadis itu menyuruh puasa bukan lantaran menghormati syahidnya Husein di Karbala, karena Nabi sudah berpulang ke Rahmatullah sebelum kejadian berdarah itu, tapi Nabi berpuasa lantaran menghormati lolosnya Nabi Ibrahim dari api yang hampir menghanguskan  dan lolosnya  Nabi Musa dari air yang hampir menenggelamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kebiasaan puasa:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menjadi kebiasaan Rasul SAW setiap melakukan syukur selalu dilakukan dengan puasa, misalnya ketika beliau ditanya, mengapa Rasul selalu puasa pada hari senin ?. Ia menjawab, “karena hari itu adalah hari kelahiranku” (HR.Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mengenai hari Kamis ?.Dijawab, “ Amal itu dilapor setiap hari Senin dan Kamis, maka aku sangat senang jika dalam laporan itu, aku  sementara melakukan puasa (HR.Turmudzi).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, dari keterangan-keterangan tersebut, sangatlah indah jika kita berpuasa di hari ‘Asyura besok, seperti yang telah ditempuh Rasul SAW, ketika mensyukuri nikmat dan ketika bergembira lepas ketika pendahulunya lolos dari suatu ujian dahsyat yang dialami mereka di zaman lampau. Dan dengan kebiasaan itupula alangkah baiknya jika kita semua membudayakan syukuran atau uang tahun dengan melakukan puasa. Lebih afdal, jauh dari riya’ dan lebih hemat.Semoga Allah meridhai selalu.Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-9187967726706571943?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/9187967726706571943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=9187967726706571943' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/9187967726706571943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/9187967726706571943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/hari-asyura-kemenangan-kesedihan.html' title='Hari Asyura, Kemenangan &amp; Kesedihan'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-1744493795206300623</id><published>2007-11-10T04:15:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:56:42.099-08:00</updated><title type='text'>Menjauhi Khamar dan Maisir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seorang manusia yang terlibat dalam perbuatan dosa, misalnya Khamar (minuman yang memabukkan) atau Maisir (perjudian), ketika sedang asyik melaksanakan kedua dosa tersebut, kabarnya biasanya dilakukan berjam jam, tanpa kenal lelah, sekalipun para pelakunya mengetahui bahwa perbuatan yang dilakukan adalah perbuatan dosa yang dilarang semua agama dan negaranya, sehingga takut diintip.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di negara sekuler minuman khamar (alcohol) tidaklah dilarang, namun punya kadar ethanol yang dapat di tolerir, sedang bagi Agama(Islam), sekalipun tidak memabukkan lagi karena terlalu sering, tetap dilarang, banyak atau sedikit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Khamar dan Maisir itu dilarang ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua larangan Allah melalui kitab yang diturunkan kepada Rasulnya, pasti larangan itu karena merugikan untuk individu dan masyarakat, misalnya Khamar dan Maisir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya kedua larangan tersebut bertahap, mulanya ditolerir, kemudian dilarang dengan sebab tertentu, dan akhirnya dilarang sama sekali, karena telah membahayakan masyarakat.&lt;br /&gt;Didalam Alquran dinyatakan “Hai orang-orang beriman,sesungguhnya meminum khamar, maisir (berjudi),berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak -panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan, maka jauhilah perbuatan itu, agar kamu memperoleh keberuntungan “(QS.5:9O)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pada ayat berikutnya,sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan perkelahian diantara kamu,dengan larangan khamar dan maisir, akan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka berhentilah kamu mengerjakannya (QS.5:9l)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tafsir Ibnu Katsir dan Al-Manar,sekalipun kedua larangan itu mungkin membawa hasil untuk kemaslahatan orang banyak dalam satu negara, maka ia tetap dilarang, karena Alquran menggunakan kata “Jauhi”. Cuma yang sangat mengherankan, sebagian daerah yang penduduknya mayoritas muslim, justru masih menyediakan lokalisasi khamar, perjudian bahkan pelacuran , karena kepentingan pajak untuk negara. Semoga daerah ini (Sulsel) yang program pembangunannya kemandirian local yang bernafaskan keagamaan, tidak ikut mencoba perlunya lokalisasi kemaksiyatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Alquran melarang Khamar dan Maisir dapat dilihat ayat diatas karena setan menghendaki (l) Supaya terjadi permusuhan dan perkelahian (2) Supaya terhalang melakukan perbuatan baik serta (3) Berat mengerjakan salat yang wajib bagi muslim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini artinya orang yang doyan minuman khamar dan melakukan maisir, selalu akan menimbulkan ketegangan(perkelahian) baik dalam rumah tangganya maupun dengan kelompok masyarakat. Anda dapat buktikan fenomena masyarakat yang suka kepada dua dosa tersebut, yakni rumah tangganya pasti kacau, hidupnya tidak tenang dan selalu timbul perkelahian, bahkan perang dan pembunuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam Al-Gazali, khamar dan maisir adalah induknya dosa besar yang merusak perkembangan dan pendidikan anak dimasa depan.Bahayanya terutama:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(l) Orang yang suka melalukukan kedua dosa besar tersebut, akan mendorong dan mempermudah dirinya melakukan dosa-dosa yang lain, diibaratkan seekor kerbau yang menyeberang jalanan, pasti anaknya akan ikut menyeberang, tanpa memperhitungkan akan ditabrak oleh kendaraan besar yang melintas di jalanan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Orang yang suka memberi makan atau minum anaknya dari hasil maisir (yang tidak halal,seperti narkoba dan hasil korupsi,pen.) maka zat tersebut akan menjadi darah daging yang pindah kepada isterinya, kemudian akan melahirkan anak yang telah terkontaminasi bibit yang kotor, yang akan merusak pendidikan dan akhlak anak-anaknya, atas ulah orangtuanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu agama kita memperingati kedua dosa besar tersebut harus dijauhi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku-buku Akhlak Islam, dikissahkan ketika seseorang dipaksa memilih salah satu dari tiga alternatif dosa : yakni membunuh, atau berzina dan atau minum khamar, ketika memilih yang memabukkan karena dianggapnya lebih enteng dosanya dari yang lain karena tidak melibatkan orang lain, namun justru sesudah mabuk, maka dosa berzina dan membunuh lebih gampang dilakukannya. Maka tesis Imam Al-Gazali tentang kissah kerbau dan anaknya tambah meyakinkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian peristiwa tuduhan korupsi yang sedang ditangani pengadilan sehari-hari yang diperlihatkan melalui media massa, ternyata bertambah banyak dosa-dosa yang dilakukan, misalnya berdusta, bersaksi palsu dan mempersubur sogok menyogok.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya marilah kita berusaha memperkecil larangan Tuhan dalam keluarga kita dengan jalan mengalihkan kepada yang positif, misalnya jika minum khamar yang jika dianggap sebagian orang dapat memperkuat badan, kita boleh ganti dengan minum yang halal sepert telur dan madu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-1744493795206300623?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/1744493795206300623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=1744493795206300623' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1744493795206300623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1744493795206300623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/menjauhi-khamar-dan-maisir.html' title='Menjauhi Khamar dan Maisir'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-1289038516200605311</id><published>2007-11-10T04:13:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T20:59:07.284-08:00</updated><title type='text'>Meneladani Kepemimpinan Khalifah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kepemimpinan rasul Allah seperti Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Yusuf dan Nabi Muhammad SAW sudah pernah diuraikan. Harapan kita semua sebelum memilih mereka pemilu yang lalu, semoga ada perbaikan mendasar dan berbeda dengan sebelumnya, terutama Eksekutifnya, dan Legislatifnya, apalagi kita telah pilih langsung. Tapi seperti kita menyesal, terutama anggota DPR nya, sebab diantara mereka sangat memalukan. Salah sebuah Editorial media massa menilainya “ Mempertontonkan Tawuran di Senayan,” melebihi anak-anak remaja yang sering tawuran antar sekolah.yang kini sudah berkurang, justru digantikan anggota Dewan yang terhormat. Atau khusus di daerah, dulunya ada yang berteriak mau hidup sederhana sebagai pemimpin, tapi kenyataan lebih banyak yang berteriak perlu tambah gaji, dan fasilitas tinggi melampaui sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekedar untuk refreshing, penulis akan uraikan sekelumit kriteria pemilihan Khalifah dan kepemimpinannya dalam memimpin negara yang terlukis dalam sejarah Islam sebagai pemimpin teradil dan terjujur terutama Abu Bakr dan Umar sesudah priode Rasulullah SAW di Medinah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Teologi Islam umumnya rasul itu mempunyai sifat Al-amanah ( jujur dan adil ), Fathanah ( cerdik dan ahli ) Shiddik ( kuat pisik dan tidak pembohong ) serta Tabligh ( menyampaikan wahyu dengan transparan ) . Sifat-sifat Rasul itu dimiliki pula oleh Khulafa’ al-Rasyidin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makna Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Khalifah berasal dari kata “ Khalf ” yang berarti di belakang yang harus maju ke muka menjadi Imam ( pemimpin ). Jadi, Khalifah itu juga berarti Pemimpin. Terkenal dalam sejarah Khalifah Al-Rasyidin yakni Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali ( Radhiyallahu ‘anhum = RA). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritis Khalifah itu mempunyai dua fungsi. Pertama, memelihara dan mengembangkan agama. Kedua, memelihara ketertiban, keamanan masyarakat dan kesejahteraan (QS.24:55).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khalifah Abu Bakar :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menurut muarikh yang khalifah Rasul hanyalah Abu Bakr. Karena Umar adalah khalifah Abu Bakar, Usman adalah khalifah Umar dan Ali adalah khalifah Usman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi SAW wafat tanggal 6 Juni 632 M. masyarakat Medinah gelisah, karena Nabi tidak pernah menyebut putera mahkota yang akan menggantinya kelak. Lalu Abu Bakar menawarkan agar yang mengganti Nabi adalah dari suku Quraisy, sesuai sabda Nabi “Qaddimu Quraisy” ( Dahulukanlah keturunan Quraisy tiap masalah ) (HR.Bukhari). Maka tokoh-tokoh Quraisy memberi dukungan kepada Abu Bakar yang disambut dengan suka cita oleh tokoh-tokoh Anshar, dengan tiga alasan : Pertama, Abu Bakarlah sahabat Nabi yang paling kental yang selalu bersama dalam penderitaan ( termasuk bersembunyi di Gua). Kedua, Abu Bakarlah yang sering mengganti Nabi jadi Imam salat, jika Nabi berhalangan. Artinya, sedang urusan akhirat sering mengganti Nabi apalagi urusan dunia (pemerintahan). Ketiga,semua pemuka menerima dan di bai’at oleh masyarakat banyak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun kepemimpinan Abu Bakar yang perlu ditiru, diantaranya (1) Berpesan ketika terpilih “ Taatilah saya selama saya masih taat kepada Allah. (2) Mengatur kesejahteraan masyarakat berdasarkan hasil zakat dan harta pribadinya sendiri. Menurut muarikh hampir seluruh harta bendanya diinfakkan, misalnya dalam perang Tabuk hartanya diinfakkan sebanyak 95O ekor unta, 5O ekor kuda dan 1OOO dinar . (3) Tidak mau menggunakan harta negara untuk dirinya, akibatnya kepala negara yang pernah kaya raya itu, wafat dalam keadaan miskin. Mungkin ada yang menilai ini kebodohan, tapi begitulah kenyataan orang yang tidak gila harta dan tidak mau8 menmghgunakan kesempatan untuk keuntungan dunia..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khalifah Umar :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ketika Abu Bakar jatuh sakit setelah memegang jabatan selama dua tahun, ia berpesan lebih dahulu bahwa, “ yang akan menggantikan saya kelak adalah Umar. Dia adalah orang yang cerdas dan mampu.” Kemudian didukung pemuka masyarakat dan dibai’at orang banyak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Umar selesai di bai’at, ia berpidato, aku diangkat dalam jabatan ini tidaklah sama dengan beliau. Andaikata aku tahu bahwa ada orang yang lebih kuat dari padaku memikul jabatan ini, maka memberikan leherku untuk dipotong, aku lebih sukai daripada memikul jabatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di masa pemerintahan Umar selama 1O tahun, oleh muarikh diakui betapa banyaknya kemajuan yang gemilang. Bidang agama, hukum, politik, ekonomi sosial dan kebudayaan. Beliau dikenal dunia sebagai negarawan yang cakap, cerdas, adil, jujur, bertindak tegas, tapi sangat dekat dan dicintai rakyat. Sekelumit tindakannya yang menarik, antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Mengutamakan akidah mantap:&lt;br /&gt;Ketika melakukan inspeksi bersama panglima perang Khalid bin Walid ke daerah, anak-anak menyanyikan kepahlawanan Khalid sebagai Saifullah (Pedang Allah yang tidak terkalahkan). Setelah khalifah kembali, Khalid diberhentikan dengan hormat, dengan alasan saya tolong dia, agar agamanya tetap mantap, sebelum terserang penyakit ‘ujub ( kagumi diri, sebagai dosa batin).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Memperlihatkan sifat jujur :&lt;br /&gt;Ketika selesai mendistribusikan pembagian kain yang merata kepada seluruh rakyat, besoknya dikumpulkan di tanah lapang, untuk menanyakan langsung kepada rakyat, apakah ada diantara mereka yang tidak puas dengan pembagian kemarin ? “Saya pak”, teriak seorang pemuda jangkung. Ketidak puasan saya” yaitu karena khalifah tidak adil dan jujur”. “Apanya tidak adil ?”, tanya Khalifah. Pemuda menjawab, “ khalifah pasti mengambil pembagian kain, lebih dari dua meter.” Alasannya, mengapa kain dapat anda jahit menjadi satu qamis, padahal badan dan dada khalifah lebar?”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan senyum, Khalifah memanggil puteranya Abdullah menjelaskan. Puteranya berkata, “ kain pembagian saya kemarin, saya serahkan kepada ayah, untuk mencukupkan menjadi satu qamis, sebab iu saya dating tanpa qamis”. Akhirnya, pemuda jangkung yang menuduh, meminta maaf.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Mengangkat menteri yang suka menyumbang.&lt;br /&gt;Ketika khalifah selesai dibai’at, ia mengharapkan agar pemuka masyarakat dapat mencarikan beberapa orang pembantu ( calon menteri ). Setelah calon menteri dihadapkan pemuka masyarakat, khaliofah bertanya : “alasan apa memilih mereka ?”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemuka menjawab, “ sesuai yang disyaratkan Alquran: Jujur, adil, kuat, takwa &amp;amp; berilmu.” Tapi khalifah Umar belum menerima. Kemudian memohon “ agar diteliti dari mereka, siapa yang suka menolong dan menyumbang orang dalam penderitaan. Cara membuktikan, ketika bertetangga denga dia, atau bepergian bersama, berapa kali anda ditolong dengan sungguh-sungguh dalam penderitaan. Itulah yang saya akan pilih.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selama Umar menjadi Khalifah hampir setiap malam pergi ke gudang dan mengantar sendiri bantuan kepada orang miskin yang mebutuhkan. Disuatu malam penjaga gudang menawarkan dirinya untuk membawa gandung, namun khalifah Umar menolak dan berkata, “ bukan kamu yang bertanggung jawab di akhirat nanti. Yang bertanggung jawab adalah pemimpin, seperti saya”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, tugas utama pemimpin dapat diteladani dalam segala hal, terutama mengurus kesejahteraan rakyat kecil. Bukan bersandiwara di muka umum,yaitu tawuran seolah-olah membela orang kecil, tapi bukan pula suka mempersulit rakyat kecil dengan menaikan harga kebutuhan pokok. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kepemimpinan khalifah itu sebaiknya ditiru pula. Disamping azas yang digariskan Alquran, yaitu pisik dan mental yang kuat, jujur, adil, dan berilmu. Juga dilengkapi dengan sifat berani, tegas, mencintai rakyat kecil serta siap menyumbangkan sebagian hartanya, jika persediaan di Baital mal habis. Disamping itu selalu mengingat pesan-pesan Rasul, bahwa pemimipin itu Kadimuhum (Pelayan rakyat ) dan pemimpin itu tidak memberatkan, selalu memperingan beban rakyat kecil (Fal- yukhaffif). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-1289038516200605311?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/1289038516200605311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=1289038516200605311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1289038516200605311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1289038516200605311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/meneladani-kepemimpinan-khalifah.html' title='Meneladani Kepemimpinan Khalifah'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-171210279484527164</id><published>2007-11-10T04:11:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T21:00:58.668-08:00</updated><title type='text'>Meniru Kepemimpinan Rasul</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih pemimpin ( Presiden dan Wakil rakyat) dalam pemilu bulan depan, sangatlah sulit. Karena hampir semua calon, menurut mahasiswa, ada masasalah. Apalagi kalau kita dambakan tipe kepemimpinan ala rasul-rasul. Mengingat selama hampir 6O tahun kita merdeka, yang terasa adalah perbaikan tambal sulam. Perubahan mendasar, hampir tidak ada, kecuali kebebasan berbicara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sulitnya, karena bangsa ini adalah bangsa religius, kita tentu berkewajiban menampilkan kriteria yang digariskan Tuhan melalui rasul-rasulnya yang telah dipilihnya sendiri.. Semua kriteria utama diabadikan dengan baik dalam kitab suci khususnya Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita harus meniru rasul ?. Tak lain karena Al-Quran memerintahkan meniru dengan istilah “ Uswatun Hasanah “ (Contoh terbaik).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Teologi Islam, Nabi-nabi yang pernah muncul dalam pentas sejarah, ribuan banyaknya. Sejak dari Nabi pertama Adam AS, sampai Nabi terakhir, Muhammad SAW. Yang diakui sebagai nabi dan rasul, hanyalah 25 orang. Namanya disebut satu persatu dalam Al-Quran yang wajib diketahui seorang muslim. Dari 25 Rasul itu ada beberapa yang populer. Yang diberi gelar “ Ulul ‘Azmi “(punya keyakinan prima), yaitu Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad SAW. Kepemimpinan mereka perlu ditiru, khususnya strategi dan siasatnya dalam berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama :Nabi Nuh AS:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Al-Quran ditemukan, bahwa rasul yang paling tekun berdakwah adalah Nuh. Usianya yang 9OO tahun lebih, dihabiskannya untuk menyeru agar manusia, tidak menyembah selain Tuhan Allah. Tapi apa yang terjadi, hampir umatnya semuanya kafir, termasuk isteri dan anaknya, dan hanya 9 orang yang mengikutinya (sebagian pendapat lebih sedikit).Artinya, rata-rata hanya satu orang yang dapat digarap tiap seratus tahun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena Nuh sebagai manusia mempunyai batas kesabaran, maka Nabi Nuh memohon kepada Allah, “Latadzar minal kafirin dayyara “ ( Janganlah tinggalkan seorangpun orang kafir di dunia ini (dihancurkan dan ditenggelamkan). (QS. : ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua:Nabi Ibrahim AS.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Al-Quran Nabi Ibrahim termasuk yang disebut ditiru dengan kata “Uswah Hasanah”( Teladan yang baik ). Bahkan wajib disebut namanya bersama dengan Nabi Muhammad dalam salat. Tapi tidak berarti bahwa hanyalah keduanya yang harus diteladani. Karena semua Rasul bagaimanapun, adalah pilihan Allah sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ibrahim diangkat menjadi pemimipin, ia menawarkan agar keturunanku juga diangkat, tapi di jawab Tuhan “ La yanalu ahdiya al-zhalimin “ (Saya tidak restui menjadi pemimpin orang yang suka berbuat zalim) ( QS. ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dimana letak keistimewaan Nabi Ibrahim ?.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menurut Tafsir Shafwat Tafasir, Nabi Ibrahim hendaknya ditiru keyakinan penalarannya mencari hanya satu Tuhan yang tunggal.. Mulanya yang disangka Tuhan adalah bintang, kemudian bulan dan matahari. Tapi karena ketiga benda itu semuanya terbenam, lalu disimpulkan, bahwa Tuhan Yang Esa itu ialah yang menciptakan bintang.bulan dan matahari. Kemudian kegigihannya mempertahankan keyakinan agama dalam berdakwah, yang siap dibakar ke dalam api yang bergejolak, serta ketekunannya menjalankan perintah Allah, dengan siap mengorbankan putera yang dicintainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Strategi politik yang dilakukan, ketika Ibrahim dituduh menghancurkan berhala-berhala yang di sembah masyarakat di zaman kerajaan Namrud, ia ditanya: “Hai Ibrahim bukankah kamu yang menghancurkan tuhan-tuhan kami,?.” .Ibrahim menjawab: “ Sebenarnya patung besar itulah yang melakukan, “ coba tanyakan padanya, jika mereka dapat berbicara ”. Setelah tentara kerajaan menyadari, bahwa patung tidak mungkin bisa berbicara, Ibrahim bertanya lagi, “ mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan mudarat ?.”. Ah (celakalah) kamu menyembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami ?. “. (QS 17 :67).Tapi akhirnya dieksekusi dengan di buang ke dalam api yang bergejolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga:Nabi Musa AS:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ketika Nabi Musa dikejar tentara Fir’aun yang dituduh terlibat dalam pembunuhan setelah membela kaum Bani Israil yang diperbudak dan dirampas haknya oleh tentara Fir’aun, ia terdampar disuatu daerah bernama Mad-yan, domisili keluarga Nabi Su’aib. Setelah melihat tingkah lakunya, diabadikan Al-Quran dengan “ Inna khayra man ista’jarta al-Qawiyyu al -amin “(Yang paling cocok kamu angkat pemimpin ialah yang kuat pisik dan jujur.) (QS. ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat: Nabi Yusuf AS:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Nabi Yusuf yang dibuang saudaranya karena irihati, kemudian dipungut seorang penguasa di Mesir, setelah bertahun-tahun dalam penjara karena fitnah, kemudian berbalik tampil menjadi penguasa di Mesir, setelah masyarakat mengakui kejujurannya dan keahliannya dalam memelihara aset negara (Inni Hafizhun ‘alim (QS. ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelima :Nabi Isa AS:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Nabi Isa yang lahir tanpa ayah, adalah bagian dari kekuasaan Allah seperti Adam lahir tanpa Ibu dan ayah. Karena hal itu mengherankan, sebagian kelurganya menuduh ibunya (Maryam) pelacur . Maryam menunjuk kepada Isa yang baru lahir. Dan dengan izin Allah Isa yang masih bayi berbicara “ Inni Abdullah, ataniyal kitab…Sesungguhnya aku ini adalah hamba Allah. Dia memberiku Alkitab (Injil). Dia menjadikan aku seorang Nabi.Dia menjadikan aku diberkati dimana saja berada.Dia memerintahkan aku melakukan salat dan membayar zakat selama hidupku.. Berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong dan celaka. (QS. Maryam : 3O-32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keenam: Nabi Muhammad SAW:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menurut Tafsir Al-Bayan, yang harus diteladani dari diri Nabi Muhammad SAW, sangatlah banyak. Disamping kejujurannya sejak kecil (Al-amin), juga kesabarannya (asbab nuzul), terutama kesabarannya ketika memimpin pasukan, pada perang Uhud. Pada waktu itu pasukan Islam yang dipimpinnya kucar kacir, karena tidak mematuhi perintah Nabi. Kedua, karena keserakahan sebagian pasukan, yang memburu harta rampasan, akhirnya banyak pasukan Islam yang gugur (syahid), termasuk pamannya (Hamzah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu punya kesabaran dan kasih sayangnya lebih tinggi dari Nabi Nuh.Kalau Nabi Nuh masih punya batas kesabaran. Sedang Nabi Muhaamd ketika dilempari batu penduduk Thaif, Jibril memberi tahu bahwa penjaga gunung telah diizinkan mernghancurkan mereka, jika anda setuju. Tapi justru Nabi mendoakan “ Allahummahdi qawmi Fainnahum la ya’lamun “ (Ya Allah ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahju, bahwa saya datang untuk kesejahteraan dunia dan akhirat mereka).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya sterategi politik yang dilakukan Nabi, ketika terjadi perjanjian damai dengan Kafir Kuraisy diantaranya, Kafir Kuraisy yang datang dari Mekah ke Medinah, harus dikembalikan, sedang muslim yang datang dari Medinah ke Mekah, harus tinggal menetap.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika perjanjian perdamaian itu ditanda tangani, hampir semua sahabat Nabi protes, karena dianggap perjanjian tidak seimbang, namun Nabi tetap menandatanganinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang terjadi, beberapa tahun kemudian, ahli politik mengakui, betapa tingginya strategi politik Nabi. Pertama, Nabi telah diakui eksistensinya sebagai pemimpin yang berkuasa di Medinah. Kedua, Kafir Kuraisy yang dikembalikan ke Mekah, telah diberi doktrin yang matang tentang akidah Islam. Ketiga, kaum muslimin yang harus menetap di Mekah, telah dibekali lebih dahulu Kaifiat dakwah yang tangguh. Akhirnya berlomba-lombalah kaum musyrikin memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tipe-tipe kepemimpinan rasul pilihan Allah tersebut, niscaya terdapat syarat mutlak yang harus ditiru dari mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Mempunyai ketahanan pisik dan mental yang kuat.&lt;br /&gt;Kedua : Mempunyai sifat kejujuran dan keadilan yang ikhlas&lt;br /&gt;Ketiga : Mempunyai pribadi yang tidak gila harta.&lt;br /&gt;Keempat : Mempunyai ilmu yang dalam.&lt;br /&gt;Kelima : Mencintai rakyat kecil dan miskin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dalam menyambut pemilu bulan depan, hendaknya kita memilih pemimpin yang mampu mendekati rasul-rasul diatas, mampu mensejahterakan bangsa yang sudah hampir 6O tahun merdeka tapi masih menderita serta program utamanya dipokuskan mengharamkan KKN dan menalak tiga di Indonesia. Karena inilah penyakit bangsa yang paling menyengsarakan rakyat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka kita sambut pemimpin ( Presiden dan Wakil Rakyat ) yang akan kita pilih langsung, adalah mereka yang mampu meniru rasul yaitu : Takut kepada Allah, kuat pisik dan mental, jujur, adil, berilmu, tidak gila harta dan suka berbuat ihsan (sangat mencintai rakyatnya), melebihi kecintaannya kepada partai dan keluarganya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan pemimpin yang diridhai. Amin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-171210279484527164?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/171210279484527164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=171210279484527164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/171210279484527164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/171210279484527164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/meniru-kepemimpinan-rasul.html' title='Meniru Kepemimpinan Rasul'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-2947387738064999899</id><published>2007-11-10T04:09:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T21:03:39.900-08:00</updated><title type='text'>Hemat Energi dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PRESIDEN telah keluarkan Instruksi nomor 1O Tahun 2OO5 tentang Penghematan Energi, Juli yang lalu. Dan kini telah dilaksanakan pejabat daerah, termasuk Walikota Makassar, dengan pemadaman lampu secara bergilir tiap malam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;.Menurut sebagian tokoh masyarakat, yang tidak menghemat alias boros di negeri ini, dapat dibagi kepada tiga bagian masyarakat :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Masyarakat kecil yang penghasilannya sekitar Rp.1O ribu perhari. Tapi karena dihabiskan sendiri duapertiga sehari. untuk membeli rokok dan minuman keras, akibatnya isteri dan anaknya menderita di rumah. Mestinya tidak perlu merokok dan minum minuman,keras. Apalagi merusak kesehatan dan dilarang agama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Masyarakat menengah yang penghasilannya Rp.1 juta lebih perbulan, tapi boros karena gensi, akhirnya mencicil kendaraan dan perobat baru, padahal masih layak dipakai, sehingga anaknya tidak teratur sekolahnya. Penyakit gensi inilah yang paling banyak menggerogoti kelas menengah, apalagi jika bersaing tetangganya..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Masyarakat tingkat pejabat dan atas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya AC, lampu dan airnya tidak dikontrol pemakaiannya di kantor di rumah, dengan alasan negara yang bayar. Lupa bahwa hakikatnya adalah uang rakyat (Astagfirullah). Inilah yang paling kena Inpres Nomor 1O.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga golongan tersebut, semuianya disebut tidak menghemat dan condong pemboros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimaqna menurut Al-Quran ? :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sejak Al-Quran tu8run ke bumi sudah menganjurkan penghematan dan sudah perrnah di tulis di koran ini, sebelum ada instruksi Presiden. Tapi sekadar untuk menyegarkan perlu kita perhatikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : “ Dan berikanlah kepada keluarga yang dekat, akan haknya, kepada orang-orang miskin, dan orang- orang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara berlebih-lebihan (boros)”. .( QS.17: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : “ Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” .(QS. 17: 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : “ Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS.6;141).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : “ Dan makanlah dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS.7 : 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari empat ayat tersebut, terlihat, bahwa Tuhan sangat membenci orang-orang yang boros, sehingga dikatakan pemboros itu “bersaudara dengan setan.” ( IKHWAN SYAITAN ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tafsir Al-Aysar Tafasir, yang dimaksud “ Jangan menghambur-hamburkan hartamu ialah membelanjakan harta, bukan dalam rangka taat kepada Allah dan rasul. Dinyatakan selanjutnya, membelanjakan harta kepada yang tidak diridhai Allah, namanya mubazir, sekalipun sedikit. Adapun yang disebut bersaudara setan, sebab setan itu sama dalam 2 hal “ sama-sama berlebih-lebihan, dan sama-sama suka melakukan pelanggaran (dosa besar), dengan tidak mentaati perintah Allah”..( Juz III: 187 ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun Tafsir Al-Bayan, berpendapat yang dimaksud jangan berlebih-lebihan, yaitu jangan sampai melampaui batas, sehingga yang haram juga di santap. Membelanjakan sesuatu dalam rangka mentaati Allah sekalipun sebesar jabal Uhud, bukanlah boros. Tapi sebaliknya sesuatu yang dibelanjakan untuk mendurhakaio Allah, sekalipun hanya satu Dinar, itu disebut boros. Sebagian penafsir mengatakan, arti boros itu ialah makan atau membelanjakan sesuatu, melebihi ukuran pertengahan. ( Juz II : 411 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua ulama Tafsir diatas diketahui, bahwa perbuatan yang berlebih-lebihan itu, identik dengan pekerjaan setan. Seorang sopir misalnya, ketika melarikan mobil dengan kecepatan tinggi, dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas, sehingga disebut lari setan. Demikian lingkaran yang tidak mau habis, juga disebut lingkaran setan. Pokoknya semua yang berlebih-lebihan, itu setan. Sebab itu ada peringatan rasul SAW dalam sabdanya “ Cepat-cepat yang berlebih-lebihan itu dari setan, dan perlahan-lahan, itu dari Tuhan Yang Maha Rahman “. (HR.Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makan dibatasi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kalau boros dal.am pemakaian harta dan energi, jelas tidak dibenarkan, karena menggangngu ekosisten dengan orang lain, seperti BBM. Listrik, dan air.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian dalam hal makan sehari-semalam, juga dibatasi. Al-Quran. karena dapat mengganggu kesehatan tubuh. Disebutkan Al-Quran, “ Dan makanlah dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah, tidak Menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (QS. 7 :31). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diperkuat oleh Literatur Islam yang lain “ Sepertiga, untuk makanan, sepertiga untuk minuman (air) dan sepertiga untuk bernafas”. Atau “ Makanlah jika lapar dan berhentilah, ketika menjelang kenyang ” ( sebelum perut vol ), berhentilah segera, untuk menjaga kesehatan badan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tidak bertentangan yang pernah dibuat oleh Depkes yaitu 4 sehat 5 sempurna. Sepiring nasi, semangkok sup (sayur),sepotong daging (ikan) dan satu buah. Jika ditambah segelas susu, itu sudah sempurna ukuran Indopnesia. Kapan anda lebih dari itu, masuk kategori berlebi-lebihan makan (boros).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu diantara penyebab adanya Cholestrol tinggi yang banyak membawa penyakit sekarang, akibat makan enak yang berlebih-lebihan. Cara mengatasi cholesterol tinggi menurut Islam salah satunya, ialah puasa dua kali seminggu. Bahkan konon dapat mengobati berbagai penyakit dan mencerdaskan otak. Mantan Presiden Prof. Habibi dahulu, dalam rangka penghematan juga, menganjurkan kepada umat muslim, supaya berpuasa Senin dan Kamis. Kalau pemerintah SBY sekarang juga menganjurkan, termasuk dalam rangka penghematan dan menyadari penmderitaan fakir miskin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam salat:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seorang muslim sebelum salat, diharuskan berwudhu dan hidup “Qawama” (Tidak boros dan tidak kikir). Latihannya, dalam berwudhu menggunakan air, tidak boleh boros. . Mencuci tangan, muka, tangan dan kaki, paling banyak 3 kali. Lebih dari 3 kali hukumnya Makruh ( Dibenci Tuhan ). Dan mencuci satu kalipun juga sudah sah wudhu. Membaca Tasbih dalam ruku dan sujud, hanya 3 kali saja. Tidak boleh lebih. Hikmahnya, agar jangan sampai menimbulkan kebosanan, akhirnya malas beribadah. Disamping itu untuk menjaga kepentingan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan hikmah dalam ibadah, sudah tergambar, betapa urgensinya ajaran dasar penghematan, Menyangkut masalah keduniaan, besar efeknya, agar dalam masyarakat secara adil dan merata, menggunakan sesuatu secara bersama dan adil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda “ Belum dapat disebut seseorang beriman, jika ia tidur nyenyak kekenyangan, sedang tetangganya tidur dalam kelaparan dan dia mengetahuinya. .(HR.Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pentingnya menghemat pepata Arab menyatakan“ Al-Qana’atu Kanzun ” ( Menghemat itu gudang kekayaan ). Pepatah Arab tersebut dapat diyakini dan dibuktikan kebenarannya, jika kita mau mencoba.. Jika penghasilan yang diperoleh sebagiannya di tabung, banyak kegiatan besar dapat dicapai. Dapat membiayai perkawinkan anak dan ibadah haji, berkat tabungan. Boleh dibuktikan. Banyak masyarakat dengan menabung, haji dapat dilakukan, sekali seumur hidup. Sekalipun penghasilannya tidak terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, berdasarkan uraian diatas, maka menghemat menurut Al-Quran, sangat dianjurkan Dapat membahagiakan keluarga dan masyarakat, .tapi bukan hanya dalam Energi saja, Sebaliknya, boros dibenci Tuhan dan digolongkan orang-orang yang bersaudara setan, yaitu sama-sama tidak mentaati perintah Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membelanjakan harta kepada yang diridhai Allah, tidak termasuk boros sekalipun banyak. Tapi membelanjakan harta kepada maksiat, sekalipun hanya sedikit, termasuk boros.&lt;br /&gt;Kita sambut Instruksi Presiden tentang hemat energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-2947387738064999899?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/2947387738064999899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=2947387738064999899' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/2947387738064999899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/2947387738064999899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/hemat-energi-dalam-islam.html' title='Hemat Energi dalam Islam'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-1474396250387114377</id><published>2007-11-10T04:07:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T21:05:39.067-08:00</updated><title type='text'>Mengatasi Stress dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;DALAM kehidupan moderen, stres menjadi pelengkap hidup. Banyak masalah dan sedikit solusi yang diketahui. Orang yang kurang kuat imannya, dapat melakukan bunuh diri. Orang yang kuat iman, tapi terlalu ambisi mencapai sesuatu, dapat mengalami stroke. Seorang dokter neorologi berkata, sekalipun tekanan darah tinggi, insya Allah tidak akan stroke, selama orangnya, tidak stres. Berarti stres pemicu utama lahirnya stroke yang banyak didera bangsa ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Stres yang datang pada diri seseorang, banyak penyebabnya. Siswa yang tidak lulus ujian nasional, dapat stres. Orangtua yang mengurus anaknya mencari sekolah yang lebih tinggi, dapat stres. Pejabat yang terlalu sibuk, dapat stres. Rakyat kecil yang sukar mendapat makan, dapat stres. Calon Bupati yang mengeluarkan miliaran rupiah dalan pilkada, dapat stres, jika suara yang diharapkan, tidak seperti yang diprediksi. Alhasil, semua golongan dan status social, berpeluang stres. Laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencegah:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menurut dokter neorologi, perasaan stress sering menjadi musuh dalam selimut.Perasaan ini datang tiba-tiba dan sulit dikendalikan. Bila tidak, dapat memicu timbulnya berbagai penyakit, seperti jantung, darah tinggi dan stroke. Ibarat sedia payung sebelum hujan. Menghindari stress ada baiknya dilakukan cara berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Mengeluarkan energi positif, yaitu optimis dalam menghadapi setiap permasalahan. Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Ketahuilah bahwa setiap rencana, ada hambatan Tapi ada juga solusi.Sebab itu, harus bersikap lebih fleksibel, sehingga dapat menikmati hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menjaga kesehatan. Dengan cara olahraga yang teratur, tidur yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Olahraga dapat membuat manusia nyaman. Makanan bergizi membangkitkan vitalitas hidup. Sebab itu Islam memerintahkan “ Mengkonsumsi halalan tayibah atau yang bergizi.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Ketiga, banyak minum air putih, terutama saat diambang kemarahan. Air putih, dapat menenangkan perasaan, dan berpikir lebih jernih. Rasulullah menganjurkan kalau marah, hendaklah berwudu dan mendinginkan badan (HR.Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, meluangkan waktu sedikit, untuk setiap minggu, keluar dari rutinitas, dengan berkumpul bersama keluarga. Atau berkunjung kepada teman-teman. Nabi mengajarkan Hubungkan silaturahim, sebab dapat menambah rezeki dan memperpanjang umur (HR.Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, meningkatkan rasa humor. Secara klinis humor dapat mengatasi stress. Alhamdu lillah kini sudah muncul kelompok-kelompok di TV yang menjajakan humor 5 sampai 1O menit untuk relaksi. Jangan sampai anda lupa meluangkan waktu biar sebentar ( Kompas 26/7). Penulis teringat seorang Kiyai di Pesantren tahun 5O-an, sering mendatangi suatu desa yang berjarask 15 Kilometer dari kota dan membayar pemuda-pemuda yang pintar membawakan cerita yang humoris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menurut Al-Quran ?.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menurut Al-Quran, kelima cara yang ditawarkan kesehatan diatas, tidak ada yang bertentangan dengan Al-Quran. . Namun Al-Quran lebih memfokuskan terutama kepada dua hal utama dimana Al-Quran sebagai Syifa’ (Penawar) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika stress menghadapi masalah yang sukar diputuskan “ salah atau benarnya sesuatu “ maka Al-Quran memberi petunjuk “ FA SHABRUN JAMIL “ ( Maka bersabar itu lebih indah ). Dan hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan. (QS. Yusuf 18 ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ucapan itu disampaikan Nabi Ya’kub, ketika anak-anaknya datang membawa kemeja yang berlumuran darah kepunyaan Yusuf, sebagai bukti bahwa ia telah diterkam binatang buas. Daripada stress, karena darahnya meragukan, Nabi Ya’kub berkata “ Sabar itu lebih indah.” Demikian Sitti Maryam, ketika dituduh melacur karena melahirkan anak (Isa) tanpa ayah, juga sabar, untuk mengobati stres yang berkepanjangan. Bahkan Aisyah, isteri Rasul, ketika digossip, juga menjadikan Sabar sebagai pengobatan dalam stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Zikrullah:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mengingat Allah (Zikrullah) termasuk dapat mengatasi stres. Dengan mengingat dan mengembalikan segalanya dari dan untuk Allah, maka stres akan dapat diatasi. . Sesuai Al-Quran, “ TATHMAINN AL-QULUB “ ( Mengingat Allah, hati akan tenang ) ( QS. Al-Raad 28 ). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Tafsir, Yang masuk Zikrullah, adalah melakukan salat, membaca Al-Quran dan langsung menjebut Lailaha ilallah sebanyak-bamnyaknya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diperkuat Al-Quran dengan ayat “ Dan carilah pertolongan, dengan berlaku Sabar dan mengerjakan Salat ( QS.2: 45). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Huzaifah, bila Nabi bersedih atau menghadapi masalah, Beliau langsung melakukan salat, sekalipun, sedang dalam perjalanan. Memperbanyak Zikrullah berupa salat sunnat, atau membaca Al-Quran, atau istigfar, atau membaca Lailaha Ilallah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Istigfar yang sering dibaca Rasul “ Allahumma Anta rabbi. Lailaha illa Anta. Khalaqtani waana abduKa. Wa ana ala ahdiKa. Wa wa’diKa mastata’tu. Audzu biKa, min syarri ma shana’tu. Abuu laKa bini’ mati alayya. Waabuu bidzanbi. Fagfirli. fainnahu la yagfir al- dzunuba illa Anta.( Al-Azkar :347 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping kedua hal tersebut, juga yang dapat mengatasi stres, adalah akidah dengan meyakini kebenaran ayat Al-Quran yang berbunyi “ INNA MA’AL USRI YUSRA ( Sesungguhnya setelah kesulitan, ada kemudahan. Setelah kesulitan, ada kemudahan).. ( 94: 5-6 ).( Disebutkan dua kali ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Tafsir, karena kata kesulitan (Al-usri ), menggunakan “al ” dan kemudahan (Yusra) tidak menggunakan “al “ , itu artinya kesulitan itu cuma satu macam, tapi ada beberapa solusi kemudahan. Berarti dua alternative kemudahan . dalam satu kesulitan. Ada dua. Misalnya berkonsultasi dengan dokter mencari pengobatan lahir dan batin ialah menggunakan petunjuk Al-Quiran sebagai Syifa’.&lt;br /&gt;. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, dari uraian singkat diatas, dipahami mengatasi stres sesuai Al-Quran disamping mencari solusi berupa pengobatan lahir, juga diperlukan pengobatan batin, yaitu meyakini kesempurnaan Tuhan, dan meyakini kekurangan manusia, serta kaifiatnya, banyak bersabar, salat, istigfar dan zikir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Praktek Rasul SAW dalam mencari penyegaran dan menghilangkan stres, diantaranmya dianjurkan kepada umatnya berpuasa dan bercampur isteri dua kali seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-1474396250387114377?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/1474396250387114377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=1474396250387114377' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1474396250387114377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1474396250387114377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/mengatasi-stress-dalam-islam.html' title='Mengatasi Stress dalam Islam'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-1346726666585764582</id><published>2007-11-10T04:05:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T21:06:20.975-08:00</updated><title type='text'>Hadiah, Sadaqah dan Sogok</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Rijana Hardjapamekas, tidak akan mencabut larangan menerima bingkisan atau parsel bagi para pejabat penyelenggara negara. Perajin parsel hendaknya ikut memahami langkah awal KPK dalam rangka mengembangkan nilai-nilai sosial baru, untuk mencegah korupsi secara dini (3/11).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau kepada masyarakat mampu untuk memberikan parsel atau bingkisan kepada yang membutuhkan, misalnya fakir miskin dan panti asuhan. Selanjutnya dikatakan pemberian parsel jangan dari bawah ke atas, tapi dari atas ke bawah. Anjuran itu memperkuat persetujuan yang dilakukan KPK, melarang pejabat penyelenggara negara menerima parsel (PR 5/11).&lt;br /&gt;Karena istilah hadiah berasal dari Bahasa Arab yang dianjurkan Islam, ada baiknya kita bahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bulan Hadiah :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kini, Ramadhan dan Idul Fitri sudah selesai. Kegiatan kini yang dilakukan masyarakat adalah saling bermaaf-maafan, silaturrahim dan memberi hadiah. Namun penjual parsel sepi karena adanya larangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Agar budaya memberi hadiah tidak lenyap, perlu dijelaskan terutama kepada yang bukan pejabat. Karena hanya pejabat Negara saja yang dilarang. Dan bukan berniat melawan kebijakan pemerintah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadiah itu mempunyai 3 makna: (l) Pemberian ( kenang-kenangan, penghargaan, penghormatan ). Misalnya hadiah hari ulang tahun. (2) Ganjaran ( karena menang dalam suatu perlombaan ). (3) Tanda mata, pada suatu perpisahan. Termasuk dalam lebaran, Nobel perdamaian, dan ilmu pengetahuan.(Kamus Besar : 291).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Bahasa aslinya Arab, Hadiah akar katanya dari 3 huruf, yaitu “ Ha-Dal-Ya” (Hadaya) berarti, pemberian petunjuk, atau pemberian sesuatu dengan lunak kepada yang disenangi. Atau pemberian apa saja yang menyenangkan. (Maqayis Lughat : 1O66).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua standar tersebut, baik yang asli atau transfer, dipahami bahwa “ Hadiah itu bagus, karena memberikan sesuatu kepada siapa yang berprestase,. atau orang dihormati, atau silaturrahim dan persaudaraan. Boleh dilakukan, antara sesama orang kaya, atau status sosial yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Shadaqah: (sadakah) ialah sebagian harta dari seorang muslim yang di berikan untuk kemaslahatan umat. Pemberian sadakah itu dari orang kaya ke pada orang miskin. Atau dari atas ke bawah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Didalam disebutkan “Dan bertolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong menolong dalam ( berbuat ) dosa dan permusuhan). (QS. 5 : 2 ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tafsir M. Al-Bayan, tolong menolong yang dimaksud diatas, adalah yang sesuai perintah Allah. Bukan yang dilarang oleh Allah dan Rasul. Misalnya menolong atau memberi sesuatu, tapi tidak ikhlas. Termasuk dilarang menyontek dalam ujian, dan berkolusi dalam kejahatan. (Lihat Juz II :l55).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut dipahami, bahwa memberi dengan niat tertentu, supaya di suatu waktu ditolong juga, tidaklah termasuk ikhlas. Apalagi kalau memberi dengan ikatan moral, agar meloloskan permintaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya Al-Quran menyatakan, “ La nuridu minkum jazaan wala syukura “. ( Kami memberi, bukan menunggu balasan atau mengharapkan ucapan terima kasih), di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi Sogok :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hadiah yang diberikan, jika nawaitunya agar permohonan dipenuhi, misalnya agar anaknya di sekolah, diluluskan sekalipun bodoh, lalu si penerima menginjak-injak pelamar lain yang tidak memberi hadiah, yang seperti itulah disebut Hadiah yang berubah menjadi Sogok.(Rasywah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua orang sudah tahu, bahwa sogok adalah larangan Al-Quran : “ Wala ta’kulu amwalakum baynakum bi al-bathil “ (Dan janganlah kamu memakan ( menggunakan ) hartamu, dalam bentuk yang batil ) ( QS. 2: 188). Diperkuat Hadis : “Al-Rasyi wa almurtasyi fi al-nar “ ( Yang menyogok dan yang disogok, keduanya isi neraka ). (H.R.Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman bertanya, bagaimana jika hasil sogok (batil) itu kita gunakan untuk kebaikan ? Misalnya untuk meningkatkan pendidikan, pembangunan masjid atau dipakai haji ?. Jawabnya tegas, inilah yang disebut menghalalkan segala cara, seperti sistem Machiavelli yang sering digunakan politikus. Tidak dibenarkan ajaran Islam !!!.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadis yang lain memperingatkan “Seseorang tidak beranjak dari tempatnya bangkit di akhirat, sebelum mempertanggung jawabkan 4 hal : umurnya ke mana dihabiskan, khusus usia mudanya ke mana dilenyapkan, ilmunya ke mana dimanfaatkan dan hartanya bagaimana cara memperoleh dan ke mana dibelanjakan ?. (HR.Al-Nasai ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga pertanyaan yakni umur, masa muda dan ilmu, pertanyaannya cuma satu, yaitu ke mana digunakan ?. Tapi untuk harta, pertanyaannya dua. Pertama, bagaimana cara memperoleh ?.Kedua, ke mana di belanjakan ?. Menurut ulama hadis, jika jawaban harta itu diperoleh dengan batil, pertanyaan kedua tidak dilanjutkan. Silakan masuk sel dulu, sebelum vonnis ditentukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khusus Pejabat :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Imam Hanafi, ulama besar 4 Mazhab, ketika hendak diangkat Hakim, dihadiahi seorang perempuan muda dan cantik serta uang emas seribu Dinar, oleh seorang penguasa (Khalifah). Hadiah tersebut dikembalikan. Lalu memohon disampaikan kepada penguasa, bahwa perempuan cantik itu tidak ada lagi gunanya baginya, karena sudah tua. Sedang Uang emas itu, masih banyak yang lebih membutuhkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Khusus pejabat di Indonesia, sekalipun dari segi agama hadiah berhadiah itu justru dianjurkan, apalagi sesudah lebaran, tapi karena Ulil Amri (pemerintah) melarang, apalagi telah bersumpah di depan umum, bahwa tidak akan menerima pemberian apapun, langsung atau tidak langsung, maka pejabat, tidak boleh lagi menerima. ( Wa Allahu a’lam ). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-1346726666585764582?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/1346726666585764582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=1346726666585764582' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1346726666585764582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1346726666585764582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/hadiah-sadaqah-dan-sogok.html' title='Hadiah, Sadaqah dan Sogok'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-2342980802952271545</id><published>2007-11-10T04:03:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T21:08:46.284-08:00</updated><title type='text'>Mendambakan Anak Shaleh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seekor hewan yang baru melahirkan, anaknya langsung dapat berdiri dan berjalan.Tidak begitu lama, sudah dapat ikut mencari makan, bersama ibunya. Dan akhirnya dapat makan sendiri. Berbeda dengan seorang manusia, Sangat lama waktunya dididfik.Tidak tahu mengapa sesuatu ketika lahir. Satu-satunya yang diketahui hanya pintar menangis. Ketika kepanasan atau kedinginan, lantaran kain pembalutnya basah. Bertahun-tahun lamanya dipelihara. Digendong dan disusui. Setiap hari dimandikan, dipeluk dan. dibelai. Dikasihi dan ditimang-timang. Bahkan disediakan ayunan, buaian dan nyanyian khusus, agar dapat tidur. Lama sekali baru dapat membalik badannya. Kemudian diajar merangkak, duduk dan berdiri, Sesudah itu barulah dapat berjalan sedikit demi sedikit, sekalipun masih sering terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah dapat berjalan dan bercakap sedikit demi sedikit serta usianya telah mencapai 4 tahun, barulah orangtua memasukkan ke Taman kanak-kanak. Kemudian SD, SMP dan akhirnya SMA. Di usia sekolah dasar dan lanjutan, harus menghabiskan waktu paling kurang 14 tahun, dengan biaya besar, barulah diharapkan dapat memperoleh selembar ijazah SMA atau sederajat.. Tapi selembar ijazah sekolah lanjutan itu, belum menjamin, sudah dapat bekerja dan mencari makan sendiri. Apalagi untuk membantu orangtua yang pernah membiayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kronologis itu, terasalah bagi kita, betapa beratnya dan lamanya waktu serta banyaknya biaya yang dibutuhkan mendidik seorang manusia, hingga tingkat SMA dibandingkan seekor hewan. Disamping itu betapa banyaknya pengorbanan dan tenaga orangtua mengurus anaknya. Biasa tidak tidur semalam menunggu anak yang belum kembali ke rumah Demikian soal makanan. Lebih diutamakan anak dari diri orangtua sendiri . Semuanya itu dilakukan, agar menjadi manusia yang baik. Dan hal itu lebih berat, jika diharapkan, sekaligus agar anak dapat menjadi anak saleh. Tapia pa hendak dikata, sesuai kenyataan, sdehari-hari banyak terlihat, sekalipun orangtuanya berpangkat tinggi atau kaya pengajar di perguruan tinggi, justru anaknya Taleh (rusak), sekalipun sudah di masukkan ke disekolah pavorit di pulau Jawa atau di luar negeri.&lt;br /&gt;Bagaimana mendidik anak saleh ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mau’izhah :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Al-Quran sebagai ajaran pendidikan terbesar telah memberikan dasar-dasar pendidikan anak. Dimulai dengan menyadarkan mensukuri kehadiran kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“ Allah mengeluarkan dari perut ibumu dan kamu tidak mengetahui sesuatu apapun. Kemudian Allah memberikan kamu pendengaran, penglihatan dan perasaan hati, agar kamu tahu bersyukur kepadaNya. (QS.16: 78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan manusia di dunia, kegiatan yang banyak dilakukan, adalah permainan, kelalaian, dan persaingan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai Al-Quran LA’IBUN…( Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah, antara kamu, serta berbangga – banggaan, tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani. Kemudian tanaman itu menjadi kering, dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti, ada azab yang keras dan ada ampunan dari Allah serta keridhaanNya. Dan sesungguhnya kehidupan dunia ini tak lain hanyalah kehidupan yang menipu. (QS.57:2O).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Al-Jazairi, dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa yang disebut kehidupan dunia, hanya permainan dan perhiasan, karena permainan anak-anak yang bermacam-macam itu cepat sekali rusak dan membosankan. Sedang perhiasan itu misalnya dalam berpakaian, selalu berubah-ubah model, juga dalam sekejap. Semuanya itu tak lain, kecuali adalah perlombaan berbangga-bangga dan saling bersaingan harta dan anak.. Kedua hal itu melahirkan sifat yang menipu otak dan kehidupan. Karena seseorang terlalu gila kepada dunia. Artinya, hakikat kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang menipu ( Juz V : 272 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Tafsir yang lain, lebih memfokuskan bahwa sebenarnya hidup ini bertahap, melalui perkembangan biologis dan motoris, misalnya: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, La’ibun (banyak bermain-main) terutama di masa anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Lahwun (banyak yang melalaikan) tertutama di masa remaja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Zinatun, (berhias dan bersolek ) terutama di masa muda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Tafakhur dan takastur (berbangga – banggaan dan persaingan) terutama di masa tua. Bersaing mengenai banyaknya harta dan anak. Kemudian ayat itu, ditutup dengan mengingatkan, bahwa sebenarnya kehidupan dunia ini, tiada lain kecuali hanyalah kesenangan yang menipu. Laksana petani ketika melihat kebunnya subur karena tersiram hujan, tapi setelah diamati satu persatu, ternyata hasilnya banyak kering dan keropos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut itu dipahami, bahwa seorang muslim, hendaknya berusaha keras, menjauhi sebab-musabab, yang dapat menjadikan dirinya keropos dan kering. Tiada jalan kecuali mendidik dan berusaha keras, agar anaknya kelak menjadi saleh.Dan tidak termasuk anak yang menghabiskan umur mudanya mengerjakan pekerjaan yang melalaikan, yaitu hanya pintar berhias, dan bersenang - senang serta melupakan Allah. Tapi suatu kenyataan, model anak Taleh (rusak) seperti inilah yang banyak dijumpai di kota-kota besar. Dan celakanya, mulai memasuki desa-desa, yang dulunya fanatic beragama. Karena hampir semua yang ada di kota, seperti tontonan porno dan sadis serta bacaan yang merusak, sangat gampang ditemukan, di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anak saleh :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mendidik anak jadi saleh, termasuk pekerjaan berat. Sudah dikemukakan diatas. Berbeda dengan seekor hewan. Biarpun telah dimasukan di sekolah pavorit. di Jawa atau di luar negeri. Namun, anaknya menjadi pecandu Narkoba, dan melalaikan Tuhan Akibatnya, meresahkan kedua orangtua dan masyarakat di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran sebagai “ Mauizhah wa Rahmah “ ( Pendidikan agung dan Pencurah rahmah ) telah memberikan dasar-dasar pendidikan, yang jika dilaksanakan dengan baik, insya Allah, anaknya akan menjadi saleh, dan tidak akan meresahkan orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, seorang ayah dalam membina keluarganya, tidak memberi makan anaknya dari penghasilan yang tidak halal. Baik zatnya atau caranya memperoleh.&lt;br /&gt;Diperingatkan Al-Quran “ QUW ANFUSAKUM WAAHLIKUM NARA” ( Jagalah dirimu dan keluargamu (anak-isteri ), dari sentuhan neraka) ( QS. Tahrim 6). Artinya, tidak memberinya makanan yang haram, dan berusaha keras mendidik keluarganya hidup yang Islami.&lt;br /&gt;Menurut Failasuf Imam Al-Gazali, kalau orangtua sudah pernah memberi makan anaknya setitik zat yang sifatnya terlarang agama, bagaimanapun usaha mendidik anak dengan baik, akan kandas, karena telah ada bibit hitam didalam tubuh si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Orangtua selalu mendoakan anaknya setiap selesai salat, terutama salat di tengah malam. .Doanya dalam Al-Quran banyhak, seperti “ QURRATA A’YUN ”…( Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri dan keturunan kami yang “Qurrata A’yuin “ ( sebagai penyenang hati ). Dan jadikanlah kami, imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS.25 :74).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mengikuti petunjuk pelaksanaan pendidikan yang diajarkan Rasul dalam hadis, yaitu : ( 1 ) “ Memberi nama yang baik, memberi makan yang halal, dan mengawinkan sesudah dewasa. (2) Diwaktu berusia 7 tahun sudah dilatih mengerjakan salat, . Kemudian di usia remaja, diajarkan keterampilan, misalnya berenang, berpanah dan menunggang kuda. Dan (3 ) Akhirnya dikawinkan , sesudah dewasa, (HR.Kutub Sittah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, berdasarkan uraian singkat diatas, mendambakan anak saleh kaifiatnya dimulai dengan memberi nama yang baik, memberi makan yang halal, melatih disiplin salat sejak usia 7 tahun, mengajarkan keterampilan dan membiasakan taat dan sabar di usia remaja, dan mengawinkan dengan wanita yang beragama(tinggi akhlak), setelah dewasa serta tetap mendoakan “ Rabbi Habli Min al-shalihin” (Ya Tuhanku kurnialah saya anak saleh).Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-2342980802952271545?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/2342980802952271545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=2342980802952271545' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/2342980802952271545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/2342980802952271545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/mendambakan-anak-shaleh.html' title='Mendambakan Anak Shaleh'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-8974190698443279161</id><published>2007-11-10T04:02:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T21:09:57.594-08:00</updated><title type='text'>Memuliakan Guru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam bulan suci Ramadhan ini ketika kita selesai melaksanakan tarawih, Imam yang memimpin salat juga memimpin pembacaan doa, Ya Allah bebaskanlah kami, orangtua kami, guru-guru kami, isteri dan anak-anak kami semuanya, dari neraka ( Allahumma ‘atiq riqabana wariqaba abaina wa ummahatina, wa syaikhina, wa azwajina, wa awladina minannari ajma’in …) Apa sebab ?.Karena guru itu adalah orangtua kedua sesudah orangtua nasab. Orangtua nasab biasanya hanya mengisi perut, sedang guru mengisi dua kebutuhan yaitu otak dan pendidikan budipekerti. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena dalam Ramadhan terdapat malam pemutihan dosa, maka wajarlah semua yang berhubungan langsung dengan pembinaan diri kita sehingga menjadi manusia, kita doakan untuk membalas jasanya. Anda yang mungkin sekarang telah bertitel, mulai dari tingkat sarjana muda sampai Doktor, dan telah menikmati fasilitas keahlian dan keterampilan, tak lain berkat ilmu dan keterampilan yang ikhlas dari guru yang ikhlas yang pernah mendidik Baik guru mengaji, madrasah atau guru umum. Di tingkat kanak-kanak atau perguruan tinggi. Di zaman penjajahan, merdeka atau di era reformasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan profesi guru, pada mulanya sangatlah mulia, dan dimuliakan orang, karena keikhlasannya dalam mendidik murid-muridnya.Namun akhir-akhir ini , sebagian guru motivasinya mulai bermacan-macam, misalnya ada yang sengaja membuka les di rumahnya.Murid yang tidak ikut, pasti tidak lulus, karena tidak membayar dan membeli diktat. Dan bertambah tercemarlah, ketika termuat di beberapa media massa, adanya guru olahraga yang mencabuli siswanya.Bahkan ada guru pesantren menggarap santrinya, dengan perjanjian apa saja yang diperintahkan, harus taat ( Na’udzu Billah ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena terkontaminasinya sebagian guru, kita teringat pepatah “ guru kencing berdiri, murid kencing berlari “. Artinya, guru tidak lagi teladan bagi muridnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam persepsi lain kita juga mendengar tentang guru yang mengancam mogok mengajar karena merasa gajinya kecil, akhirnya bertambah negatiflah persepsi kita tentang profesi guru yang dulunya terkenal ikhlas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dalam Alquran ?.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Alquran seorang guru itu sama dengan ulama yaitu orang yang berilmu.Ilmu agama atau umum (Lihat QS.35:28 dan QS.26:196) Tapi, memenuhi dua syarat orangnya khasy-yah (takut) kepada Allah dan muslim ( menyerahkan diri ) kepada Allah setelah berusaha. Adapun tipe ulama (guru) ada 3 (Lihat QS.35 :32): &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(l) Zhalim li nafsih&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Artinya seorang alim (guru) ada yang masuk kategori suka menganiaya dirinya sendiri. Menurut Ibnu Taimiyah, zalim yang dikaitkan dengan diri sendiri (individu), menunjuk orang yang berilmu (guru), tapi masih suka melakukan dosa ( bukan kekafiran Al-Baidhawi menafsirkan, termasuk dosa-dosa kecil, sedang Tafsir Al-Mizan menafsirkan, yaitu orang alim yang masih sering melakukan dosa besar atau kecil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat ketiga mufassir tersebut, ternyata bahwa Alquran menilai seorang alim (guru) yang zalim yaitu tetap mengajarkan ilmunya, tapi juga masih sering berbuat dosa, baik kecil apalagi yang besar. Guru yang demikian dianggap guru yang menzalimi dirinya sendiri. Jadi seorang ulama (guru) harus mampu mendidik dirinya lebih dahulu, yang oleh ahli pendidikan Ernest Gellner menyebutnya bukan guillotine yang diperlukan,tapi kualitas cerdik pandai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendapat tersebut sejalan dengan gelarang yang diberikan al-Gazali kepada guru atau ulama zalim dengan istilah “ Ulamaussu’ “ (Orang alim yang jahat ). Ciri-cirinya yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(l) Tidak khasy-yah (takut) kepada Allah, (2) Mengutamakan harta ( menjual ilmunya ), (3) Suka mendatangi (meminta-minta) kepada penguasa atau kaum hartawan (demi kepentingan pribadinya ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(2) Muqtashid ( Sedang) :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Muqtashid (Iqtishad) dapat dibagi dua : Pertama sesuatu yang terpuji. Kedua, gelaran yang berimbang antara yang terpuji dan tercela. Artinya tidak hebat (bagus), tapi juga tidak zalim (sedang).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Mizan golongan sedang yang dimaksud ayat tersebut diatas ialah golongan Alim (guru) yang seimbang antara lahir dan batinnya. Atau ia berada diantara yang zalim dan sabiq (terdahulu). Atau golongan yang tidak minus dan tidak plus, yaitu sederhana. Dalam penafsiran lain, guru yang masih sering melakukan dosa-dosa kecil.(Juz 17:46).&lt;br /&gt;(3) Sabiq ( Terdahulu) :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kategori Alim (guru) yang ketiga adalah Sabiq. Makna Sabiq dalam Alquran, menunjukkan adanya perpacuan dalam kebaikan, sama dengan “ Fastabiqul khairat “ (Berpaculah dalam segala kebaikan).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri Alim yang digambarkan Alquran sebagai yang masuk kategori Sabiq, dapat di lihat pada Alquran Surah al-Mukminun 6l “ …yang memberikan sesuatu dengan hati yang takut dan bersegera memperoleh kebaikan-kebaikan.” Penafsiran ayat tersebut, yaitu golongan Alim yang tidak lagi menyentuh perbuatan haram (dosa besar dan kecil), mempunyai keinginan yang proaktif dan terdahulu dalam segala kebaikan, khususnya membaktikan ilmunya yang ikhlas kepada masyarakat. Golongan inilah oleh Tafsir al-Mizan, disebut “ Ulaika al-Muqarrabun “ (Yang dekat pada Tuhan), yang akan masuk ke surga tanpa hisab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam Abu Bakr al-Ajiri, kedudukan istimewa seorang alim ‘sabiq’ ialah ilmunya selalu siap memberantas kebodohan, maka wajarlah jika kita muliakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang tidak menunggu balasan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga kategori Alim di atas, niscaya yang kita dambakan dan harus kita muliakan terus adalah golongan terakhir (Sabiq). Sedang golongan Alim yang zalim dan muqtashid adalah golongan yang kurang dibutuhkan di era reformasi dan pembangunan moral bangsa. Jika seorang guru ingin tetap mulia dan kita muliakan, hendaklah menjadikan dirinya sebagai orang yang patut dimuliakan, dimana Tuhan sendiri akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu (amaliah), melebihi mukmin biasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kewajiban kita terhadap guru yang mampu mendidik dirinya lebih dahulu atau yang istilah Alquran Sabiq, sekalipun bukan guru agama, sama dengan kewajiban kita terhadap orangtua sendiri. Hendaknya kita selalu muliakan dan doakan keselamatannya seperti doa yang kita baca sesudah tarawih. Kita muliakan, kita bantu, apalagi jika mereka tergolong miskin. Dan adalah suatu pengkhianatan besar bagi seseorang, yang membenci guru yang pernah mengajarnya, sekalipun satu huruf.( Naudzu billah ). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-8974190698443279161?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/8974190698443279161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=8974190698443279161' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8974190698443279161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/8974190698443279161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/memuliakan-guru.html' title='Memuliakan Guru'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-9161294963279637243</id><published>2007-11-10T04:00:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T21:11:10.926-08:00</updated><title type='text'>Mempertahankan Predikat Taqwa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah, puasa Ramadhan telah kita laksanakan dengan baik selama satu bulan. Dalam satu bulan itu dengan tekun kita berhasil mengendalikan gejolak nafsu makan, minum dan seks di siang hari, dan pada malam harinya kita telah melaksanakan berbagai ibadah seperti salat tarawih, witir dan salat lain, dengan tekun. Kemudian pada setiap waktu yang tersedia, siang atau malam kita dapat dihiasi dengan sadaqah wajib atau mandub, tadarrus Alquran atau zikir yang lain. Akhirnya, dipagi yang cerah pada tanggal satu Syawal, kita tutup dengan luapan kegembiraan bersama anak cucu, tetangga dan sesama muslim se-kota tempat kita domisili.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujung puasa sesuai ayat “La’allakum Tattaqun” (QS.2:185). (Semoga memperoleh predikat takwa) yang pada hakikatnya berarti senantiasa berusaha menjauhi larangan dan mendekati suruhan Allah, sekalipun hanya satu bulan dalam satu tahun. Jika dianalogikan dengan pengisian tenaga baterei pada telepon genggam, maka Ramadhan merupakan pengisian ‘tenaga’ takwa selama 1 bulan, agar mampu difungsikan manfaatnya selama sebelas bulan berikutnya, sehingga masih tetap dalam situasi takwa dan tidak terkontaminasi dosa hingga hingga bulan Ramadhan mendatang&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kaifiat agar predikat takwa itu bertahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengertian&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Taqwa berasal dari Bahasa Arab, “Waqa –yaqi- wiqayah” yang dalam arti harfiahnya berusaha agar diri tidak menginjak ranjau-ranjau yang bertebaran di jalanan. Atau dalam ta’rif-nya, “Imtistalu awamirih wajtihabu nawahih” (Berusaha sekuat tenaga melaksakan perintah Allah dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjauhi segala larangan-Nya). Persis seperti yang telah kita lakukan satu dalam Ramadhan yang baru lalu, yakni yang mubah saja mampu kita kendalikan, apalagi yang namanya haram.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Intensitas imaniah dengan predikat takwa yang telah diperoleh dalam shaim baru-baru ini, adalah karya nyata yang telah terhujan didalam diri, hendaknya dipelihara sebagai bagian integral dari peningkatan sumber daya manusia. Intensitas imaniah itu hendaknya dipelihara minimal menjaga 3 hal, yakni;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, keseimbangan rohani jasmani. Kesehatan jasmani yang telah kita peroleh dengan pengaturan menu makanan bergizi, waktu makan minum yang teratur dan tidak berlebih-lebihan kemudian diimbangi dengan gerakan badan dalam salat malam berupa tarawih, tahajjud dan witir yang menjadikan kehidupan harmoni yang oleh istilah agama disebut sehat jasmaniah wal-afiat rohaniah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ajaran keseimbangan ini adalah prinsif dasar Islam yang dijarkan dalam doa, “Fiddun-ya hasanah wafil akhirah hasanah“ (Baik dalam kehidupan dunia dan baik dalam kehidupan akhirat)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Keseimbangan mengkonsumsi makanan halal dan bergizi. Dari pengaturan makanan halal dan bergizi, baik diwaktu sahur atau berbuka, juga merupakan keberhasilan nyata bagi shaim dalam ibadah puasa dengan menjaga kesahihan aturan puasa dan kesegaran pahalanya. Hal ini sesuai perintah Alquran bahwa hendaklah mengkonsumsi makanan yang halal lagi bergizi (Halalan Thayyibah) (QS.Al-Nahl 114). Disaat dunia modern tidak memperhitungkan halal haramnya makanan, maka yang shaim menjadi juru selamat yang baik untuk melatih hidup bersih yang dilengkapi dengan sadaqah wajib atau mandub. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, keseimbangan untuk mampu memparalelkan keikhlasan beribadah dengan sejumlah ibadah yang bervariasi dengan baik. Kalau dalam semua ibadah pada rukun-rukun Islam, gampang terjangkiti sifat riya’ (pamer), maka pada ibadah puasa yang baru dilakukan muslimin, sangat jauh dari pura-pura dan riya’. Sebab jika puasa seseorang dilakukan dengan berpura-pura, itu artinya sudah tidak puasa. Hal ini seakan ingin mengatakan bahwa berbuat ikhlas adalah hal yang sangat penting. Betapa banyaknya kesuksesan yang ditelorkan, jika berbuat ikhlas dalam bekerja. Sebab itu Alquran menggariskan “Liya’budullah mukhlishin” (Hendaknya menyembah Allah dengan ikhlas) (QS.Al-Bayyinah 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjauhi Sifat Serakah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dari sekian banyak hikmah yang dihasilkan dalam ibadah puasa Ramadhan, hal yang menjadi inti utamanya adalah untuk mempertahankan ‘charge’ ketakwaan agar bersinar terus dari bulan ke bulan. Salah satu indikator yang sangat penting adalah sifat serakah yang sering menyerang tiap individu ataupun kelompok.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran disebutkan, “Dan makanlah dan minumlah tapi janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (QS. ). Di ayat lain dikatakan bahwa sesungguhnya kaum yang boros (serakah) itu adalah bersaudara setan, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu diantara kehancuran ummat, jika sifat serakah itu telah menyerang suatu kaum. Padahal pada mulanya hanya butuh sesuap nasi, lama-lama meningkat untuk keperluan satu bulan, kemudian untuk satu tahun, dan akhirnya memperhitungkan 7 turunan. Hal inilah yang menjadi pemicu timbulnya keserakahan sehingga harta sesamanya yang merupakan pemberian Tuhan pun, ingin dikuasainya. Akhirnya maraklah korupsi dan kecurangan dimana-mana, bahkan kalau perlu membunuh untuk memperoleh harta. Orang-orang seperti ini tidak mempermasalahkan lagi istilah halal, haram maupun syubhat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari keserakahan seperti itulah maka ajaran Islam mewajibkan ada zakat wajib untuk harta, emas, perdagangan, sawah dan ladang. Kemudian ada sadaqah mandub setiap saat, ada infak tanpa terikat haul dan nisab, bahkan ada wakaf dan hibah yang dibolehkan memberi sampai sepertiga seluruh harta yang dimiliki. Semuanya itu adalah bertujuan membendung sifat keserakahan yang sering menyerang setiap pribadi atau kelompok.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika memperhatikan ayat pada surah Al-Taubah, “Wafi amwalihim haqqun lissailin“ (Dan dalam harta mereka itu ada hak bagi orang miskin), maka akan terlihat bahwa sebagian harta yang akan diberikan kepada kaum masakin itu sebenarnya adalah hak kaum tersebut dan bukan lagi hak keseluruhannya si pemilik yang berusaha.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hakikat puasa dengan predikat takwa yang kita sandang adalah melahirkan kekuatan untuk melakukan pengendalian diri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang hukama berkata binatang melata saja, tidak rela melepas kendali nafsunya bahkan ketika ada hal-hal yang membahayakan jiwanya. Singa misalnya, ia lebih rela mati daripada memakan bangkai untuk memelihara kehormatan dirinya. Wajarlah jika Alquran mengecam manusia yang lepas kendali, bagaikan binatang bahkan lebih sesat (QS.25:44).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah hadis Nabi yang sudah populer, ketika kembali dari sesuatu peperangan yang menelan banyak korban, justru Nabi bersabda; “Raja’na min jihad asghar ila jihad akbar, wama hia ya Rasul? Qala, man jahada hawahu“ (Kami kembali dari peperangan yang kecil menuju peperangan yang besar. Yang manakah itu ya Rasul? Nabi menjawab perang yang lebih besar ialah memerangi hawa nafsu). Terutama nafsu buruk yang berupa keserakahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya untuk memelihara predikat takwa yang kita peroleh di bulan Ramadhan yang baru lalu, maka hendaknya kita:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tetap tekun menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan sekecil apapun, seperti yang telah kita lakukan dalam Ramadhan yang baru berlalu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, hendaknya senantiasa memelihara intensitas imaniah yang kita rebut, berupa keseimbangan jasmani dan rohani, selalu menkonsumsi makanan halal dan bergizi serta berusaha agar seluruh kegiatan memprioritaskan keikhlasan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, karena predikat takwa yang kita peroleh hakikatnya adalah pengendalian diri terutama memerangi hawa nafsu kebinatangan, maka jihad akbar terhadap hawa nafsu itu bukan hanya kekuatan, akal pikiran dan kesadaran, tapi termasuk kebijaksanaan mengurus negara dan bangsa ini yang kian hari kian memperihatinkan dalam berbagai dimensi. Wallahu A’lam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-9161294963279637243?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/9161294963279637243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=9161294963279637243' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/9161294963279637243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/9161294963279637243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/mempertahankan-predikat-taqwa.html' title='Mempertahankan Predikat Taqwa'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-5878445437297967726</id><published>2007-11-10T03:58:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T21:12:08.725-08:00</updated><title type='text'>Memperindah Mesjid di Kampung</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PERESMIAN Mesjid Raya Makassar, Jumat 27 Mei yang baru lalu oleh Wakil Presiden Muhammad.Jusuf Kalla dibanjiri jamaah yang meluber hingga ke halaman parkir. Kubah megah dengan Menara mendekati antik serta pernik – pernik yang bertata dengan apik, menambah daya tarik mesjid di jantung kota ini. Desain interior yang bergaya Timur Tengah, banyak membentuk garis yang memancarkan makna yang terkandung dalam ajaran Islam.Kubah utama diasosiasikan dengan salat tiang agama, sedang 4 tiangnya adalah syahadat, zakat, puasa dan haji (Tribun 29/5).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya mesjid ini sudah tua. Pertama kali dibangun 25 Mei 1949 dengan hasil patungan dermawan kaya dan bangsawan, termasuk Sultan Bima dan Buton serta bantuan tokoh-tokoh Tionghoa dan Kristen. Mesjid ini juga dikenal sebagai terompet perjuangan mempertahankan kemerdekaan, terutama dari seorang orator, yang gugur oleh peluruh Belanda, yaitu KH.Muchtar Luthfi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan tampilnya Mesjid Raya dalam gaya baru yang megah dan indah, maka di kota ini kini telah berdiri Mesjid terbesar kedua, sesudah Al-Markaz Islami.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kacamata budaya, seseorang yang mau melihat kadar iman suatu kampung, lihatlah mesjidnya. Kalau mesjidnya indah, bersih dan semarak, berarti watak penduduknya mempunyai kadar iman yang baik. Kalau mesjidnya tidak terurus dan kurang jamaah, dapat diberi nilai bahwa penduduknya, kebanyakan masih mempunyai iman yang kerdil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keindahan mesjid itu,sebenarnya bukan diukur megah dan besarnya, seperti Al-Markaz Islam dan Mesjid Raya yang biayanya puluhan miliyar rupiah, tapi disesuaikan kemampuan ekonomi penduduknya. Artinya, secara universal penduduk kota, sudah oke dengan kedua kebanggaan Mesjid Raya dan Al-Markaz. Tapi bagaimana di tingkat RK tempat Anda domisili ?. Misalnya, kalau mesjid itu hanya tingkat Rukun Kampung atau kelurahan, sudah lumayan jika terlihat mungil, bersih dan mampu menampung jamaah Jumat antara 1OO sampai 2OO mushalli. Kalau tingkatannya ibukota kecamatan, tentu lebih tinggi, minimal dapat menampung antara 5OO sampai 1OOO mushalli.Artinya, disesuaikan status social muslim yang berdomisili. Ekonominya kebanyakan lemah, menengah, atas, atau gabungan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu keindahan dapat dinilai, antara lain :&lt;br /&gt;(1) Bersih tempat wudhu, bersih tempat buang air kecil dan selokannya tidak tersumbat sampah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Mihrab ( tempat imam ) rapi, terang, tidak ada pintu keluar masuk, tidak ada aroma kencing tercium Imam serta tidak ada kalender bergantungan dan kaligrafi, kecuali hanya lafazh Allah (Asmaul Husna), untuk kepentingan ke khusyu’an imam yang mempengaruhi khusyu’nya makmum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Mimbarnya (tempat berkhutbah) cantik, baik model atau warna, dengan pengeras suara yang nyaring, tidak bersahut-sahutan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(4) Memiliki Menara indah sebagai syi’ar dan perpustakaan memadai, minimal ada Tafsir terjemahan Departemen Agama, 6 kitab Hadis Shahih(Kutusittah) dan Fikhi Mazahib Arba’, untuk kepentingan toleransi mazhab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(5) Memiliki acara pengajian rutin, untuk ibu-ibu, dan remaja sekali seminggu dan TPA untuk anak-anak, setiap hari, serta anggota jamaah Subuh dan Magrib, minimal 4O jamaah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(6) Mubalig yang mengisi acara tetap dan khatib ialah yang berbobot, dan bukan yang suka melawak, isinya sedikit dan bumbunya banyak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis, kalau 6 syarat diatas telah dipenuhi maka sebuah mesjid ditingkat local, sudah dapat disebut termasuk mesjid indah dan wajar memperoleh nilai B ( Baik ). Dan bukan sekedar C ( cukup), seperti penilaian kelulusan di PT.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tanggung jawab membina dan memperjuangkan menuju mesjid indah, bukan hanya dibebankan kepada pengurus, tapi tanggung jawab itu harus didukung seluruh muslimin yang berdomisili di rukun kampung masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fungsi Mesjid:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berdasarkan Al-Quran, maka fungsi utama mesjid itu “ LAMASJIDUN USSISA ‘ALATTAQWA” ( Sesungguhnya Mesjid itu dibangun untuk pembinaan takwa) (QS.9:1O8).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Tafsir, ayat tersebut diatas sebagai pernyataan terhadap adanya mesjid Dhirar yang dibuat orang munafik, yang ingin mengacau Islam, yaitu pura-pura mengajarkan Islam, padahal kenyataan sebaliknya, yaitu mempertentangkan dasar Islam dan menghalangi jihad. Akibatnya, mesjid Dhirar itu Rasul perintahkan untuk dihancurkan dan diubah menjadi tempat pembuangan sampah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi tujuan utama mesjid untuk takwa, yaitu untuk membersihan kotoran lahir dan kotoran rohani manusia. Memakmurkannya terutama membina tauhid, yang benar, mendirikan salat dengan benar, membagikan zakat dengan adil, dan menanamkan keyakinan, bahwa tidak ada yang boleh ditakuti selain Allah. (QS.9:18).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Artinya, fungsi utama sebuah mesjid adalah membina takwa jamaah, sehingga seluruh kegiatannya diarahkan. Baik ibadah mahdhah seperti salat, selalu dikerjakan dengan khusyu’ pada waktu fadilah, maupun ibadah ghairu mahdhah ( social ) yaitu selalu siap menolong orang miskin, minimal dua setengah persen, setiap menerima rezki, termasuk selalu siap infak untuk pembinaan mesjid. Idealnya, fungsi mejid itu dirasakan masyarakat adanya ikatan moral (Mu’allaq bil-masjid). Waktu akad nikah di mesjid, waktu pergi haji dilepaskan di mesjid dan waktu pergi ke tempat peristirahatan terakhir (kubur), juga dilepaskan di mesjid, tempat jamaah domisili.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena khusyu’ adalah syarat sahnya salat, maka Imam yang memimpin salat, hendaknya contoh khusyu’ bagi jamaah. Imamnya harus berilmu agama yang dalam, fasih tajwidnya, tawadhu’ prilakunya, tidak suka berdusta dan berjanji palsu.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suara keluar :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Salah satu pelengkap yang dinilai bagi keindahan mesjid, jika tidak mengusik ketenangan. Misalnya suara mesjid keluar, tidak boleh mengganggu tetangga mesjid. Baik tetangga muslim atau non muslim. Terutama suara yang dibantu pengeras suara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang yang penulis ketahui, belum menemukan sebuah ayat atau hadis yang menyuruh mengeraskan suara keluar mesjid, selain azan pada waktu 5 salat. Demikian mesjid di negeri-negeri Islam yang penulis pernah kunjungi. Baik bacaan Al-Quran, salawat, Fatiha dan surah dalam salat, maupun khutbah (pidato). Semua itu hanyalah konsumsi ke dalam, yang ikut berjamaah. Bahkan menurut Fikih, Imam diharamkan mengeraskan suaranya sekalipun dalam mesjid, manakala ada yang masbuq (terlambat masuk ikut salat), untuk menjaga kekhusyu’an orang yang masbuq. Sebab itu berbahagialah umat Islam di Indonesia, karena sejak tahun 6O - an, penguasa mengizinkan memutar kaset mengaji, asal dibunyikan seperempat jam sebelum masuk waktu salat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mesjid harus Indah, baik lahirnya atau batinnya ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena hadis menyebut “INNALLAHA JAMILUN YUHIBBUL JAMAL” ( Sesungguhnya Allah indah, mencintai segala yang indah ). Termasuk mesjid tempat hamba menyembah Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu Al-Quran memerintahkan “KHUDZU ZINATAKUM ‘INDA KULLI MASJID” ( Pakailah seluruh perhiasanmu, jika mendatangi mersjid).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Artinya, jika mesjidnya telah indah, maka semua yang datang melakukan salat, hendaknya berpakaian indah pula Bahkan perhiasan, disuruh memakai seluruh nya. Hal itu wajar, karena salat adalah pertemuan harian antara makhluq dengan Al-Khaliq, sebagai Tuhan yang indah, Pemberi segala keindahan. Kita bandingkan di dunia, menghadap walikota saja harus rapi, apalagi Tuhan Pemberi rezki dan Pemberi segala kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, berdasarkan uraian singkat diatas, maka mesjid yang ada di kampung tempat Anda domisili, hendaknya tergolong mesjid yang indah dan bersih lahir dan batin, karena sesuai budaya, itulah gambaran kadar iman seorang muslim. Namun, yang bertanggung jawab pembinaan dan keindahan itu, bukan hanya tugas pengurus, tapi termasuk tugas Anda dan kaum muslimin yang berdomisili di kampung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasul berpesan “Barangsiapa yang membina (memperindah) mesjid, niscaya Tuhan akan membangunkan rumah didalam surga”.Selanjutnya dikatakan “Jika melihat orang bersiap ke mesjid, saksikanlah bahwa dia adalah seorang yang beriman “.(HR.Turmudzi).&lt;br /&gt;Marilah kita sisihkan sebagian rezeki beramal “ Jariyah “ memperindah mesjid,.di kampung kita masing-masing.!.Semoga Allah mengganti lebih banyak.(Amin).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;H. Mochtar Husein&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-5878445437297967726?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/5878445437297967726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=5878445437297967726' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/5878445437297967726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/5878445437297967726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/memperindah-mesjid-di-kampung.html' title='Memperindah Mesjid di Kampung'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-7681893565159427028</id><published>2007-11-10T03:57:00.000-08:00</published><updated>2007-11-10T03:58:19.768-08:00</updated><title type='text'>Etika membaca Alquran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Diantara amal yang mulia adalah membaca (Tadarus) Al-Qura’n. ( Alquran). Di desa-desa yang fanatik agama, tadarus dan menamatkan Alquran terutama di bulan Ramadhan adalah kebanggaan tersendiri. Anak-anak desa yang baru tamat Alquran bukan bertanya kepada sesama anak, apa kamu sudah nonton film kartun A seperti di kota ?, tapi yang ditanyakan  kepada temannya, apakah anda sudah pernah tamat Alqurannya ? Atau kini sudah sampai pada juz keberapa.?. Yang lazim dikampung, sesuai banyaknya bilangan puasa. Namun,  ada yang mampu menamatkan membaca Alquran, tiga kali atau lebih empat selama satu bulan puasa Bahkan ada yang menamatkan tiap 3 hari, karena tadarus juga di tempatnya bekerja.Bagi mereka  bukan tilawahnya diutamakan dalam pertandingan, agar memperoleh hadiah, tapi tadarus Ramadhan betul-betul menjadi tradisi religius turun temurun untuk mencari pahala, seperti salat tarawih, witir dan  bersadakah.Dan alangkah ruginya muslim di kota jika sudah melupakan tradisi membaca Alquran terutama di bulan Ramadhan. Atau merasa tidak diperlukan lagi karena banyaknya kaset mengaji yang dibunyikan pengurus mesjid dengan suara keras,kadang-kadang mengganggu orang lain. Sekalipun membunyikan kaset mengaji di negera lain  tidak didapati, dan hanya dikenal di negeri ini.   Di negera  lain,  sekalipun konstutusinya  berdasar Islam, tidak terdengar pengajian Alquran dari mesjid, kecuali azan..&lt;br /&gt;Bagaimana Etika membaca  Alquran ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dibaca dengan Tartil:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Karena membaca Alquran sama dengan berdialog dengan Allah, maka Alquran menggariskan “Wa rattil al- Qur’an Tartila “ (Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan) (QS.73:4).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut dipahami, bahwa  Alquran wajib dibaca,  dengan suara perlahan dan tidak mengganggu orang lain disekelilingnya. Apa sebab ?.Karena  ayat ini turun sehubungan dengan turunnya perintah salat malam (Tahajjud).Namun setelah turun ayat ke 2O surah yang sama, maka hukum membacanya otomatis tabdil menjadi sunnat pula. Ayat itu menyatakan “ Faq rau ma tayassara min al-Qur’an” (Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Alquran).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebagian mufassir ayat tersebut dipahami bahwa membaca Alquran, baik dalam salat atau diluar salat, tidak diharuskan perlahan terus, tapi disesuaikan materi ayat yang dibaca atau salat yang dilakukan. Salah satu kegagalan dan kelemahan sebagian Qari dan Qariah kita jika bertanding dalam iven internasional, karena kurang memahami  ayat-ayat mana bersem,angat dan sedih.Apalagi tidak memahami etika membaca, mana yang  boleh  bi al jahr (jelas makhraj) atau agak bi al sirr ( kecil sekali). Artinya Qari kita tidak cukup hanya mengetahui “makhraj, ghunnah dan madd” ayat, tapi hendaknya mendalami pula ilmu tafsir,misalnya asbab nuzul dan munasabah dengan ayat lain. Disamping itu harus menghayati makna ayat-ayat Tabsyir (menggembirakan) dan Tandzir (ancaman).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut mufasir Syekh Ali Al-Shabuni yang dimaksud membaca dengan tartil pada surah Al-Muzzammil diatas, dengan adanya perintah tartil, hakikatnya bahwa yang membaca Alquran itu disamping untuk dinikmati lagunya dan suara Qari’ yang membacanya, maka yang paling mendasar pula, agar setiap muslim hendaknya membacanya dan menghayati isi yang terkandung didalamnya, kemudian  diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Alquran itu adalah sebagai Hudan linnas (petunjuk bagi manusia).(Juz 3 : 466).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aisyah RA.”Adakalanya Rasul SAW membaca Alquran dengan Jahr (Kedengaran orang lain,tapi tidak seperti pengeras suara) dan adakalnya hanya dengan khafat (kedenganran untuk dirinya)(HR.Ibnu Majah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat melaporkan kepada Nabi: “ ya Rasul saya mampu menamatkan Alquran seluruhnya tiap malam”. Nabi menjawab, “ cukup sebulan sekali”. “Tapi saya mampu karena saya masih kuat dan muda”, jawabnya.  Kata Nabi “Kalau begitu,  biarlah setiap sepuluh hari sekali”. “Saya mampu lebih dari itu”, kata sahabat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, cukup sekali sepekan”, kata Nabi. Kemudian si pemuda masih mampu lebih dari itu, tapi  Nabi melarang, “ khawatir jangan sampai anda tidak  mampu secara rutin dalam waktu yang panjang”. .(HR.Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadis tersebut, maka Membaca  (Tadarus) Alquran yang dianjurkan,  dan ideal adalah  sekali sebulan bagi yang sudah tua, atau seminggu sekali bagi yang masih muda dan kuat, agar rutinitas ibadah itu bersinambung dalam waktu yang lama, dan tidak berkesan mundur dari agama, mulanya kencang akhirnya menurun.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Malaikat turun:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dijelaskan oleh Rasul SAW: “Sesungguhnya membaca Alquran adalah perkataan dan doa yang paling afdal dari semua perkataan.” (HR.Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang sahabat Nabi sedang membaca Alquran diwaktu malam,   tiba-tiba sahabat lain menyaksikan datangnya sinar benderang dari langit,  ketika ditanyakan “ sinar apa itu ya Rasul ?” .Dijawab:  “ Sesungguhnya sinar yang benderang itu adalah malaikat yang turun, ka rena  tertarik suara pembaca Alquran.”  Didalam surah Al-Qadar di bulan Ramadhan demikian juga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Aisyah RA bahwa sesungguhnya Rasul SAW sebelum tidur setiap malam ia selalu membaca tiga surah yaitu “ Qul Huwallahu ahad...,Qul a’udzu birabbil falaq…dan Qul a’udzu birabbinnas”. (HR.Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadis-hadis tersebut, maka sebaiknya seorang muslim dan muslimah hendaknya membiasakan membaca doa sebelum tidur itu serta berusaha menamatkan  Alquran 3O juz selama Ramadhan, agar ketenangan batin dan pengawalan malaikat selalu berada disamping kita. Dan adalah suatu kerugian besar bagi seorang muslim, kalau hanya mampu membaca berpuluh lembaran surat kabar setiap hari, lalu tidak pernah membacanya  kitab sucinya Alquran sekalipun hanya selembar sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita ketahui bahwa salah satu nama Alquran adalah bacaan yang selalu harus dibaca setiap hari. Mengetahui artinya,  atau tidak,  tetap memperoleh pahala yang banyak, terutama di bulan Ramadhan. Berbeda dengan membaca Surat Kabar, tidak mempunyai pahasla biartt sedikit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda  Rasul SAW Hasad (Irihati)  kepada orang lain adalah larangan  agama yang keras, karena dapat menghapuskan amal baik, tapi dikecualikan dalam dua hal  (1) Seseorang yang telah mengetahui isi Alquran dan selalu membacanya diwaktu malam dan siang (2) Seseorang yang diberikan harta oleh Allah, lalu disedekahkannya sebahagian di waktu malam dan siang (HR.Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Nabi menjelaskan “ Orang yang paling afdal diantara kalian ialah orang yang mempelajari Alquran lalu mengajarkannya pula” (HR.Bukhari).&lt;br /&gt;Seorang pemuda mendatangi Nabi memohon agar dikawinkan dengan seorang wanita, lalu Nabi bertanya, “ harta apa yang ada padamu ?.” Pemuda menjawab, “tidak ada sesuatu ya Rasul.”. “Sekalipun sebentuk cincin besi ?” , kata Raul. “Ya, sekalipun cincin besi.”  Lalu Nabi bertanya pula, “ ada surah dalam Alquran yang kamu hafal ?”.Di jawab, “ada tiga surah”.. Nabi memerintahkan, “ itulah yang kamu berikan kepada wanita itu”. Ka ta nabi “ Sekarang aku kawinkan,  bersama dengan apa yang ada padamu itu dari Alquran”.  (HR.Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya,  setelah mengemukakan kemuliaan Alquran dan perannya dalam kehidupan bermasyarakat, maka sebaiknya seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)   Membaca dan menamatkan Alquran minimal sekali sebulan dalam bulan Ramadhan atau diluar Ramadhan, mengajarkannya kepada anak cucu serta berusaha mengamalkan isinya secara bertahap yang kita pilih sendiri ayat mana yang lebih utama diamalkan setiap tahun,selain yang sudah jalan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2)   Agar kemuliaan Alquran lebih terjaga maka hendaknya isinya selalu diingat   sebagai “Hudan linnas” (petunjuk bagi manusia) dan sebagai “Syifa’ aun (penawar bagi mukminin) serta mengingat  etika  membacanya yakni menghadap kekiblat, tidak keras dan tidak terburu-buru ( tapi tartil)  yang tidak mengganggu ketenteraman sesama muslim atau non muslim, terutama diwaktu malam.Corong subuh dari mesjid, sebaiknya juga pelan dan hanya sepuluh menit sebelum masuk waktu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3)   Meyakini bahwa membaca Alquran sama sedang berdialog dengan Tuhan, baik dalam salat atau diluar salat  sehingga diperlukan suara kita rendah, perlahan-lahan, tawadhu’ dan khudhu, di depan Al-Khaliq.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-7681893565159427028?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/7681893565159427028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=7681893565159427028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/7681893565159427028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/7681893565159427028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/etika-membaca-alquran.html' title='Etika membaca Alquran'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-9092586832345724343</id><published>2007-11-10T03:54:00.000-08:00</published><updated>2007-11-10T03:56:56.100-08:00</updated><title type='text'>Memilih Pemimpin Menurut Alquran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setiap dua orang atau lebih yang melakukan perjalanan, atau dalan suatu komunitas diharuskan ada pemimpin yang bertanggungjawab. Demikian dalam satu kelompok masyarakat terkecil, seperti umahtangga.  Harus ada  seorang yang tampil jadi pemimpin. (Imam). Dalam  salat atau di luar salat. Imam salat di depan dan makmumt dibelakang Imam. Artinya, bahwa ajaran Islam menghendaki ada manajemen untuk melancarkan mekanisme suatu program dalam komunitas, apalagi  satu negara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; Pengangkatan seorang Imam dalam salat, harus dipilih Imam yang terbaik bacaannya ( tajwid, lagu dan suaranya), istilah agamanya “ Aqrauhum Likitabillah “  sehingga mendorong makmun yang ikut dibelakang imam, menjadi khusyu’. Sebab itu yang terbanyak menjadi Imam salat  ialah Qari’  sekalipun  orangnya  masih  muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Imam yang berarti pemimpin, banyak istilah lain yang sinonim. “Imam” karena terambil dari kata “Amam” (di depan), “Khalifah” yang dari kata “Khalf” (di belakang), maju ke depan mengganti Imam. Selanjutnya “Ulil Amri“ menjadi Umara, yang berarti mempunyai kewenangan memerintah. Dan masih banyak lagi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita transfer model Imam salat dengan pemimpin diluar salat karena juga memimpin jamaah, maka tajwid, lagu dan suaranya harus bagus. Hakikatnya, orangnya  jujur, tidak suka dusta dan prilakunya dalam masyarakat sangat bagus. Karena yang diangkat jadi pemimpin itu adalah orang pilihan dari satu komunitas. Kalau dikaitkan sistem pemerintahan sekarang, pemimpin diluar salat itu ialah  eksekutif, legislatif  dan  yudikatif.  Sedang dalam masyarakat pemimpin itu termasuk  kepala Rumah Tangga, ketua Partai,  ketua lembaga, pimpinan sekolah,  dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana  dalam   Alquran ?.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Alquran dengan tegas dinyatakan syarat umum Al-Amin  (Jujur). Dapat kita baca misalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Nabi Ibrahim “ Inni ja’iluka linnasi Imaman “ (Hai Ibrahim saya jadikan engkau menjadi pemimpin bagi manusia) Kemudian Ibrahim mengharap agar keturunanku juga, dijawab oleh Tuhan “ Layanalu ahdi al-zhalimin” ( Tidak Kutujukan kepad  orang yang suka berbuat zalim) (QS.     ). Artinya pemimpin itu mutlak jujur. Ditambah  berani berhadapan raja yang zalim dan sabar membangun Ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Ketika Nabi Musa dipilih jadi pemimpin karena mempunyai dua syarat  “Al-qawiyyu  al - amin” (Karena  kuat pisik dan  jujur ) Ditambah  berani menghadapi Fir’aun ) “( QS. 27 :26 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(3) Ketika Nabi Yusuf dipilih menjadi pemimpin karena mempunyai dua syarat “Hafizhun ‘Alim“ (Jujur dan berilmu) Ditambah karena sabar (QS.12:55) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(4) Muhammad SAW dipilih menjadi pemimpin karena Al-Amin (sangat jujur sejak kecil))Ditambah sabar  dan Rahmatan Lil’alamin (Kasih sayang kepada seluruh alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kepemimpinan 4  rasul yang dipilih Allah, maka kriteria pemimpin menurut   Alquran ada 6 (1) Jujur (2) Berilmu (3) Berani (4) Kuat pisik (5 ) Sabar (6) Kasih sayang kepada seluruh alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana menurut Hadis ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Banyak sekali Hadis Nabi yang menjelaskan tentang syarat menjadi pemimpin (Imam)  yang kita harus pilih diantaranya ialah : “Aqrauhum likitabillah” (Yang paling mengetahui  Alquran baik bacaannya, makhrajnya  maupun isinya ) (HR.Bukhari ). Jika yang dibutuhkan dari dirinya hanya Imam dalam salat.  Selanjutnya “Sayyidul qawmi Khadimuhum” (Pemimpin masyarakat itu ialah yang siap jadi pelayan) (HR.Muslim). Artinya, kalau kepemimpinan yang dibutuhkan untuk Ketua RT atau pemimpin Masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka Hadis Nabi tersebut terutama ditujukan mereka yang sanggup menjadi pelayan masysarakat kecil (Khadim). Adapun Hadis Nabi yang lain menyebutkan,   ”Man ‘amma qawman fa al-yukhaffif ( Siapa yang ingin memimpin masyarakat, hendaklah mampu memperingan beban rakyat ) (HR.Abu Dawud) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadis yang ketiga ini mempunyai pengertian ganda. Pertama, Imam salat yakni tidak terlalu panjang bacaan salatnya, sehingga makmum merasakan ringan. Kedua, Pemimpin diluar salat yang tidak membebani masyarakat dengan pajak yang tinggi, sehingga masyarakat juga ringan untuk membayarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari kriteria yang ditampilkan Hadis itu, maka garis besarnya pemimpin yang dibutuhkan minimal  ada tiga syarat:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(l) Berilmu bidang agama ( Terutama  Imam salat dengan tajwid yang bagus)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Mampu menjadi pelayan masyarakat. (Bukan hanya siap memerintah)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3) Tidak suka memberi beban berat masyarakat yang menyebabkan penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana  praktek  Khalifah ?.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Untuk melengkapi syarahan yang diberikan Alquran, karena Alquran biasanya hanya dasar utamanya, Hadis dengan penjelasannya, maka sahabat Nabi adalah penetrapannya dalam masyarakat, maka  ketiganya adalah pelaksanaan perintah Alquran “ Taati Allah, taati Rasul dan Umara”, maka diantara umara adalah Khalifah, misalnya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasul wafat, pada mulanya ada perbedaan pendapat antara  kaum Muhajir dan kaum Anshar, siapa pengganti Nabi memimpin masyarakat, namun akhirnya secara aklamasi pemuka masyarakat menyetujui  pengganti tugas Nabi sebagai pemimpin adalah Abu Bakar Al-Shiddik, dengan alasan dua hal:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(l) Satu-satunya sahabat yang sering menjadi pengganti Nabi menjadi Imam salat,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Sahabat  Nabi paling setia bersama dalam gua Hira dan ketika Hijrah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alasan pemuka masyarakat yang tepat dinyatakan, sedang masalah akhirat yakni salat  Nabi mempercayainya jadi pengganti, apalagi kalau masalah dunia yakni pemerintahan tentu akan lebih wajar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah Abu Bakar wafat, digantikan oleh Umar dengan alasan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(l) Abu Bakar berwasiat sebelum wafat, bahwa Umarlah yang akan menggantinya, karena beliau  jujur, kuat, berani dan ahli strategi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2) Umarlah satu-satunya sahabat yang pernah disebut Nabi, andaikata ada Nabi sesudahnya, maka yang cocok adalah Umar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana pula yang ditawarkan Khalifah Umar kepada masyarakat, agar  membantu  mencarikan  calon pemimpin yang baik yang akan membantunya dalam pemerintahan ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika calon-calon dihadapkan kepadanya, ia bertanya, “ apa alasan kalian menawarkan si A misalnya untuk menjadi pemimpin (membantu saya) ?”. Orang banyak menjawab, “ karena dialah yang paling takwa dan jujur diantara kami”. Namun Umar belum puas dengan hanya syarat itu lalu Umar balik bertanya, “Apakah anda pernah se rumah, atau bertetangga atau bepergian bersama ?. Kalau anda pernah se rumah atau bertetangga atau seperjalanan, lalu suka membantu dan menolong  dalam kesulitan, maka itulah pilihan utama yang saya angkat  menjadi pemimpin ( menteri ) membantu saya ”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penilaian  Khalifah Umar, maka yang paling cocok diangkat pemimpin disamping jujur, kuat pisik dan berilmu maka yang menjadi pensyaratan utama baginya  ialah orang yang suka membantu rakyat kecil dalam penderitaan. Hal itu telah dibuktikan sendiri dalam dirinya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana kondisi Indonesia ?.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kalau pemimpin yang dibutuhkan bangsa misalnya yang mampu memberantas korupsi, mengendalikan keamanan, memperbanyak lapangan kerja, melancarkan roda perdagangan dan pendidikan,  maka kita carilah orangnya dari  2 pasang calon yang akan bertanding 2O September yad, sesuai hati nurani.Rakyat kita sudah pintar, tidak mau dibidohi lagi  Apabila kita masih kesulitan  memperoleh calon yang persis kriteria Alquran, Sunnah dan  Khalifah, seperti  yang telah diuraikan diatas, hukum Fikih Islam memberi kelonggaran “ Mala yudraku kulluhu, la yutraku kulluhu” (Jika sukar memperoleh ktiteria keseluruhan, jangan  tinggalkan  keseluruhannya). Artinya,  dicari yang paling mendekati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;( Wallahu a’lam bi al-shawab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-9092586832345724343?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/9092586832345724343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=9092586832345724343' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/9092586832345724343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/9092586832345724343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/memilih-pemimpin-menurut-alquran.html' title='Memilih Pemimpin Menurut Alquran'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-1571637345558700010</id><published>2007-11-10T03:53:00.000-08:00</published><updated>2007-11-10T03:54:49.426-08:00</updated><title type='text'>Memelihara Haji Mabrus</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah jamaah haji Indoneia, khususnya kloter embarkasi Hasanuddin, satu demi satu telah berdatangan kembali di tanah air, setelah sebulan lebih berada di tanah suci. Dambaan yang diucapkan para penjemput baik dari keluarga atau handai tolan, semoga anda menjadi haji yang mabrur (direstui).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyegarkan kembali apa itu mabrur dan cara memeliharanya, tiada cara lain kecuali kita kembali simak keterangan Alquran dan Hadis tentang kemabruran itu, khususnya kepada muslim  yang  sudah  haji. Baru atau yang sudah lama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Makna Mabrur :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ibnu Faris dalam “ Maqayis Lughat ” berpendapat : Term  Mabrur  berakar  dari huruf “Ba  dan Ra “ yang mempunyai 4 makna :  (l) Sesuatu yang benar (2) Hikayat yang bersuara (3) Daratan (bukan laut) (4) Restu dan penerimaan Allah terhadap kepada seseorang yang melaksanakan haji. Seolah-olah Tuhan berkata, Aku telah terima hajimu, karena kamu lakukan dengan benar, ikhlas, lapang dada, seperti lapangnya daratan terhadap semua yang mendiaminya. Artinya, pengertian keempat inilah yang relevan menyatakan makna Mabrur, yaitu direstui dan diterima. Bukan sebaliknya yaitu Mardud ( ditolak). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjelaskan lebih lanjut, perlu di segarkan kembali dalam ingatan kita, bahwa semua ibadah misalnya salat, selalu menunggu restu dari  “Penilai Agung”( Allah). Salat yang diterima ialah salat yang masuk kategori “  Aqimu “ yaitu memenuhi 3 syarat (l) Khusyu’ (Konsentrasi),(2) Dilakukan lengkap syarat, sunat  dan adatnya, dan (3) Setelah selesai salat, suka membantu orang miskin(Lihat QS.al-Ma’ un). Demikian misalnya puasa yang diterima ialah yang masuk kategori “Shaum dan Shiyam “ yaitu menahan yang membatalkan puasa dan pahalanya, misalnya  menaham juga, agar mulut tidak berdusta, menipu dan mencaci maki (Lihat hadis Muslim: “Kam min Shaimin…” (Banyak orang berpuasa, tapi tiada memperoleh pahala, kecuali hanya lapar,dahaga dst).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan  ayat  dan hadis tersebut,  maka semua  ibadah  dalam  rukun Islam itu selalu dilihat efek keikhlasan, pelaksanaan  yang mantap dan  berefek sosial kepada masyarakat, sebagai  roh dan  vitalitas  ibadah  yang dilakukan.  Dan itulah yang tersimpul dalam filsafat salat,  Allahu Akbar  ( Hubungan  vertikal  hanya  Allah  Yang Maha  Besar ) dan  hubungan horizontal dengan sesama manusia dengan mengucapkan Assalamu  Alaikum  ( Mudah-mudahan  anda  semua  dalam keadaan selamat dan bahagia),  diakhir salat. Artinya, memelihara dua hubungan. Hubungan vertikal dengan Allah dan  hubungan  horizontal  dengan  sesama  manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam Alquran &amp;amp; Hadis :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran,  tidak  ditemukan  sebuah  ayat pun   yang    menggunakan   kata “ Mabrur”  secara ekspilisit, namun  dalam konotasi lain, dengan akar kata huruf “Ba dan Ra” dengan perubahan  tashrif,  banyak dijumpai  Misalnya “ Wa barran biwalidaih  “ ( Berbuat baiklah kepada kedua orangtua ), “Watawaffana ma’al Abrar “ ( Matikanlah kami bersama orang-orang yang berbakti).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir,  doa yang  dibaca jamaah haji ketika  tawaf, setiap melintasi  rukun  Yamani disekeliling ka’bah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi  Mabrur,  disamakan  artinya    dengan   Abrar,   yaitu  golongan  muslim  yang istimewa,   karena  seimbang  kebaktiannya kepada  Allah dan  kebaikannya kepada  sesama  manusia  dengan suka membantu orang-orang miskin.   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang disebut berbuat baik kepada kedua orangtua, seperti pada ayat diatas (Wa barran biwalidaih). Menurut mufasir, seorang anak terhadap orangtuanya,  selalu memenuhi  3 syarat kewajibannya: (l) Taat kepada kedua orangtuanya, baik dikala hidupnya maupun sesudah  matinya,  dengan mematuhi nasehatnya   (2)   Mendoakan dengan memohonkan  ampunan dan keselamatan orangtuanya  setiap selesai shalat, dan (3) Membantu kedua orangtuanya berupa bantuan materi secara rutin dikala hidupnya, dan masih bersosial atas nama orangtuanya, sekalipun telah wafat. Misalnya dihajikan, sesudah  wafatnya, jika belum haji. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian syarahan kedua ayat tersebut dipahami bahwa haji Mabrur  menurut Alquran syaratnya juga 3 (l) Haji atau umrahnya dilakukan dengan ikhlas dan sempurna (2) Hajinya tidak lagi dikotori dengan dosa (besar), setelah haji ( bukan cuma 4O hari ), (3) Setelah kembali ke tanah air, sosialnya kepada masyarakat dan takwanya kepada Tuhan, bertambah melebihi sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut mufassir Al-Tabrasyi, sebenarnya dalam Alquran didapati  ada l4  ayat tentang haji. Salah  satu  diantaranya   jika dihubungkan   akan kemabruran, sekalipun tidak menyebut term kemabruran,  yaitu :  “ Barangsiapa yang menetapkan niatnya akan mengerjakan  haji,  maka ia tidak boleh “rafast “ ( berkata atau berbuat cabul ), “   fasiq “ ( melakukan dosa besar atau kecil ) dan “ Jidal “ (berbantah-bantahan yang menyebabkan keretakan dan permusuhan). (QS.2:l97).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun ayat tersebut ditujukan kepada mereka yang sedang dalam ihram,  menurut sebagian Mufassir, ayat itu juga yang menjiwai dan mematok  ke mabruran. Lebih-lebih   jika dihubungkan pula QS.al-Taubah 3 dan al-Baqarah l96, yaitu mereka yang melakukan haji memenuhi ketentuan 3 syarat :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(l) Berniat suci, naik  haji karena Allah dan menyatakan tidak akan melakukan dosa sesudah kembali .Misalnya tidak lagi korupsi atau menerima sogok..(2) Haji atau Umrah dilakukan dengan sempurna ((3) Berbekal dengan takwa,  yaitu tidak suka meminta-minta selama haji, bahkan sebaliknya, banyak memberi dan menolong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengenai  hadis yang menjelaskan tentang kemabruran, diantaranya  : “   Aisyah bertanya, kepada Rasul, kalau “Jihad “ terafdhal sesudah beriman,  mengapa kita tidak berjihad terus  ?  Dijawab Rasul SAW,  sebenarnya Jihad terafdhal adalah “Haji Mabrur”.  (HR. Bukhari dari Aisyah RA).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud Mabrur  sesuai  syarah Hadis “ Fat-hul Bariy ”, yaitu  (l)   Dalam melaksanakan haji tidak mencampur  dosa  (2) Melaksanakan haji dan umrah, dilakukan dengan sempurna  (3)  Suka memberi makan orang miskin dan mengucapkan salam,  selama haji dan sesudah haji.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh Al-Gazali lebih tegas dikatakan, faktor utama kemabruran haji ialah ikhlas dengan menggunakan  uang halal (Ihya 2:29).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, haji mabrur itu syarat utamanya ikhlas, biaya halal, sempurna pelaksanaan, dan bertambah iman dan sosialnya  serta mampu memeliharanya dengan menjauhi dosa setelah kembali  ke kampungnya.  Semoga anda termasuk haji mabrur. Amin.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-1571637345558700010?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/1571637345558700010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=1571637345558700010' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1571637345558700010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/1571637345558700010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/memelihara-haji-mabrus.html' title='Memelihara Haji Mabrus'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-9020964032361636685</id><published>2007-11-10T03:51:00.000-08:00</published><updated>2007-11-10T03:53:16.596-08:00</updated><title type='text'>Makanan Halal &amp; Bergizi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Baru-baru ini kita dikejutkan adanya berita di koran, bahwa anak Balita di Sulawesi Selatan kekurangan gizi sekitar 44 % berdasarkan hasil penelitian ilmiah. Setelah DPRD Sulsel memanggil mitra kerjanya yang berhubungan masalah ini, alhamdulillah dinyatakan, memang pernah mencapai angka seperti itu beberapa tahun yang lalu, tapi kini telah menurun menjadi sisa 29 %.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita akui selama ini memang sebahagian masyarakat menganggap bahwa pemberian makanan tambahan kepada anak Balita tidak begitu penting. Atau terpaksa, karena makanan pokok di rumahnya sendiri pas-pasan. Akibatnya anak kecil itu hanya diberikan sisa-sisa makanan orangtua atau diserahkan kepada pembantu untuk memberi makanan.Terserah dihabiskan atau dibuang atau sipembantu sendiri yang menghabiskan. Atau cukup orangtuanya cukup membelikan kuah mie yang dibawa penjual, tanpa memperhitungkan, ada gizinya atau tidak. Pokoknya asal anak tidak menangis. Padahal sumber pertumbuhan anak pada usia Balita itulah segalanya. Gizii buruk diwaktu Balita adalah permulaan kehancuran. Baik kemampuan otak atau ketahanan pisik dan mental.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian kesadaran tanggung jawab orangtua terhadap masa depan generasi muda, juga dari segi agama, sangat dituntut. Alquran dengan tegas menyatakan “ Dan hendaknya takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka.Maka bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar ” (QS. 4:9).Tanggung jawab langsung mengenai  makanan, anak adalah orangtuanya.(Wa arrajulu ra’in fi ahlih wa mas’ulun ‘an ra’iyatih= Seorang laki-laki adalah pelayan keluarganya dan akan mempertanggung jawabkan tentang isteri dan anaknya. (HR.Bukhari). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu, bagaimana hukumnya dan kaifiat memberi makanan halal dan bergizi yang diajarkan   Alquran ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebelum menjelaskan apa yang dimaksud Alquran sehubungan masalah ini, lebih dahulu kita segarkan apa makna gizi dan masalahnya. Menurut Kamus Besar, gizi adalah zat makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan badan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Guru Besar Ilmu Gizi UI, Prof. Dr. Ahmad Djailani (2OOO), Ilmu gizi merupakan ilmu terapan yang mempergunakan berbagai disiplin ilmu dasar seperti Biokimia,Ilmu Hayat (Fisiologi),ilmu Penyakit (Pathalogi).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;.Untuk menguasai ilmu Gizi secara ahli, harus menguasai bagian-bagian dasar ilmu dasar tersebut yang relevan dengan ilmu tersebut. Defenisi Ilmu Gizi bermula ialah ilmu yang mempelajari nasib makanan sejak ditelan sampai diubah menjadi bagian tubuh dan enersi atau diekskresikan sebagai zat sisa. Tujuan akhir dari ilmu ini ialah mencapai,memperbaiki dan mempertahankan kesehatan tubuh.Defenisi inilah yang sekarang digunakan, memungkinkan lebih luas didalam mencapai tujuan ilmu Gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit-penyakit yang berhubungan Gizi ialah:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1)   Penyakit gizilebih(Obesitas).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(2)   Penyakit gizikurang (Malnutrition)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(3)   Penyakir metabolik bawaan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(4)   Penyakit keracunan makanan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penyakit-penyakit dan efek yang ditimbulkan salah satu dari penyakit diatas, akibat ketidak hati-hatian memelihara gizi yang seimbang, banyak sekali disinggung Kesehatan dan  Alquran. Dan akan sangatlah patal jika terjadi pada anak-anak Balita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Didalam Alquran:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Banyak ayat yang menjelaskan tentang makanan bergizi, diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1)   “ Dan makanlah makanan yang halal lagi baik, dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu telah beriman kepadaNya”.(QS.Al-Maidah 88).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang disebut makanan bergizi pada ayat Al-Maidah diatas dapat dihubungkan dengan ayat lain, misalnya : “Daging hewan “(Surah al-Hahl 5) yang tujuannya untuk menghindari penyakit hati, menguatkan otot-otot, menguatkan otak dan menghindari anemia. Selanjutnya daging ikan (Surah Al-Hahl 14) yang tujuannya mempertinggi protein,menghasilkan minyak ikan sebagai sumber kalsium dan yodium. Kemudian  susu (Labanan khlishan) pada (Surah  Al-Nahl 66) yang tujuannya menghasilkan susu asali dan kalori serta vitamin A dan B Kompleks.Kemudian madu dan buah-buahan pada ( Surah Al-Nahl 67 dan 68) dan sayur-sayuran dan buah pada (Surah  Al-Baqarah 61 dan Rum 23).Pokoknya Alquran dengan tegas memberi petunjuk gizi, secara baik untuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)   “Waai orang-orang beriman dan janganlah kamu makan hartamu yang diperoleh dengan jalan batil” (QS.4:29 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat sebagian mufasir, bahwa surah Al-Maidah 88 diatas jika dihubungkan dengan ayat lain, maka  yang dimaksud halal pada pengertian ayat tersebut yakni zat makanan yang dikonsumsi itu adalah makanan yang dihalalkan agama, misalnya ikan, daging hewan, susu dan madu.Namun harus menjadi pensyaratan mutlak, diteliti cara memperolehnya. Diperoleh dengan  cara yang halal. Karena sekalipun makanan itu zatnya halal, tapi memperolehnya bukan cara yang benar, belum disebut mengandung gizi secara hakikat dan dapat merusak pertumbuhan pendidikan dan jiwa anak. Karena arti makanan bergizi ialah dapat membangkitkan api kebenaran untuk memperoleh ilmu dan melakukan kebaikan misalnya salat dan berbuat amal untuk masyarakat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis teringat pengalaman salah seorang Ustaz ketika mondok di pesantren.Ketika sang Kiyai  sedang menalaah kitab pengajaran yang akan diberikan kepada santrinya, lalu sangat susah memahami isi buku yang berbahasa Arab itu.Kemudian Kiyai memanggil isterinya dan menanyakan, “apakah ada makanan yang disuguhkan kepada saya tidak halal ?.” Isterinya dengan tegas menjawab, “tidak ada Ustaz !”. Lalu bertanya berikutnya, coba ingat kayu bakar yang dipakai memasak, dari mana diperoleh ?.Astagfirullah !,maaf, sebagian kayu bakar itu saya pungut di kolong rumah tetangga, kata isterinya. Dengan nadah marah, ustaz memerintahkan untuk pergi membayar sekarang juga, karena itulah penyebabnya terhalang otak saya memahami kitab yang saya baca, karena disuguhi makanan yang dimasak dengan menggunakan kayu bakar curian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah salah satu contoh kecil, efek yang ditimbulkan jika memberi makanan kepada seseorang apalagi kepada anak yang baru bertumbuh, jika orangtuanya  menyuguhkan makanan, sekalipun zatnya halal, tapi ada cara memperolehnya bermasalah, sekalipun hanya sepotong kayu bakar untuk mentuntaskan masakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Imam Al-Gazali pernah berpesan, hindarilah memberi makanan syubhat (meragukan) kepada anak, lebih-lebih zat yang dilarang Allah. Sebab, setitik air atau makanan yang pernah dimakan orangtua, akan pindah kepada anak yang dilahirkan menjadi daging dan dalam daging itulah bibit yang merusak akhlak dan otak yang sehat, dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjauhi neraka:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam salah satu ayat dinyatakan “ Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (QS.66:6).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud memelihara diri dan keluarga agar tidak terjatuh ke dalam api neraka, khususnya kepada anak, diantaranya kata Nabi, yaitu : “ Tiada pemberian orangtua kepada anaknya yang lebih utama,  selain mendidiknya dengan akhlak dan peradaban serta sopan santun yang sangat baik” (HR. Tirmidzi).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; Dan lebih tegas lagi pada riwayat lain, diajarkan sopan santun sejak usia dini “Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan salat sejak usia 7 tahun dan pukullah di usia 1O tahun jika masih enggan mengerjakannya, pisahlah  tempat tidurnya setelah usia remaja dan janganlah diberi makan, kecuali makanan yang halal” (HR.Abu Dawud)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua hadis tersebut dipahami bahwa ajaran salat sudah mulai dipraktekkan ketika anak berusia 7 tahun, berarti di usia Balita telah diajarkan cara mandi, wudhu, mengenal Tuhan dan menghafal bacaan-bacaan salat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan pertama terbaik ialah mengikutkan salat bersama orangtua, terutama pada permulaan malam dengan jamaah Magrib dan permulaan siang dengan berjamaah Subuh.Kalau kedua salat ini sukses sejak usia dini, imnsya Alllah salat lain dan akhlak akan diikuti  dengan baik. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya berdasarkan syarahan diatas, maka memberi makanan halal dan bergizi bagi anak sejak usia dini adalah wajib dan kaifiatnya mengkonsumsi sesuai yang disinggung Alquranyang mengandung gizi seperti yang ada pada daging, ikan, telur dan madu. Di negara-negara maju seperti Jepang, pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah, apalagi Balita ditanggung sendiri orangtuanya.Tetapi terhadap anak yang orangtuanya kurang mampu, tambahan makanan itu ditanggung dan  disubsidi  pemerintah. Perlu kita tiru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alquran sejalan dengan ajaran kesehatan dan pendidikan, menyetujui perlunya peningkatan gizi bagi anak, dengan syarat halal zatnya dan halal cara memperolehnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita bersama-sama menangani peningkatkan gizi anak Balita, untuk meningkatkan SDM, sebagai kebutuhan prima dalam pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-9020964032361636685?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/9020964032361636685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=9020964032361636685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/9020964032361636685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/9020964032361636685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/makanan-halal-bergizi.html' title='Makanan Halal &amp; Bergizi'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-7196207026880920563</id><published>2007-11-10T03:49:00.000-08:00</published><updated>2007-11-10T03:51:20.690-08:00</updated><title type='text'>Membantu Fuqara</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mencuatnya sederetan kasus busung lapar di negeri ini, selain menggugat nurani kemanusiaan, juga mencengankan. Betapa tidak.  Para penderita dikabarkan, berasal dari kawasan yang dijuluki  lumbung padi  atau produk  pertanian lainnya.(Kompas 23/6).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Ramadhan yang lalu  juga ada berita yang menyedihkan,  empat  wanita meninggal,  karena terinjak-injak saat pingsang,  dalam antrean pembagian sedekah berupa uang Rp 2O ribu dan sehelai sarung  di halaman  rumah milik Habib Ismet Al-Habsyi, Jalan Raya Pasar Minggu No.25 Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dri dua berita menyedihkan itu disamping berita kemiskinan lain akhir-akhir ini,   sungguh  menyayat  hati nurani kita yang paling dalam. Yang sangat mengherankan, pertama karena kasus busung lapar berada di kawasan lumbung padi.  Yang kedua, karena kamatian empat wanita,  justru  di bulan suci Ramadhan yang banjir sumbangan. Artinya,  makna dan kaifiat menyumbang yang tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju juga, bagaimanapun kayanya, juga ada orang miskin, misalnya yang pernah penulis saksikan di Jepang, ketika meninjau istana kekaisaran di Jepang. Jalanan menuju lokasi  terlihat ada kelompok dibawah pohon-pohon rindang, manusia yang berpakaian kumuh, menunggu pemberian. Kata orang,  itulah orang miskinnya yang tidak mau kerja. Tapi pangannya ditanggung pemerintah dengan rapi. Jadi peranannya, hanya semacam  tontonan dan rekreasi, sebelum melihat istana. Demikian juga di Australia Selatan, di suatu lapangan pembatas antara gedung bertingkat dengan bangunan pertokoan, terdapat sekelompok manusia yang juga berpakaian kumuh, duduk  semraut dibawah pohon. Konon,  mereka adalah penduduk asli Aborogin yang miskin, tapi lagi-lagi ditanggung pemerintah. Sebenarnya di Indonesia juga, orang miskjn ditanggung pemerintah sesuai undang-undang dasar, tapi karena keterbatasan  dana atau terlalu banyaknya musibah yang harus diprioritaskan, akhirnya pemerintah SBY-MJK hasil pilihan langsung rakyat, baru akan mengarah kesana. Akibatnya bengkalai masa lalu   menyebabkan masih  berkeliaran Fakirmiskin. Semoga tidak terlalu lama kita menunggu bayangan positif mengentaskan orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana menurut Al-Quran ?.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut Bahasa Arab,  Fakir berasal dari kata “Faqara”  yang artinya orang yang patah tulang belakangnya. Atau orang yang sangat berhajat kepada sesuatu,  karena  miskin. Atau orang yang papa dan  termiskin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kata Miskin, juga berasal dari Bahasa Arab “Sakana” yang berarti diam, tidak banyak bergerak,  karena miskin. Inilah yang terbanyak di negeri kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ilmu Fikih, orang miskin ialah orang yang berpenghasilan rendah, dan tidak mencukupi penghasilan yang ia peroleh. Sedang fakir ialah orang yang tidak berharta dan tidak berpenghasilan. Kedua istilah ini sering digabung menjadi Fakirmiskin,  sebagai gambaran orang yang lemah dan perlu di tolong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah satu ayat dalam Surah Al-Ma’un, seorang muslim sekalipun ia mengerjakan salat  masih dapat disebut orang celaka,  jika tidak suka membantu orang miskin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan makna Pendusta agama itu,  diantaranya  orang yang “ WALA YAHUDDHU… “( Orang yang tidak menganjurkan memberi makanan orang miskin ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Tafsir WALA YAHUDDHU berarti,  tidak menganjurkan. Atau tidak menyadari dan tidak menangani orang miskin sebagai tugas tugas kita semua. Termasuk bagi mereka yang hidupnya menengah ( pas-pasan )  Jika tidak memungkinkan dapat menyumbang uang dan harta, maka yang harus dilakukan adalah menyumbangkan tenaganya dengan jalan menganjurkan atau ikut  Tim  yang dapat  mengentaskan orang-orang Miskin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut dapat dipahami, bahwa  orang-orang  yang akan menghuni neraka nanti ialah orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak pula mendorong orang lain,  memberi makan orang-orang  miskin diserkelilingnya.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hak orang miskin:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menurut Al-Quran, WAFI  AMWALIHIM  HAQQUN  LISSAILIN (Didalam harta mereka ( yang kaya) terdapat hak orang-orang peminta-minta dan tidak meminta ) (QS 51:19). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dipahami, nahwa  harta benda  yang bertahun-tahun kita kumpulkan, bukan seluruhnya milik kita, sekalipun kita sendiri yang berusaha dan membanting tulang. Sebagian kecil didalamnya kepunyaan orang miskin.Bahkan kata kasarnya, jika kita gunakan sendiri,  kita dianggap termasuk  kelompok perampas  hak orang miskin. Agama mewajibkan kita memberikan  sebagian  kepada  mereka yang miskin. Tidak banyak.  Zakat itu tidak berkisar antara  2, 5  –  2O %  pertahun.  Tapi sebagian mufasir menganjurkan,  setiap menerima rezeki, langsung dikeluarkan juga seketika, karena ditafsirkan masuk kelompok “ghanimah ” (rezeki mendadak), semacam honor atau jasa dari keahlian.Dan Inilah yang diperaktekkan  sebagian negeri-negeri  Islam di Timur Tengah, sehingga orang miskinnya berkurang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita berpikir rasional,sebenarnya  harta benda yang dikumpulkan orang yang berpunya  (aghniya) , sebagian dari jasa yang ikut bermandi keringat, ketika mengangkat harta itu misalnya dari pelabuhan ke gudang, waktu barang-barang itu diimpor atau diekspor.  Sebab itu wajar juga,  jika memperoleh bahagian kecil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, pemberian yang disumbangkan kepada orang miskin,  memang awalnya adalah haknya sendiri, lalu diperkuat Al-Qutan.  Dan tidak akan merugikan orang mampu ( aghniya ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harta  bertambah:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bantuan yang diberikan kepada orang miskin, bukan berkurang, tapi akan semakin bertambah. Al-Quran menyebutnya “WAYURBI  SHADAQAT  “(Allah menghancurkan sistem riba dan mengembangbiakkan sedekah) (QS.2: 276)   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuktikan kebenaran ayat ini,  penulis pernah membaca riwayat hidup seorang pengusaha sukses di daerah ini.  Ketika keuangannya melaporkan saldo kas sisa sedikit, justru diperintahkan kepadanya, untuk mengeluarkan semuanya dan membaginya kepada orang-orang miskin. Apa yang terjadi ?.  Dalam waktu yang relative singkat, uang yang dibagikan itu terganti, mebihi dengan yang telah disedekahkan.Boleh dicoba asal ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan yang diberikan  kepada orang miskin, sekaligus menghilangkan jurang pemisah antara sikaya dan miskin.  Sebab lanjutan ayat yang memerintahkan  agar yang menerima sumbangan dianjurkan Al-Quran  “WASHALLI   ALAIHIM…(Berdoalah untuk mereka, sehingga membawa ketenteraman  bagi  pemberi  sumbangan.).(QS. 9  : 1O3).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat tersebut, maka aghniya hendaknya dengan ikhlas menyerahkan sebagian hartanya dan masakin, hendaknya berterima kasih dengan berdoa,  agar lebih murah rezekinya  para penyumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghidari kemungkinan terjadi  korban antrean mustahik menunggu sumbangan seperti bulan Ramadhan yang lalu, sebaiknya orang yang membagikan zakat itu proaktif. Bukan didatangi, tapi mendatangi. Salah satu makna “Atu al-zakat ” dalam Al-Quran  berarti proaktif pergi ke  lokasi  membagi.  Itulah arti Walmarhum ( yaitu miskin, tapi tidak pergi minta-minta), karena malu sehingga wajib bagi  amil  mengantarkan. Inilah kaifiat pendistribusian sedekah yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, makna menyumbang (Atu zakat ) kepada orang miskin ialah senantiasa siap bergerak membantu sekalipun dasarnya adalah kewajiban Negara, sesuai undang-undang. Tapi  karena Islam mewajibkan lebih dulu sesuai Al-Quran,  maka kita semua harus membantu pemerintah.  Bantuan “ aghniya ” sesuai keikhlasan. Minimal sama kadarnya kewajiban zakat tahunan ( antara 2,5 % sampai 2O % ).Tapi bantuan yang lebih baik seperti yang dilakukan Rasul adalah membantu yang produktif.  Hal itu ditempuh juga di Korea yaitu petani penyewa diubah statusnya menjadi pemilik.  Dan bantuan berikutnya berupa  bibit, air dan kredit murah.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bantuan muslim yang berpenghasilan menengah, minimal ikut menjadi Amil ( panitia), sehingga semua muslim rata-rata berada dalam koridor pencinta rakyat miskin seperti sifat Rasulullah  SAW.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari pembagian yang dapat membawa bencana,  kaifiatnya  mengantarkan ke gubuk orang miskin, seperti yang  dipraktekkan Khalifah Umar bin Khattab RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4188172481681951632-7196207026880920563?l=islam-itu-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/feeds/7196207026880920563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4188172481681951632&amp;postID=7196207026880920563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/7196207026880920563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4188172481681951632/posts/default/7196207026880920563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/membantu-fuqara.html' title='Membantu Fuqara'/><author><name>Vicar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T-P7n_uhj0Y/SKUmq9HEBxI/AAAAAAAAADE/1vB9nMUp6Gg/S220/v.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4188172481681951632.post-7078924548998426733</id><published>2007-11-10T03:48:00.000-08:00</published><updated>2007-11-10T03:49:36.622-08:00</updated><title type='text'>Membaharui Pola Pikir Islami</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tidak terasa kalender yang tergantung di dinding tela berakhir, dan digantikan kalender baru yang sekurun waktu  Pemilu baru. Pemilu yang akan kita masuki diharapkan tidak  hanya menghasilkan anggota Legislatif dan Presiden baru, tapi yang utama agar para pejabat itu betul-betul manusia pilihan berpola pikir baru yang sesuai Islam, karena  penduduknya muslim dunia.Atau manusia pejabat yang sama ucapannya dengan perilakunya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa sebab ?.Sesuai kenyataan, selama merdeka sampai sekarang, rasanya hampir tidak ada bedanya. Orde lama. Orde Baru. Reformasi. Satu-satunya yang kelihatan berbeda, hanya boleh bersuara bebas, melalui media massa atau berdemonstrasi. Bahkan nasib masyarakat kecil dalam berusaha, dambaan perlindungan  dan ketentraman, rasanya semakin jauh. Krisis berkepanjangan masih berdendang dengan nada yang tajam, dihiasi lirik musibah bergantian, akibat ulah manusia serakah. Dan lebih celakanya lagi    pengaruh budaya dan agama yang dapat meredam, ikut terkontaminasi oleh pola pikir sebagian  pemimpin yang mengaku muslim, tetapi tetap terjerat dalam rekayasa egoisme, keserakahan, dan pembodohan masyarakat yang oleh istilah agama, sebenarnya membohongi dirinya sendiri  ( zhalim linahsih ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membarui pola pikir yang Islami ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dulu dikenal ada istilah pola pikir baru dari seorang mantan Gubernur. Petik, olah dan jual. Artinya, untuk melipat gandakan penghasilan, ada pengolahan dan perencanaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="just
